Fantasy Wars berlatarkan sebuah dunia dimana semua orang memiliki sebuah kekuatan super yang disebut "trick". Mengkisahkan perjuangan sekelompok remaja untuk mempersatukan negeri mereka, Negeri Arasi.
Di sebuah negeri bernama negeri Arasi, terjadi banyak peperangan. Hal ini dikarenakan tidak adanya seorang pemimpin di negeri itu, sehingga banyak orang membentuk sebuah kelompok untuk berperang dan menjadi kaisar di negeri itu.
Zeyn, seorang remaja yang "trick"-nya tidak diketahui, bahkan diduga bahwa dia tidak memiliki "trick". Bercita-cita untuk menjadi kaisar dan mengakhiri peperangan di negeri Arasi. Sekaligus membalaskan dendamnya kepada pasukan Demon Warriors, pasukan yang telah menghancurkan desanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A-Z Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerajaan Zee
"Hah?!" Khaira, Rill, Troy, dan Vincent sangat terkejut mendengar ucapan Zeyn yang menduga bahwa Scarlet dan Joshi merupakan anggota Demon Warriors.
"Hoi, Zeyn! Apa maksudmu?!" tanya Joshi kesal karena merasa dituduh oleh Zeyn.
"Hemh. Maaf, aku hanya penasaran kenapa kalian berdua bisa sampai ke sini," ujar Zeyn dengan tersenyum.
"Hem ... ya, aku mengerti. Memang aneh mengingat keluarga kerajaan pergi datang ke sebuah desa kecil hanya dengan satu pengawal," kata Scarlet yang juga tersenyum.
"Eh, Putri. Anda tidak marah? Orang ini sudah menuduh kita, loh!" kesal Joshi.
"Hehe. Joshi, tenanglah. Aku yakin Zeyn tidak berniat menuduh kita, dia hanya ingin melindungi desa ini dan juga kita berdua," ujar Scarlet masih dengan senyumannya.
"Benar kan, Zeyn?" tanya Scarlet.
"Hem." Zeyn pun mengangguk dan tersenyum.
"M-maksud Anda?" tanya Joshi heran.
"Huhh ... begini. Jika Zeyn memang berniat menuduh kita, dia tidak perlu membawa kita ke tempat ini. Dia hanya perlu mengatakan hal itu kepada seluruh warga desa," jelas Scarlet.
"Karena seluruh warga desa juga sudah percaya padanya. Jadi mereka pasti akan langsung mempercayai ucapan Zeyn. Tapi, Zeyn justru menjauhkan kita dari mereka. Dan dia menanyakan semuanya pada kita baik-baik."
"Tujuan Zeyn adalah, jika kita memang anggota Demon Warriors, dia akan melindungi warga desa. Namun jika dugaannya salah, maka dia berhasil melindungi kita berdua dari warga desa, dan warga desa juga bisa tetap tenang," jelas Scarlet.
***
"Hah?" Troy dan Vincent yang telah berhasil lepas dari lilitan Khaira pun mendengar penjelasan Scarlet.
Namun mereka berdua tidak begitu mengerti apa maksud dari penjelasan Scarlet tersebut.
"Bagaimana kalian bisa lepas?" tanya Khaira pada Troy, Vincent, dan juga Rill yang sudah lepas dari jurusnya.
"Hehehe. Jangan pernah meremehkan kami sebagai lelaki," ucap Vincent pelan sambil menunjukka cakarnya yang tajam dan berkilau.
***
"Benarkah itu?" tanya Joshi pada Zeyn dengan suara pelan.
"Em." Zeyn mengangguk dengan masih mempertahankan senyumnya.
"Hooh." Joshi pun kembali tenang.
"Tapi, Zeyn. Jika kami berdua benar-benar anggota Demon Warriors. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Scarlet pada Zeyn.
***
"Hah?!" Khaira, Rill, Troy, dan Vincent yang mengintip dan menguping pun terkejut dengan pertanyaa Scarlet.
"Huhh, pelankan suara kita. Nanti ketahuan ...," bisik Khaira pada ketiga teman lelakinya.
***
"Put ...."
Joshi tidak melanjutkan ucapannya ketika Scarlet mengangkat tangannya ke atas dengan mengacungkan jari telunjuk untuk menenangkan Joshi.
"Hem. Jika benar begitu, maka aku akan menghajar kalian berdua," ujar Zeyn menjawab pertanyaan Scarlet tadi.
"Hemh." Scarlet tersenyum seraya memejamkan mata ketika mendengar jawaban Zeyn.
***
"Eh?" Khaira dan ketiga teman lelakinya yang menguping pun sedikit terkejut mendengar jawaban Zeyn.
"Di-dia terlalu jujur," pikir mereka berempat tampak murung.
***
"Kemudian, aku akan mengajak kalian mengobrol. Dan setelah itu aku akan menyelamatkan kalian dari sana," ujar Zeyn menyambung perkataannya tadi.
"Hah?" Scarlet kembali membuka matanya dan langsung menatap Zeyn.
"Kau ... tidak akan menghabisi kami?" tanya Scarlet pelan.
"Ya. Karena aku dan teman-temanku adalah pahlawan, bukan pembunuh," jawab Zeyn.
***
"Heh." Khaira, Rill, Troy, dan Vincent yang mendengar jawaban Zeyn pun tersenyum.
***
"Pahlawan?" tanya Joshi dengan perasaan heran.
Sedangkan Scarlet tersenyum karena ia mengerti apa yang dimaksud oleh Zeyn.
"Ya, kami berlima adalah pahlawan yang akan mempersatukan negeri ini. Dan sebisa mungkin, kami akan mencapainya tanpa pembunuhan" ujar Zeyn menjawab pertanyaan Joshi tadi.
"Mempersatukan negeri, yah." Joshi tersenyum dan melihat ke arah Scarlet.
"Hemh." Scarlet pun tersenyum mendengar ucapan Zeyn.
***
"Wahh, untuk pertama kalinya. Tidak ada yang menertawai Zeyn saat ia berkata akan menyatukan negeri," ucap Rill terharu.
"Ya. Pertama kali," tambah Khaira.
***
"Begitu, yah. Syukurlah," lirih Scarlet mendengar ucapan Zeyn.
"Kenapa kau terlihat sangat lega? Apa kau memang anggota Demon Warriors?" tanya Zeyn.
"Hemh, tidak," jawab Scarlet lirih.
"Biar kuceritakan semuanya padamu."
***
POV Scarlet.
Semuanya dimulai enam bulan yang lalu. Saat itu aku masih berada di kerajaan kami, Kerajaan Zee namanya.
Kerajaan Zee berlokasi tepat di kaki Gunung Maurest, yang merupakan batas antara Negeri Crystal dengan Negeri Arasi. Karena itu, kerajaan kami sering bertempur dengan Negeri Crystal. Meskipun kesulitan, namun kami selalu berhasil bertahan.
Hari itu, pangeran kerajaan alias kakakku bertengkar dengan ayahku atau raja. Kakakku menginginkan agar ayahku segera menobatkan dirinya sebagai raja. Namun ayahku menolak, dia bilang kakakku belum pantas menjadi raja. Bahkan dia bilang, mungkin kakah tidak akan pernah pantas.
Kakakku adalah orang yang kuat, dia juga memiliki trick angin, sama seperti milikku dan juga ayah. Setelah mendengar perkataan ayahku, kakak sangat marah, dan dia pun pergi dari kerajaan.
Sebelum keluar dari istana, kakak sempat menemuiku.
"Maaf Scarlet. Mulai saat ini, kau harus menjadi lebih kuat," kata kakak padaku.
Sekitar empat bulan lebih kakakku pergi, akhirnya dia kembali. Namun, aura dan penampilannya sangat berbeda. Dia terlihat sangat mengerikan.
Selain itu, dia tidak sendiri. Dia membawa sebuah pasukan besar bersamanya. Aku tidak tahu mereka siapa. Tapi yang pasti, mereka berseragam putih, dan setelah aku cari tahu dan juga setelah diberitahukan oleh Joshi, mereka adalah pasukan Xavier.
***
"Xavier?!" Zeyn tampak terkejut ketika aku menyebut nama tim itu.
"Ya, kenapa?" tanyaku pada Zeyn.
"Emm." Dia hanya menggeleng-gelengkan kepala dengan ekspresi muka agak kecut.
"Lanjutkan," pintanya lirih.
"Baiklah," jawabku.
***
Saat memasuki kerajaan, pasukan itu langsung membuat warga ketakutan. Namun mereka tidak menyakiti warga, mereka hanya menghancurkan barang-barang atau bangunan milik warga.
Ayahku geram, dia pun memerintahkan pasukan kerajaan untuk menyerang pasukan Xavier itu termasuk kakak. Pertempuran pun terjadi di Kerajaan Zee.
Beberapa menit setelah pertempuran terjadi. Aku mendengar dari pelayan istana bahwa kakak dan juga beberapa orang lainnya, masuk ke dalam istana. Mereka sangat kuat, dan mereka mengalahkan semua prajurit istana.
Setelah mengetahui hal itu, aku pun langsung menemui ayah di aula istana.
"Scarlet, pergilah dari kerajaan ini. Kau harus tetap hidup," suruh ayahku lirih.
"Tidak, ini adalah kerajaanku, aku harus melindunginya!" tegasku sedih.
"Aku akan bertarung!" tegasku lagi.
"Kau tidak akan bisa!" bentak ayahku.
"Memangnya kenapa kalau aku tidak bisa?! Aku hanya ingin melindungi kerajaan ini, dan aku akan mengorbankan hidupku demi melindunginya!" lantangku.
"Tidak Scarlet, ini semua adalah salahku. Kakakmu memiliki dendam pada kerajaan ini karena diriku," lirih ayahku.
"Joshi, bawa Scarlet. Dan lindungi dirinya seumur hidupmu," suruh ayahku.
"Scarlet, berjanjilah kau akan menjadi lebih kuat. Untuk itu, kau tidak akan bisa melakukannya sendiri. Kau harus menemukan teman-teman yang akan tumbuh menjadi lebih kuat bersama denganmu," lirih ayah sambil memegang pipiku.
"Setelah kau menjadi lebih kuat. Hadapilah kakakmu dan sadarkanlah dirinya," sambungnya.
Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku hanya bisa menangis. Karena apa yang dikatakan oleh ayah itu memang benar, aku sangatlah lemah.
Lalu, Joshi pun menggendongku, dan dia membawaku lari keluar dari Kerajaan Zee. Saat dibawa lari, aku tidak bisa membuka mataku. Karena mataku terasa penuh dengan air mata.
Dan itu, adalah saat terakhir aku melihat Kerajaan Zee.
hehe, abis baca marathon✌🏻
Ganbatte, ditunggu up nya😆
karya mu semakin keren
Salam Mengintip Jodohku