NovelToon NovelToon
SEKALI TEMBAK JADI ANAK!

SEKALI TEMBAK JADI ANAK!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Guntur Abimanyu, seorang CEO muda yang hampir berumur 30 tahun dipaksa untuk menikah tapi tidak ingin menikah.

"JIKA AKU MENIKAH HANYA UNTUK MENGHASILKAN ANAK, AKU BISA LAKUKAN SEKALI TEMBAK KEPADA WANITA MANAPUN! JADI TIDAK PERLU MENIKAH" serunya kepada kakek serta ayah ibunya.

Rustam sang kakek yang memegang kendali perusahaan ingin cucu laki laki satu satunya ini segera menikah. Begitupun Randi dan Ela, orang tua Guntur juga ingin segera menikahkan putra sulungnya itu.

"Baiklah kalau begitu, buktikan kemampuan menembak benihmu kepada wanita yang kakek dan orang tuamu pilih" ucap sang kakek.

"OKE SIAPA TAKUT!!" seru Guntur menerima tantangan.

Tapi ternyata takdir berkata lain, setelah kesepakatan ini dibuat, Guntur bertemu dengan wanita yang meninggalkannya dengan cinta terdalam.

Jadi siapa yang menang dalam taruhan keluarga ini? Apakah wanita yang kembali datang atau wanita yang dipilihkan kakek serta orang tuanya, mampu membuat Guntur membuktikan keperkasaannya? Baca novel ini dan dukung terus yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HUBUNGAN ANTAR SAHABAT TOKOH UTAMA

Di sisi Guntur dan Ratih bersama Elora serta Bu Ningsih dan penghuni panti yang menikmati makan siang, ternyata ada satu sisi dari 2 orang saling pandang dengan aneh.

Juno tidak bisa memalingkan pandangannya dari Agustin meskipun ada jarak diantara mereka.

Saat melihat Agustin pergi dari keramaian menuju ruangan di panti entah untuk apa, Juno diam diam mengikuti dari belakang.

Ternyata Agustin menuju ruangan kerjanya sebagai pengelola panti.

Ceklek.

Pintu ruangan yang tadinya terbuka sedikit kini tertutup saat Juno masuk keruangan yang sama dengan sahabat Ratih itu.

"Ternyata kamu kerja disini. Aku tidak menyangka akan bertemu kamu di tempat seperti ini" celetuk Juno.

Ratih berdiri dan menatap tajam kearah pria yang sudah masuk ruangannya tanpa izin.

"Seharusnya meskipun kita bertemu diluar club, kita tidak harus saling sapa bukan, Tuan?" sahut Agustin.

Juno tersenyum tipis mendengar sarkas dari wanita yang ia ikuti tadi.

"Ck...benar juga apa yang kamu katakan. Tapi aku tidak bisa melupakan ekspresi wajahmu yang menggoda itu tadi, sudah lama aku tidak menikmati tubuhmu, Queen" ujar Juno.

Agustin terlihat mengepalkan kedua tangannya.

"Aku sudah bukan Queen lagi sejak 3 bulan lalu. Seharusnya Tuan mengerti. Aku juga berpamitan dengan anda malam itu. Dengan jelas aku bukan lagi menjadi pemuas ranjang milik Tuan dengan pura pura menjadi wanita yang anda cintai yaitu Jeseline. Aku memilih hidup nyataku" sahutnya.

"Hahahhahaa...tapi tubuhmu ternyata secandu itu untukku. Agustin kan namamu? Oke, memang kamu bukan Queen lagi tapi seharusnya tubuhnya masih senikmat itu" ucap Juno semakin blak blak an membuat Agustin semakin marah.

Namun, ia tidak bisa membongkar pekerjaan gelapnya di tempat bekerja apalagi saat ini sedang ada acara sahabatnya.

"Tuan Juno yang terhormat. Saya doakan anda menemukan wanita lain yang anda cintai seperti anda mencintai Jeseline atau bahkan lebih. Di dunia ini tidak ada wanita yang mau menjadi wanita pengganti atau pelampiasan dari pria gagal move on" serang Agustin.

Juno tersenyuk smirk.

"Oh begitu? Kamu cemburu? Kamu sudah tidak tahan lagi jika kupanggil Jeseline saat kita beradu mekanik di ranjang? Okeee, aku akan memanggil nama aslimu bagaimana? Aku tidak akan menganggapmu sebagai wanita yang kucintai tapi sebagai dirimu saja?" sahutnya.

Deg.

Agustin merasa salah berbicara. Juno bisa memutar maksud dari apa yang sudah ia katakan.

Belum juga Agustin menjawab, pintu ruangan diketuk seseorang.

"Agustin, kamu didalam?" suara Ratih terdengar memanggil.

Juno memberikan tanda untuk Agustin tidak mengatakan aneh aneh tentang keberadaannya.

Agustin berjalan ke pintu dan membukanya, sedangkan Juno bersembunyi dibelakng pintu.

Terlihat Juni menghirup udara dimana aroma Agustin membuatnya meremang seketika. Sudah 3 bulan, dia tidak melampiaskan hasrat rahasianya kepada wanita penghibur yang melayaninya selama setahun kebelakang.

"Ah..iyaa Ra..ada apa?" tanya balik Agustin.

"Kamu ada kerjaan ya? Maaf buat kamu jadi kerja double karena acara dadakan Mas Guntur untuk makan siang dadakan disini" jawab Ratih.

"Santai aja. Cuma beresin kerjaan dikit ini tadi. Kenapa? Ada yang bisa aku bantu lagi kah di halaman?" tanya Agustin mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Nggak sih, mau pamitan aja. Makan siang udah selesai dan aku harus segera kembali ke rumah keluarga suamiku" jawab Ratih.

"Oh yaaaa, ayo kita ke halaman kalau gitu. Terima kasih banyak udah buat penghuni panti bahagia termasuk karyawannya hehe" ujar Agustin.

"Kalian semua juga sudah membuat aku sama Mas Guntur dan Elora bahagia disini. Mau nerima kita" sahut Ratih.

Lalu mereka melempar senyum dan berjalan ke halaman bersama.

Juno melepaskan kelegaannya dengan hembusan nafas.

"Aku tidak mengira akan bertemu dia lagi disini" batinnya.

"Kali ini, aku tidak akan menderita menahan hasratku yang tertahan" lanjutnya dengan senyuman menyeringai.

Setelah dirasa aman keluar ruangan, Juno pun menyusul ke halaman.

"Woy, kemana aja lu bro? Kita udah mau balik" sapa Guntur saat menemukan sahabatnya yang baru muncul entah dari mana.

"Kebelet" jawab bohong Juno.

"Ada ada ajaa emang ya, tapi kata orang kalau kebelet bab di tempat baru berarti nyaman, jdi lu nyaman disini?" goda Guntur.

"Haish, mitos kok dipercaya" sahut Juno acuh.

Setelah semuanya berberes dari sisa makan siang, akhirnya Ratih pamit kepada sang ibu untuk pergi ke rumah suaminya.

Guntur dan Elora juga pamit kepada wanita rentan itu. Setelah itu mereka pergi dari panti dengan driver si Julian.

Juno belum pulang karena mengurus pegawai restonya untuk membereskan semua barang barang catering. Selain itu ada maksud lain juga.

Tapi sesekali mencari keberadaan Agustin yang sudah tidak ada disekitar halaman.

"Permisi, apakah anda tau dimana Bu Agustin ya? Saya penanggungjawab catering ingin pamit dan berterima kasih" tanya Juno kepada salah seorang pengurus panti yang ia kenali dari seragam.

"Bu Agustin ya? Tadi saya lihat menuju musholla, mungkin sedang ibadah" jawab pengurus itu.

Juno mengangguk paham.

"Kalau boleh tau dimana mushollanya ya?" tanyanya tidak menyerah.

Pengurus menunjukkan arah dan Juno mengikutinya.

Berlahan tapi pasti, pria ini menemukan arah menuju mushollah panti.

Ia bisa melihat seorang wanita menggunakan alat ibadah sedang duduk dan berdoa.

Seketika itu, ia tidak ingin lagi mengganggu Agustin di moment seperti ini.

Ia memilih pergi tanpa berpamitan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!