NovelToon NovelToon
Selimut Cinta Tuan Presdir

Selimut Cinta Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Pelakor / Poligami / One Night Stand / Selingkuh / Tamat
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Angel adalah nama julukan seorang wanita kupu-kupu malam. Karena kecantikannya, namanya terkenal seantero negeri. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan Dante, seorang konglomerat yang secara tidak sengaja bertemu dengan Angel. Dante memperlakukan Angel selayaknya seorang wanita terhormat sehingga membuat Angel akhirnya jatuh cinta pada Dante. Sialnya, Dante sudah memiliki seorang istri.
Lalu, bagaimanakah nasib cinta Angel? Apakah Dante akan memilihnya dan meninggalkan istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakak Laki-Laki Atau Seorang Pria?

Beberapa hari setelah pertemuannya dengan pria tampan berkacamata di rumah makan miliknya, Sid menjadi sedikit murung. Dia banyak berpikir tentang pertanyaan yang diajukan oleh pria itu kepadanya.

Sarah yang khawatir menganggap putra sulungnya itu tidak enak badan karena kelelahan. "Sid, kau tidak enak badan?"

Lamunan Sid pun terpecah dan dia sedikit gugup saat menjawab pertanyaan dari ibunya tersebut. "Ah, oh, tidak, Bu,"

Tangan Sarah menyentuh kening dan lengan Sid lalu dia membandingkan dengan keningnya sendiri untuk memeriksa suhu tubuh Sid. Dia mengulanginya untuk beberapa kali, berusaha meyakinkan diri kalau putra semata wayangnya itu sehat dan baik-baik saja. "Kau lelah? Carmen juga sepertinya kelelahan, dia belum bangun sedari tadi,"

"Akhir-akhir ini kita mendapatkan banyak pelanggan baru dan kita selalu bekerja seharian, dari pagi hingga malam tanpa ada hari libur. Kalau dipikir-pikir, apa hari ini kita tutup saja?" usul Sarah bimbang.

Sid mengangguk cepat, tiba-tiba saja dia mendapatkan sebuah ide di benaknya. "Ide bagus, Bu. Kau pergilah berjalan-jalan dengan ibu tetangga. Sudah lama kau tidak mengobrol bersama mereka, 'kan? Banggakanlah Carmen kepada mereka, hahaha!"

Wajah Sarah menjadi bersemangat. "Kau benar! Baiklah, aku akan memasang papan tutup di depan rumah makan kita,"

"Aku saja. Aku juga ingin mengajak Carmen berjalan di pinggir pantai. Semenjak dia datang ke sini, kita belum pernah menyambutnya atau mengajaknya berjalan-jalan," ucap Sid sambil mengambil papan bertuliskan 'Maaf, Kami Tutup. Sampai Jumpa Besok' dari tangan Sarah.

Semangat di wajah Sarah perlahan memudar. Dia merasa bersalah karena mempekerjakan Angel sejak pertama gadis itu datang ke rumah makannya. Namun kalau dipikir-pikir, mereka tidak bisa menutup rumah makan itu karena dari situlah penghasilan mereka.

"Kau benar, Sid. Ya sudah, ajak dia berjalan-jalan. Kaki tuaku tidak dapat diajak berjalan sejauh kalian, kau saja yang menemani dia. Tapi, jangan ganggu dia!" ucap Sarah sambil memperingatkan anaknya untuk tidak mengganggu Angel.

Sid mengangguk dan dia segera beranjak dari kursinya untuk membangunkan Angel yang masih tertidur. Tujuan pemuda itu mengajak Angel berjalan-jalan hanya untuk memastikan pertanyaan yang diajukan oleh pria asing yang selalu mencari Angel itu. Selain itu, dia juga ingin bertanya kepada Angel tentang kekasihnya.

Perlahan, dia mengetuk pintu kamar Angel. "Carmen, sudah siang! Kau tidak ingin hidup hari ini?"

Di dalam kamar, Angel yang masih terlelap tidak mendengar panggilan dari Sid maupun ketukan pintunya. Sid pun masuk ke dalam dan duduk di sisi ranjang gadis itu.

Sebagian poni Angel terjatuh dan menutupi wajahnya, Sid menyibakkan poni itu ke belakang sambil membelai rambut adik angkatnya itu dengan lembut.

Jantungnya berdebar saat wajah Angel terlihat dengan jelas di hadapannya. "Ternyata, kau cantik sekali. Pantas saja pria itu mengejarmu terus. Cih! Kalau seperti ini, aku tidak akan pernah membiarkanmu ikut dengan pria asing itu atau pria-pria lain yang ingin mengajakmu pergi,"

Suara bisikan Sid di depan wajah membangunkan Angel. Dia berteriak dan meninju wajah Sid dengan cukup kencang. "Kyaaaaa! Pergi! Pergi dariku, kau brengsek!"

Sarah segera masuk ke dalam kamar putri angkatnya itu dan dia menganga melihat pemandangan di depannya. Sid mengerang kesakitan dan Angel memegangi selimutnya sambil berdiri dengan posisi siap menyerang. "A-, ada apa? Apa yang terjadi?"

Sid memegangi hidungnya. "Carmen menggila. Tiba-tiba saja dia meninjuku, Ibu. Lihat, darahku mengalir! Huaaaa, Ibu!"

"Ambil es batu dan jangan menangis! Dia tidak akan meninjumu jika kau tidak melakukan apa pun padanya, Sid!" tukas Sarah, kemudian dia menghampiri Angel yang memegangi selimutnya dengan sangat erat. "Sayang, kau baik-baik saja?"

Melihat Sarah, Angel segera memeluknya. Dia menangis kencang seperti seorang anak kecil yang ketakutan akan sesuatu. "Ibu! Ibu, maaf,"

Sarah yang tidak paham, membalas pelukan gadis cantik itu dan membelai rambut panjangnya dengan sayang sambil mengeluarkan suara yang membuat Angel mengeluarkan segala emosinya.

Karena tidak pernah diperlakukan dengan lembut oleh seorang wanita dewasa, Angel benar-benar menangis untuk seribu alasan yang telah dia pendam di hidupnya selama ini dan saat ini, dia berusaha berbagi kepada Sarah melalui air matanya.

Dia menangis karena perlakuan tamu-tamu pria saat dia bekerja di Madam Sienna, dia menangis karena cintanya pada Dante sekaligus rasa kecewanya pada pria itu, dia menangis karena rasa rindunya pada Dante, dia menangis karena ketakutannya saat dia diculik dan diperlakukan tidak baik oleh Jarrel dan Evelyn. Dia menangis untuk semua kejadian yang telah terjadi dan untuk semua kesakitannya.

Setelah kurang lebih 30 menit Angel menangis meraung-raung hingga kedua matanya memerah dan bengkak, akhirnya gadis itu tenang walaupun masih sesenggukan dan selama itu pula, Sarah masih memeluknya dan sama sekali tidak melepaskan pelukannya untuk Angel.

Pada akhirnya, Angel menarik diri dan mengusap air matanya. Dia tampak malu dan merasa bersalah karena telah memukul Sid. "Maafkan aku, Ibu. Aku pikir itu tadi-, ...."

Air mata Angel kembali mengalir. Sarah mengecup kening gadis itu dan kembali memeluknya. "Aku tau. Kau tidak perlu bicara lagi, Carmen Sayang,"

Angel merangkul Sarah dengan erat dan dia berdoa dalam hati, supaya tidak ada seorang pun yang memisahkan dia dengan Sarah. "Ibu, bolehkah aku memanggilmu ibu seumur hidupku?"

Sarah tertawa. "Silahkan, Nak. Aku memang ibumu, 'kan?"

Anggukan Angel sudah menjadi jawaban untuk Sarah. Setelah Angel merasa tenang dan lega, dia menghampiri Sid yang sedang duduk di tangga di depan rumah mereka.

Gadis itu duduk di samping kakaknya dan menyandarkan kepala di pundak Sid yang cukup lebar. "Maaf,"

Dengan lembut, Sid menepuk pucuk kepala Angel. "Aku tidak tau apa yang terjadi padamu, tapi kuharap aku bisa menjadi alasanmu untuk hidup bahagia mulai saat ini,"

"Aku sudah bahagia karenamu dan ibu," jawab Angel. Tanpa sungkan, dia melingkarkan lengannya di tubuh Sid dan mendekap pria itu. "Tapi lain kali, kau ketuk pintu kamarku dulu dan tunggu sampai aku membukakannya untukmu! Paham? Walaupun kita kakak adik, aku tetap seorang gadis," sambung Angel menggelendot manja.

Wajah Sid memerah dan dia mengalihkan wajahnya ke arah lain. Tidak boleh! Dia tidak boleh mengacaukan suasana seperti ini!

"K-, kau saja yang tidurnya seperti kerbau sampai tidak dapat mendengar ketukan pintuku!" tukas Sid salah tingkah.

Angel menggigit lengan Sid dan pria itu kembali berteriak memanggil ibunya. "Ibuuuu! Carmen menggigitku, Ibu!"

"Kau benar-benar kasar sekali! Aku yakin hanya tubuhmu saja yang wanita, tapi di dalam tubuhmu seorang pria! Lihat, hidungku masih disumpal kapas dan sekarang lenganku menancap bekas gigimu!" seru Sid sambil memeriksa lengannya dan mengusapnya lembut.

Angel kembali tertawa dan membantu Sid untuk meniup lengan yang tadi dia gigit. "Hahaha! Aku gemas padamu karena kau lucu, Sid! Selain itu, aku sayang padamu,"

Sid mengangkat wajahnya dan menatap Angel dengan tatapan tajam. Jantungnya bergemuruh dengan kencang mengalahkan suara deburan ombak. Sebuah suara di kepalanya bergaung dengan keras dan membuatnya tersadar, "Sadarlah, Sid, dia adikmu!"

...----------------...

1
Munana4_
cemungut sayang😄😘
Olive 🫒
kipasan, kak 😁
Spyro
Ya ampun Dante, kamu kenapa boong. Nanti kl ketahuan, makin sebel Angel nya loh
Spyro
Kurang jauh. Mungkin kamu harus ke ktub utara 😂😂
Spyro
Wah, Angel masih ingat detail kesukaan Dante.
Spyro
To the point sekali ya pejantan satu ini 😂
Spyro
Bagus. Baru baca beberapa bab sih. Walau di awal agak kesel sama Dantee
Olive 🫒: maaci, kakak spyro
total 1 replies
Spyro
Madam Sienna takut kehilangan sumber utama penghasilannya.
Spyro
Lah, km penyebabnya loh. Coba kamu gk bareng Eve, Angel juga gk bakalan sama Frank
Spyro
Nah gitu tegas! Dari kemarin kek ngusirnya
Spyro
Duh gimana ya. Angel malah maen ama s Frank 😐
Spyro
Hareudang..hareudang 😂
Spyro
Lah, Dante gimana sih? Ngapain ajak Angel klo ujungnya mala nemplok sama istrinya?!
Spyro
Bukan 2 kepribadian kan?
Keeva Dewanti
Bagus
Ivon
Berakhir bahagia sy ikut senang.. sukses trz y thor ..::
Ivon: Sama2 othor
total 2 replies
Darrel🐈🐈
seruuu
Darrel🐈🐈
hedehhh dasar angellll😕😕
Darrel🐈🐈
ad rindu di sana angel😁
Darrel🐈🐈
angel udh lupaaa ma dante
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!