Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!
Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mama...
Camilla dan Welly berangkat dengan jet pribadi Black Devil, itupun mereka harus berangkat diam-diam dengan bantuan Mama Eva, supaya Jevar dan si kembar tidak curiga.
Karena waktu perjalanan masih tersisa satu jam, Camilla menyandarkan kepalanya. Sambil menatap jendela, sesekali ia tersenyum, mengingat ia akan bertemu dengan mama kandungnya.
"Ngapain senyum-senyum lo?" Seru Welly yang membuyarkan lamunan Camilla. Astaga, laki-laki itu memang pengacau, untung pintar bela diri.
"Sialan lo! Haha!"
Camilla menerima minuman dingin yang diberikan Welly. Setelah itu, mereka menghabiskan waktu dengan berbicara yang diselingi tawa. Kedekatan mereka seperti sepasang kekasih, tapi nyatanya mereka hanyalah sebatas bos dan asisten, atau mungkin lebih majunya, mereka hanya teman senasib.
Ya, Welly juga keluarga broken home. Katanya ia terpisah dari keluarganya saat kecelakaan ketika dirinya masih kecil. Setau Welly, keluarganya meninggal, kemudian ia tinggal panti hingga akhirnya berkenalan dengan Camilla, dan diangkat sebagai asistennya. Welly pun sangat dekat dengan Mama Eva, wanita itulah yang mengajarinya bisnis hingga ia bisa mendirikan perusahaan. Sungguh ia bersyukur tiada tara.
***
"Kita ketemu Mama besok pagi aja!"
"Terus sekarang mau kemana dulu?"
"Nginep aja dimana gitu.."
"Yaudah."
Kini mereka berada di penginapan yang sama, namun pisah kamar pastinya. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, saatnya makan malam.
Camilla hendak melangkahkan kakinya keluar kamar setelah berganti pakaian, tapi dering telepon membuatnya mengurungkan niatnya tadi.
Nomor tak dikenal
"Siapa sih!" Gerutu Camilla. Jarang sekali ada nomor tak dikenal yang meneleponnya. Mungkin hanya nomor orang yang suka menipu, atau mengatakan bahwa Camilla menang undian, padahal itu hanya tipuan. Bahkan di kontaknya hanya ada nomor Jevar, Eva, si kembar dan kedua sahabatnya, tak lupa Welly asistennya.
"Halo?" Sapa Camilla terlebih dahulu, karena orang dibalik telepon tidak kunjung bersuara.
"Cam? Udah sampai Bali? Semoga bisa ketemu sama Mama kamu, ya!" Camilla mengernyitkan dahinya, tidak tau siapa yang berbicara itu. Dan bagaimana juga orang dibalik telepon itu mendapat nomornya.
Tak lama, Camilla membelalakkan matanya, ia akhirnya mengenal si pemilik suara itu. Dengan segera, ia langsung mematikan sambungan teleponnya. Dahinya mengernyit tidak suka, kali ini mood-nya benar-benar buruk. Padahal seharusnya di Bali ia harus senang karena akan bertemu Zherra.
BRAK!
Camilla menutup pintu kamar dengan kasar, membuat Welly yang sedang menunggu terpekik.
"Woy! Kenapa sih lo? PMS terus!" Serunya sambil mengernyitkan kening. Welly mendekati Camilla yang berwajah kesal dengan bibir mengerucut.
"Nggak usah kayak anak kecil, nggak imut lo kalau kayak gitu! Dah yuk berangkat!" Welly menautkan jarinya di jari Camilla. Kemudian membawa gadis itu keluar penginapan untuk makan.
Mereka sampai di sebuah rumah makan yang cukup elit. Semua orang menatapnya kagum. Gadis cantik dengan laki-laki tampan. Sungguh sepasang kekasih yang sangat serasi menurut mereka. Apalagi melihat jari mereka saling bertautan, romantis sekali.
"Gila ya, cantik banget ceweknya."
"Iya, beruntung banget cowoknya."
"Itu cowoknya juga ganteng!"
"Anak Jakarta kan?"
"Iya, kelihatan banget."
"Yang paket ayam aja, Mbak!" Jawab Welly
Pelayan yang baru saja menawarkan itu mencatat pesanannya. "Ada lagi, Kak? Oh iya, di sini sedang ada promo loh, Kak. Paket makanan romantis untuk pasangan seperti Kakak-kakak ini!" Tawarnya sambil menyunggingkan senyum.
"Pasangan?"
***
Disinilah Camilla dan Welly berada, Agung Restaurant. Tempat dimana Zherra bekerja, sesuai hasil carian Welly kemarin. Camilla dan Welly masuk ke dalam ruangan pemilik restauran.
"Saya ingin menemui Ny. Zherra." Kata Camilla to the point. Tatapan matanya nampak penuh harap pada Tn. Agung, pemilik restauran ini. Pun dengan Welly, laki-laki yang duduk di sebelah Camilla itu juga tak sabar.
Tn. Agung mengernyitkan keningnya, "Siapa itu Zherra? Pekerja saya tidak ada yang bernama Zherra." Tn. Agung mengambil berkas, yang berisi data para pekerjanya, dan melihat-lihat identitas bawahannya. Camilla dan Welly saling tatap, ikut bingung.
Welly pun angkat bicara, "Bolehkah saya melihat data pekerja di restauran ini?" Tn. Agung mengangguk, kemudian menyerahkan berkas yang baru saja ia baca.
Camilla pun membaca data-data itu. Keningnya berkerut saat melihat wajah yang persis dengan Zherra, namun nampak lebih tua. Nama di foto itu tertulis Anne Hawey. Camilla mencoba membalikkan kertasnya, tapi tidak menemukan nama Zherra.
Camilla menghembuskan napasnya kasar, "Saya ingin bertemu Ny. Anne!" Setelah berpikir cukup lama, Tn Agung pun mengiyakan.
***
"Anne! Kamu dipanggil Tn. Agung!" Kata Rita dengan nada buru-buru.
Zherra, yang notabene di Bali itu bernama Anne, mengernyitkan keningnya. "Kenapa aku dipanggil? Apa kinerjaku buruk?" Zherra pun menaruh pisau yang baru saja ia gunakan untuk memotong sayuran, kemudian mencuci tangannya.
"Semoga nggak terjadi apa-apa ya, Ann." Kata koki lain menyemangati.
"Nggak kenapa-napa, Ann. Cuma ada tamu yang mau ketemu kamu katanya, ditunggu di taman belakang, ya." Zherra mengangguk, sedikit lega mendengar penjelasan Rita.
Zherra terdiam, melihat dua orang remaja yang berdiri membelakanginya. Dua orang remaja yang sedang melihat indahnya taman yang menghadap Pantai Kuta yang jaraknya tak begitu jauh.
"Bagus banget tempatnya, Well. Nanti kita ke sana ya!" Kata Camilla dengan senyum mengembang, ia terus berharap bahwa orang yang akan ia temui adalah mama kandungnya.
Zherra berdehem, membuat Camilla dan Welly membalikkan badannya. Camilla menatap Zherra dengan berkaca-kaca, wajah yang sangat persis dengan ibunya. Nampak sedikit keriput di pinggir mata. Ia berpikir, apa ibunya tidak memiliki uang cukup di sini? Dulu ibunya sangat menjaga dan merawat kulit wajah dengan alat-alat kecantikan yang berkualitas dan pastinya mahal. Baju pelayan yang dipakai ibunya semakin membuat Camilla tak bisa menahan kesedihannya.
"Mama..." Ucapnya pelan, sambil mendekati Zherra. Air matanya menitik. Zherra yang merasa seolah ada tarikan batin antara ibu dan anak pun turut mendekati Camilla.
Air mata Zherra ikut menetes saat menyadari wajah Camilla sangat mirip dengannya, "Halley!" Dengan sigap, Zherra langsung memeluk Camilla dengan sangat erat. Dibalas hangat dengan Camilla. Welly yang menyaksikan pemandangan itu pun ikut terharu, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, tiba-tiba ia teringat dengan keluarganya yang ada di atas sana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃