NovelToon NovelToon
Hasrat Suami Lumpuhku

Hasrat Suami Lumpuhku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:863.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

Di saat sedang terpuruk karena kecelakaan, sang istri yang sangat dia cintai malah tega pergi meninggalkannya tepat di malam pertama pernikahan mereka.

Kehidupan yang seharusnya manis, harus berubah menjadi pahit.

Kepahitan hidup Abian menuntunnya bertemu dengan Anaya, seorang gadis sederhana yang bisa membuat hari-harinya menjadi berwarna lagi.

Gadis yang dijodohkan orang tuanya, justru dialah cinta sejati yang selama ini dia cari.

Mau tahu, bagaimana kisah cinta mereka berdua?

Akankah mereka akan saling menerima satu sama lainnya dan menggapai mimpi bersama-sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Anaya Ngambek

Mobil yang membawa Abian, Theo dan Anaya sudah berada di tempat parkir sebuah restoran yang terkenal di Bandung.

Padahal tadi pagi Abian meminta Anaya untuk tidak pergi kemanapun dan diam di rumah, namun tiba-tiba pria itu menghubunginya dan menyuruhnya untuk berdandan rapi.

“Sayang, kenapa kamu ajak aku kesini? Aku udah masak banyak lho buat makan siang kita,” ucap Anaya menampakkan raut kecewa di wajahnya.

“Maaf. Lain kali kita makan sama-sama di rumah. Tapi untuk sekarang aku ingin mengajakmu makan di luar. Ya hitung-hitung kita lagi kencan.” Abian tersenyum, mengusap pipi kanan istrinya yang sudah bersemu merah karena malu.

Memang benar sejak mereka menikah, Abian tidak pernah mengajaknya berkencan ataupun makan diluar. Karena mungkin saat itu keadaannya belum berubah seperti sekarang.

“Cih, kencan apanya. Saya yakin Nyonya Anaya sebentar lagi pasti terkejut dengan kencan bohongan yang anda ucapkan, Tuan.” sahut Theo saat di dalam mobil hanya ada ia dan Abian, karena Anaya sudah turun lebih dulu.

“Tutup mulutmu, Theo! Kalau kamu tidak ingin aku melemparmu ke kolong jembatan!” kesal Abian. Entah kenapa ia merasa sekarang Tho sangat bawel dan berisik.

Theo langsung kicep tak berani lagi menjawab ucapan Abian.

“Di dalam, Tuan Juna juga sudah menunggu kedatangan anda.”

“Juna?” Abian mengernyit bingung, kenapa semua tiba-tiba kebetulan begini. “Si pembuat onar itu kenapa datang kemari? Jangan bilang kalau dia mau meminta uang padaku!”

Theo mengedikkan bahunya acuh. Memang benar, Juna selalu datang kalau sedang membutuhkan uang dan hanya berani memintanya pada Abian.

Karena sebuah kesalahan yang dilakukan Juna, ayahnya memblokir semua kartu kredit miliknya dan menghukum Juna. Mencari uang sendiri tanpa bantuan dari keluarga Alfredo.

“Sayang, ayo cepat turun! Aku udah lapar. Gak sabar pengen makan Ramyeon.” Anaya merengek manja, mengetuk kaca mobil Abian berulang kali. “Kalian ngobrolin apa sih, sampai membuatku harus menunggu seperti ini!”

“Tidak ada, Nyonya. Kami hanya sedang–”

“Tunggu, apa kamu bilang tadi, sayang? Kamu pengen makan Ramyeon?” Anaya mengangguk dengan kedua mata berbinar. “Makanan apalagi itu!”

Anaya mendengus kesal. Bisa-bisanya Abian tidak tahu makanan sejenis Rameyon.

Turun dari mobil, Abian mengejar Anaya yang sudah berjalan terlebih dulu meninggalkannya.

“Apa aku salah bicara, Theo? kenapa istriku malah ngambek?” tanya Abian pada Theo yang juga bingung.

“Mana saya tahu, Tuan. Coba saja anda buka di internet apa itu men-men tadi!” jawab Theo sambil berjalan di belakang Abian.

“Ramyeon, bodoh! Begitu saja kamu tidak tahu!” ketus Abian, merogoh ponselnya dan mulai searching.

Tak lama, Abian menghentikan langkahnya, ia tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Mengerti kalau tuannya itu sedang bingung, Abian memberanikan diri untuk bertanya. “Bagaimana, Tuan? Apa anda sudah menemukan jawabannya?”

“Sejak kapan istriku tahu tentang masakan Korea?” lirihnya. “Sedangkan sekarang kita berada di restoran khas Sunda?” Abian mempercepat langkah kakinya sebelum Anaya membuatnya malu karena salah masuk restoran.

“Tunggu saya, Tuan!” teriak Theo, mengejar Abian yang sudah lebih dulu masuk kedalam menghampiri Anaya.

*****

Sedang di dalam restoran sedang terjadi keributan, dimana Anaya keukeuh meminta pelayan untuk memberikannya Rameyon. Tentu saja pelayan restoran itu menolak kemauan Anaya.

“Kalian ini gimana sih! Aku mau makan Rameyon, kenapa malah menyuruhku untuk memesan mie kocok?” protes Anaya tidak terima.

“Tapi Nyonya, di restoran kami tidak menyediakan makanan yang anda maksud. Bukankah akan lebih baik anda menggantinya dengan mie kocok atau cari restoran lain saja.” pelayan itu bingung, pasalnya Anaya terus marah-marah tidak jelas.

“Apa yang terjadi disini?” tanya seorang pria bertubuh tinggi dan tampan, menghampiri Anaya dan juga pelayan restoran itu.

“Maaf, Tuab. Nyonya ini meminta kami menyiapkan makanan Korea, sedangkan anda tahu bukan kalau restoran kita–”

Pria tersebut mengedipkan matanya. Mengkode pelayan agar tidak bicara keceplosan lalu segera menyuruhnya pergi dari sana.

“H-hei kalian berdua! Aku belum selesai bicara!” teriak lantang Anaya membuat beberapa pengunjung menoleh ke arahnya. “Semua gara-gara kamu yang–” Anaya berhenti berucap saat melihat seorang pria yang sangat ia kenali. “Juna?”

Pria dengan lesung pipit di di kedua pipinya itu tersenyum dan duduk di hadapan Anaya. “Oh ternyata dari tadi yang buat keributan itu kamu, Nay?”

Anaya menunduk malu, teman satu tingkat saat di bangku sekolah dulu, memergoki dirinya sedang bertengkar dengan pelayan restoran. “Ngapain kamu disini?” tanya Anaya, mengambil ponselnya dan berniat untuk menghubungi Abian.

Belum sempat Anaya melakukannya, Juna sudah merebut ponselnya itu dan meletakkannya kembali ke meja. “Kamu gak suka aku duduk sama kamu?”

Anaya terdiam, malas menanggapi pria yang sejak dulu mengejar cinta Amara dan mendekatinya hanya demi memuluskan rencananya itu.

“Nggak usah basa basi, Juna. Aku tahu kamu masih sama seperti dulu. Jangan bilang kalau sampai sekarang kamu masih ngejar Amara!”

Juna terdiam, fokusnya tertuju pada seorang wanita paruh baya yang berada di ruangan vip. Wanita itu sedang berteriak histeris bersama seorang wanita yang selama ini ia cari.

Wanita yang meninggalkan dirinya begitu saja satu bulan lalu. “Amara…”

Bersambung....

Maaf ya kak baru up, kemarin gak enak badan. Jadi mungkin aku akan lanjut up tapi santai... makasih udah mau baca🙏🥰

1
febby fadila
astaga theo kamu kek gadis perawan aja 🤣🤣
febby fadila
anaya kamu itu sdah menyusahkan banyak orang
febby fadila
anaya ini bodoh apa gimana
febby fadila
theo jgn nambah masalah kamu 🤣🤣
febby fadila
gimana konsepnya 🤣🤣🤣🤣 astaga
febby fadila
benar itu mending nikahnya sama juna aja drpada menjadi pelakor dlm rumah tangga kakakmu
febby fadila
bodoh masah buat kamu apa bian itu urusan rumah tangga mereka
febby fadila
emang klau dasar sdah jalang bakalan anak² nya juga jalang /Smug//Smug/
febby fadila
wooowww kejutan amara hamil anaknya juan dan malah nuduh sama kakak iparnya sendiri hanya untuk harta
febby fadila
hmmm masih punya teka teki juga rupanya
febby fadila
mario kamu bukan ayah yg bijak dan peka kamu terllu dibutakan oleh cinta buta
febby fadila
untung ada theo yg sempat rekam semua itu
febby fadila
amara sungguh licik
febby fadila
karma buat kamu sandra, gimana sakit nggak tu, adik kamu sendiri yg jebak suami kamu emang anak² nya vania ini nggak ada yg beres semua jalang
febby fadila
sungguh rumit
febby fadila
tunggu kabar baiknya aja sandra 🤣🤣🤣
febby fadila
gimana bian dapt yg masih ori kan ya beruntung kamu 🤩
febby fadila
hmm abian udah mulai manja² ria dia
febby fadila
hmmm gimana bian sekarang bucin kan kamu 🤣🤣🤣
febby fadila
knp sandra apa kamu mau buat rencana lagi untuk menjadi pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!