Bagian Kedua Kembar Pratomo dari Generasi Ke Delapan
Mandaka Pratomo adalah seorang arsitek jenius yang hobi berpetualang ke daerah konflik untuk membangun rumah sakit sesuai permintaan Opanya, Mamoru Bradford. Hingga suatu hari, Mandaka hendak menyelesaikan satu tugas lagi di pinggiran negara Sudan, mobilnya terkena tembakan roket. Mandaka dan pengawalnya dari Black Scorpio, Carole Laurent selamat dan mereka harus berjibaku untuk bisa kembali ke markas. Perjalanan keduanya tidak mudah apalagi mereka tidak pernah akur dari awal bertemu. Siapa sangka, lama-lama mereka saling tergantung satu sama lainnya.
Generasi Kedelapan Klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amina dan Carole
Madrid Spanyol
Carole tampak tidak fokus karena tidak mengira jika putra mahkota kerajaan Belgia bisa mengenali dirinya sebagai kekasih Mandaka. Anak itu ngomong apa aja di grup keluarga?
"Kamu tidak apa-apa, Carole?"
Carole tergagap saat melihat wajah cantik Amina yang mendatangi dirinya sambil membawa sepiring buah-buahan.
"Saya baik-baik saja, my lady." Carole tersenyum kikuk ke Amina.
"Temani aku makan buah ya." Amina mengajak Carole duduk di sebuah kursi taman karena para dua keluarga bangsawan sedang berbincang santai dan tadi Amina sudah mendapatkan ijin dari Akira untuk mendekati kekasih Mandaka itu.
"My Lady, apakah tidak apa-apa?" tanya Carole bingung. Tunggu, ini konsepnya bagaimana?
"Tidak apa-apa. Kamu bisa berbahas Jerman atau Belanda?" tanya Amina sambil mengulurkan piring buah dengan dua garpu kecil. "Ayo diambil strawberry nya. Enak lho."
"Jerman saya bisa. Perancis lebih fasih ...." jawab Carole sambil menusukkan garpu kecil ke buah strawberry.
Amina meringis. "Aku ... tidak fasih bahasa Perancis," jawabnya dengan bahasa Jerman. "Itu juga yang suka mempersulit aku karena rata-rata keluarga Akira campur aduk antara Inggris, Belanda, Perancis, Indonesia dan Jerman ... Kadang malah Queen dan Queen Mother memakai bahasa Jawa. Aku hanya fasih Inggris, Belanda dan Jerman. Perancis ... Aku menyerah." Amina menusuk garpu kecil ke potongan apel. "Terkadang aku merasa menjadi beban Akira kalau soal bahasa Perancis dan dia menjadi penerjemah aku."
Carole menatap gadis cantik itu dengan perasaan bingung.
"Tapi ... pangeran Akira tidak mempermasalahkan itu bukan?"
"Benar tapi ... Aku sudah berusaha, Carole. Mempelajari bahasa Perancis hanya saja ... Tetap berantakan dan bercampur dengan Jerman dan Belanda lagi jika bertemu dengan para keluarga istana." Amina tampak sendu.
"My Lady, anda bisa tiga bahasa dengan fasih itu sudah bagus. Anda juga berusaha keras belajar bahasa Perancis ... Pangeran Akira tidak ribut ... apalagi yang membuat anda galau?" tanya Carole.
Amina menatap Carole dengan mata coklat beningnya. "Aku ... Tidak merasa yakin mampu menjadi pasangan terbaik untuk Akira."
Carole melongo. Disaat banyak wanita ingin menggantikan posisi Amina di sisi Akira, malah gadis yang dipilih sang pangeran, merasa tidak percaya diri!
"My Lady, pangeran Akira sudah memilih anda karena dia tahu anda memiliki sesuatu yang bisa membuatnya nyaman. Apakah anda tahu, sejak dari tadi beliau mencuri-curi pandang kemari dan tatapannya itu ... Tatapan orang yang sayang pada anda. Dia sangat mencintai anda, My Lady. Apa anda tahu, banyak yang ingin menjadi anda sekarang!" jawab Carole dengan nada berbisik karena tidak mau didengar banyak orang meskipun mereka memakai bahasa Jerman.
Amina menoleh ke arah Akira yang tersenyum manis.
"Benarkah?" bisik Amina ke Carole.
"Benar. Dia pria yang rela melakukan apa saja untuk anda karena begitu besarnya cintanya pada anda!" jawab Carole.
"Seperti Mandaka ke kamu?"
Carole melongo. "Mandaka?"
"Iya. Aku sengaja mendekati kamu karena kemungkinan besar kita akan menjadi ipar dan aku tidak mau sendirian ...."
Carole tersenyum. "Karakter Pangeran Akira dan Manda mungkin 11-12 dengan tipikal pria manly, bertanggung jawab dan bisa diandalkan. Hanya saja, cara masing-masing memperlihatkan perasaan cinta ke pasangan itu sangat berbeda jauh. Mungkin pangeran Akira dengan terang-terangan memperlihatkan pada semua orang kemesraannya ... Kalau Manda, bagaimana membuat aku marah karena semakin aku ngomel-ngomel, dia semakin bahagia," jawab Carole sambil manyun.
Amina cekikikan. "Macam King Father ke Queen Mother. Kata Queen Mother, itu resep awet muda."
"King Father memang masih terlihat tampan di usianya yang sekarang," puji Carole yang mengakui keluarga kerajaan Belgia dan Belanda adalah keluarga monarki favoritnya karena tidak ada skandal dan semuanya terlihat good looking semua.
"Ssshhhh, Carole, jangan sampai King Father dengar. Bisa auto sombong!" bisik Amina dengan wajah serius.
Carole mendekat ke Amina. "Memangnya King Father itu narsis?"
Amina tersenyum. "Beliau adalah orang paling narsis di kerajaan ... Tapi jangan salah, hanya di depan keluarganya. King Arsya, Oom Avaro dan Tante Alisha sudah khatam katanya dengan kenarsisan King Father."
"Khatam?"
"Sudah hapal dan biasa menghadapi gaya King Father seperti itu."
Carole pun tersenyum maklum. Tidak heran kalau King Father narsis sebab waktu muda, gantengnya minta ampun!
***
"Kamu tidak apa-apa membiarkan Amina bersama Carole?" tanya Mariana ke Akira yang sedang menikmati jus jeruknya.
"Lho? Memang ada masalah?" balas Akira. "Amina bersama aku, Carole dengan Daka, sepupu aku. Biasa kan kalau cewek sudah pasti ghibah soal pasangan masing-masing, apalagi masih ada hubungan saudara."
"Apa kamu yakin dengan Amina, Kira? Dia bukan wanita tangguh!"
Akira tersenyum ke Marina. "Aku tahu kamu suka padaku sejak lama tapi aku secara sadar tidak bisa menerima kamu, Mari. Aku sudah bilang kan? Kita sama-sama alpha dan sama-sama calon pengganti orang tua kita nanti. Lihat saja mommy Violet, harus memberikan tahtanya ke Tante Mahira padahal seharusnya mommy yang naik tahta tapi pihak istana dan gereja menolak jika dipimpin oleh Ratu yang tidak sama keyakinannya. Oom Richard juga sama. Lalu kamu? Gereja Katolik Spanyol akan menentang keras, Mari. Pula, aku sudah naksir Amina sejak SMA. Dia memang seperti gadis lemah, tapi dia bisa membantu pamannya hingga menyekolahkan semua dua adiknya."
Mariana hanya cemberut. "Memang tipe kamu yang lemah lembut gitu ya?"
"Aku suka gadis yang memang punya something yang hanya kurasakan. Aku tidak tahu apa tapi, Amina punya kelebihan tersendiri di mataku." Akira menatap serius ke Mariana. "Mari, orang tua kita saling bersahabat sejak kecil, kita juga bersahabat sudah lama. Jika kita memang tidak berjodoh, tidak bisa dipaksakan juga kan?"
Mariana mendengus. "Aku kalah dengan gadis refugee Palestinian itu!"
Akira hanya menepuk kepala Mariana lembut. "Ini bukan kalah atau menang, Mari. Ini soal hati yang sudah bertaut."
***
Amina melihat adegan itu dan Carole menahan nafas karena takut gadis cantik di depannya akan meledak, namun Amina hanya tersenyum manis. Ditambah Akira menoleh ke arah Amina dengan tatapan menenangkan.
"Apakah My Lady tahu kalau princess Mariana suka dengan pangeran Akira?" tanya Carole.
"Tahu." Amina menatap Carole dengan wajah tersenyum. "Akira bercerita, dan aku juga merasakan permusuhan dari Princess Mariana."
"Tidak merasa gimana-gimana?"
"Carole, dalam hubungan pasti banyak kerikilnya dan aku sudah banyak mendapatkan wejangan dari Queen Mother dan Queen Violet. Tahu sendiri kan King Father dan King Arsya gantengnya macam apa?" senyum Amina. "Insyaallah, Akira dan Mandaka adalah tipe-tipe pria yang setia, khas keluarga Pratomo. Carole, aku bisa jamin karena King Arsya, Oom Avaro itu tidak ada yang macam-macam. Begitu juga para kaum pria di keluarga lainnya."
Carole mengangguk. "Mandaka baik, romantisnya ya gitu deh ... Tapi, dia pria paling menyebalkan di dunia!"
Amina tertawa.
***
Sementara itu di dalam pesawat milik keluarga Al Jordan Hamilton perjalanan menuju New York
"Hattssyyiiingggg!" Mandaka mengusap hidungnya. "Ampun deh! Ini antara bokap, Sarimi atau Carole ... Kayaknya gadisku deh ngatain aku!"
***
Yuhuuuu up malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️
sprti biasa,tiap end pst ngarep bonchap....tp kl ga jg ga pa2 sih,yg pnting happy ending....aku ska glau soalny....
Ttp smngt y kk....😘😘😘