NovelToon NovelToon
Legenda Arka Yudistira

Legenda Arka Yudistira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Turnamen Peringkat Langit baru saja dimulai. Di hadapan para penguasa Alam Tiran, Arka Yudhistira melangkah ke arena bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai naga yang tengah terjaga.
​Di antara bayang-bayang Ratna, Citra, dan kesetiaan Larasati, Arka siap mengguncang tatanan dunia. Panggung telah siap, pedang telah terhunus, dan sejarah baru akan segera ditulis.
​Inilah awal dari...
​LEGENDA ARKA YUDHISTIRA
​Biarkan dunia bersujud pada sang naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Tatapan Arka mendingin. Setelah geraman rendah, sekumpulan api berwarna merah menyala tiba-tiba berkobar di tubuhnya, menjulang hingga setinggi tiga meter dalam sekejap. Di bawah panasnya api merah itu, hawa dingin tersebut segera buyar. Lapisan es di bahunya pun mencair dengan cepat.

​Sementara itu, Naga Pusaka juga telah terbungkus sepenuhnya oleh api Phoenix yang merah membara, berubah menjadi pedang api raksasa yang menari-nari dan langsung menerjang maju kembali.

​"Dia benar-benar bisa menyulut api sedahsyat itu! Sepertinya ilmu batin elemen apinya sama sekali tidak sesederhana yang ia tunjukkan sebelumnya."

​"Itu hanya api merah tingkat rendah…" Murid muda yang baru saja bicara itu tiba-tiba membelalak kaget, "Ini… ini… bagaimana mungkin!!"

​Butiran kristal es dalam jumlah tak terhitung dari segala arah terbang ke depan Ratna, menyatu menjadi sekuntum teratai es berwarna biru yang indah. Teratai es itu berputar perlahan, lalu tiba-tiba pecah. Setiap kelopaknya berubah menjadi tujuh kristal es yang melesat ke arah Arka. Setiap kristal es setipis sayap serangga dan jernih bagaikan permata, namun hawanya menusuk tulang!

​"Teratai Iblis Pembakar Bintang!!"

​Dengan tubuh Arka sebagai pusatnya, sebuah teratai api yang ukurannya sepuluh kali lebih besar dari teratai es Ratna mekar dari gelombang panas yang membumbung. Bagaikan binatang api raksasa yang membuka mulutnya, ia menelan seluruh kristal es yang terbang ke arahnya. Tidak ada satu pun kristal es yang mampu mendekati Arka karena semuanya telah musnah sepenuhnya.

​Para penonton terpana… Bahkan sinar pedang milik Yoga pun tidak bisa menghancurkan teratai es Ratna, lalu bagaimana bisa ia meleleh begitu mudah hanya oleh api merah biasa!?

​"Itu..."

​"Api Phoenix!" seru Faisal, tetua dari Perguruan Langit Membara

​Pandangan Luhur segera beralih ke arah kursi Keluarga Kerajaan… Apakah ini berarti perguruan tempat Arka menimba ilmu sebenarnya adalah Padepokan Phoenix Suci yang legendaris!?

Ledakan mendadak Teratai Iblis Pembakar Bintang tidak hanya menelan teratai es milik Ratna dengan mudah, tetapi juga mengurung gadis itu dalam kobaran api. Hawa panas yang melampaui nalar itu membuat ekspresi Ratna sedikit berubah. Dalam sekejap, roh-roh es di sekeliling tubuhnya bergejolak hebat, membentuk tameng kristal yang sangat kokoh. Pita Salju Phoenix Es miliknya menari lincah, menyapu lidah api Phoenix yang menjilat-jilat selagi ia melesat mundur.

​Begitu teratai api itu padam, Ratna telah terdesak mundur hingga hampir seratus meter.

​Namun, Arka tidak langsung merangsek maju seperti sebelumnya. Ia menatap mata Ratna, lalu berkata dengan kening berkerut, "Akan kukatakan sekali lagi. Kerahkan seluruh kekuatanmu. Yang ingin kukalahkan adalah dirimu yang seutuhnya, bukan yang sekarang!"

​Serangan kilat Arka, kedahsyatan pedang beratnya, dan api yang meledak-ledak dari tubuh pemuda itu membuat Ratna tertegun. Dalam beberapa bentrokan tadi, ia justru berada di posisi yang sedikit merugi. Menatap wajah Arka, ia menangkap gurat kesombongan yang seolah terpahat hingga ke tulang. Kesombongan ini bukan tipe keangkuhan biasa, melainkan sebuah pernyataan harga diri yang ditujukan khusus untuknya!

​Tatapan Arka seolah berteriak bahwa jika Ratna tidak serius, itu bukan lagi bentuk belas kasihan, melainkan penghinaan!

​Dada Ratna naik-turun perlahan. Ia memejamkan mata, lalu membukanya pelan-pelan saat suara sedingin es mengalir dari bibirnya. "Sesuai keinginanmu..."

​Angin puyuh dingin berembus dari segala arah. Roh-roh es di sekitar Ratna menari liar, perlahan mengangkat tubuh gadis itu ke udara. Ujung kakinya meninggalkan bumi, melayang anggun hingga hanya gaun putihnya yang menyentuh lantai arena. Ia merentangkan tangan, dan seketika rambut hitamnya serta gaun suci yang ia kenakan berkibar hebat.

​Suhu di sekitar arena anjlok dengan kecepatan yang mengerikan. Pada saat itu, cahaya biru berpendar dari tubuh Ratna, disusul badai salju yang memenuhi seluruh Arena Adu Pedang.

​"Ah!!"

"Ini... ini adalah..."

​Kilatan biru itu begitu menyilaukan hingga Arka terpaksa memejamkan mata sesaat. Begitu ia membukanya dan menatap Ratna, ia terpaku tak bernyawa.

​Angin telah tenang, namun gaun Ratna tetap berkibar tanpa udara. Cadar yang menutupi wajahnya telah raib, terbang entah ke mana terbawa badai tenaga batin tadi. Yang tersisa adalah wajah bidadari yang sanggup meredupkan cahaya langit dan bumi, bahkan membuat matahari dan rembulan merasa malu. Namun, sepasang matanya telah berubah total... seluruhnya berwarna biru sedalam samudra, berkilau bagai permata safir yang dingin. Rambut hitamnya pun berubah menjadi biru es yang melambai-lambai. Bahkan alis dan kelopak matanya berubah menjadi kristal sempurna yang memancarkan pendar biru beku.

​Roh-roh es di sekelilingnya kini bukan lagi seukuran kerikil, melainkan berkilauan bagai bintang di langit malam. Ratna, yang berdiri di tengah gugusan bintang itu, tampak seperti dewi yang lahir dari salju abadi, murni tanpa noda duniawi sedikit pun.

​"Tingkat Ketujuh Awan Beku... Raga Es Tulang Giok..."

Suara penguasa nomor satu Perguruan Pedang Langit, Luhur Pangestu, terdengar terbata-bata. Menatap Ratna yang telah menjelma menjadi dewi salju, rasa takjub di hatinya mencapai puncak yang tak terlukiskan. Ia tak tahu berapa banyak lagi kejutan yang akan diberikan gadis tujuh belas tahun ini sebelum ia berhenti.

​Tingkat Ketujuh Awan Beku... Itu adalah ranah legendaris yang hanya bisa dicapai oleh Pemimpin Padepokan Awan Beku saat ini, yang tingkat tenaga batinnya sudah mencapai Alam Raja tingkat ketiga!

​Jenius, ajaib, monster, atau aneh... Saat ini, bagi Luhur Pangestu, semua kata itu tidak lagi cukup untuk menggambarkan sosok Ratna.

​Yoga yang berdiri di sampingnya gemetar lebih hebat lagi. Ia terbungkam seribu bahasa. Dalam laga kemarin, meski ia kalah telak, ia percaya itu karena Ranah Kekuatan yang muncul secara ajaib. Ia yakin jika hanya mengadu ilmu batin murni, ia masih bisa menekan Ratna. Namun sekarang, ia baru sadar bahwa kemarin Ratna bahkan belum menunjukkan seluruh kartunya. Aura yang dilepaskan Ratna saat ini jauh lebih kuat dari puncaknya kemarin. Kekuatan ini begitu dominan hingga Yoga merasa, meski ia mengeluarkan Sukma Pedang Kembar sekalipun, ia tetap akan tumbang.

​"Kenapa Ratna mengeluarkan kartu asnya sekarang?" gumam Citra dengan kening berkerut heran. "Untuk mengalahkan Arka, Tingkat Kelima saja sudah lebih dari cukup."

​"Adik Ratna bukan orang yang gegabah, dia pasti punya alasan sendiri. Tapi karena dia sudah mengeluarkan Tingkat Ketujuh, pertarungan ini akan segera berakhir," sahut Ratih pelan.

Tekanan sedingin es kini membelenggu tubuh dan jiwa Arka. Rasanya seberat gunung es yang telah membeku selama sepuluh ribu tahun, menindih setiap inci tulang rusuknya.

​"HUAAAARRGHH!!"

Arka meraung. Api Phoenix di tubuhnya berkobar liar, menjulang setinggi tiga meter demi menembus tekanan es tersebut. Tiga tetes darah Phoenix dalam tubuhnya terbakar hebat, menyebarkan kekuatan dewa ke setiap jalur meridian dan setiap tetes darahnya.

1
Jojo Shua
😄🔥✅️
Jojo Shua
👍🥛
Jojo Shua
👍🫰☕️
Jojo Shua
🫰☕️
Jojo Shua
👍👍
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
☕️☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️
Jojo Shua
☕️
Uswatun Hasanah
ratna ratna ratna
Uswatun Hasanah
arka arka arka
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍✅️🫰
Jojo Shua
👍🔥
Uswatun Hasanah
dua duanya dilahap
Jojo Shua
Gak boleh dibunuh si Yeti, merusak ekosistem
Jojo Shua
Moyangnya Yeti
Jojo Shua
kalau 4 chapter sekaligus biasax pembaca lupa kasi ole" ke author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!