Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
" Woy ngelamun aja ente " ucap Jeni yang baru saja datang .
Alesya menatap Jeni lalu tersenyum .
" Apaan sih lo . Makan seblak yok " ucap Alesya .
" Gue udah makan " ucap Jeni .
" Temenin gue " ucap Alesya .
"oke " ucap Jeni .
Jeni menyadari jika ada yang tidak beres dari Alesya . Pasti Alesya sedang menyembunyikan sesuatu .
" Lo nggak papa kan Al ?" tanya Jeni saat menuju kantin .
" Gue nggak papa kok " jawab Alesya .
" Kalau ada apa-apa cerita sama gue atau Kirana . Lo punya kita Al . Lo nggak pernah sendiri " ucap Jeni .
Alesya lalu memeluk Jeni .
" Thanks ya " ucap Alesya
" Gue ikut "
Kirana yang baru saja datang lalu memeluk sahabatnya . Mereka lalu tertawa bersama .
Tak jauh dari mereka . Gama menatap keakraban itu . Tawa Alesya terdengar begitu lepas .
" Lo berhak bahagia Al . Dan gue akan berusaha untuk itu " ucap Gama .
Ting
Notifikasi di ponsel Alesya . Ada transferan masuk . Alesya membola melihat jumlahnya . Tidak mungkin seorang pelajar tapi bisa memberinya begitu banyak uang .
" Lo nggak mencurikan Gam " tanya. Alesya melalui pesan singkat .
"Ada apa ?" tanya Kirana .
" Enggak " jawab Alesya lalu kembali melangkahkan kakinya ke kantin .
" lo ? Siap dengan hukuman " isi pesan Gama .
Alesya menghentikan langkahnya .
" Apa lagi Al ?" tanya Jeni .
" Enggak . Kita ke kelas sekarang " ucap Alesya .
Alesya lalu menarik tangan Jeni dan Kirana .
" Aneh banget sih lo hari ini " kesal Jeni .
Alesya lalu duduk memainkan ponselnya .
" Lo nggak salah makan Al ?" ucap Jeni .
" Apaan sih Jen ?" tanya Kirana .
" Aneh tuh Alesya " ucap Jeni .
" Diam " ucap Alesya .
Jam istirahat berbunyi . Alesya memilih untuk tidak istirahat . Dia memilih untuk tinggal di kelas saja .
" Tadi lo ngajak makan . Sekarang enggak mau makan " ucap Jeni .
" Ya sudah kita ke kantin ya " ucap Kirana .
Alesya mengangguk .
Alesya menatap ruang kelasnya yang sepi . Lalu Joni masuk ke kelas .
" Lo ngapain sih Jon . Ngagetin gue tahu " kesal Alesya .
" Hlah , salah sendiri lo kaget. Orang gue mau ngambil hp gue ketinggalan " ucap Joni laku melenggang pergi .
Alesya bernafas lega .
" Nunggu aku ?" tanya Gama yang datang entah dari kapan .
" Apaan . Enak saja . Jadi orang jangan kepedean " elak Alesya .
Gama berdiri lalu mendekat .
" Mau coba di sini ?" tanya Gama .
" Gama lo ..
Teriak Alesya lalu menutup mulutnya dengan kedua tangan .
" Hutang 2 . Nanti kita pulang ke apartemen saja " ucap Gama lirih . Lalu keluar dari kelas Alesya .
Alesya ingin sekali memukul Gama.
Bel sekolah berbunyi . Siswa siswi berhamburan untuk pulang . Namun ada sebagian yang masih tinggal di kelas. Karena masih banyak yang duduk mengantri untuk mengeluarkan kendaraannya .
" Tadi malam aku telpon kak Gama . Minta tolong dan kak Gama langsung datang saat itu juga " ucap Nadia .
" Lo hebat Nad . Bisa dekat sama Gama " ucap Teman kelas Alesya .
" Gue juga nggak tahu . Kak Gama memang baik gitu ya ?" tanya Nadia lagi .
" Enggak sih . Setahu gue dia itu dingin banget ke semua orang " ucap teman sekelas Alesya .
" Sudahlah . Gue pulang dulu ya " pamit Nadia .
" Alesya , jeni , Kirana ayo pulang " ajak Nadia .
" Ya duluan " ucap Jeni.
" Elah sok dekat sama Kak Gama . Paling halu " ucap Kirana.
Alesya jadi teringat semalam Gama berpamitan untuk keluar . Tapi Alesya tidak mencium bau mencurigakan . Dan Gama bilang dia bertemu dengan Kak Juan .
" Lo kenapa bengong lagi ?" tanya Jeni .
" Yuk pulang " ucap Alesya .
Alesya memilih untuk pulang bersama kedua sahabatnya .Biarkan saja Gama mencarinya .
" Kita makan seblak di ujung rumah Lo Ki " ucap Alesya .
" Setuju " ucap Jeni dan Kirana bersamaan .
Mobil Kirana melaju ke tempat tujuan mereka . Mobil Jeni sengaja dia titipkan di sekolah .
" Lo jarang bawa mobil sekarang " tanya Kirana .
Mobil Alesya memang sangat jarang keluar . Ibu mertuanya memintanya untuk berangkat bareng Gama . Atau bareng Papa mertua. Katanya lebih aman .
" Males . Capek " ucap Alesya .
" Sama gue juga capek . Gimana kalau kita cari pacar . Biar ada yang antar jemput " ucap Kirana .
" Iya . Masa kita kalah sama Bowo dan Vina . Berdua mulu kayak prangko " ucap Jeni .
" Nggak usah cari . Nanti juga punya . Datang sendiri " ucap Alesya .
Ponsel Alesya berbunyi . Dan juga banyak notifikasi dari Gama.
" Dimana ?" tanya Gama melalui pesan singkat .
" sama Jeni dan Kirana " balas Alesya .
" Aku jemput " balas Gama .
" Jangan . Nanti mereka tahu " ucap Alesya .
" Ya sudah . Jangan pulang malam " ucap Gama .
" Sibuk amat " tanya Kirana .
" Ini biasa bokap " ucap Alesya .
" Cair nih " ucap Jeni .
" Ya lumayan " ucap Alesya .
" Setidaknya bisa buat makan lo satu tahun nggak habis " ucap Kirana .
" Iya . Tapi kurang kasih sayang " celetuk Alesya tersenyum miris .
Jeni dan Kirana lalu memeluk Alesya bersamaan.
" Ada kita yang selalu ada buat lo " ucap Kirana.
" Karena lo habis mendapat transferan" ucap Jeni .
" Tenang . Ente mau makan berapapun . Ane yang bayar " ucap Alesya .
" Pak pedes pol ya semua " ucap Alesya seraya menyerahkan satu mangkok penuh toping seblak.
" Nggak pake lama ya pak Gas pol pokoknya " ucap Alesya .
Setelah selesai ponsel Alesya berbunyi . Bertuliskan Mama Gina .
" Ya hallo ma " ucap Alesya sedikit menjauh dari temannya.
" Kamu tidak pulang nak ?" tanya Mama Gina .
" Bentar lagi pulang Ma . Ada Apa ?"tanya Alesya .
" Tidak sayang. Mama buat kue untuk kalian . Nanti kalau mau ke apartemen ajak Gama mampir ya sayang " ucap Mama Gina .
" Iya Ma " Jawab Alesya .
" Ma " ucap Alesya lagi .
" Ada apa sayang ? Kamu mau makan apa ? Biar Mama masak nanti " tanya Mama Gina dengan lembut .
" Enggak Ma . Sudah " jawab Alesya terjeda .
" Ma makasih ya . Sudah sayang Alesya " ucap Alesya dari sambungan telepon .
Mama Gina tersenyum tulus .
" Kamu itu anak Mama . Mama tentu saja juga sayang sama kamu . Sudah dulu ya , kamu lanjut bermain dengan teman kamu . Have a nice day sayang " ucap Mama Gina .
" Iya Ma " jawab Alesya tersenyum .
" Al mau gue antar pulang ?" tanya Kirana .
Alesya sudah menolak untuk di antar pulang .
" Gue nggak papa Kirana . Lo antar Jeni ambil mobil gue sudah pesen taksi " ucap Alesya menunjuk ponselnya .
Alesya memang sudah pesan taksi . Meskipun Gama sudah menawarkan diri untuk menjemputnya . Namun ucapan Nadia tadi cukup membuat Alesya kepikiran .
" Ini mobilnya sudah datang . Sana pergi " usir Alesya kepada kedua sahabatnya yang masih menunggunya .
" Oke bye " ucap Jeni masuk ke dalam mobil bersama Kirana .
Mobil Kirana sudah menjauh . Alesya hendak membuka pintu mobil . Namun sudah lebih dulu di hentikan .
" Gue sudah pesan " ucap Alesya .
" Ikut aku " ucap Gama membuat Alesya menoleh.
" Tapi aku sudah pesan taksi " ucap Alesya .
" Pak ini saya bayar " ucap Gama lalu meminta mobil itu pergi .
Akhirnya Alesya pulang bersama Gama .