NovelToon NovelToon
My Wife The Farming (Transmigrasi)

My Wife The Farming (Transmigrasi)

Status: tamat
Genre:Time Travel / Fantasi Timur / Romansa / Tamat
Popularitas:224.4k
Nilai: 5
Nama Author: Queen 1003

Judul novel [My wife the farming transmigrasi]

Fu lichen saat ini hanya merasa perutnya mual, seakan mau muntah, dia melihat sekeliling merasa bahwa tempat itu sangat asing.

Tiba-tiba kepalanya sangat sakit, ingatan yang tidak dia miliki muncul secara tiba-tiba.

Pergi ke zaman kuno?

Secara tiba tiba mendapat istri dan anak?

Bagaimana kelanjutan cerita tersebut? jangan lupa like, komen, and vote😘


teer.id/onedea_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen 1003, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35(menunggu kedatangan dermawannya)

Sore hari Fu Lichen pun mulai mengupas rebung nya dengan bantuan Su Lingyu. Karena rebungnya lumayan banyak itupun memakan banyak waktu.

Walaupun proses pembuatan nya sederhana, tapi karena merendamnya cukup lama selama dua jam, dan juga belum direbus, jadi selesai membuatnya sekitar jam setengah enam, mau mendekati malam.

Awalnya dia membuatnya sekitar jam satu siang, sekarang selesai, sekitar membutuhkan waktu empat jam setengah penuh.

"Akhirnya selesai juga" kata Su Lingyu dengan suasana gembira.

"Iya"

"Lingyu, besok aku akan kepasar untuk mengambil rebung, karena aku sudah memesannya" kata Fu Lichen.

"Baiklah"

"Apa kamu.. berniat untuk menghidangkan acar rebung di perjamuan Baozi?" tanya Su Lingyu.

"Iya, karena rebung ini tidak membutuhkan banyak uang untuk dibeli, dan karena rasanya yang menyegarkan pasti banyak orang yang suka" jawab Fu Lichen.

"Apa juga.. kamu berniat menjualnya?" tanya Su Lingyu ragu-ragu.

"Istri sangat pintar karena bisa menebaknya" kata Fu Lichen main-main.

"Huh apa sih" jawab su Lingyu dengan malu.

"Sudah sana masak, aku mau bermain dengan Baozi dulu" kata Su Lingyu.

Fu Lichen yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya tanpa bahwa dia dalam suasana yang baik kali ini.

.

Keesokan paginya, Fu Lichen kembali ke pasar guna membeli kebutuhan perjamuan untuk Baozi. Tetapi juga berniat meminjam beberapa kursi untuk para tamu.

Karena jika dia mau membuatnya sekarang, pasti sudah tidak tepat, juga saat ini juga dia perlu merapikan rumahnya, sebenarnya dia berniat mau membangun rumahnya, tapi juga waktunya sudah tidak sempat lagi.

Dia mengundang beberapa tetangga untuk membantunya, sekitar 5 orang agar cepat selesai. Juga upahnya juga mencengangkan sekitar tiga puluh lima tembaga, lebih tinggi sepuluh tembaga dari upah kerja biasanya.

Jadi banyak orang yang mau bekerja untuk merapikan rumahnya.

Bukan cuma upah yang tinggi, tetapi juga makan dua kali sehari, pagi dengan bubur, dan sore nasi dengan daging.

Mereka yang bekerja dengan Fu Lichen tidak menyangka bahwa dia sangat murah hati perihal upah uang. Dan hal itu membuat mereka bersemangat kerjanya.

Ada pun ada orang yang tidak punya kesempatan untuk bekerja dengan Fu Lichen hanya bisa mendesah kesusahan karena tidak mendapatkan kesempatan yang begitu baik.

Tetapi ada juga yang membenci Fu Lichen picik karena terlalu pilih pilih orang.

Awalnya memang Fu Lichen memilih lima orang ini berdasarkan kekuatan mereka, tetapi juga karakter mereka dan kejujuran mereka saat kerja nanti.

Fu Lichen juga mengundang dua ibu ibu yang memang menganggur untuk dipekerjakan olehnya untuk membantu memasak dan mencuci piring. Dan upahnya juga lumayan sekitar dua puluh lima tembaga, setara dengan upah buruh disana.

Hal tersebut juga menimbulkan rasa terharu dan terima kasih kepada Fu Lichen. Karena memang keadaan mereka saat ini tengah mengalami krisis. Yang satu baru saja ditinggal oleh suaminya dan perlu menghidupi anaknya.

Dan satunya anak nya sakit membutuhkan uang untuk pengobatan.

.

Di pasar.

Ada seorang anak yang menunggu Fu Lichen sedari pagi, karena dia takut akan melewatkan kesempatan baiknya, walaupun Fu Lichen sudah berjanji kepadanya, tetapi hal itu tidak membuat kekhawatiran nya berkurang.

Bahkan dia sangat khawatir bahwa dermawannya tidak akan datang untuk membeli rebungnya.

Karena dia kemarin setelah membeli obat ke dokter, dia langsung bergegas untuk mencari rebung yang segar dan banyak, agar uang yang dihasilkan juga banyak.

Kegembiraan bercampur ke khawatiran pun melanda hatinya. Agar dermawannya dengan cepat datang kesini, akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba.

Kegembiraan dihatinya pun tidak bisa dia sembunyikan, dia dengan cepat memanggil Fu Lichen dengan penuh semangat agar dapat melihat dirinya.

Fu Lichen yang melihat itu pun geli. karena dia sudah melihat anak itu dari kejauhan karena terlalu mencolok.

Masih dengan pakaian kemarin yang dipakainya, juga yang anehnya membawa begitu banyak rebung entah digunakan untuk apa.

Orang-orang di sekelilingnya pun heran yang melihat itu, memang rebung itu bisa dimakan, tetapi kalau memang mau dijual itu sangat susah sekali dan harganya sangat mahal.

Karena orang tidak mau membuang uang secara percuman untuk hal yang bisa dicari dengan mudahnya.

Memang ada yang kasian melihat anak itu dan dia berniat membelinya, tapi orang itu tidak jadi beli karena mengingat uang yang dibawa nya sangat pas-pasan. Dan juga, jika dia membeli hal yang tidak berharga itu pasti dia akan dimarahi keluarganya.

Anak itu yang melihat rasa kasihan yang ada dimata orang itu pun merasa terharu, tetapi dia dengan cepat tenang karena dia akhirnya melihat Fu Lichen dari kejauhan.

"Tuan, akhirnya anda datang juga" kata anak itu dengan antusias.

Fu Lichen yang melihat itu pun merasa semakin geli dengan anak itu.

Dengan cepat dan tanpa membuang waktu lagi Fu Lichen dan anak itu pun mengangkut rebung itu ke kereta Fu Lichen. Fu Lichen melihat rebung yang berjumlah berkali-kali lipat dari kemarin pun sedikit tercengang karena anak sekecil itu bisa mengunpulkan begitu banyak rebung.

"Ternyata banyak juga" kata Fu Lichen.

Anak itu pun seketika menjadi gugup karena takut rebungnya kebanyakan dan tidak jadi membelinya.

"Tidak usah gugup, aku akan membeli semuanya"

Setelah mendengar itu anak itu oun tersenyum lega.

"Bahkan ini masih kurang" kata Fu Lichen.

"Ku kurang?" kata anak itu tergagap karena mengira salah dengar, padahal rebungnya sudah sangat banyak, buat apa beli banyak-banyak, toh kalau sudah busuk tidak akan ada gunanya.

Dan juga rebung biasanya digunakan untuk pakan babi, kalau masih ada sisa.

Anak itu bahkan berfikir kalau dermawannya saat ini hanya membeli rebung sebanyak itu untuk memberi makan babi, tetapi dia dengan cepat menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran anehnya.

"Ini" ucap Fu Lichen sambil menyerahkan uang satu tael perak.

Anak ity yang menerima satu perak utuh pun tercengang dan memegangnya sangat erat, karena dia tidak pernah memegang uang yang begitu banyaknya.

"Bukannya ini terlalu banyak?" kata anak itu dengan hati-hati karena takut menyinggung Fu Lichen.

"Tidak apa-apa, itu sudah harganya, harga yang kamu jual kemarin sangat murah, aku tidak ingin serakah terhadap uang anak kecil" kata Fu Lichen.

Anak itu pun merasa saat ini juga akan menangis karena terharu, tapi dia dengan cepat menahannya karena dia laki-laki dia harus kuat tidak boleh cengeng.

Fu Lichen pun terdiam melihat mata anak itu yang memerah seperti akan menangis, ia pun teringat istrinya yang suka menangis, dan dia hanya bisa tersenyum memaklumi.

"Umm besok mungkin kamu tidak usah mengantarkan lagi, tetapi tujuh hati kemudian jau ingin membeli rebung dalam jumlah banyak, apakah kamu sanggup melakukannya?" tanya Fu Lichen.

Awalnya mendengar orang didepannya tidak akan memesan lagi rebungnya dia merasa sedih, tetapi setelah mendengar kalimat selanjutnya dia merasa sangat senang kembali dan mengangguk semangat tanda setuju.

"Bisa bisa"

Lagian juga uang satu perak cukup untuk membeli obat dan jebutuhan makan berhari-hari.

"Baiklah kalau begitu saya pergi, sampai jumpa tujuh hari kedepan" kata Fu Lichen sambil melenggang pergi.

1
Andira
👍
Anna Setyo
up lg dong thor sampai tamat ok💪💪💪👍👍👍
Alfa Kristanti
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Aura Chacha
Luar biasa
Aura Chacha
Lumayan
Rita Tanti
Luar biasa
yachan
thanks Kak author Karna udh mau update ceritanya, setelah lama menunggu akhirnya diupdate juga. semoga lancar updatenya hingga tamat.😊😀
༼𝘕𝘶𝘯𝘢 ☽𝘕𝘱༓_♛
baru lahir udh di kasi bubur😭😭
"Sang Petapa"
Next Next
"Sang Petapa"
Next Next Next
"Sang Petapa"
Next Next
ShuanZiee
kok lama g update???
ShuanZiee: lanjut aja, critanya bagus jalannya jua bagus. semangat ya!!!
total 4 replies
Al^Grizzly🐨
saya pernah baca novel seperti ini..tapi mc wanita dr zaman modern...dia juga membuka restoran dgn nuansa kuno dan modern.
dearifa✅: btw makasih ya udah baca ni cerita, tapi novel ini udah aku berhenti in, karna bingung plus males nulis kelanjutan ny
total 1 replies
Al^Grizzly🐨
heran istri sendiri takut..aneh ya...kan hanya mengatakan kalau istrinya sudah bebas dr budak..itu bikin takut..katanya orang dr dunia modern..ini kok seperti orang udik saja.
Al^Grizzly🐨
biasanya di tiongkok desa yg di bangun dan di namai sesuai dgn nama klan mereka...seperti desa Fu...desa Qin...desa Yang...jadi semua warga desa bermarga nama desa..kecuali yg dr desa lain kawin dgn gadis di desa itu..jadi klannya berbeda.
𝓝𝓲𝓴𝓮𝓲𝓻𝓪 𝓛𝓪𝔀 ❖
mohon maaf ni ya, sekedar komen, anak yang baru lahir ngk bisa makan bubur, bisanya cuman minum asi atau susu
AL Star
yaa seperti yg kita ketahui dizaman dahulu derajat wanita itu rendah . tapi karna perjuangan Rasulullah derajat wanita pun meningkat dan bahkan surga pun ada di telapak kaki wanita , yaa tapi coba lihat wanita zaman sekarang huh semua orang pun bisa menilai .
Yu~: Merka tidak tahu, dulu sebelum Rasulullah membebaskan kaum wanita. Hanya dijadikan pemuas nafsu bergilir, dijadikan sebgai pabrik penghasil anak laki-laki. kalo bayinya cewek dikubur hidup-hidup bahkan kadang sang ibu perutnya hanya dibiarkan gitu aja tanpa pengobatan lanjutan. Sekrng bendera putih dirumah kan tanda ada orang berduka ya, dulu bendera putih dirumah tanda wanita itu sudah balig dan siap di gilir, bukan dongeng ini tapi ada sejarah nya. Tapi zaman sekarang dengan mudahnya menyerahkan kehormatan nya demi cinta😵‍💫
total 1 replies
yachan
pelan - pelan tapi pasti fu lincen akan mendominasi pasar dengan bisnisnya yg laris manis
MelatiVrindavan
Daun Teh🍃☕🍵 di peetik di gunung ini bisa meningkatkan taraf hidup orang-orang desa👍😇
Aaron
di tunggu update nya for
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!