Xiao Lung, gadis cantik, pandai dan baik hati terpaksa harus menjalani pernikahan dengan seorang Komandan Pasukan Kerajaan Ming bernama Souji yang terkenal kejam dan haus darah.
Mampukah Xiao Lung menjalani takdirnya, atau berusaha melepaskan diri dari benang takdir yang melilitnya?
Ini kisah cinta dua manusia yang berbeda sifat dan kepribadian yang harus menyatu dalam suatu pernikahan yang di atur oleh penguasa. Apakah wanita di zaman itu ditakdirkan hidup hanya untuk menjadi pemuas nafsu dan mesin pembuat anak semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nova Shi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 : Kehamilan Xiao Lung
"Sungguh Nyonya Zhu Ying! Aku tidak mengada-ada! Di tubuh Nona Lung banyak sekali tanda-tanda bekas kekerasan! Kalau tidak percaya, silahkan Nyonya melihatnya sendiri!" kata Bibi Chuo pada Nyonya Zhu Ying.
Nyonya Zhu Ying mendekati Xiao Lung lalu membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan menurunkan pakaian Xiao Lung sampai di bagian dada atasnya. Nyonya Zhu Ying pun melenggak kaget saat melihat bagaimana banyaknya luka bekas gigitan dan cakaran kuku di sekujur bahu, leher dan dada atas Xiao Lung!
"Astaga Xiao Lung! Apakah benar kalau Komandan Souji yang telah melukai mu sampai seperti ini?!" tanya Nyonya Zhu Ying.
Xiao Lung menarik selimut untuk menutupi kembali tubuhnya. Wajahnya memerah. "Tak apa-apa Nyonya Zhu Ying. Komandan Souji semalam mungkin hanya terlalu bernafsu kepadaku saja" kata Xiao Lung membuat Bibi Chuo dan tabib Pu Sheng saling melirik.
"Keterlaluan! Aku tidak dapat membayangkan bagaimana sakitnya seluruh tubuhmu saat melayaninya! Apakah dia selalu sekasar itu setiap kali bercinta denganmu?!" tanya Nyonya Zhu Ying lagi.
Xiao Lung menggeleng panik! "Tidak Nyonya, dia baru kali ini memperlakukan diriku dengan kasar. Tolong masalah ini jangan di bahas lagi! Aku sudah tidak apa-apa!"
"Tidak apa-apa bagaimana?! Tubuhmu penuh dengan bekas luka! Aku akan bicara pada Komandan Souji agar dia tidak lagi memperlakukan dirimu dengan kasar! Kau ini bukan daging panggang yang bisa dia gigit dan kunyah seenaknya! Xiao Lung, hubungan antara suami istri itu harus bisa di nikmati oleh kedua belah pihak! Seperti aku dengan suamiku, Jendral Shan Bo!" kata Nyonya Zhu Ying tegas.
"Jangan Nyonya! Jangan katakan apapun pada Komandan Souji!" kata Xiao Lung tapi seorang Nyonya Zhu Ying mana mau menuruti permintaan dari Xiao Lung!
"Sudahlah Xiao Lung! Serahkan semuanya kepada ku! Kau diam saja disini untuk merawat luka-luka mu! Aku akan bicara kepada Komandan Souji sekarang juga!" Nyonya Zhu Ying melirik pada Bibi Chuo dan tabib Pu Sheng. "Kalian berdua rawat Nona Lung dengan baik! Aku ingin kondisinya segera pulih! Mengerti?!"
"Mengerti Nyonya!" seru keduanya.
Nyonya Zhu Ying keluar dari kamar itu. Xiao Lung hanya bisa menghela nafas panjang. Di pandang nya Bibi Chuo dengan pandangan kecewa. "Kau seharusnya jangan pernah mengatakan apapun tentang ku pada Nyonya Zhu Ying, Bibi Chuo! Kau tahu sendiri kan seperti apa mulutnya?! Belum pernah kutemui ada orang senyinyir itu didalam hidupku! Urusan ranjang ku dengan Komandan Souji, biarkanlah menjadi rahasia kami berdua! Aku tidak suka hidup terbelenggu seperti ini didalam istana yang megah ini, Bibi Chuo! Aku juga butuh ruang pribadi! Apakah urusan ranjang pun harus aku umbar pada seluruh anggota keluarga kerajaan?!" tutur Xiao Lung penuh kekecewaan.
"Maafkan aku, Nona Lung... Aku hanya merasa prihatin melihat keadaan mu" kata Bibi Chuo.
"Aku sekarang merasa tidak enak pada Komandan Souji! Dia pasti akan di ceramahi habis-habisan oleh Nyonya Zhu Ying!" kata Xiao Lung.
"Nona Lung, dulu saat pertama kali kau masuk kedalam istana ini, aku ingat kau begitu ketakutan hingga sempat berfikir untuk melarikan diri dari istana ini. Tapi sekarang kau kelihatannya mulai bisa menerima Komandan Souji. Apakah kau sudah bisa menerimanya dengan sepenuh hatimu? Nona Lung, apakah kau kini sudah jatuh cinta pada Komandan Souji?" tanya Bibi Chuo.
"Ya Bibi! Aku sangat mencintainya! Di malam pertama aku dengannya, aku sudah menyerahkan raga, cinta, dan seluruh hidupku padanya!" jawab Xiao Lung.
Bibi Chuo merasa sangat terharu. Dipegangnya tangan Xiao Lung. "Aku bersyukur kalau kau sudah bisa menerima dan mencintai Komandan Souji dengan sepenuh hatimu! Dengan begitu kau akan bisa merasakan kebahagiaan bersamanya, Nona Lung!" kata Bibi Chuo.
"Ya, cinta memang adalah sebuah misteri! Kita tidak bisa mengatur kapan, dimana, dan kepada siapa kita akan jatuh cinta!" kata tabib Pu Sheng.
Kemudian tabib Pu Sheng mulai memeriksa suhu tubuh, denyut nadi, dan bola mata Xiao Lung. Sampai pada memeriksa bagian perut Xiao Lung, tabib Pu Sheng tampak mengerutkan keningnya. Di tekan-tekannya perut Xiao Lung lalu di tepuk-tepuknya.
"Ada apa tabib? Aku sedang sakit apa? Tampaknya kau menemukan ada sesuatu yang serius pada bagian perut ku" kata Xiao Lung saat melihat bagaimana perubahan wajah tabib Pu Sheng.
Tabib Pu Sheng menatap wajah Xiao Lung dengan serius. "Nona Lung, apakah kau sudah terlambat datang bulan?" tanyanya.
"Aku..." Xiao Lung coba untuk mengingat-ingat kapan terakhir dia datang bulan. "Astaga tabib! Aku sudah lama tidak datang bulan! Mungkin sudah sekitar dua bulan ini!" kata Xiao Lung.
"Kalau begitu selamat Nona Lung! Kau sekarang sedang mengandung anak dari buah cintamu dengan Komandan Souji! Kau akan menjadi seorang ibu, dan Komandan Souji akan menjadi seorang ayah!" kata tabib Pu Sheng.
Xiao Lung membelalakkan matanya. "Maksudmu tabib... Aku hamil...?"
"Ya Nona Lung! Kau sedang hamil saat ini!"
"Ya Tuhan!" seru Bibi Chuo lalu memeluk tubuh Xiao Lung erat-erat! "Selamat Nona Lung! Kebahagiaan mu akan berlipat ganda!" kata Bibi Chuo.
Xiao Lung terdiam dan tak mampu bicara apapun. Ada perasaan aneh yang merayap didalam lubuk hatinya dan menimbulkan rasa bahagia! Tanpa terasa matanya menjadi basah dan Xiao Lung bergerak mengelus perutnya sendiri.
Ada janin kecil tengah bertumbuh disana! Janin kecil buah cintanya dengan Komandan Souji! Xiao Lung tengah hamil! Dia telah mengandung anak dari Komandan Souji!
"Nona Lung! Aku harus segera memberitahukan berita baik ini pada Komandan Souji! Dia pasti akan merasa senang sekali! Kaisar Ming Feng dan Jendral Shan Bo juga pasti akan sama senangnya! Mereka memang ingin Komandan Souji segera menikah dan memiliki seorang keturunan!" kata Bibi Chuo.
"Iya, sudah lama istana ini tidak terdengar tangisan bayi setelah kelahiran Shan Li, anak dari Jendral Shan Bo dan Nyonya Zhu Ying sepuluh tahun lalu" kata tabib Pu Sheng.
"Kau harus menjaga baik-baik janin kecil yang ada didalam kandungan mu, Nona Lung! Aku akan memberi tahu pada Komandan Souji sekarang juga!" seru Bibi Chuo lalu keluar dari kamar itu.
Xiao Lung merasa tidak setuju kalau Bibi Chuo yang mengabarkan pada Souji kalau dia sedang hamil. Xiao Lung ingin mengatakannya sendiri pada Souji.
Tapi Xiao Lung juga tidak tega untuk melarang Bibi Chuo melakukan itu. Bibi Chuo tampak sangat semangat sekali! Apa Xiao Lung tega merusak semangat Bibi Chuo yang meluap-luap?
Xiao Lung hanya bisa mengelus perutnya sendiri dan berkata didalam hatinya. "Selamat datang didalam rahim ibu, sayangku..."