apa jadinya apabila seorang gadis bar-bar dan juga cegil tiba-tiba dijodohkan dengan seorang CEO yang terkenal dingin dan juga anti wanita ?
keseruan apakah yang akan terjadi jika keduanya disatukan ?, biar tidak penasaran yuk ikuti saja kisah mereka 🙂.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. sial
Nadhira sedang duduk santai di gazebo taman belakang sambil membaca buku.
" ini non cemilan dan jusnya "ucap bik Leni sambil meletakkannya di atas meja.
" makasih bik "ucap Nadhira sambil tersenyum.
" sama-sama non "ucap bik Leni sambil kembali kedalam.
Nadhira menyimpan bukunya di atas meja lalu mengambil jusnya.
" tunggu non !"teriak Yanti sambil berlari menghampiri Nadhira.
" jangan diminum jusnya "ucap Yanti sambil mengambil jus yang ada di tangan Nadhira.
" kenapa ?"tanya Nadhira dengan bingung.
" jusnya beracun "ucap Yanti sambil meletakkan jusnya di atas meja.
" beracun ? Maksudnya ?"tanya Nadhira yang tidak mengerti.
" tadi saya tidak sengaja melihat non Sandra memasukkan sesuatu kedalam jusnya "ucap Yanti
" apa ?!"ucap Nadhira dengan terkejut.
" benaran non saya tidak boong,ini ada buktinya "ucap Yanti sambil mengambil ponselnya yang sempat men vidio Sandra tadi.
" kurang ajar !"ucap Nadhira dengan marah setelah melihat video tersebut.
" eh non,mau kemana ?"ucap Yanti dengan panik sambil mengikuti Nadhira masuk kedalam rumah dengan wajah kesal.
Nadhira langsung menghampiri Sandra yang baru saja turun dari tangga dengan wajah menahan amarah.
" plak !"tanpa basa-basi Nadhira langsung memberikan tamparan keras hingga membuat Sandra jatuh terduduk di anak tangga.Sandra memegang pipinya dengan wajah syok.
" berani sekali kau memukulku !"ucap Sandra dengan marah sambil beranjak bangun.
" plak,plak !"belum juga Sandra membalas,ia kembali mendapatkan dua tamparan dari Nadhira yang membuatnya jatuh kelantai.
Yanti yang menonton kejadian itu pun terdiam dengan wajah syok,ia tidak menyangka Nadhira begitu Badas membuat Sandra tidak berkutik.
" ada apa ini ?"tanya buk Laras yang datang karena mendengar suara ribut-ribut.
iapun segera membantu Sandra bangun yang masih terduduk di lantai sambil memegang pipinya.
" apa yang kau lakukan ?"tanya buk Laras dengan kesal sambil menatap kearah Nadhira.
" kau tanya saja pada ponakan mu itu, apa yang sudah ia lakukan "ucap Nadhira dengan tegas.
" aku tidak melakukan apapun,dia datang-datang langsung memukul ku "ucap Sandra.
" enggak usah pura-pura bodoh, kau yang sudah menambahkan racun kedalam jus ku "ucap Nadhira dengan kesal.
" ada apa ini ?"tanya pak Haris yang baru pulang dari kantor bersama dengan Gibran.
" Sandra mencoba meracuni ku "ucap Nadhira
" apa ?"ucap pak Haris sambil menatap kearah Sandra.
" enggak om itu tidak benar,kau jangan asal nuduh ya "ucap Sandra yang tidak terima.
" emang kau punya bukti kalau Sandra mencoba meracuni mu ?"tambah buk Laras.
" iya,mana buktinya ?"ucap Sandra lagi sambil menatap kearah Nadhira.
" tentu saja aku punya bukti dan juga saksinya "ucap Nadhira yang seketika membuat Sandra ketakutan.
" bik "kode Nadhira sambil mengulurkan tangannya,Yanti yang paham segera memberikan ponselnya.
" ini kalian lihat sendiri kau tidak percaya "ucap Nadhira sambil menunjukkan video,Melihat itu Sandra langsung gemetar ketakutan.
" i itu tidak benar "ucap Sandra dengan gemetar
" sudah ada bukti kau masih mau mengelak ?"ucap Nadhira yang muak
" om tidak menyangka kau bisa berbuat begitu "ucap pak Haris yang merasa kecewa.
" aku bisa jelasin om, ini tidak..."ucap Sandra
" kau itu emang tidak tahu malu ya ?"potong Nadhira sambil menatap muak kearah Sandra yang saja mencari alasan.
" sebenarnya ada satu lagi rahasia"ucap Yanti yang tiba-tiba buka suara.
" rahasia apa ?"tanya pak Haris sambil menatap kearah Yanti.
" sebenarnya,non Sandra juga yang sudah menaruh racun kedalam rujak non Nadhira "ucap Yanti dengan gugup,yang membuat buk Laras dan Sandra terkejut.
" hei kau jangan asal nuduh ya !"ucap Sandra dengan marah sambil menunjuk Yanti.
" saya tidak asal bicara, saya dengar sendiri pembicaraan non Sandra dengan nyonya "ucap Yanti, yang membuat buk Laras gugup karena namanya ikut terseret.
" jadi kau sudah tau dan merahasiakannya ?"tanya pak Haris sambil menatap kearah istrinya.
" aku..."ucap buk Laras dengan gugup
" aku kecewa denganmu "ucap pak Haris
" dasar sialan !"maki Nadhira dengan marah sambil menjambak rambut Sandra.
" kau mencoba membunuh ku hah ?"teriak Nadhira dengan marah.
" argh.."Sandra meringis kesakitan sambil memegang tangan Nadhira,buk Laras pun berusaha untuk melerainya.
" hah !"melihat pak Haris hanya menghela nafas panjang tanpa berniat membantu memisahkan mereka,sementara Gibran menghubungi polisi.
" iya pak "ucap Gibran sambil mematikan panggilannya lalu menghampiri istrinya yang sedang mengamuk.
ia segera memegangi istrinya supaya berhenti memukul Sandra.
" lepas, dia pantas mendapatkan pelajaran !"berontak Nadhira, sementara langsung terduduk lemas di lantai.
" biar polisi yang mengurusnya "ucap Gibran sambil memeluk pinggang istrinya yang masih tantrum.
" tidak, aku tidak mau berakhir di penjara "ucap Sandra yang semakin ketakutan,Iapun beranjak bangun dan berencana untuk kabur.
Gibran yang melihat itu segera menangkap Sandra agar tidak kabur.
" mau kemana ?"tanya Gibran sambil menatap kearah Sandra.
" aku minta maaf, tolong jangan masukkan aku ke penjara "ucap Sandra sambil menangis
" bawa dia pak "ucap Nadhira pada polisi yang sudah datang.
" enggak,Tante tolongin aku !"ucap Sandra dengan panik sambil menatap kearah buk Laras, tapi buk Laras pura-pura tidak dengar sambil membuang pandangannya kearah lain.
" lepaskan aku !"berontak Sandra saat hendak dibawa oleh polisi.
" semoga kau membusuk di penjara "ucap Nadhira yang tidak bisa memaafkan perbuatan Sandra.
sampai di kantor polisi Sandra langsung di masukan kedalam sel tahanan.
" argh....sial !"teriak Sandra yang merasa frustasi, bukan ini yang ia harapkan.
" awas kalian !"ucap Sandra dengan penuh dendam sambil mengepalkan kedua tangannya.
...**...
selesai mandi Gibran duduk di sofa sambil membuka laptopnya, sementara Nadhira rebahan di kasur sambil bermain ponselnya.
" bosan banget "ucap Nadhira sambil menyimpan ponselnya lalu menoleh kearah Gibran yang sedang sibuk berkutat dengan laptop nya.
" dasar menyebalkan !"gerutu Nadhira yang merasa kesal.
" punya suami hobinya cuma sibuk kerja, istrinya tidak pernah di ajak jalan-jalan "sindir Nadhira sambil pergi menuju kamar mandi.
mendengar itu Gibran pun menoleh sekilas kearah istrinya yang masuk kedalam kamar mandi.
tak lama Nadhira keluar dari kamar mandi lalu kembali keatas kasur dengan wajah cemberut,ia menarik selimut sambil menoleh sekilas kearah Gibran yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
" dasar tidak peka "gerutu Nadhira sambil merebahkan dirinya di atas kasur dengan kesal.
( 5 menit kemudian )
Nadhira kembali membuka matanya dengan kesal karena tidak juga bisa tidur,iapun beranjak bangun sambil menyingkirkan selimutnya dengan kesal.
" apa belum selesai juga pekerjaan mu ?"tanya Nadhira sambil menatap kearah Gibran.
" belum "ucap Gibran tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
sumpah.Nadhira sudah tidak tahan lagi,ia benar-benar kesal dengan sikap acuh Gibran.