Jika cinta tak harus memiliki, aku rela untuk melakukannya! Biarkan aku saja yang menanggung akibatnya karena telah menjatuhkan hatiku ke padamu..
Cinta itu seperti matahari yang menyinari bumi, selalu menerangi kegelapan dan tak meminta balasan...
Mungkinkah cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan ataukah mendapat balasan?
Inilah kisahku, ikuti aku dan cerita hidupku...
Hai Sky, aku menyukaimu.. By Cloud...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angela Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C & S 35
Hai semuanya, dukung karyaku ya yang masih jauh dari kata sempurna ini, dukung gimana nih? Like karyaku, baca ceritanya, rate 5 dan monggo yang mau donasi vote 🤭🤭, monmaap loh otornya maruk 😂😂 kalian ikutin terus aja otor senengnya bukan main😀
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Claudya dan Sky sudah berada di ruangan Mami. Pasangan muda itu saling bersitatap membuat sang Mami merasa diacuhkan.
"Ehem, ehem," Mami berdehem, Sky dan Claudya seketika mengalihkan pandangan ke segala arah. "Mentang-mentang udah jadian, Mami dicuekin! Sakit hati Mami!" ucap Mami berpura-pura sedih.
Claudya memutar bola matanya sambil mengerucutkan bibir melihat sandiwara sang Mami yang berlebihan. Sky tersenyum melihat ekspresi Claudya yang menggemaskan baginya untuk pertama kali.
"Sky, tante mau tanya, boleh?" ijin Mami pada Sky.
Sky menatap wajah Mami yang kini sedang menyunggingkan senyum padanya, dan membuatnya spontan mengangguk.
"Kamu beneran serius suka sama anak tante? Dia kan manja, kekanak-kanakan, suka ngambek, gampang kesal, orangnya apa adanya, nggak bisa dandan, tapi dia cantik dan juga mandiri loh sebenarnya ..."
"Mami mau ngejatuhin harga diri anak apa mau memuji sih? Kalau mau memuji kenapa harus dijatuhin dulu? Kan sakit, Mi!" celetuk Claudya membuat Sky tak lagi bisa menahan tawa.
Claudya menatap ke arah Sky yang menertawakan dirinya.
"Kenapa, kak?" tanya Claudya.
"Nggak apa-apa, kamu lucu juga ternyata."
"Lucu? Hadeh.."
"Sudah, sudah, jangan berteman!" lerai Mami.
"Berantem, tante!" Sky membenarkan ucapan Mami Maura.
"Mulut, mulut siapa? Mulut tante kan? Nah itu maksud tante, rada kepleset sedikit omongan tante, maklum.." kilah Mami.
"Maklum kenapa, Mi?"
"Maklum lihat cowok ganteng!" jawab Mami asal, Claudya memilih membuang muka.
"Nanti aku aduin ke om Ricko loh!" ancam Claudya.
"Om Ricko? Siapa? Papi kamu, Clau?" tanya Sky penasaran.
"Itu yang semalam ketemu kakak di pesta," ucap Claudya mengingatkan. "Ingat kan? Masa iya aku manggil om kalau dia Papi aku?" tanya Claudya penuh antusias.
"Oh aku kira dia papi kamu!"
"Bukan!" jawab Claudya cepat lalu menoleh ke arah sang ibu yang menundukkan pandangan. "Maksudnya bukan Papiku sekarang, tapi sebentar lagi akan menjadi ayah sambungku. Karena Papi..." ucap Claudya terhenti.
"Eh, sudah, sudah. Sky mau jemput Claudya ya?" Mami mengalihkan topik dan beranjak dari sofa empuk yang sesaat membuatnya nyaman.
"Iya, Tante." jawab Sky cepat.
"Ya sudah, antarkan dia pulang setelah kalian bersembahyang, sebentar lagi waktunya shalat maghrib. Nanggung kalau mau pulang sekarang, dan juga om Ricko mau kesini, kalian ketemu sebentar ya!" pinta Mami pada akhir kalimat.
" Ada apa ya, Tante?" tanya Sky penuh keheranan.
" Hanya ingin memperkenalkan kalian saja. Nggak apa-apa kan?"
"Iya, Tante." jawab Sky sopan.
🌺 🌺 🌺 🌺
Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Om Ricko datang ke kantor Mami bersama sang keponakan tercinta, Dewa.
Dewa melihat pasangan baru itu hanya bisa menahan sesak di dada. Bagaimana tidak sesak, di saat dia mulai menyukai seorang gadis, gadis itu ternyata akan menjadi saudaranya! Sakit dan kecewa melebur jadi satu, namun ia menerima kenyataan dengan hati yang lapang, meskipun tak selapang lapangan sepak bola.
"Hai pasangan baru!" sapa Dewa pada Sky dan Claudya.
Sky dan Claudya membalas sapaan Dewa dengan senyum mengembang di wajah masing-masing.
"Kamu itu kayak lem tahu nggak!" ledek Claudya pada Dewa.
"Lem?" tanya Dewa penasaran.
"Iya, nempel melulu sama om Ricko kemanapun beliau pergi! Hehehe." ledek Claudya membuat Dewa mengulas senyum tipis.
"Daripada om Ricko kesepian, mendingan juga aku temenin. Lah sekarang cuma aku dong yang jomblo disini! Hadeh tahu gitu mending di rumah! Daripada jadi obat nyamuk!" pekik Dewa pura-pura bad mood.
"Disini kan nggak ada nyamuk!" timpal Claudya membuat Dewa memajukan bibirnya.
Sky terkekeh. Dewa mengingat sesuatu lalu meminta ijin pada Claudya untuk meminjam Sky sebentar. Dan kini dua lelaki muda nan mempesona itu meninggalkan ruangan Mami.
🌺 🌺 🌺 🌺
Sky terperanjat melihat video yang diam-diam di rekam oleh Dewa. Kejadian itu tak pernah terlintas dalam benaknya.
"Kapan kamu merekam ini, Wa?" tanya Sky penasaran.
"Waktu itu aku nggak sengaja ngikutin Bulan dan Mentari ke sebuah tempat jadi disana aku bisa dapat video ini. Asal kamu tahu, awalnya Bulan berniat menjebak Claudya, begitu juga Mentari. Dua perempuan titisan ular ini sangat mengerikan. Bisa-bisanya mereka mau menjebak Claudya hanya karena menyukaimu. Kamu harus selalu waspada, aku yakin mereka tidak akan tinggal diam melihatmu bersama Claudya!" Dewa mengingatkan.
"Aku akan berusaha menjaganya, dan jika saat aku tidak bisa menemani atau melindunginya, kumohon bantu aku ya!" pinta Sky pada Dewa. Dengan mantap Dewa mengangguk.
Sudah seharusnya aku menjaga Claudya, tapi yang bisa ku lakukan adalah menjaganya seperti seorang kakak pada adik kecilnya. Aku akan berusaha melepaskan perasaanku padanya, namun jika memang tak bisa, aku berharap dapat selalu melihatnya bahagia...
Dewa tersenyum tulus pada Sky begitu juga sebaliknya. Dua laki-laki ini kembali memikirkan seorang gadis yang sama, Claudya.
🌺 🌺 🌺 🌺
"Sudah selesai?" tanya Claudya memastikan pada Sky.
Sky mengangguk mantap lalu dengan percaya diri mulai meraih pergelangan tangan Claudya. Lelaki itu tersenyum manis pada sang kekasih yang beberapa saat menunggunya berbicara dengan Dewa.
"Yuk, pulang!" ajak Sky. Claudya membalasnya ajakan Sky dengan senyum yang tersemat dari wajah lelahnya.
"Pulang ke rumah loh ya, jangan ke KUA!" ledek Dewa.
"Jangan dulu dong, Mami aja belum masa keduluan Claudya!" timpal Mami.
Om Ricko dan Dewa spontan tergelak, Claudya mendengus sebal. Sky mendekati Mami Maura hendak menyalami ibu dari Claudya dengan sopan. Claudya mempertajam indera penglihatannya, tatapan gadis itu tertuju pada sikap Sky yang begitu sopan pada ibunya.
"Mami, kita berdua pulang duluan ya. Mami jangan pulang kemalaman!" pamit Claudya. Mami memeluk sang putri dengan erat tak menyisakan jarak sedikitpun. Setidaknya wanita ayu itu bisa bernafas lega karena sang putri telah menemukan lelaki yang tepat dan bisa membuat hari-harinya berwarna.
🌺 🌺 🌺 🌺
"Dimana Papi kamu, Clau?" tanya Sky yang terdengar seperti dentuman bom yang meruntuhkan pikirannya.
"Eh, Papi, Papi..."
"Sudahlah, aku tidak akan memaksamu untuk menceritakan tentang beliau jika waktunya belum tepat. Waktu masih panjang, jadi kamu nggak perlu merasa terbebani ya. Sekarang ada aku di samping kamu, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk bercerita padaku. Aku ingin menjadi orang pertama yang tahu tentangmu. Bolehkah?"
"Iya kak, terima kasih. Aku masuk dulu ya. Sampai jumpa besok!" pamit Claudya sebelum masuk ke rumah.
"Iya, sama-sama. Aku pulang dulu ya. See you tomorrow. Good night, babe..." ucap Sky santai namun dapat membuat alarm dalam jantung Claudya berbunyi begitu kencang, detak jantungnya tak karuan seolah sedang berdisko ria di dalam sana.
"Hati-hati ya kak. Pulang ke rumah jangan ke rumah tetangga!" ucap Claudya sambil tersenyum manis menggoda Sky.
Sky masuk ke dalam mobil, namun sebelum lelaki itu benar-benar pergi dari rumah sang gadis pujaan, Sky membuka kaca jendela mobil dan mengatakan sesuatu yang membuat hati Claudya semakin tak karuan.
"Aku maunya pulang ke rumah kita, tapi apa daya kita belum sah. Jadi aku pulang dulu ke rumah ibuku. Tunggu aku datang melamarmu, Sayang." ucap Sky sambil mengedipkan sebelah mata sengaja menggoda Claudya. Tampaknya ilmu dari Arjuna dapat ia terapkan pada gadisnya.
Claudya hanya tersenyum malu, gadis itu mencoba membuang muka ke segala arah menutupi gelora yang membuncah di dalam dada. Dan setelahnya, Claudya melambaikan tangan pada Sky yang mulai melajukan kembali kendaraannya supaya lekas sampai ke rumah.
🌺 🌺 🌺 🌺
Kata siapa mereka akan adem ayem, konflik akan segera berdatangan, tapi tenang saja otor yang insyaallah baik hati ini akan menguji cinta mereka. Akankah mereka mampu menghadapi ujian cinta yang akan segera mereka alami? Let see... 🤭🤭
sini peluk (づ ̄ ³ ̄)づ
Salam dari Clarissa ❣️
Salam dari "CLARISSA"