Naomi seorang gadis remaja meninggal karna penyakit ganas yang menggerogoti nya, begitu banyak orang yang terluka akan kepergiannya.
Namun alih-alih dirinya pergi ke alam baka, Naomi malah mendapati dirinya hidup kembali, di jaman berbeda, di era yang berbeda juga.
Disini Naomi mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya, meski sulit Naomi tatap berusaha untuk hidup lebih baik di jaman ini beserta keluarga kecil yang baru di dapatkan nya.
Yuk kita simak sama-sama seperti apa kehidupan Naomi du Dunia yang berbeda ini🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Makmisshalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketegangan di Tengah Pesta Makan
"Nona kau harus bersiap! Sesuatu akan datang ke sini, ini, ini terdengar seperti derap tapak kuda. Jumlahnya sangat banyak sekali, seperti nya anda harus mengingatkan Sang Bupati."
DEG
Suara sistem itu menghantam dada Aurelia bagaikan es batu, terasa dingin membekukan darah di sekujur tubuh Aurelia.
Seketika itu juga raut wajahnya Aurelia berubah secepat kilat, tentu saja perubahan tersebut tidak luput dari pandangan sang Bupati.
"Nak, Aurelia! Ada apa? Melihat perubahan Aurelia tentu sang Bupati tau ada sesuatu yang tidak beres.
"Paman, seperti nya sekarang kita harus meminta para warga untuk berkumpul di tempat aman" Jawab pelan Aurelia.
Namun ucapan pelan nya itu terdengar jelas oleh salah seorang warga yang berada tepat d sebelah, orang itu siapa lagi kalau bukan Bibi Ma.
Seketika itu juga Bibi Ma berseru. "Aurelia, ada apa? Kenapa kita harus berkumpul di tempat aman?" Tanya nya dengan suara lantang, lebih tepatnya Bibi Ma berteriak.
"Apa yang terjadi ada apa ini?"
"Kenapa? Kenapa kita harus berkumpul di tempat aman?"
"Ya Tuhan.. ada apa lagi, apa kita tidak bisa menemukan kedamaian walaupun hanya sesaat?"
"Kita belum sempat makan!"
"Apa-apaan ini?"
"Ibu aku ingin makan!"
"Seperti nya kita harus menuruti apapun ucapan Aurelia.. "
"Aku ingin selamat, tapi aku juga lapar"
Tak terelakkan lagi! Kegaduhan terjadi, sahutan demi sahutan silih berganti menjadi pertanyaan atau pernyataan yang tidak pasti.
Sebagai dari orang-orang tersebut beringsut ketakutan sambil menahan lapar, apalagi anak-anak dan para orang tua renta.
Seruan anak-anak juga saling bersahut-sahutan mengatakan jika mereka ingin makan karena mereka merasa lapar.
Belum lagi sebagian dari mereka juga ada yang masih terluka dari hukuman beberapa hari yang lalu.
Tek-tek, tek-tek, tek-tek...
Tek-tek, tek-tek, tek-tek..
Disaat keriuhan terjadi, tiba-tiba tanah di desa Datar berguncang hebat.
Seakan bumi ini akan runtuh karena bencana alam, dari kejauhan kepulan tanah kering terlihat mengepul kuat.
Suara tapak kaki kuda terdengar begitu kuat, ini bulan hanya satu, dua, atau sepuluh kuda! Melainkan ada lebih dari suara tapak kaki limapuluh kuda.
"Nak, sebenarnya ini ada apa?" Sang Bupati menatap jauh kedepan sana, ia penasaran sebenernya itu rombongan kuda mau kemana.
"Sistem, sebenarnya mereka mau apa?" Melalui pikiran nya Aurelia bertanya pada sistem.
Sesaat hening tidak ada jawaban, dan setelah beberapa detik sistem terdengar memberikan jawaban nya. "Alasan terdeteksi! Mereka adalah segerombolan orang dari Kabupaten sebelah, mereka mendapatkan kabar tentang adanya mata air di desa Datar. Maka mereka mau meminta bagian untuk Kabupaten mereka."
Meminta bagian! Sungguh menurut Aurelia ini sangat konyol. Apa urusan nya Kabupaten sebelah dengan Kabupaten nya.
Jaraknya saja lumayan jauh, lalu kenapa mereka meminta bagian air untuk mereka padahal ini jelas-jelas bukan wilayah mereka.
Jikapun iya mereka masih satu Kekaisaran, tetap saja bagi Aurelia ini sangat tidak masuk akal.
``Sungguh orang-orang di zaman ini sangat aneh semua`` Gumam bathin Aurelia yang tak habis pikir dengan tingkah laku orang-orang di zaman kuno ini.
Mereka selalu memperebutkan apa saja, walaupun mereka tau hal yang mereka rebutkan bukan berada di wilayah mereka.
"Misi baru terdeteksi jika No...
"STOP, jangan memberikan aku misi konyol lagi apalagi dengan kumakan yang sangat an...
"Ini tugas anda Nona, anda tidak bisa menolaknya sesuka hati!" Aurelia dan sistem saling menyela ucapan.
"Kau.... "
"Disini saya yang memberikan misi, anda hanya tinggal menjalankan nya. Jika berhasil maka anda akan mendapatkan hadiah, dan jika anda gagal hukuman menanti anda" Suara sistem begitu terdengar jelas serta tegas, menandakan jika ucapan nya tak bisa di bantah.
"Nak, ada apa?" Sang Bupati tentu tidak bisa mendengar pembicaraan Aurelia dengan sistem, ia hanya bisa melihat raut kekesalan di wajah Aurelia saja.
"Tidak apa-apa Paman! Aku hanya sedang melihat kepulan asap disana" Aurelia memfokuskan pandangan nya kedepan agar Bupati terkecoh.
"Misi untuk anda Nona! Bantu Kabupaten sebelah untuk menemukan sumber air agar mereka tidak mengganggu kedamaian desa Datar"
"Jika anda berhasil anda akan mendapatkan hadiah: Kekebalan tubuh yang hakiki hingga tubuh anda akan kembali pulih di saat mendapatkan luka, mau luka kecil atapun luka besar! Luka itu akan pulih dengan sendiri seragam cepat."
"Gudang makanan anda akan mendapatkan kualitas terbaik, dengan di isi beraneka ragam barang dengan kualitas nomor satu!"
"Adik-adik anda akan memiliki keahlian khusus, hingga nanti mereka akan bisa menolong orang yang membutuhkan."
"Tiga keuntungan itu tak ternilai harganya, dan jika anda mencari berkah lain anda hanya akan mendapatkan salah satu dari hadiah tersebut."
"Dan jika anda gagal, anda akan mendapatkan hukuman: Rambut anda akan menjadi keribo, serta di wajah anda akan ada tanda lahir sebesar telapak tangan!"
"Anda juga akan diberikan suara hukuman: Fi setiap satu kata pasti akan di selangor dengan suara kambing (Embeeeeeee)"
JELEDARRRR....
"KAU GILA SISTEM! OKE HADIAH MU SANGAT MENARIK, TAPI HUKUMAN MU KENAPA KAU SELALU MENGAITKAN HUKUMAN DENGAN HEWAN-HEWAN?" Raung Aurelia tak bisa menahan amarah nya.
"Anda di larang mengumpat atau memarahi saya, jika terulang kembali kekebalan tubuh anda akan berkurang!" Ancam sistem dengan suara khasnya.
"Kau.. kau... ya Tuhan... kenapa cobaan ku berat sekali?" Dingin Aurelia tidak bisa memaki sistem.
Mau tidak mau Aurelia hanya bisa kembali menjalankan misi dari sistem tanpa melakukan kegagalan, keberhasilan selalu harus bisa ia raih walaupun dengan kesulitan tingkat dewa.
Karena jelas disini, setiap misi dari sistem selalu saja ada jebakannya.
Tek-tek, tek-tek, tek-tek..
Tek-tek, tek-tek, tek-tek..
Lama-lama suara tapak kuda itu semakin mendekat, dan penampakan kuda-kuda itu kini terlihat.
Benar saja! Kuda-kuda itu lebih dari duapuluh kuda, lebih tepatnya ada empat puluh kuda.
Belum lagi ada satu kereta kuda khusus milik Bupati Kabupaten sebelah! Aurelia sudah dapat menebak jika di dalam kereta tersebut pasti ada orang pentingnya.
Semakin terlihat jelas, semakin mendekat, rombongan tersebut benar-benar menuju ke gubuk reot Aurelia.
Tak-tek, tak-tek, tek...
Rombongan tersebut berhenti di pekarangan gubuk Aurelia, para prajurit yang mengawal kereta kuda turun serentak dari kudanya.
Mereka kini berjajar rapih untuk mengawal orang yang berada di dalam kereta kuda.
SREKKK
Tirai kereta kuda du buka secara perlahan, dan turunlah seorang pria baru baya seusia dengan Tuan Bupati Juyjuyr.
Tampilan nya tak kalah jauh elegan dari Bupati Juyjuyr, berwibawa, serta memiliki aura seorang pemimpin.
Ia berjalan perlahan namun pasti, langkahnya begitu pelan namun penuh perhitungan, sorot matanya memancarkan sorot ketegasan.
"Juyjuyr, kenapa kau hanya memegang permata ini untuk diri sendiri?....
untuk orang tuh hukum pukulan dan penjara🤣🤣🤣