NovelToon NovelToon
Menjadi Selebgram Hot

Menjadi Selebgram Hot

Status: tamat
Genre:Patahhati / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Lara Handaka si Cupu memutuskan bunuh diri saat melihat Arya kekasihnya selingkuh dengan adik tirinya, Anggi.

Beruntung Lara diselamatkan oleh Agni seorang selebgram. Sayangnya, Agni meninggal saat menyelamatkan Lara.

Setelah terbangun dari koma, Lara memiliki kemampuan Agni dan berani melawan Ibu dan saudara tiri yang selama ini menindasnya. Lara menjadi setengah Agni dan setengah Lara. Lara juga mencintai Ditya, sahabat Agni yang diam-diam Agni cintai.

Sayangnya, Ditya curiga kalau Lara adalah penyebab Agni meninggal bukan karena bunuh diri seperti yang diberitakan media. Mampukah Lara menghadapi semua cobaan hidupnya dan mendapatkan hati Ditya? Mampukah Lara membalas dendam di kehidupan kedua yang diberikan padanya?


Karya ini ikut kontes Mengubah Takdir. Mohon dukungannya dengan like, komen, ⭐⭐⭐⭐ dan add favorit 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batam I'm In Love

Lara

Ngantuk....

Meeting hari ini benar-benar membutuhkan konsentrasiku dan efeknya adalah ngantuk banget.

Mau bagaimana lagi? Aku yang mengajukan diri menghadiri meeting di luar kota dan aku pula yang harus menyelesaikannya dengan baik.

Otakku bekerja dengan keras, menyerap setiap informasi yang masuk. Aku juga harus mendengarkan dengan seksama setiap masukan baru aku putuskan mana masukan yang akan aku pilih.

Berat memang menjadi pimpinan perusahaan. Saat jam istirahat pun aku tidak benar-benar istirahat. Aku harus bekerja lagi.

Bima sudah membekaliku 1 tas berisi aneka produk yang harus aku review dan buat videonya sendiri. Bima tak bisa ikut ke Batam, Ia harus menemani Mamanya pulang kampung karena ada hajatan.

Bima tetap melakukan tugasnya mengedit video, namun kegiatan merekam video tetap aku yang lakukan. Contohnya hari ini, aku merekam sendiri saat aku mencuci muka dengan salah satu produk kosmetik. Kebetulan produk ini milik perusahaan Ditya. Aku-lah Brand Ambassadornya.

Bima sudah menyeleksi dengan ketat mana saja produk yang bisa diendorse dan mana saja yang tidak. Ia memastikan produk tersebut terdaftar di BPOM. Kalau memang aman, Bima akan menyetujui tawaran endorse yang diajukan.

"Hi Cantik! Hari ini kegiatan aku banyak banget nih! Lihat aja muka aku sampai kusam dan kucel begini. Aku cuci muka dulu ya biar lebih segar."

Aku menaruh kamera Hp milikku di atas etalase agar saat aku mencuci muka di washtafel dapat terlihat jelas pengambilan gambarnya.

Aku pun menyalakan kamera dan mencuci muka dengan produk sponsor. Aku harus terlihat senatural mungkin dan setelah dibilas aku tunjukkan ke kamera bagaimana mukaku yang bersih dan nampak kenyal.

"Wah produk ini bagus loh. Lihat deh muka aku jadi kelihatan lebih segar, bersih dan kenyal. Pokoknya kalian harus coba ya Cantik!"

Oke. Selesai. Kirim. Tinggal tunggu Bima menyelesaikan tugasnya mengedit video. Huft...

Lanjut produk biskuit. Aku mengambil video saat aku sedang memeriksa dokumen dan memakan biskuit. Kalau aku yang merekam video biasanya tehnik sederhana saja. Beda kalau sama Bima, aku bahkan harus loncat-loncat segala macam agar hasilnya bagus.

Sabun muka, biskuit dan baju ala-ala artis Korea selesai aku buat videonya. Selanjutnya kuperiksa laporan hasil meeting tadi.

Ting!

Sebuah pesan masuk dari Ditya. Ya ampun aku lupa mengabarinya. Aku mengabari kalau malam ini aku kosong dan bisa makan malam dengannya.

Ditya langsung membalas pesanku dan mengatakan akan menjemputku. Ternyata Ditya menunggu balasan pesanku sejak tadi.

Aku pun bersiap-siap untuk makan malam hari ini. Tugas kantor sudah selesai, aku mandi dan berdandan cantik untuk menemui Ditya, tunanganku.

Kusemprotkan parfum ke tubuhku. Wangi dan aku sudah cantik. Sudah siap berkencan dengan si tampan Ditya.

Ditya mengabari kalau sudah sampai di lobby hotel. Aku lalu turun dan mendapatiya sedang duduk sambil memainkan Hp miliknya.

Ditya tampan sekali. Malam ini Ia mengenakan kemeja tangan panjang dengan celana jeans dan sepatu kets warna putih. Terlihat semi formal namun menampakkan gaya kawula masa kini.

Ditya mengangkat wajahnya dan melihat kedatanganku. Ia menyambutku dengan senyuman di wajahnya. Diya berdiri dan tak kusangka Ditya langsung mengecup pipiku dan merangkulku. Wow....

"Kamu apa kabar? Sibuk sekali sih dihubungin?"

Aku masih menetralisir debaran jantungku yang bertalu dengan kencangnya. Bagaimana tidak, baru bertemu sudah dicium pipinya siapa yang tidak malu tapi mau, coba?

Ditya harum sekali malam ini. Parfum beraroma maskulin yang cocok dengan aroma tubuhnya terasa menyatu. Rasanya ingin berlama-lama aku berada di pelukannya.

"Loh bukannya jawab malah melamun?! Kenapa sih kamu sibuk sekali akhir-akhir ini?" Ditya mengulangi lagi pertanyaannya.

"Yah...Kayak enggak tau aja kalau double job kayak gimana?! Pekerjaan di kantor Papa lagi banyak-banyaknya. Tawaran endorse juga banyak. Aku bersyukur atas semuanya, namun tenaga dan waktuku mulai terserap habis."

Ditya menaruh tangannya di wajahku. "Kamu terlihat lebih tirus. Jangan terlalu kelelahan ya." Ditya menurunkan tangannya dan aku serasa tak rela. "Ayo kita pergi sekarang. Siap?"

Aku mengangguk dan tak mampu berkata-kata saking groginya. Ditya mengulurkan lengannya, bahasa isyarat agar aku melingkarkan tanganku di lengannya. Aku pun menurut. Kami berjalan dengan mesra dan diiringi tatapan iri orang-orang yang kami lewati.

Petugas Vallet sudah mengambilkan mobil milik Ditya. Dengan sopan, Ditya membukakan pintu untukku. Aku tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya.

Ditya masuk dari pintu pengemudi dan memakaikanku seat belt. Jarak kami begitu dekat. Aku bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya yang wangi mint.

Tolong Dit... Tolong biarkan jantungku berdetak normal! Sejak tadi jantungku rasanya mau copot saja! Berdetak kencang sekali, sampai saking kencangnya aku takut kamu bisa mendengarnya.

Ditya pun mulai mengemudikan mobilnya. Kami pun mulai jalan-jalan di kota Batam. Pada malam hari suasana kota Batam begitu indah.

Ditya mengajakku ke Jembatan Barelang. Jembatan yang dibangun pada zaman Presiden ** Habibie menjabat. Pada malam hari pemandangan dari Jembatan Barelang sangat indah. Aku begitu terpukau akan keindahan kota ini.

"Kamu suka?" tanya Ditya yang pasti melihat mataku berbinar-binar melihat pemandangan di depanku.

Aku mengangguk. "Indah sekali ya?!" pujiku.

Ditya setuju dengan perkataanku. "Jembatan ini memang cantik kalau di malam hari, tapi kamu selalu cantik setiap saat." puji Ditya.

Kembali aku tersipu malu mendengarnya. "Udah ah! Aku hari ini sudah beberapa kali mendengar kata-kata yang membuatku tersipu malu. Aku enggak secantik itu ah. Aku kan hanya Lara si Cupu." kataku rendah diri.

"Mulai deh... Jangan begitu ah! Kamu tuh cantik tau. Aku kan mengenal kamu dari sebelum kamu bermetamorfosa seperti ini. Bagiku mau seperti apapun penampilan kamu, kamu tuh tetap cantik." puji Ditya lagi.

Aku jadi teringat dengan perkataan Arya dulu yang mengatakan kalau aku jelek. Rasanya apa yang dikatakan Ditya bertolak belakang dengan apa yang Arya katakan.

"Tapi aku dulu dibilang jelek dan cupu." kataku dengan suara pelan dan sedih.

"Sama Arya?" tebak Ditya.

Kok Ditya tau apa yang kupikirkan?

"Sudahlah! Dia enggak bisa membedakan mana yang cantik dan mana yang tidak. Kita makan dulu yuk! Aku lapar. Kamu udah pernah makan mie tarempa belum?"

"Mie tarempa? Belum. Kayak gimana tuh?"

"Kamu coba aja ya. Aku susah jelasin pakai kata-kata. Yang pasti lezat." Ditya lalu mengajakku ke sebuah restoran yang menyajikan makanan khas Batam. Salah satunya adalah mie tarempa ini.

"Luti gendang itu apa?" tanyaku saat Ditya memesan menu lain yang tak pernah kumakan sebelumnya.

"Luti gendang itu roti goreng berbentuk kecil yang isinya ada ikan tongkol suir, ayam dan lainnya. Nanti kamu coba deh. Pasti kamu suka."

"Wah kamu tahu banget ya tentang makanan di sini. Kamu sering ke Batam?" tanyaku.

"Beberapa kali aku kesini. Kalau selesai meeting aku suka jalan-jalan dan mencoba makanan yang beda. Nah itu udah datang luti gendangnya!"

Ditya mengambil sebuah luti gendang yang masih panas dan meniupnya lalu menyuapiku. "Aaa..."

Aku pun membuka mulutku dan ternyata enak. "Enak!"

Ditya tersenyum. "Berarti kita satu selera. Mie ayam, luti gendang dan kalau kamu coba mie tarempa lalu kamu suka, fix kamulah jodohku."

Aku tak bisa menahan senyumku. "Kayak judul lagu ya?"

Ditya juga tersenyum. "Kalau kupinang kau dengan bismillah gimana?"

****

Luti Gendang

Mie Tarempa

1
Retno Desy (Ning)
astaga bener² ni cowok
Retno Desy (Ning)
mulutnya
☠ 𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
goblok ih kenapa sampek segitunya ama cowok, sampek buat rawat diri aja kagak bisa 🤦🏼‍♀️
Aysana Shanim
Ceritanya baguss kaak..
Selain cerita the buntungers, aku suka banget sama lara ditya 🫶🫶🫶
Aysana Shanim
Okeee mulai ada benang merahnya nih
Aysana Shanim
Ooh pantes lara nggak merasa asing pas pertama kesitu.
Aysana Shanim
😭😭😭😭
Aysana Shanim
Novel kak author ternyesek sih ini. Ya ampuun kemana aja aku selama ini 😭😭😭
Aysana Shanim
Nangis terus aku bacanya ini 😭
Aysana Shanim
Sediihh banget 😭😭😭
Aysana Shanim
Bima 😭
Aysana Shanim
Bimaa kamu sebaik ini 😭😭😭
Aysana Shanim
Sudah kuduga bakalan begini
Aysana Shanim
Mengandung bawang banget ceritanya 😭
Aysana Shanim
Jadi takut deh
Aysana Shanim
Benerr nih dit??
Aysana Shanim
Aku masih ragu beneran nggak ya dia suka lara tulus
Aysana Shanim
Takut ada maksud lain nanti lara yg terluka 🥲
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪
Aysana Shanim
Cinta itu buta ya.. jadi mau ngelakuin apa aja 🙂‍↔️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!