Kisah Amaira
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch~35
flashback II
Luna berjalan masuk ke rumah utama yang berjarak tiga kilometer dari pagar rumah yang menjulang tinggi
Dengan kaki penuh darah Luna berjalan tertatih karena menahan sakit di kaki nya yang tertancap paku beberapa menit yang lalu saat kejar kejaran dengan pembunuh bayaran itu
"Mama" teriak Luna
Oma Lita turun dengan cepat dari lantai dua saat mendengar teriakan putri satu satu nya
"What!! Luna kau kenapa sayang kaki mu... lalu bayi ini" tanya Oma Lita beruntun
Luna dengan perlahan menjelaskan semuanya pada sang mama
"Uhhh kasian putri cantik ini gimana kalau kamu angkat jadi anak kamu aja dia nanti mama yang urus surat surat nya" ucap Oma Lita
"Tapi ma tapi kan..."
"Udah mama ngerti kok nanti kita ambil jalur lain" ucap Oma Lita dan Luna hanya mengangguk pasrah
Oma Lita memanggil seorang pelayan untuk membawa cucu baru nya ke dalam kamar untuk di gantikan pakaiannya yang basah karena terkena air hujan
Begitu juga dengan Luna yang harus segera di obati kaki nya yang tertancap paku jika tidak maka bisa terjadi infeksi
Setelah mengganti pakaiannya dan mandi beberapa menit, Luna keluar dari kamar mandi disana sudah ada seorang pelayan yang siap dengan obat obat an di samping nya
"Nona muda duduk dulu biar saya obati kaki nya" ucap pelayan itu
Luna duduk di kursi mewah yang terletak di sudut kamar nya dan kaki nya ia letakkan di kursi kecil berwarna senada dengan kursi yang dia duduki
Pelayan itu mulai mengobati luka kaki Luna dengan pelan. Setelah selesai pelayan itu pamit pergi meninggalkan Luna sendirian di kamar itu
Di rumah sakit Tara berteriak histeris di ruang bayi setelah mendengar penuturan dari salah seorang perawat yang mengabarkan jika putri nya meninggal di bunuh orang dengan luka tusukan di bagian wajah nya
"Enggak aku gak percaya" teriak Tara
"Mas... ini bohong kan" ucap Tara
"Sayang maafin mas maaf aku gak bisa jaga anak kita mas minta maaf" ucap Bram sambil memeluk tubuh Tara erat
Tubuh Tara perlahan luruh ke bawah seluruh tulang nya seolah hilang tak berguna. Dengan Bram yang masih setia memeluk nya
Tara menggelengkan kepala nya kuat seolah tak percaya dengan semua nya. Kehilangan bayi nya yang baru saja lahir di dunia
"Ini semua salah kalian" bentak Tara sambil berdiri dengan tiba tiba membuat Bram sedikit oleng
"Kalian gak becus urus bayi saya" ucap Tara dengan menunjuk perawat yang berjajar di depan pintu dengan menunduk
"Gimana bisa anak saya meninggal dengan keadaan terbunuh" ucap Tara tak terima
"Maafkan kami nona" ucap salah satu perawat
"Maaf? Apa dengan maaf kalian anak saya bisa balik hah!!"
"Sayang kamu tenang dulu" ucap Bram sambil membawa Tara ke pelukan nya agar sedikit tenang
"Sekarang saya tanya siapa pelaku dari semua ini" tanya Bram
"Maaf pak kami tidak tau pasti tapi ada satu barang bukti yang tertinggal" ucap sang perawat
"Mana" pinta Bram
Sang perawat memberikan satu buah jam tangan mewah pada Bram
"Ini bukan jam sembarangan hanya ada satu di dunia ini karena ini di desain khusus" ucap Bram lirih
"Kamu tau siapa yang punya" tanya Tara sedangkan Bram hanya menggelengkan kepala tanda tak tau
"Aku bisa menyelidiki nya" ucap Bram
Bagus sekali ceritanya 👍
LIKE♥️♥️
Mampir di novelku ya
GADIS TIGA KARAKTER
aku mampir bawa bintang lima dan jempol buatmu