NovelToon NovelToon
Mimpiku Menikahi CEO

Mimpiku Menikahi CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mrs. Nicegirlz

Permintaan Maaf dan Terima kasih ^^ untuk semua Readers 💐😍💜

REVISI ..



Mimpiku Menikahi CEO season 1 END~


Mimpiku Menikahi CEO season 2 On Going~


Mimpiku Menikahi CEO season 3 Start now

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Nicegirlz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sakit (1)

Brukkkk

Nona Celine !!!

"Nona bangun non, Non kenapa non, jangan buat bibi takut Non", ucap Bi Nani panik.

Bi Nani, segera menuju telepon rumah dan menghubungi sebuah nomor, tapi panggilannya tidak terjawab.

Pada saat yang bersamaan, Alden sedang bertamu ke rumah Celine.

Bi Nani dan Alden pun lantas membawa Celine ke Rumah Sakit.

***

Dave sudah tiba di perusahaanya, saat saat ini menjadi waktu paling sibuk baginya, karena Dikta Wiradijaya, sang Ayah akan segera pensiun, maka secara otomatis perusahaan akan di serahkan padanya.

Dave pun menghempaskan badannya di kursi kebesarannya, dia mengurut keningnya pelan.

Tok .. Tok .. Tok

" Masuk " seru Dave dari dalam.

" Permisi Pak ", sapa Andini, sekretarisnya yang juga merupakan pacar Rendy.

" Iya, Din "

" Bapak mau saya buatkan kopi atau teh? ", tanya Andini.

" Tidak usah Din, saya sudah sarapan di rumah, Oiyah mana pacarmu itu?, kalau dia sudah datang langsung suruh ke ruangan saya, dia atau aku sih CEO nya ", runtuk Dave kesal dengan kelakuan Rendy sahabat, saudara sekaligus orang kepercayaannya.

" Ehh .. ehmm iya Pak, Mas Rendy tadi pagi sakit perut Pak, dia telepon saya. Mungkin sekarang sudah di jalan Pak "

" Ya sudah, kamu boleh kembali Din "

" Baik Pak Dave "

Dave memejamkan matanya, tiba tiba bayangan Celine melintas di pikirannya. Dave membuka matanya seketika, " Sial, masih pagi bayangannya udah ganggu gue aja ".

Sementara di salah satu Rumah Sakit di kota J, Celine sedang mendapat penanganan dari tim Dokter, Bi Nani dan Alden masih setia menunggu di depan ruang IGD.

Selang beberapa saat, seorang Dokter keluar, Alden dan Bi Nani pun segera menghampiri Dokter tersebut.

"Dokter bagaimana kondisi teman saya Dok?", tanya Alden dengan cemas.

Dokter berusaha memberi ketenangan pada Alden juga Bi Nani, "Kalian tenang saja, pasien sudah sadar di dalam, dia hanya pingsan, karena kondisinya sedang drop di tambah banyak pikiran, saya sudah suntikan Vitamin juga, biarkan pasien banyak istirahat dan banyak minum air putih", terang sang Dokter, sambil meninggalkan resep ke Alden.

Alden menyuruh Bi Nani untuk menemani Celine, sementara dirinya mengurus Administrasi Celine, karena dia masih harus mendapat pengawasan dari Dokter.

Setelah urusan Administrasi selesai, Celine sudah di pindahkan ke ruang VIP Rose, salah satu kamar perawatan terbaik yang ada di Rumah Sakit itu.

Bi Nani yang sudah melihat Nona mudanya sudah sadar merasa senang dan tenang karena dia sudah menganggap Celine sebagai anaknya juga.

"Syukurlah Non sudah sadar, Bibi kuatir banget tadi Non", tutur wanita paruh baya itu sambil sesekali mengelus tangan lembut Celine.

Celine yang juga sangat menghormati Bi Nani, juga balas memegang tangan Bi Nani erat, "Bibi makasih ya, selalu jagain Celine dan selalu baik sama Celine, Celine gak apa apa kok Bi" ucapnya.

Cekrek

Pintu ruangan Celine terbuka dan menampilkan sosok Alden di sana. Alden berjalan memasuki kamar rawat Celine.

Alden ?

"Iya ini aku, kamu gimana sih masa aku datang malah pingsan", cibir Alden seraya menggoda Celine.

"Jadi jadi kamu yang bawa aku kesini?" tanya Celine.

"Iyah Non, Aden ini yang bantu Bibi bawa Non ke Rumah Sakit, abis Bibi telepon Den Dave tapi gak di angkat", cerita Bi Nani menjelaskan.

Dave? .. dia yang udah buat aku seperti ini Bi, pasti dia tidak akan perduli denganku~batin Celine.

"Astaga Non", ucap Bi Nani memutuskan lamunan Celine tentang Dave. "Bibi harus pulang Non, nanti Bibi balik lagi ya Non bawa baju ganti sekalian".

"Iyah Bi, gak apa apa kok, Celine udah sehat Bi jangan kuatir, Bibi pulang aja ya", pintanya.

Alden pun ikut menimpali, "Bibi tenang aja, saya yang akan temani Celine di sini sampai Bibi datang" ucapnya yang seakan mengerti akan kekhawatiran di wajah Bi Nani.

"Syukurlah, jadi Bibi bisa tenang tinggalin Non sekarang, Nanti Bibi balik lagi ya Non", Bi Nani kembali mengelus punggung tangan Celine. "Tuan, saya titip Nona Celine ya sebentar", ucapnya ramah pada Alden.

"Jangan sungkan Bi, panggil Alden aja", balas Alden. "Iya Bi jangan kuatir, hati hati di jalan Bi".

Selepas kepergian Bi Nani, Alden duduk di samping ranjang Celine, dan mereka pun mulai bercerita.

***

Pikiran Dave dari pagi sangat kacau, bahkan tanpa sadar emosinya pun ikut terbawa jelek hari ini. Siapa saja yang bikin kesalahan ataupun tidak mengerjakan sesuai maunya pasti akan kena ocehan Dave yang mulutnya setajam silet.

Rendy tau betul sahabatnya itu, dia merasakan bahwa Dave sedang ada masalah dan sedang banyak pikiran.

"Bro .. loe lagi PMS ya, asli mood loe jelek banget hari ini, gak fokus juga ngerjain sesuatu, ada apaan sih?", tanya Rendy heran.

"Berisik loe, dan jangan sok tau", balasnya.

"Buset dah itu bibir apa pisau, tajem banget", sindir Rendy.

Beep Beep Beep (bunyi ponsel Dave)

Mama !!

"Halo Ma, ada apa?".

"........."

"Apa?, masa sih gak ada orang, Bi Nani ada kok dan perempuan itu juga di rumah".

"........"

"Iya maksud Dave Celine Mah"

"......"

"Iya iya... Dave pulang sekarang, Mama tunggu di sana ya".

END CALL .

"Kenapa Tante?", tanya Rendy.

"Katanya di rumah gak ada orang tapi pintu gak di kunci", balas Dave. "Loe handle di sini ya, gue balik dulu sebentar, mau cek keadaan rumah", ucap Dave seraya bergegas keluar ruangannya.

***

Kondisi kota jalanan yang tidak begitu macet membuat perjalan Dave dari kantor ke rumahnya hanya di tempuh sekitar 20 menit saja.

Saat mobilnya masuk ke dalam area rumahnya, Dave menemukan Mama Deandra sudah berlari menuju mobilnya, di ikuti di belakang oleh Bi Nani.

Loh katanya gak ada orang di rumah, terus itu ada Bi Nani, maksud Mama apaan sih~gumamnya bingung sendiri.

Saat Dave akan menghentikan laju mobilnya, Mama Deandra menghalanginya, "Stop Dave!", seru Deandra berdiri di depan mobil Dave.

Dave langsug menghentikan mobilnya atas aksi nekat Mamanya tersebut, Deandra sudah berlari ke pintu penumpang dan duduk di sebelah Dave. Sementara Bi Nani bertugas menjaga rumah.

"Jalan Dave cepat", perintah Deandra dengan wajah cemasnya. Dave pun keheranan, karena dia tidak tau mau jalan kemana.

"Dave kok malah diam" tegur Deandra.

"Dave bingung mau jalan kemana Ma, Mama main naik mobil suruh jalan aja, mana aku tau mau kemana?".

"Jalan ke Rumah Sakit Xy, cepat sekarang jalan Dave", geram Mama Deandra kesal melihat Dave masih belum mau jalan.

"Celine pingsan dan di bawa ke Rumah Sakit tadi pagi sama Bi Nani" jawab Mama.

Brrrrmmmm

Seketika itu juga Dave menjalankan Mobilnya dengan kecepatan tinggi, Deandra yang belum sempat memasang safetybelt pun tersentak sesaat dan langsung memasangnya. Anak kurang ajar, untung Mamanya gak jantungan, bisa mati tadi aku kalau kaget~umpat Deandra dalam hati.

Apa? dia pingsan?, perasaan tadi pagi gak apa apa?, tapi kenapa bisa pingsan?, apa karena ucapan aku tadi?~Pikiran Dave berkelana sendiri.

***

Rumah Sakit

Celine yang lelah sehabis bercerita dengan Alden, memilih untuk tidur . Sementara Alden, setelah melihat Celine sedang tidur, dia memilih untuk ke Kantin Rumah Sakit, karena dia belum sarapan dan saat ini perutnya sudah minta di isi oleh makanan.

Alden membenarkan posisi selimut di tubuh Celine sebelum dirinya keluar.

Deandra dan Dave sudah sampai di Rumah Sakit, Dave langsung berlari keluar mobilnya, "Dave ... tungguin Mama dong, masa Mama di tinggalin", ketus Deandra kesal karena Dave berusaha meninggalkannya.

"Astaga Dave lupa sama nenek nenek sekarang", ejeknya.

"Anak kurang ajar kamu Dave"

"Ayo Mama cepat sedikit jalannya dong, Mama kelamaan sih".

"Kamu ini sama Orang Tua gak ada baiknya deh", balas Deandra. "Sekarang aja panik kan kalau Celine masuk Rumah sakit", lagi ucap Deandra.

Dave berusaha menghiraukan kata kata Deandra barusan, sebagian dirinya memang sangat khawatir dengan Celine sekarang, tapi egonya terlalu besar menutupi perasaannya.

Saat sudah tiba di depan ruang perawatan Celine, jantung Dave berdegup cepat.

Deandra masuk lebih dulu, dan menemukan Celine sedang tertidur. Di ikuti Dave di belakangnya.

Hati Dave seakan tersayat melihat pemandangan mata di depannya, tubuh istrinya sedang terbaring lemah tak berdaya. Deandra menyuruh Dave mendekat ke sisi ranjang Celine.

Dave berjalan mendekat dan dengan jelas bisa melihat wajah Celine yang masih terlelap, wajahnya pucat, bulu mata lentiknya menghiasi mata Celine yang masih tertutup itu.

Deandra mengecup kening Celine, "Sayang, ini Mama datang di sini, kamu kenapa bisa sampai seperti ini Nak?", ucap Deandra dengan nada sedih.

Celine yang merasakan kehadiran seseorang, akhirnya membuka matanya pelan pelan, Dia melihat Deandra di sana, "Mama !", serunya lemah.

"Iya ini Mama Nak, apa Mama mengganggu kamu?", tanya Deandra lembut.

"Enggak Kok Ma, Mama gak ganggu Celine sama sekali", lagi balas Celine dengan suaranya yang sangat lemah.

"Kamu kenapa sayang?, kok bisa sampai pingsan begini?".

Celine diam beberapa saat, tidak mungkin dia bercerita ini semua karena ucapan Dave kepadanya pagi tadi~isi hati Celine.

Celine bahkan belum menyadari keberadaan Dave di sisi kanannya.

"Celine gak apa apa kok Ma, cuma kecapean aja", balasnya.

"Dave kamu suruh Celine kerja emangnya?, kok bisa sampai Celine kecapean!", tegur Deandra sembari melihat ke arah Dave.

Celine sontak mengikut arah pandang mertuanya, dan benar saja ternyata Dave di sampingnya sedang menatap ke arahnya, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan itu.

Pandangan mata Celine dan Dave saling bertatapan, sebelum akhirnya Celine yang memutusnya pandangan matanya.

Apa ada masalah antara mereka berdua ya~tanya Deandra pada drinya sendiri.

"Dave, Mama telepon Papa sebentar di depan ya, kamu temani Celine dulu", alasan Deandra untuk membuat Celine dan Dave berdua saja di dalam ruangan.

Selepas kepergian Deandra ke depan, Celine memilih memiringkan badannya dan membelakangi Dave, hatinya masih sakit mengingat kata kata penghinaan yang Dave ucapkan.

Dave memandangi punggung Celine , tangannya hendak menyentuhnya. Namun ...

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

Minal Aidin Wal Faidzin Readers dan Rekan Author sekalian, Mohon Maaf Lahir Batin 🙏

1
anita
eh dave knp kget emangnya km gk mau tnggung jwb
anita
bgus critanya
Aya cahaya
keren Thor cerita nya
Dream Sky
Semangat untuk revisi ya kak😁❤
Nuna
neng, ngebaca jadi ngeja makna. kalimat, aktif, kalimat passif, ucapan dan dialog nggak ada tanda bacanya, perhatikan titik koma dan tanda baca yg lain dong
Pina Sipahutar
God job Dev
Pina Sipahutar
Thor aq suka ceritamu.semangat.
Pina Sipahutar
part ini bikin aku mewek abis Thor.
Hàfíz Jağöàñ Fàizza Harsyu
nyesek x hati
cindy
thorr ... gretta apa kabar ??
Mila Samilah
pas 👍
nyi iteung
sukur...kapok sekarang
nyi iteung
sukurin...
udah nyidam...
ditinggal pulak...wkwkwk
nyi iteung
kasian Celine...
ikut mewek...Ya Allah Thor
nyi iteung
ahh sedihnya....huaaaaa
nyi iteung
asudahlah...
capek q bacanya Celine
udah nyerah aja
laki mulut sumur dipertahankan buat apa, makan hati aja kaleeee
nyi iteung
abis bergelut tapi udah pakai pakaian lengkap...wkwkwk
jadinya ga seru deh waktu jatuh dari ranjang paginya n kepergok sama orang²
nyi iteung
beneran gila si Dave...
orang sakit main dihajar aja
nyi iteung
jahat banget mulutnya Dave sumpah lemez anget
itu mulut apa sumur yah...wkwkwk
nyi iteung
parah pake infus disantap aja nih
dasar buaya darat....wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!