NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:892.1k
Nilai: 5
Nama Author: triy

Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MASALAH DIKANTOR

waktu pagipun menjelang,setelah menunaikan sholat subuh Tiya membaringkan lagi tubuhnya diatas ranjang,

Rezza ingin mengajak istrinya pergi berjalan njalan diarea sekitar hotel,namun sebab terlalu lelah Tiya menolaknya,

"sayang bangun, kita jalan jalan dibawah yuk?"

ajak Rezza pada istrinya,

Tiya yang masih memejamkan matanyapun menjawab dengan malas, "aku masih mengantuk mas,badanku rasanya sakit semua"

"ya sudah kamu istirahat aja dulu,besuk masih ada waktu kok sayang" ucap Rezza lembut.

"emang kita disini berapa lama mas?" tanya Tiya masih memejamkan matanya,

"dua hari sayang",

"kalo kamu mau lebih lama disini, kita bisa boking lagi kok sayang",

"bukannya hari ini kita pulang ya mas?" tanya Tiya lagi,

"nggak, besuk kita baru balik",

"anggap aja, kita disini sekarang sebagai ganti malam pertama kita waktu itu ,yang tersia siakan sebab kebodohanku sayang" ucap Rezza penuh sesal.

Suasana terasa hening tak ada sahutan dari Tiya sama sekali,

Rezza yang sedari tadi berdiri didepan kaca jendelapun menoleh kearah pembaringan istrinya,lalu berjalan menghampirinya.

"yah...tidur lagi" gumam Rezza,

"kamu kayaknya capek banget ya sayang",

Rezzapun mencium pipi istrinya dengan penuh sayang,

karena merasa sangat lapar, Rezza memutuskan untuk sarapan direstauran dibawah hotel itu sendirian.

Sewaktu Rezza duduk sendirian untuk menikmati sarapannya,Meisyapun datang menghampirinya lalu menyapanya "hai..Za,selamat pagi!"

Rezza yang merasa disapapun melihat kearah orang itu dan berkata dengan ramah "hai Mey,pagi juga",

"boleh aku ikut sarapan disini?" tanya Meisya penuh harap.

"oh..silahkan Mey",

Kemudian kedua orang yang pernah duduk dikelas yang sama itupun sarapan bersama, sambil mengenang masa masa mereka bersekolah dahulu.

Dikamar hotel,Tiya yang sudah terbangunpun mencari keberadaan suaminya.

Namun dia tak menemukan batang hidung suaminya itu,lalu Tiyapun mengambil ponsel barunya dan menghubungi suaminya.

Berkali kali Tiya mencoba menghubungi Rezza namun tak diangkat juga olehnya.

Lalu Tiyapun bergegas membersihkan dirinya,ia berencana untuk mencari suaminya kebawah hotel.

Setelah merapikan diri Tiyapun keluar kamar dan menaiki life yang berada diujung lantai untuk turun kebawah.

Tiyapun menyisir disetiap penjuru hotel itu,dan Tiya menemukan sosok suaminya duduk berhadapan dengan seorang wanita.

Mereka terlihat akrab dengan obrolannya,lalu Tiya memutuskan untuk menghampiri suaminya dan wanita yang bersamanya.

Rezza yang menyadari kedatangan Tiyapun mengangkat tangan dan melambaikannya kearah Tiya "sayang" panggil Rezza dengan sumringah saat melihat istrinya datang.

Tiyapun berjalan perlahan sambil tersenyum kearah suaminya,

Meisya yang mendengar panggilan Rezza pada seseorangpun menoleh kearah Tiya,dia merasa kaget saat seseorang yang dipanggil Rezza adalah seorang wanita muda, cantik,dan terlihat sedang mengandung.

Dalam hati Meisya merasa sangat kecewa,lalu diapun bertanya kepada Rezza dengan perasaan campur aduk,

"dia siapa Za?"

"dia istriku Mey",

"sebentar lagi kami akan punya baby May" jelas Rezza penuh kebahagiaan.

Meisyapun terdiam mendengar kata kata dari Rezza barusan,

ternyata orang yang dicintainya semenjak dibangku sekolah dulu itu, sudah membina keluarga dengan wanita lain dan sebentar lagi bakalan menimang momongan.

Dan tak lama Tiyapun telah berdiri disamping Rezza,lalu Rezza dengan sigapnya berdiri dan menyiapkan kursi untuk istrinya duduk.

"sayang kenalin,ini Meisya teman satu SMAku dulu!" ucap Rezza lembut,

Tiya pun menjulurkan tangannya untuk menyalami Meisya,dan Meisya menyambutnya dengan hati hancur berkeping keping.

Namun Meisya tak menunjukkannya,ia menutupi rasa sakitnya dengan senyuman yang dibuat buatnya,

dan setelah berkenalan dengan Tiya dan berbasa basi sebentar Meisyapun pamit untuk undur diri.

Setelah kepergian Meisya Rezzapun bertanya pada istrinya "kok nggak telpon aku sih sayang kalo mau turun?"

"aku kan bisa jemput kamu!" ucap Rezza tanpa merasa berdosa.

"coba, mas periksa ponsel mas dulu" sahut Tiya ketus,

Lalu dengan wajah tak bersalahnya Rezzapun mengambil ponselnya yang ia masukkan ke dalam saku celana pendeknya.

"astaghfirullah" Rezza mengucap saat memeriksa ponselnya yang terdapat 10x panggilan tak terjawab dari istrinya.

Dengan rasa bersalah Rezzapun meminta maaf pada istrinya,

" maaf ya sayang,ternyata tadi ponselku, aku alihkan kemode silent saat kamu tidur tadi",

"bukan sebab keasikan ngobrol sama temen lama ya mas?" ketus Tiya,

"cantik lagi tu" lanjut Tiya dingin,

"bukan sayang",

"ketemu dia tadi, cuman kebetulan aja kok sayang",

"dia yang nyamperin aku waktu sarapan barusan" jelas Rezza,

"ya...dianya nawarin diri mau duduk bareng aku,masak nggak aku kasih sih sayang" lanjut Rezza menjelaskan.

Tiya hanya diam mendengar ucapan dari suaminya itu,

Melihat istrinya hanya terdiam,Rezzapun bisa merasakan jika Tiya sedang merasa jengkel padanya,

lalu Rezzapun bertanya pada istrinya untuk mengalihkan rasa jengkel istrinya pada Rezza, "sayang kamu mau sarapan apa?"

"aku pengin makan rujak mas"

"kayaknya seger banget pagi pagi gini makan rujak ,trus dikasih es krim diatasnya" ucap Tiya, yang hampir meleleh air liurnya saat membayangkan makanan yang ia inginkan itu.

"pagi pagi gini kok mau makan rujak sih sayang?",

"nanti kalo perutnya sakit gimana dong?"kata Rezza coba menasehati istrinya.

"aku maunya itu mas,nggak mau yang lain" kekeh Tiya,

"yaudah kamu tunggu disini dulu ya sayang" lalu Rezzapun beranjak pergi dari tempat itu meninggalkan Tiya sendirian.

Tak lama setelah itu Rezza datang dengan membawa dua bungkusan dan menyerahkan kepada Tiya, "ini sayang yang kamu minta!",

dengan hati riang gembira Tiya menyambut dua bungkusan dari suaminya itu,lalu membukanya,

bungkusan yang pertama adalah rujak eskrim yang Tiya inginkan,

dan bungkusan yang kedua adalah nasi lengkap dengan sayur dan lauk pauknya serta jus jeruk yang segar pula.

Tiyapun melahap rujak yang diberikan oleh suaminya itu tadi hingga habis,dan iapun baru bertanya "mas rujaknya kok nggak pedes sih?",

Rezza yang mendengar pertanyaan polos dari istrinya itupun tersenyum dengan gemasnya, lalu berkata "tapi udah habis kan sayang!"

Tiya yang menyadarinyapun berkata tanpa dosa "eh..iya..aku nggak sadar udah abis,he he he ",

Lalu Tiyapun membuka bungkusan kedua yang juga dibawakan oleh suaminya untuknya.

Dengan semangat ,Tiyapun melahab semua makanan itu hingga habis,Rezza yang melihat selera makan istrinya yang bertambah duakali lipat itu pun merasa senang.

Dengan sabar Rezza menemani istrinya makan dan sesekali membantu istrinya mengelap sisa makanan yang menempel diarea bibir Tiya.

Setelah selesai makan Rezza mengajak istrinya pergi berjalan jalan kepantai yang tak jauh dari hotel tempatnya menginap.

Sehari itu mereka gunakan untuk bersuka ria berdua sebelum mereka kembali ke kota S,dan sebelum buah hati mereka lahir kedunia.

Setelah hari menjelang sore,Rezza memanjakan istrinya dengan mengunjungi spa tubuh untuk ibu hamil,

Rezza tak ingin istrinya merasa kelelahan setelah bersenang senang seharian penuh.

Dan malamnya setelah sholat isya',Rezza membawa Tiya berkeliling kota J,sekedar untuk menikmati suasana kota J yang indah dimalam hari.

Melihat wajah istrinya yang berbinar binar saat bersamanya,Rezzapun merasa sangat bahagia.

Malam itu mereka lewati dengan penuh kebahagiaan,Rezza tak menuntut haknya sebagai seorang suami,

Malam itu Rezza ingin istrinya memiliki waktu istirahat yang cukup hingga besuk mereka kembali kekampung kakung dan utinya Tiya.

Pagi harinya Rezza dan Tiya bersiap untuk pulang kekampung dan akan dilanjutkan lagi pulang kekota S.

Saat mereka cek out,ternyata Meisya sudah menunggu disana,lalu diapun menghampiri Rezza dan Tiya,

"hai Za..hai Tiya" sapanya,

"eh...hai mbak Meisya,apa kabar?" tanya Tiya ramah,

"aku baik Tiya" jawab Meisya,

"kalian udah mau cek out ya Za?" tanya Meisya,

"ya..begitulah" jawab Rezza datar,masih sibuk dengan barang barang bawaanya.

"Za aku mau minta nomer ponsel kamu dong,biar kita bisa bersilaturahim lagi" ucap Meisya mengharap.

Rezzapun terdiam sejenak lalu,dia melihat kearah Tiya istrinya untuk meminta pendapat.

Mendapat kode dari suaminya Tiyapun menganggukkan kepalanya tanda memperbolehkan suaminya memberi nomer poneselnya pada Meisya.

Setelah itu Rezza dan Tiya meninggalkan hotel tempat mereka menginap.

Sebelum melanjutkan perjalanannya Rezzapun membawa Tiya untuk sarapan direstauran miliknya.

Kemudian setelah merasa kenyang,Rezza memacukan mobilnya menuju kampung kakungnya Tiya.

Dari kota J menuju kampung hanya memakan waktu sekitar satu jam setengah,dan tak terasa mobil Rezzapun memasuki halaman rumah mbah Marijan.

Setelah memarkirkan monilnya,ponsel Rezzapun berbunyi ternyata panggilan dari Aji dan Rezzapun tampak serius berbicara.

Rumah itu tersa sepi,sebab uti dan kakungnya Tiya sudah pergi kewarung soto dipagi hari tadi.

Tiya mengambil kunci rumah yang biasa kakung ataupun utinya simpan,lalu membuka rumah itu dengan pelan,Rezza dan Tiya masuk kerumah untuk meletakkan barang barang yang sudah mereka belikan untuk kakung dan utinya Tiya.

Lalu Rezza meninta Tiya untuk segera mengemasi barang barang mereka yang masih tertinggal disana,

"sayang kita mampir kewarung uti sebentar,trus langsung pulang kekota S ya" perintah Rezza pada istrinya,

"ada masalah diperusahaan ya mas?" tanya Tiya penasaran,

"iya sayang,ada sedikit masalah disana"ucap Rezza terlihat sedikit risau.

Tanpa bertanya lagi Tiyapun mengemasi barang barangnya dan milik suaminya dibantu oleh Rezza.

Kemudian Tiya meninggalkan oleh oleh yang ia belikan untuk kakung dan utinya diatas meja,kemudian bergegas kewarung utinya untuk berpamitan.

Sesampainya diwarung utinya Tiya,semua orang yang sedang menikmati sotopun melihat kearah kendaraan yang berhentu didepan warung soto itu,

Mereka tampak terpukau dengan mobil yang dibawa oleh Rezza,sebab mereka belum pernah melihat model mobil seperti yang Rezza kendarai itu.

Ada seorang yang biasa jajan diwarung utinya Tiya yang sudah mengenal Rezzapun bertanya,

"wah..mas mobil siapa ini?", "keren bener",

"oh..ini mobil pinjaman pak" jawab Rezza sopan,tak mau menunjuk nunjukkan kepemilikannya.

"aduh baek bener yang punya ya mas" ucapnya lagi,

"iya pak alhamdulillah,mari pak saya masuk dulu" pamit Rezza sopan,

"monggo monggo silahkan" ucap bapak itu ramah,

Tiya yang dibelakang Rezzapun hanya menganggukkan kepalanya dengan sopan,lalu Rezza dan Tiya meraih tangan utinya kemudian menciumnya.

"kalian baru nyampe?" tanya utinya Tiya,

"iya ti,baru aja" sahut Rezza,

"kenapa nggak istirahat aja dirumah?"

"maaf ti,Rezza sama Tiya mesti pulang sekarang?" ucap Rezza dengan sopan.

"lho..kok langsung pulang to le?" sahut utinya Tiya kaget.

"ada pekerjaan yang penting ti,yang harus segera mas Rezza selesain!" jawab Tiya,

Setelah memberi nasehat nasehatnya sebentar kepada cucu cucunya,

kedua orang tua itupun melepaskan kepergian Rezza dan Tiya dengan penuh haru .

Tiya tampak menitikan air mata saat memeluk kedua orang tua mendiang ayahnya itu.

Sewaktu Rezza berbincang dengan mereka beberapa hari sebelumnya,Rezza mengajak kakung dan utinya Tiya untuk tinggal bersama dikota S.

Rezza merasa tak tega kepada mereka berdua,dan bersedia merawat mereka berdua disana,namun kedua orang tua tersebut menolaknya dengan halus.

Mereka beralasan ingin menghabiskan sisa hidup mereka dikampung itu,dan mereka merasa masih mampu untuk mengais rizki dari warung soto yang sudah lama mereka dirikan.

Rezzapun tak mau memaksakan kehendaknya kepada kedua orang tua yang sudah lanjut usia tersebut, namun terlihat masih sangat sehat.

Rezzapun memacukan mobilnya menuju kota kelahirannya,disepanjang perjalanan terasa hening sebab Tiya tertidur pulas disebelah suaminya.

Rezza memilih jalur tol supaya cepat sampai dikotanya,mereka berhenti direstarea saat terdengar Azan Zuhur berkumandang ,untuk menunaikan ibadah dan dilanjutkan makan siang.

Setelah selesi merekapun kembali menempuh perjalanan supaya cepat sampai dikota S.

Menjelang ashar,Rezza dan Tiya sudah memasuki halaman rumah bu Sanusi yang luas,kemudian iapun menurunkan istri dan membantu membawa barang barang bawaan mereka masuk kedalam rumah.

Tak sempat beristirahat Rezzapun langsung pergi lagi menuju kantornya.

Disana Aji sudah menunggunya dilobi kantor, tampak Rezza yang memberikan kunci mobilnya kepada satpam didepan ,lalu iapun terburu buru masuk kedalam untuk bertemu dengan Aji adik sepupunya.

"gimana Jik?" tanya Rezza pada Aji,

"udah kita laporkan kepolisi bang" jawab Aji tegang,

"sekarang pak Doni masih buron"

"kenapa bisa kecolongan sih Jik?" tanya Rezza terlihat risau,

"ya maaf bang,aku pikir dia orang yang baik"

"berapa banyak kerugian kita Jik?" tanya Rezza serius,

"lumayan bang,sekitar 15M an" jawab Aji lemah.

Rezzapun memijit kedua pelipisnya yang terasa pusing,lalu Aji mengajaknya berdiskusi di dalam kantor Rezza.

"selama abang sakit ternyata dia memalaukan pemalsuan laporan keuangan bang" ucap Aji,

"pada hal, dia udah lama ikut diperusahaan ini Jik",

"aku nggak nyangka dia tega berhianat sama kita" keluh Rezza pada Aji,

"dengan waktu lima bulan dia mampu mengondol uang sebanyak itu ya Jik" lanjut Rezza sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.

"dari sebulan setengah yang lalu aku minta dia serahin ke aku laporan keuangan bang",

"tapi dianya ngeles muluk,trus aku minta salinan dari bagian pemasaran ternyata banyak angka angka yang tidak sama nominalnya bang"

"sudah hampir tiga hari ini dia bolos kerja",

"tadi aku suruh orang cek kerumahnya ternyata dianya udah minggat bang",

"sekarang berkas berkasnya udah diserahin kepolisi bang,kita tinggal tunggu orangnya ketangkep" jelas Aji panjang lebar.

"kamu udah hubungi Roni,Jik?"

"udah bang,sekarang masih nunggu penerbanganya",

"sorry ya bang,sebab kerja gue payah" ucap Aji merasa bersalah,

"gue bangga sama kegigihan lo bro!"

"gue tau elo udah kerja keras mati matian buat bantuin gue !" , " jadi nggak usah ngerasa bersalah gitu" sahut Rezza sambil menepuk nepuk bahu sepupunya itu.

"tapi bang" lanjut Aji masih merasa bersalah,

"udah...duit bisa dicari,tapi sepupu yang kayak elo susah didapet" hibur Rezza,

"makasih ya bang" ucap Aji penuh haru.

"oke,sekarang gue mau audit dadakan",

"siapkan tim audit dan suruh semua berkas berkas yang penting disiapkan disemua bagian" perintah Rezza pada Aji.

"oke bang",jawan Aji patuh.

Diseluruh bagian kantor Rezzapun disibukkan dengan perintah dadakan dari Rezza,para kariyawan harus bekerja lembur untuk menyiapkan semua berkas yang Rezza inginkan.

Rezza yang disibukkan dengan pekerjaan kantornyapun tidak sempat mengabari istrinya yang dirumah.

Tiya dan bu Sanusi merasa risau dengan keadaan Rezza yang belum kunjung mengabari mereka.

Lalu Tiya mencoba menghubungi Ema sekertaris Rezza,dan Emapun menyambungkan telponnya kemeja Rezza,

Rezza mengangkat telponnya dengan masih disibukan dengan pekerjaannya

"halo assalamualaikum" salam Rezza,

"waalaikumsalam mas" jawab Tiya,

"mas,udah larut gini kok belum pulang sih mas?" tanya Tiya risau,

"aku masih banyak kerjaan sayang,jadi sekarang belum bisa pulang!" ucap Rezza merasa bersalah.

"ya udah",

"dari tadi mas nggak ngabari aku sama ibu,kan jadi risau mas!"

"maaf sayang,mas nggak sempet sebab banyak banget kerjaan",

"trus jadi lupa nggak ngabari kamu sama ibu"

Mendengar kabar dari suaminya pun Tiya dan bu Sanusi menjadi lebih tenang.

Kemudian bu Sanusi mengutus pak Jono untuk mengantar makanan pada Rezza,

sebenarnya Tiya ingun sekali melakukannya,tapi bu Sanusi melarangnya sebab dia sedang mengandung.

1
Safa Almira
singkat dan berkualitas
Anih Suryani
ayah sontoloyo
Anih Suryani
s rezza punya bini terllu bego polos polos oon
Anih Suryani
hilang satu tumbuh seribu pelkor
Anih Suryani
diih rumah tngga masih ngurusin mantan knpa g d masukin aja s surya ke bui
Anih Suryani
s rezza oon s tiya terllu dungu baik hati g gitu juga x
Anih Suryani
bpk s amel terllu bego y
Anih Suryani
orang tua s amel goblog atau bego masih aja ketipu dgn akl licik y orang tua bodoh
Anih Suryani
s tiya jgn jd orang bego lh tegas ke ke s amel walpun sodra
Anih Suryani
bego aja s rezza orang mantan ko d kasih tunjangan
Anih Suryani
itu nmnya istrinya bego lemah lma lama dia bisa d kancungi sma cewe laun s tiya itu oon
Alanna Th
tq bnyk", othor 👍😘😍🤣😂🙏👋👋👋
Alanna Th
amel sdh dcerai, bkn kwjbn rezza tuk mngurusny, kan msh ada ortuny; kabarin aja k ortuny agar mrk tau klakuan anakny 🤔😠😜
Alanna Th
beu, pelakor satu blm beres, udeh muncul pelakor baru! 😱😠😜
Alanna Th
thor, aq ngebut baca novelmu, penasaran bgmn akhirnya stlh bu sanusi tau kronologisnya n bgmn nasib s amel stlh 'dberi pljrn' oleh rezza? 😱😫😰😥😭💔💔💔
Anisa 977
kok gk enak yah bacanya. besok lan bukan besuk
Anisa 977
emang gk pake leging
Alanna Th
rezza mulai trgoda 😱😜
Sur yani
semangat rezza ..
Nur Ain
hahaha sayang tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!