Calia Averie Katarina, seorang model berbakat yang selalu disebut sebagai figuran.
Pengkhianatan yang ia terima dari sang kekasih membuat Calia terikat dalam sebuah pernikahan bersama pria yang baru saja ia kenal, Ronan Lysander. Pria sederhana berprofesi sebagai kurir yang mendapatkan pengkhinatan yang sama dari tunangannya.
Namun siapa sangka, pria yang selalu melakukan pekerjaan sebagai kurir itu menyimpan rahasia besar.
Ketika Calia menunjukkan kepada publik bahwa ia bisa menjadi model sesungguhnya, Ronan menunjukkan identitas aslinya dan membuat rahasia dibalik pernikahan mereka terungkap. Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahan mereka?
Ikuti kisah mereka....!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Masalah Menjelang Fashion Show
"Pria yang Kakek jodohkan untukmu adalah pemimpin dari Kyler Corp, cucu satu-satunya dari sahabat Kakek, Grandma kesayanganmu, Bertha Kyler,"
"APA...?"
Keterkejutan jelas Calia rasakan saat mendengar apa yang kakeknya ucapkan. Ia bahkan segera berdiri dari duduknya, menatap lekat wajah sang kakek tanpa menemukan sebuah gurauan di sana.
"Maksud Kakek... Lyn? Dia kembali? Sejak kapan? Kenapa Lyn? Aku bahkan tidak pernah melihatnya lagi sejak dia pergi. Kenapa Kakek menjodohkan aku dengannya?" tanya Calia.
"Duduklah, sweetheart! Apakah kamu akan berbicara dengan cara berdiri seperti itu?" sambut Tuan Sander.
"Kek..."
"Duduk!" ulang Tuan Sander mempertegas suaranya.
Calia memejamkan mata sejenak, menurut untuk duduk dan menunggu dengan harapan kakeknya akan mengatakan bahwa apa yang baru saja ia dengar hanyalah candaan. Tetapi, kalimat yang diucapkan sang kakek justru membuat Calia terdiam.
"Bertha sangat menyayangimu, dia sangat ingin kamu menjadi cucu menantunya. Tetapi dia juga tidak ingin memaksamu untuk menikah dengan cucunya," kata Tuan Sander.
"Awalnya dia tidak mempermasalahkan tentang kamu yang memiliki kekasih karena kamu akan tetap menjadi cucu perempuannya. Akan tetapi, begitu dia mengetahui kamu menjalin hubungan bersama Max, dia ingin melanjutkan perjodohan ini,"
"Apakah... Apakah Grandma mengenal Max?" tanya Calia lirih.
"Tidak, tapi dia mengenal Ayah Max. Dan mereka memiliki tabiat sama, kamu bahkan sudah melihat sendiri bagaimana Max sebenarnya," jawab Tuan Sander.
"Kenapa Kakek tidak mengatakan ini sejak awal?" keluh Calia.
'Setidaknya sebelum aku mencintainya, sebelum aku mencintai Ronan sebesar ini,' lanjutnya dalam hati.
"Bertha melarang Kakek melakukan itu," jawab Tuan Sander.
"Tapi... Aku sudah menikah. Tidak bisakah Kakek menyampaikan ini pada Grandma?" ucap Calia.
"Kamulah yang harus menyampaikan hal itu sendiri," jawab Tuan Sander.
"Jika kamu ingin menolak perjodohan, katakan itu secara langsung nanti, itulah mengapa Kakek mengatakannya padamu hari ini,"
"Nanti?" ulang Calia mengerutkan kening. "Maksud Kakek, Grandma akan datang mengunjungiku?"
"Bertha akan hadir di acara fashion show yang kamu ikuti," ungkap Tuan Sander.
"Apakah itu artinya... Lyn... Juga akan datang?" tanya Calia.
Tuan Sander terkekeh pelan, kembali menikmati teh-nya tanpa beban.
"Tentu saja dia akan datang. Dia harus datang,"
"Bagitu kamu melihatnya, Kakek yakin kamu tidak akan menolak,"
.
.
.
"Apakah kamu akan terus bersamaku, Ro? Apapun yang terjadi?"
Calia mengunci pandangan pada suaminya, semua pembicaraan bersama sang kakek membuat ia tidak bisa berpikir jernih. Bayangan tentang ia harus membuat keputusan tentang siapa yang harus ia pilih memenuhi pikirannya.
"Ada apa? Kenapa kamu bertanya hal itu lagi?" sambut Ronan.
Calia menggeleng pelan. "Hanya ingin memastikan apakah kamu akan tetap bersamaku andai sesuatu datang untuk memisahkan kita?"
Dahi Ronan berkerut tajam, menatap lekat wajah istrinya dan melihat kegelisahan itu tersirat dari cara Calia menatapnya.
"Aku tidak akan pernah mengingkari janji yang pernah kuucapkan. Aku akan selalu bersamamu. Andai sesuatu terjadi, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja," janji Ronan.
"Sekarang katakan! Apa yang membuatmu gelisah?"
"Kakek... Ingin menjodohkanku dengan pria lain." ucap Calia lirih seraya menundukkan kepala.
"Apakah Kakekmu keberatan dengan status yang aku miliki?" tanya Ronan.
"Bukan..." Calia menggeleng, kembali mengangkat pandangannya.
"Lalu?"
"Kakek bisa menerimamu asalkan aku bersedia mengelola perusahaan bersamamu," jawab Calia.
"Perusahaan? Kamu memiliki bisnis keluarga?" tanya Ronan dengan kening berkerut.
Calia melepaskan pelukannya, menundukkan kepala sejenak sebelum kembali mengunci pandangan pada suaminya.
"Sebenarnya... Keluargaku memiliki perusahaan sendiri, tapi aku menolak untuk mengelola perusahaan itu karena ingin..."
"Menjadi seorang model?" potong Ronan.
Calia mengangguk kecil.
"Jika kamu memiliki perusahaan sendiri, mengapa kamu harus bekerja keras menjadi seorang model? Bukankah kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau dengan menggunakan nama perusahaanmu sendiri?" tanya Ronan.
"Aku ingin menjadi seorang model dari hasil usahaku sendiri, bukan karena menjual nama kakekku," jawab Calia.
"Jika memang begitu, kamu tidak harus melepaskan apa yang sudah kamu raih, terutama jika kamu bisa mendapatkan investor setelah fashion show nanti," ucap Ronan.
"Tapi, bagaimana jika Mrs. Smith lebih memilih Max?" sambut Calia.
"Percayalah pada tim-mu, kamu juga harus percaya pada dirimu sendiri bahwa kamu bisa. Kamu sudah bekerja keras, jangan rusak kerja kerasmu hanya karena keraguan yang kamu rasakan saat ini," tutur Ronan.
"Tentang kakekmu, kita pikirkan nanti. Hari ini cukup fokus untuk fashion show yang akan diselenggarakan sebentar lagi,"
"Sekarang..." Ronan menghapus sisa air mata di pipi istrinya, merapikan rambut sang istri dan meninggalkan kecupan singkat di dahi.
"Kita perlu kembali ke kantor. Luis meminta kamu untuk datang. Dia berulang kali menghubungimu, tapi kamu tidak menjawab,"
Calia mengangguk, menurut ketika Ronan menuntunnya menuju tempat di mana sepeda motor Ronan terparkir dan pergi meninggalkan kawasan hotel tanpa menyadari semua yang mereka berdua lakukan di taman hotel tak lepas dari pengawasan Tuan Sander yang sengaja mengkuti Calia begitu wanita itu meninggalkan kamar hotel.
.
.
.
Tak butuh waktu lama bagi Ronan dan Calia untuk tiba di kantor. Keduanya segera disambut Luis bahkan saat mereka berdua belum masuk ke dalam.
"Akhirnya kalian datang," sambut Luis.
"Ada apa?" tanya Calia heran.
"Semua orang sudah menunggu, kita bicara di dalam," sahut Luis.
Calia mengikuti langkah Luis masuk ke dalam bersama Ronan di sampingnya, segera duduk di sofa kosong dan menerima tab yang di sodorkan Sean.
"Max sudah mempublish rancangan busana yang akan dia bawakan untuk acara fashion show nanti," ucap Sean membuka suara.
"Tapi sekarang kita memiliki masalah besar," Adele menimpali.
Calia mengerutkan kening, tak mengerti dengan apa yang diucapkan teman-temannya sampai ketika ia membaca secara menyeluruh dari apa yang tim Max publish ke media tentang rancangan busana mereka, Calia gagal menyembunyikan keterkejutannya.
"Max mencuri semua rancanganku yang akan kita bawakan untuk fashion show nanti,"
. . ..
. . . .
To be continued...
tapi kini Rey si pengangguran yang kaya raya itu sudah tak memikirkan harta tersembunyi lagi 🤣🤣/Facepalm/
bikin ngap aja nih outhor 😤🤣🤣
taunya rencana baru seperempat jalan /Joyful//Joyful//Joyful//Hammer//Hammer/
tua² mlh disekap /Hammer//Hammer/
spesialis rebut merebut suami orang hanya ada di sebelah 🤣🤣🤣🤣🤣
🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️
atit, Ro.
please help me🥺🥺
istri tuamu terlalu bar-bar🤣🤣🤣
🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️
harusnya kamu teraniaya karena calia menuduh mu sebagai pelakorr 😭🤣