Arc 1. Rune Art Online - Alice, The Solo Player ( Gendre: Game, Fantasy, Petualang dan Sci fi). Bab 00 - Bab 110.
Arc 2. Guild Clover. Bab 110 - Bab 135.
( Gendre: Fantasy, Wu Xia, petualang, Sci Fi).
Arc 3. Sword For Love. Bab 136 - Bab 172
( Gendre: Fantasy Timur, Romance, Harem )
Season 2. The New Generation.
Arc 1. Alice, Trap in Another World.
** Arc 1 & Arc 2 **
Tahun 2100, mimpi dari para gamers akhirnya terwujud yaitu sebuah sistem dive yang dimana para pemainnya masuk kedalam game dengan kehendak yang bebas didalam game yang bernama Nano Gear.
Penemu dari alat itu adalah seorang jenius keturunan Jepang dan Itali, Kira Hernandes. Kira sendiri tidak hanya menciptakan alat Nano Gear tapi dia juga menciptakan game pertama yang mengunakan konsol Nano Gear yaitu MMORPG Rune Art Online alias RAO.
Dihari pertama game RAO terjual habis dengan batasan 100 ribu kopi yang tersebar diseluruh dunia dalam satu hari saja dan saat seseorang bisa membeli maka, dia aka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Perjalanan Di Hutan.
Bab 32.
Dimensi Jarak Waktu adalah sebuah sistem yang dimana dunia game dan dunia nyata memiliki perbedaan waktu yang sedikit berbeda jauh. Kira Hernandez, pencipta dari RAO mengatakan bahwa perbedaan waktu antara dunia nyata dan game memiliki skala 1 banding 2.
Sebagai contoh, dunia nyata memiliki 24 jam perhari sedangkan dunia game memiliki 12 jam perhari jadi kita pemain offline selama 1 jam maka di dunia game pemain sudah melewati 2 jam. Daripada itu, para pemain yang ingin menjalan misi FATE, dia harus pintar mengatur waktu karena FATE mengunakan waktu game sedangkan misi di guild petualang mengunakan waktu nyata.
Sudah beberapa jam perjalanan Alice dan Rena, saat dihutan Alice melatih Rena untuk mengendalikan belati terbang hingga mempermudah dirinya untuk mengalahkan monster-monster yang berada di hutan terutama wolf.
“Hiyaaa!” teriak Rena yang menari untuk mengendalikan belati terbangnya.
Alice yang melihat kecantikan Rena hingga membuat dirinya terdiam dan tersenyum.
“Cantik nya … memang gadis elf berbeda dari manusia,” gumam Alice.
Saat ini mereka sedang dikepung oleh kawanan wolf dan wolf itu tahu bahwa Alice sedang melamun hingga dia melompat menyerangnya namun Alice langsung menatap tajam mereka dan mengeluarkan rune nya.
“Ice Bomb.”
Wolf yang melompat itu pun membeku di udara. Setelah itu, Alice menendangnya dengan keras.
Krakkk!
Suara pecahan es dari Wolf terdengar dan Wolf itu pun terpecah menjadi berkeping-keping.
Lalu tidak lama, pemberitahuan pun datang.
Ding!
[Selamat anda telah naik level 16!]
[Selamat anda mendapat wolf Skin x20!]
[Selamat anda mendapatkan Wolf Meat x15!]
Alice yang melihat pemberitahuan itu, dia pun senang.
“Yosh! Aku naik level dan mendapatkan perbekalan lagi. Sekarang aku akan lihat level Rena,” batin Alice.
Seusai mengatakan itu, Alice membuka menu Unit dan melihat status Rena yang sudah memiliki level 6.
“Level 6 kah? Perkembangan yang cepat butuh 4 level aku bisa meninggalkannya,” batin Alice.
Setelah itu, Alice pun meneriaki Rena.
“Rena, ayo kita cepat habisi semua dan kita makan daging mereka!”
Rena yang mendengar itu, dia melihat kearah guru dan menjawab nya.
“Baik, Guru!”
Setelah menjawab itu, Rena mempercepat serangan dan mengeluarkan rune nya.
“Vital Stab!”
Rena mengeluarkan rune yang mampu membunuh monster hanya dengan satu tusukan.
Alice cukup bangga melihat kemampuan Rena tersebut.
“Good Job!” gumam Alice.
Waktu cepat berlalu dan malam pun tiba, Alice dan Rena juga beristirahat dengan membuat api unggun di dalan hutan dan membakar daging wolf dengan beberapa bumbu dari tas sedang Rena.
Alice yang melihat tas itu membuat dirinya teringat sebelum mereka berangkat, Rena meminta untuk membawakan tas sedang yang dipakai oleh Alice agar dia yang membawanya. Alice yang melihat ketulusan dia maka Alice pun memberikannya kepada Rena bukan hanya membawakannya saja tapi dia memberikan tas sedang tersebut.
Beberapa saat wangi sedap pun tercium aromanya dan Rena mengambil salah satu tusukan daging yang sudah matang dengan bumbu olahannya.
“Guru, ini untuk anda!” seru Rena yang memberikan tusukan daging.
“Terima kasih, Rena,” jawab Alice yang mengambil tusukan itu dan dia memakannya.
Disaat Alice menyantapnya, dia pun membuka matanya dan merasakan sesuatu yang berbeda.
“Enak nya!” ucap Alice yang memegang pipinya.
Rena tersenyum dan senang melihat Alice yang menyukai masakan dirinya.
Dan pemberitahuan pun muncul dihadapan Alice.
Ding!
[Selamat anda mendapatkan 400 rune poin dari makanan lezat!]
Keesokan paginya, Alice dan Rena pun berjalan kembali serta berhasil keluar hutan. Lalu, sekeluarnya di hutan. Alice dan Rena dihadapkan dengan jalan persimpangan.
“Guru, kita ke arah lewat kiri!” seru Rena.
Alice menganggukan kepalanya dan mengikuti arah yang ditunjuk Rena. Alice percaya kepada Rena karena dirinya yang memiliki pengalaman di kota Icio. Tidak hanya itu, Alice membuka peta dunia dan menunjukan arah yang sama dengan yang ditunjuk oleh Rena.
Jalan yang cukup jauh sampai Rena pun beberapa kali mengambil Well water bags dan meminumnya dari barang tersebut. Alice memberikannya karena dia tidak bisa lagi mengunakan benda rune ini terbukti disaat Alice sedang ingin meminum dari Well Water Bags namun tidak ada air yang keluar sedikit pun dari dalam tas dikarena rune yang ada di Well water bags tidak aktif.
Jadi, Alice meminta kantong air biasa dan mengambil airnya dari sungai. Alice yang mengingat itu, dia pun mengelengkan kepala.
“Yare, yare. Mau diapain lagi?!” batin Alice.
Bruk! Bruk! Bruk!
Alice dan Rena yang mendengar suara gemuruh dari belakang. Mereka pun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah belakang dan mereka melihat kereta kuda mewah yang melaju dengan dua kudanya. Lalu, melewati Rena dan Alice.
Pria yang berada didalam kereta kuda tersebut. Dia terkejut melihat sosok kecantikan Rena dan Alice.
“Itu …?!” gumam pria di kereta lalu, dia pun langsung memerintahkan kusirnya, “Kusir, berhenti!”
Kereta kuda itu pun berhenti tidak jauh didepan Alice dan Rena lalu, turunlah sosok pria pendek dengan rambut pirang disertai dengan kumis dan dia berlari cepat menghampiri Alice dan Rena.
“Rena, kamu kenal!” tanya Alice.
“Tidak, Guru!” jawab Rena.
Pria itu pun tiba dihadapan mereka dengan bersemangat dia menawarkan sesuatu.
“Kalian, apakah ingin menjadi foto model?! Tentu, aku akan membayar kalian!”
“Ehh? Foto model! Apa itu?” tanya Rena.
Disaat pembicaraan itu muncul pemberitahuan,
Ding!
[Misi FATE – Menjadi foto model.
Hadiah: 50.000 Richie.]
Disaat Alice melihat pemberitahuan itu, dia pun tersenyum dan tidak hanya itu, Alice yang melihat kepolosan dari Rena dan juga dia mempertimbangkan karena perjalanan yang masih sedikit jauh untuk sampai ke kota. Maka, Alice terpikir sesuatu.
“Baiklah, kami akan menjadi foto model tapi ada syaratnya!” ucap Alice.
“Apa itu, nona?” tanya pria berambut pirang.
“Antarkan kami ke kota Icio!” ucap Alice.
“Oh, tentu saja! Ayo kita berangkat!” ucap pria pirang yang berbalik badan berjalan kembali ke keretanya.
Rena yang ragu dengan hal itu, dia pun melihat Alice dan Alice menjawab dengan senyuman serta anggukan kepala. Maka, Rena pun memberanikan diri untuk ikut pria pirang itu bersama Alice.
Tidak lama, Alice dan Rena berjalan juga mengikuti pria pirang untuk masuk ke kereta kudanya.