Codename: Claw, adalah seorang Agent Assassin wanita muda yang berasal dari Asia Tenggara. kemampuan dan kekuatannya jauh diatas rata-rata Agent Assassin lain. walaupun ia bekerja sebagai Assassin, bukan berarti dia adalah seseorang yang jahat. ia bergabung kesebuah Organisasi Rahasia berskala dunia bernama "Balance Keeper", sebuah organisasi yang mementingkan dan menjaga keseimbangan dunia. namun itulah yang menjadi masalah, karena organisasi mereka ada sebuah Organisasi Rahasia lainnya yang ingin menghancurkan Balance Keeper. Mereka meneror anggota Balance Keeper lain dan terus-menerus merusak keseimbangan dunia. dan Claw sebagai Agent Assassin dari Balance Keeper, ingin mengungkap dan menghancurkan mereka. karena salah satu tujuan Claw, adalah membalaskan dendam Ayahnya yang telah dibunuh oleh mereka
ini adalah sebuah Light Novel atau Novel Ringan, yang semuanya spontan dari kepala saya. jadi mohon bantuannya ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiYA1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 34: Behind Her Back Part 1
>>Masih di hari yang sama, Tiongkok<<
"Lau, Lei, bagaimana situasi kalian?"
Liu tengah berada diatas sebuah gedung. Gedung tersebut adalah sebuah Lembaga Penelitian Swasta yang berfokus meneliti dan juga bereksperimen dengan Tanaman.
Alasan Liu disini adalah karena salah satu spekulasi dari Zhuyin, yang bilang jika Racun yang mengenai Maria adalah hasil dari rekayasa genetika tanaman yang telah ada
Saat Zhuyin memeriksa darah, air liur, bahkan air seni Maria. Zhuyin sangat terkejut dengan hasil yang ia temukan. Ketiga sampel yang ia dapat dari tubuh Maria, ketiganya memiliki hasil yang berbeda
Pertama, Hasil dari Darah Maria menunjukan jika ia terkena racun dari tanaman Conium Maculatum atau lebih dikenal sebagai Hemlock Beracun. sebuah tanaman beracun yang jika bagian apapun dari tanaman ini masuk kedalam tubuh, maka racunnya akan langsung menyebar dan menyerang sistem saraf. Menyebabkan mual, muntah, gemetar, denyut nadi yang lemah dan cepat, sampai kematian karena gagal nafas
kedua, hasil dari air liur Maria mengatakan jika Maria terkena racun bunga Oleander. Tanaman beracun yang memiliki gejala keracunan yang hampir mirip dengan Hemlock Beracun karena menyerang jantung dan sistem saraf
Lalu yang ketiga, hasil dari air seni Maria mengatakan jika ia terkena Racun dari tanaman Monkshood yang berasal dari Eropa. Gejala keracunan dari tanaman ini juga hampir mirip dengan tanaman hemlock dan juga bunga Oleander. Namun salah satu gejala lainnya adalah rasa terbakar di tubuh seperti mulut, bibir, lidah dan tenggorokan. Gejala ini lah yang pertama kali Maria rasakan di seluruh tubuhnya saat Maria racunnya mulai bereaksi kepada tubuhnya
Akan tetapi, yang membuat Zhuyin lebih terkejut adalah ketiga racun tersebut berhasil melumpuhkan Maria. Tubuh Maria telah terlatih untuk menahan racun apapun, dan bahkan hampir mustahil untuk melumpuhkannya. Namun anehnya, Maria sampai pingsan karena racun-racun ini. Yang itu berarti ada sesuatu yang membuat racun-racun tersebut menjadi lebih kuat
"ini Lau, Lau sedang bergerak menuju tempat Liu. Tapi... Lau merasakan hal yang aneh"
"ini Lei, disini juga sama. Lei merasakan ada seseorang yang mengikuti Lei"
Lau dan Lei bergerak dengan cepat. Walaupun di tempat yang berbeda, mereka berdua melakukan hal yang sama. Yaitu bergerak dari atas bangunan ke atas bangunan yang lain, memanfaatkan kepadatan bangunan-bangunan kota
Dengan kecepatan dan juga kelincahan yang sudah dilatih dari lama, membuat mereka berdua melakukannya dengan mudah tanpa kehabisan nafas sedikitpun
"baiklah. Lau, Lei, teruslah bergerak menuju ketempat ku. Jangan berhenti, dan terus saja maju. Kita akan mengurus mereka nanti"
Ucap Liu, ia berdiri di pinggir bangunan. Saat Liu melihat ke bawah ia mencoba menemukan beberapa jendela yang terbuka. Sebari melakukannya, Liu mengambil sepasang sarung tangan dari jaketnya dan memakainya
Liu berjongkok dan memegang ujung dari gedung tersebut lalu melepas nya kembali seperti mengecek sesuatu. Saat ia rasa semuanya sempurna, Liu berdiri kembali dan menghela nafas panjang "huuum... Haaaaaah". sebuah angin kencang menerpa wajah dan juga tubuh Liu, membuat kerudung jaketnya lepas dari kepalanya
setelah itu, Liu langsung menjatuhkan diri. Adrenalin Liu langsung memuncak dan jantungnya berdebar kencang, sesaat setelah ia menjatuhkan diri. Namun wajah Liu terlihat fokus dan tenang, sorot matanya terfokus kebawah melihat jendela yang menjadi tujuannya
angin dari bawah menerpa dengan kencang tubuh Liu, membuat rambut panjangnya yang terurai terhempas keatas dan menari-nari tak terkendali. Liu terus memposisikan tubuhnya dekat beberapa centi dengan gedung, lalu posisi tubuhnya menyamping dengan gedung tersebut berada di samping kanan Liu
Dengan begitu Liu merentangkan tangan kanannya keatas dan jari jemarinya yang dilapisi sarung tangan, terus bergesekan dengan kaca gedung. sarung tangan yang ia pakai bukanlah sarung tangan biasa, telapak dari sarung tangan tersebut telah dilengkapi oleh suatu bahan yang mudah menempel dengan tembok ataupun kaca.
Dan dengan itu Liu terus menempelkan telapak tangan kanannya ke kaca gedung untuk mengurangi kecepatan jatuhnya. tidak lama terjatuh, akhirnya jendela gedung yang terbuka itu tepat di bawah Liu.
Saat jendela terbuka itu tepat didepan Liu, waktu dimatanya seakan melambat karena konsentrasi dan fokus yang luar biasa. Lalu disaat moment yang tepat, tangan kanan Liu yang ia rentangkan keatas tadi, langsung mencengkram kepala dari jendela tersebut. *KRAAK!* cengkeramannya begitu kuat sampai membuat kepala dari jendela tersebut retak. lalu karena laju jatuhnya berhenti secara tiba-tiba, itu membuat tubuh Liu berayun
Disaat ayunan yang tepat, Liu langsung melepaskan cengkeramannya, membuat tubuhnya terlempar. lalu ia memutar tubuhnya, dan Liu mendarat sempurna dengan satu lututnya menyentuh lantai
"fyuuh... itu tadi menakutkan, sepertinya aku harus lebih sering berlatih untuk ini" gumam nya sebari menghela nafas. Liu langsung melihat ke seluruh arah, tetapi tidak ada seorangpun di dalam ruangan tersebut
saat Liu menempelkan badannya ke tembok disamping pintu keluar, baru lah ia mendengar sesuatu. Suara itu adalah suara seseorang yang sedang berbicara, Walaupun tidak jelas apa yang mereka katakan
Liu memakai kembali tudung jaketnya, dan saat ia merasa tidak ada seseorang lagi di luar ruangan, Liu secara perlahan membuka pintu keluar ruangan tersebut. Dan saat Liu rasa keadaannya aman, ia langsung melesat dengan kecepatan tertingginya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Liu bisa melakukan itu semua, berkat pelatihan berat yang diberikan oleh Maria kepada mereka bertiga
"jika tanaman itu memanglah sangat penting, tempat penelitiannya seharusnya berada di level paling tinggi" ucap Liu dari dalam hati. Ia sesekali harus bersembunyi agar tidak diketahui. tidak memerlukan waktu yang lama, Liu langsung menemukan sebuah lorong mencurigakan yang berada di lantai bawah tanah
Dan di ujung ruangan tersebut, terlihat sebuah pintu gerbang otomatis yang terbuat dari besi yang begitu tebal dan mustahil untuk dibuka paksa. Lalu disamping gerbang, ada sebuah Sistem Kontrol Akses Kartu yang berfungsi untuk membuka gerbang tersebut
Saat Liu mendekati sistem akses kontrol itu, ia mengeluarkan sebuah kartu ID dari sakunya. Liu mendapat kartu tersebut dari melumpuhkan salah satu anggota disini, dan itu karena ia telah mengira akan ada hal seperti ini. "kumohon terbukalah dengan kartu ini" gumam Liu, ia menempelkan kartu ID tersebut ke sensor Sistem
*ACCESS DENIED* tulisan itu keluar setelah Liu menempelkan Kartu ID ke sensor Sistem. "Haaah... Tentu saja tidak bisa" Liu mengeluh sebari menghela nafas, dan wajahnya terlihat agak marah karena itu
"Jangan bergerak"
Tiba-tiba terdengar suara seseorang pria dari belakang Liu. wajah Liu sedikit memucat dan keringat keluar dari kepalanya. Liu benar-benar tidak menyadari kedatangannya, dan mau tidak mau harus menuruti perkataan pria tersebut "sialan, aku lengah. Aku benar-benar tak menyadari kedatangannya" ucap Liu dari dalam hatinya
"angkat kedua tanganmu dengan dan jatuhkan apapun yang kau genggam" perintah pria tersebut. Dan tanpa berkata-kata, Liu dengan perlahan mengangkat kedua tangan dan menjatuhkan kartu ID yang ia pegang tadi
Liu merasa familiar dengan suara pria itu, tetapi Liu memilih untuk tetap diam. Ia tidak ingin mengungkapkan identitasnya, untuk sekarang
"lepas tudung jaket mu dengan perlahan, dan jangan membuat gerakan mendadak" perintah pria itu lagi. mau tidak mau, Liu mengikuti perintahnya. Ia secara perlahan melepas tudung jaketnya. Dan saat Liu melepasnya, rambutnya yang panjang langsung dan terurai dengan indah
Tetapi pria tersebut terlihat agak kaget, dan sorot matanya tertuju kearah kedua anting dengan simbol kepala naga yang Liu kenakan. "anting itu... Apa yang dilakukan oleh pewaris keluarga utama Lòng disini, Long Liu?" ia bertanya
Mendengar perkataannya, Liu pun terkejut. tetapi dengan begitu, kecurigaannya tadi sekarang terbukti benar. Orang dibelakangnya adalah seseorang yang Liu kenal, dan Liu pun langsung memasang wajah serius
Dengan perlahan, Liu memutar tubuhnya dengan mengangkat kedua tangannya. Saat Liu menghadap kearah pria itu, akhirnya Liu melihat wajah orang yang menodong nya. Wajah Pria tersebut sangat mirip dengan Zhuyin. matanya tajam, dengan wajah yang tampan dan maskulin. Dan yang membuatnya lebih mirip lagi adalah pupil matanya. pria itu bahkan memiliki pupil yang sama dengan Zhuyin, yaitu pupil seekor ular
"aku yang seharusnya bertanya. Apa yang kau lakukan di Lembaga Penelitian ini, Paman Jiang Zhou dari keluarga cabang"