NovelToon NovelToon
R: GODS DESTINY

R: GODS DESTINY

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Contest / Fantasi Timur
Popularitas:178.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Levifq

Apa yang paling di inginkan setiap Kultivator didunia ini? Tentu saja kekuatan. Kekuatan adalah segalanya didunia ini, jika kamu tidak cukup kuat maka sesuatu yang menunggu adalah kematian. Oleh karena itu, untuk menjadi kuat semua hal akan dilakukan, meski itu harus membunuh demi sumber daya yang terbatas.
Tetapi terdapat seorang pemuda yang memiliki tujuannya sendiri, yaitu kedamaian. Dia menggunakan kekuatan sebagai alat untuk mencapainya. Setiap ayunan pedangnya akan menghancurkan kegelapan dari sisi kehidupan. Dengan pedangnya, dia akan membunuh segala musuh yang menghalangi langkahnya.
Namanya adalah Li Hui, pemuda berambut putih dengan iris emas yang setiap tatapannya akan menghancurkan mental setiap orang. Dan dengan bakatnya, dia akan memimpin setiap Kultivator melawan musuh yang sudah kelaparan selama ribuan tahun.

"Inikah akhirnya?"
Ucap Li Hui dengan pedang ditangan kirinya, memandang sedih kearah langit malam tanpa bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Levifq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34 Singa Putih

Li Hui langsung memutar tubuhnya dan melompat kesalah satu dahan pohon yang berada didekatnya. Tetapi dia tidak menemukan mahluk apapun didepannya, bahkan dengan kekuatan matanya yang memiliki jarak pandang sejauh 100 meter.

"binatang buas macam apa yang bisa mengeluarkan tekanan semacam itu?..." ucap Li Hui..

"eh.tunggu dulu, itu tidak mungkin binatang buas. Berarti mahluk itu adalah magical beast?! Bukankah sekte sudah memastikan bahwa tidak ada magical beast didalam hutan ini. Tetapi dari jarak suaranya dan tekanannya, aku yakin itu bukanlah binatang buas.." lanjut Li Hui. "apakah aku harus memastikannya?"ucapnya lagi sambil menggarut dahinya.

Tidak butuh 1 menit bagi Li Hui untuk berpikir, dia langsung melompat dari dahan pohon dan melesat kearah sumber suara itu.

Li Hui berlari dengan cepat serta hati-hati. Dia tidak menggunakan Teknik Langkah Kilat, karena dia takut jika larinya akan menimbulkan keributan dan membuat mahluk itu menyadari kedatangannya.

30 menit berlalu, dan akhirnya pemuda berambut putih itu sampai didepan pintu sebuah gua yang lumayan besar. Dia ragu selama beberapa saat, sebelum memutuskan untuk berjalan masuk kedalamnya.

Tidak ada sumber penerangan didalam gua itu, tetapi Li Hui masih bisa melihat area sekitarnya karena selain menambah jarak pandangnya, kekuatan matanya juga bisa membuatnya melihat dilingkungan yang gelap.

Setelah berjalan selama beberapa saat lagi, Li Hui secara perlahan mulai merasakan semacam tekanan yang menabrak tubuhnya.

Dia juga bisa melihat sesuatu seperti aura tipis berwarna hijau yang memanjang dilorong gua. Dia memutuskan untuk mengikuti aura itu dengan langkah yang hati-hati. Semakin jauh dia memasuki gua, semakin tebal pula aura yang bisa dia lihat, tekanan yang dari tadi menimpa tubuhnya juga semakin berat.

Setelah berjalan selama 5 menit lagi, akhirnya Li Hui bisa melihat sumber penerangan didepan sana. Dia mulai memperlambat langkahnya dan lebih berhati-hati supaya tidak menimbulkan suara apapun. Dan akhirnya dia tiba diujung lorong, dimana didepannya kini terdapat sebuah tempat yang sangat luas dengan langit-langitnya yang terbuka sehingga sinar matahari bisa masuk kedalam.

Yang paling menarik perhatian Li Hui ketika sampai disana adalah seekor singa putih bersayap, tengah berbaring diatas mimbar ditengah ruangan. Jelas-jelas itu adalah seekor magical beast, tetapi sepertinya mahluk itu terluka cukup parah, karena beberapa luka yang cukup dalam ditubuhnya dan sayap sebelah kanannya yang terputus.

Tetapi tekanan yang keluar dari dalam tubuhnya masih cukup kuat untuk membuat seorang cultivator yang berada di tingkat keempat ranah konsolidasi gemetaran.

Dan melihat mahluk yang ada didepannya ini, membuat Li Hui kembali mengingat apa yang dijelaskan oleh ayahnya dulu.

Magical Beast adalah binatang buas yang telah melewati masa periode hidupnya dan mulai berevolusi, sehingga tubuhnya mulai memiliki energy yang hampir sama dengan Qi pada cultivator.

Setelah melewati masa revolusi selama 100 tahun, magical beast akan mengalami perubahan yang signifikan terhadap tubuhnya, dan juga bisa mengeluarkan sihir dalam pertarungan.

Dalam hal ini, Magical Beast dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu: Deadly Beast, mahluk jenis ini adalah binatang buas yang telah mengalami masa revolusi selama 100 - 500 tahun. Jenis yang satu ini memiliki empat tingkatan menurut kekuatan, yaitu Low Deadly Beast, Mid Deadly Beast, High Deadly Beast, dan King Deadly Beast.

Yang terlemah (Low Deadly Beast) memiliki kekuatan yang setara dengan Kultivator tingkat ketujuh awal pada ranah konsolidasi. Dan yang terkuat (King Deadly Beast) memiliki kekuatan yang hampir menyamai cultivator pada ranah Core Formation.

Jenis yang lain adalah Demon Beast. Mahluk ini telah mengalami masa revolusi selama 600 - 1000 an tahun. Demon Beast memiliki perbedaan yang sangat besar dengan Deadly Beast, karena Demon Beast sudah memiliki pemikirannya sendiri, dan bahkan Demon Beast yang telah melewati masa revolusi selama 1000 tahun, sudah bisa berbicara selayaknya manusia dan juga bisa merubah bentuk tubuhnya sesuka hati.

Demon Beast juga memiliki empat jenis tingkatan, yaitu: Low Demon Beast; Mid Demon Beast; High Demon Beast; dan King Demon Beast.

Menurut berita angin di benua ini, King Demon Beast memiliki kekuatan yang setara dengan cultivator yang berada di Void God Realm. Tetapi belum ada yang bisa memastikannya, karena jumlah King Demon Beast sangatlah sedikit dan belum pernah ada kabar bahwa mereka pernah menunjukkan kekuatan aslinya didepan manusia.

Selain Magical Beast ada satu mahluk lagi yang bisa menyamai kekuatan Kultivator, yaitu Spirit Beast atau Yao Beast. Berbeda dengan Magical Beast yang memerlukan masa revolusi selama ratusan tahun untuk mendapatkan kekuatan, Spirit Beast sudah memiliki energy didalam tubuhnya sejak lahir, tetapi masa perkembangan mereka berbeda satu sama lain karena beberapa factor yang belum dapat dijelaskan.

Spirit Beast memiliki sifat yang tidak mau tahu dengan kehidupan mahluk lain, sehingga mereka sangat jarang terlihat.

“hm. Apakah mungkin aku bisa melawannya?..tetapi sepertinya dia masih berada di tingkat Low Deadly Beast." Gumam Li Hui.

Dia berpikir selama beberapa saat apakah dia harus melawannya, secara dia memiliki keuntungan karena mahluk itu terluka cukup parah.

Atau meninggalkannya disini sebentar dan membawa beberapa senior dan tetua kesini untuk menghabisi mahluk itu. tetapi jika dia memanggil orang lain, keuntungan yang akan didapatkan setelah mahluk itu mati, tidak akan pernah sampai ketangannya

"sepertinya aku harus mencobanya" gumamnya lagi. Lagi pula jika akhirnya dia tidak bisa membunuh singa itu, dia masih bisa menggunakan Teknik Langkah Kilat untuk melarikan diri.

Li Hui menarik Black Night Sword dari sarungnya dan mengambil posisi untuk menyerang. Dia menggunakan Teknik Langkah Kilat untuk melesat kearah singa putih yang masih menutup kedua matanya.

'Swuuush!' Suara angin akibat teknik langkah kilat.

Tetapi insting seorang Magical Beast memang tidak bisa diremehkan, disaat jarak Li Hui dengan singa itu hanya terpaut 3 meter, magical beast itu segera membuka matanya dan bangkit berdiri.

'tangg!' singa putih itu menggerakkan sayapnya yang tersisa untuk menahan serangan pedang Li Hui.

Setelah serangannya di tahan, Li Hui menendang tubuh singa itu dan melompat mundur kebelakang."maafkan saya karena mengganggu tidur mu.. "ucapnya sambil mengangkat pedangnya.

"Grrooaarr! "singa itu mengaum sebagai tanggapan perkataan Li Hui, dia terlihat cukup marah dengan gangguan yang dilakukan oleh pemuda berambut putih itu.

Tetapi sepertinya dia cukup sadar akan kondisi dan situasinya saat ini, jadi dia mengalihkan pandangannya kearah lorong gua yang berada dibelakang Li Hui.

"kau ingin pergi?.... tetapi aku membutuhkan sesuatu yang ada didalam tubuhmu.. "ucap Li Hui saat dia melihat arah pandang singa putih itu. "sepertinya kondisinya jauh lebih parah dari yang aku pikirkan.. "ucapnya dalam hati.

Bzzzzzt! aliran-aliran listrik tiba-tiba muncul ditangan kiri Li Hui, lalu mengalir dan menutupi bila Black Night Sword. Setelah itu, dia menendang kaki kirinya dan melesat kearah singa putih.

"Grroaar!" singa putih itu kembali mengaum, dia juga mulai berlari kearah Li Hui.

Li Hui dengan pedangnya yang dialiri aliran listrik mulai bertukaran serangan dengan singa putih itu. inilah salah satu perbedaan dari binatang buas dan magical beast, dimana tubuh magical beast memiliki kekuatan untuk menahan serangan sihir dari luar.

Li Hui cukup kewalahan menghadapi serangan singa putih itu, karena dia memiliki kombinasi yang kuat dengan anggota tubuhnya. Dimana sayapnya bertugas untuk pertahanan dan rahang serta cakar-cakar tajamnya bertugas untuk serangan.

"akh.. " erang Li Hui, saat sebuah cakaran berhasil ditorehkan singa putih ke paha kanannya.

Dan disaat pertarungan mereka masih berlanjut, tiba-tiba aliran listrik yang mengalir dipedang Li Hui, secara perlahan mulai memudar. "sial..Qi ku ternyata sudah hampir habis." Gumamnya.

Pertarungan melawan serigala abu-abu semalam, menguras sangat banyak Qi dan staminanya. Tetapi karena rasa lapar yang sudah tidak bisa ditahan, dia lupa bermeditasi untuk mengembalikan Qi-nya yang sudah terkuras.

"pertarungan ini harus diselesaikan secepat mungkin" gumamnya.

"Teknik Pedang Ilusi: Tebasan Pedang Penghancur!"

Li Hui mengambil sedikit jarak dari singa putih, lalu kembali menerjangnya dengan pedang yang dia genggam menggunakan kedua tangannya. Tebasan Pedang Penghancur, adalah gerakan ketiga dari teknik pedang ilusi, yang dimana penggunanya harus menggenggam pedangnya dengan kedua tangan, lalu menebaskannya kearah lawan dengan keras dan cepat. Gerakan ini tidak menyerap Qi sama sekali, tetapi menggunakan stamina yang cukup banyak.

Disaat Li Hui mengayunkan pedangnya dengan keras, beberapa afterimage terlihat dibelakang Black Night Swordnya.

Sementara itu, singa putih mulai memantapkan keempat kakinya untuk menyambut serangan Li Hui. Lalu dia mengerahkan sayap kirinya keatas tubuhnya untuk menahan tebasan pedang pemuda berambut putih itu.

Setelah bertukar serangan selama beberapa saat yang lalu, Li Hui sudah tahu bagian mana saja dari sayap singa putih yang memiliki pertahanan yang lebih kuat dan lemah.

Bagian yang sangat kuat serta keras, terdapat dibagian atas sayapnya, sementara bagian yang paling lemah, terdapat di sekitar pangkal sayapnya.

Jadi pada serangan kali ini, dia tidak akan menargetkan sayapnya tapi pangkal sayapnya. Dan saat jarak bilah Black Night Sword hanya terpaut 30 cm, Li Hui mengalihkan arah tebasannya sehingga singa putih itu tidak memiliki cukup waktu untuk merespon.

'syaaakh!' Tebasan pedang Li Hui berhasil memotong sayap singa putih yang sebelah kiri, sehingga kini dia terlihat seperti singa putih biasa (tanpa sayap).

"Grroaaar! " erangan singa putih itu penuh kesakitan saat sayap kirinya terjatuh ketanah. Dan didetik berikutnya dia melompat menjauh dari Li Hui dan berlari sekuat yang dia bisa kearah lorong gua, yang sekarang hanya berjarak 20 meter darinya. Meskipun darah terus mengalir keluar dari pangkal sayap kirinya, singa putih itu tampak tidak peduli dan terus berlari.

"jangan berharap bisa meninggalkan tempat ini! " Ucap Li Hui. Lalu dia berlari menggunakan teknik langkah kilat, dan seketika dia sudah tiba dihadapan singa putih itu.

Tetapi singa putih itu terus berlari meskipun Li Hui sudah menghalangi jalannya. Hal ini berada diluar dugaan Li Hui sebelumnya.

"Grrooaaarh!"

Singa putih itu membuka rahangnya lebar-lebar bersiap untuk menerkam kepala Li Hui, tetapi pemuda berambut putih itu bisa menghindarinya meskipun pijakannya menjadi tidak seimbang dan membuatnya jatuh tersungkur.

Melihat kesempatan itu, singa putih langsung memutar tubuhnya dan mencoba untuk kembali menerkam Li Hui.

Li Hui yang dalam keadaan terduduk, masih mencoba untuk menahan serangan singa putih itu. tetapi disaat dia akan mengangkat pedangnya, sebuah gejolak terasa dari dalam dirinya yang membuat seluruh tubuhnya bergetar. Dan disaat itu juga, dia merasakan sesuatu bergerak dengan cepat kearah kedua matanya, membuat area matanya terasa sangat sakit.

"kenapa pada saat seperti ini!?.." Teriaknya dalam hati dengan marah.

1
Raditya Vicky
Luar biasa
Ana Suryana
Biasa
Repianik
sayangnya tingkatan cultivasi nya pakai bahasa inggris
Doel
Ayo up lagi...Lama bgt...
Nani Nuwa
dah lama nggak Update
Nani Nuwa
ditunggu kelanjutannya
Oo Oo
bagus novelnya thor..tetap semangat menulis dan rajin2lah promosi di novel yg populer.. jgn lupa rutin update.
Iwan Setiawan Aja
lawas banar hanyar cungul....
Kokoro No Tomo
lama jg baru update thor
Kokoro No Tomo
kenapa nih ? koq macet..!?!
Kokoro No Tomo
lama gak nongol thor
Taurus Wew
nah ini yg pinter, jg sdr sj gk bs mlh mau bawa wuming 🤣🤣🤣🤣
Kokoro No Tomo
terima kasih dan tetap menjadi orang baik.
Oo Oo
ceritanya bagus..tp krn up nya lama,byk udah lupa alur dan cerita sebelum.
ayo author semangat.
Kokoro No Tomo
mantap
Kokoro No Tomo
cerdas
Oo Oo
mantap
Gian Dido
Aiiiiis... Kentaaaaaaaaaaaaang thoooooooor
Al^Grizzly🐨
Semangaatt
Gian Dido
Giliran.. Kepala desa.. Semangaaaaaaaat thoooooooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!