Bunga selama 6 tahun dia menanti kekasih nya yang bernama Yudha seorang polisi yang bertugas di luar pulau jawa.
Dia menanti kekasih nya selama itu karena tidak ada kata perpisahan diantara mereka, hanya sebuah perpisahan sementara dan Yudha berjanji akan kembali tahun depan untuk melamar Bunga.
Sehingga Bunga merasa dia masih kekasih Yudha karena tidak ada kata putus diantara mereka hanya hilang tanpa kabar.
Karena penantian Bunga selama ini menanti kekasih nya kembali dia selalu menutup hatinya untuk lelaki lain.
Anton teman Bunga yang seorang guru dia jatuh cinta terhadap Bunga namun Bunga selalu menolak perasaan Anton karena dia masih mengharap kan Yudha kembali kepadanya.
Apakah Bunga dan Yudha akan bertemu kembali..??
Apakah Yudha masih menjaga hatinya seperti Bunga..???
Atau Bunga lebih memilih Anton..???
Extra Part
Menceritakan kisah cinta Shapira yang sudah dewasa, dengan seorang laki - laki bernama Fathir yang berprofesi sebagai seorang polisi.
Kisah cinta kehidupan rumah tangga mereka yang penuh dengan masalah, dan hadir nya sang mantan Fathir bernama Anggi yang berada di tengah - tengah rumah tangga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mau kah kamu jadi pendampingku
" Yank, apakah kamu mau menjadi pendamping hidup Saya susah senang kita bersama . " Ucap Anton saat berdua dengan Bunga duduk di tepian pantai menikmati matahari terbenam dengan mata memandang ke arah pantai.
Bunga yang mendengar perkataan Anton yang memandang lurus ke arah lurus ke pantai langsung menoleh ke arah Anton.
" Coba ucapakan lagi !!" Tanya Bunga.
Anton pun lalu menghadap kan tubuh nya ke Bunga ,sehingga mereka duduk saling berhadapan. Lalu Anton menggemgam tangan Bunga.
" Kamu mau menikah dengan mas, hidup susah senang sama mas ." ucap Anton.
Bunga pun meneteskan air mata nya dan mengangguk kan kepalanya. Anton pun lalu memeluk tubuh Bunga.
" Terima kasih sayang kamu mau menerima mas menjadi imam mu ." Ucap Anton.
" Terima kasih mas kamu mau menunggu Saya sampai detik ini, hingga kamu memilih Saya menjadi pendamping hidup mu. " Ucap Bunga.
Mereka pun lalu melepaskan pelukan nya, dan saling memandang wajah hingga berjarak 2 inci.
" Mas, Saya bahagia sekali I love you. " Ucap Bunga.
" I love you too ." Ucap Anton sambil mencium bibir Bunga dengan lembut.
Mereka pun menikmati matahari terbenam, duduk di tepi pantai dengan tangan saling menggemgam dan kepala Bunga menyender di bahu Anton.
Hingga matahari telah tenggelam dan berganti dengan sinar rembulan, mereka pun bergegas untuk pulang karena Angin pantai yang semakin berhembus membuat tubuh menjadi dingin.
" Mas orang tua kamu kapan datang menemui kedua orang tua Saya?" Tanya Bunga.
" Insya Allah minggu depan, Saya ingin melamar kamu secara resmi.Nanti pernikahan kita setelah pernikahan Silvia ." Ucap Anton sembari menggandeng tangan Bunga.
" Pernikahan Silvia kan mas akhir bulan sekarang, berarti bulan depan dong kita menikah apa tidak terlalu cepat ." Ucap Bunga menghentikan langkah nya.
" Memang nya kenapa?. Kamu tidak senang kalau kita menikah Secepatnya ." Ucap Anton.
" Bukan begitu mas , tapi kan kita juga harus menyiapkan segala sesuatu nya ini itu ." Ucap Bunga.
" Tenang Saja yank, kamu tahu beres Saja ok ." Ucap Anton sambil mengusap pipi Bunga dengan punggung tangan nya.
" Ok deh Saya serahin semua nya sama mas ." Ucap Bunga .
" Mas pengen cepet - cepet makan kamu, adik mas sudah nggak tahan. " Bisik Anton pada telinga Bunga.
" Mas.. ih ya.. , otak kamu mesum Saja bawa an nya " Ucap Bunga dengan wajah memerah seperti udang rebus.
Anton hanya tertawa geli saat setelah menggoda Bunga.
Mereka pun lalu menuju pulang dengan menumpaki mobil yang di kendarai Anton. Saat Anton memasangkan safe belt milik Bunga, jarak wajah Anton dan Bunga begitu dekat hanya beberapa inci. Anton pun dengan perlahan mendekati kan wajah nya lalu menarik tengkuk leher Bunga dengan tangan kanan nya dan tangan kiri nya memeluk pinggang Bunga.
Lalu Anton pun mencium bibir Bunga yang tipis ********** dan menelusup ke rongga mulut Bunga dengan lidahnya dan sesekali menggigit bibir bawah Bunga.
Bunga pun tanpa penolakan menikmati ciuman Anton, dan Bunga pun menarik tengkuk leher Anton sambil meremas rambut Anton.
" I love you. " Ucap Anton saat setelah melakukan ciuman pada Bunga.
" I love you too . " Balas Bunga sambil mengusap bibir Anton karena penuh jejak lipstick nya.
Mereka pun lalu menuju pulang ke rumah Bunga, sembari menyetir Anton dengan tangan sebelah kiri nya memegang tangan Bunga.
1 minggu kemudian Keluarga Anton dari surabaya datang menemui Keluarga Bunga untuk melamar Bunga.
Acara lamaran yang di hadiri keluarga besar Bunga dan sahabat Bunga Silvia dan juga Tio bersama dengan istri nya Irma.
Saat acara prosesi lamaran berlangsung Silvia yang dengan sengaja melakukan live dengan akun milik Bunga. Di tempat lain Yudha menyaksikan nya. Begitu sangat menyanyat hati bagi Yudha batin menangis namun mata dia tahan untuk tidak menumpah kan air mata nya.
" Semoga kamu bahagia bersama lelaki pilihan hatimu, setelah sekian lama menutup hati untuk lelaki lain kini kamu membukanya dan saat ini lah kamu menemukan lelaki yang tepat." Ucap Yudha sambil menyaksikan live acara lamaran Bunga.
" sampai kapan pun rasa bersalah ini akan terus hadir dalam hidup Saya. Dan sampai kapan pun rasa penyesalan ini akan ada dalam hidup Saya karena kebodohan Saya yang telah membuatmu membenci Saya untuk selama nya."
Acara lamaran pun telah selesai dan semua Keluarga besar menikmati hidangan yang telah di sediakan oleh Keluarga Bunga.
Kecuali dua pasangan yang telah bertunangan lebih memilih duduk berdua di teras belakang rumah Bunga.
" Mas.. nggak nyangka Saja akhirnya Saya jadi calon istri kamu ." Ucap Bunga sambil melihat cincin tunangan nya yang terselip di jari manisnya.
Anton merangkul pundak Bunga, dan Bunga menyandarakan kepalanya di dada Anton.
" Mas juga bahagia sekali, akhirnya perjuangan mas mendapatkan kamu tidak sia - sia sampai titik ini. " Ucap Anton sambil membelai rambut Bunga.
" Mas nanti kalau sudah menikah Saya masih tetap kerja kan ?" Tanya Bunga.
" Nggak..!! kamu nggak usah kerja biar mas Saja yang kerja, gaji mas cukup buat menghidupi kamu dan anak - anak kita. " ucap Anton.
" Tapi kan mas sayang sama ijazah terus bete di rumah terus makan, tidur, masak, nyapu cuci baju. Kan bete mas terus di rumah sendirian. Ucap Bunga sambil cemberut.
" Makan nya mas nyuruh kamu nggak kerja biar kamu ngurus Keluarga Saja terus bikin anak yang banyak. " Ucap Anton sambil menaik turun kan alisnya.
" Ih... massss.... " Ucap Bunga sambil mencubit perut Bunga.
" Awwww... sakit yank. " Ucap Anton sambil meringis.
" Mas ke depan yuk ,nggak enak sama yang lain masa kita berdua an Saja di teras belakang " Ajak Bunga.
" Nggak akh pengen berdua an sama calon istri mas " Ucap Anton mengeratkan pelukan di pinggang Bunga.
Bunga pun lalu mencubit paha Anton sangat keras hingga Anton menjerit.
" Aawwwwww yank sakit..... " Teriak Anton.
" Malu tahu apa kata mereka ." ucap Bunga.
" Nggak Mau. " ucap Anton.
" Mas.. ih ya kamu tuh, yaudah Saya cubit lagi nih ." Ucap Bunga sambil mengancam.
" Iya... iya yuk ke depan ." Ucap Anton lalu beranjak dari duduknya untuk berkumpul dengan Keluarga besar mereka.
Akhirnya nya hati ini telah terbuka.
Akhirnya nya cinta lama telah kubuang.
Akhirnya nya cinta ini telah berlabuh di tempat yang tepat.
Akhirnya nya perasaan itu telah hilang dan terkubur dalam - dalam.
Akhirnya Aku telah menemukan cinta yang tepat.
Akhirnya nya jodoh dunia akhirat ku adalah dia yang selama ini selalu menanti cinta ku.
" I love you Anton Terima kasih untuk cinta yang tulus kamu berikan dan membantu menutup Luka ku yang sangat sakit ini."
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤