NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Luna terdiam terpaku di tempatnya, setiap perkataan yang keluar dari mulut Sagara entah mengapa terasa begitu menenangkan baginya dan mendorongnya untuk terus percaya pada Sagara.

"Apa mungkin benar-benar terjadi sesuatu yang tidak ku ketahui? Apa sebaiknya aku menurunkan egoku dan terus berharap kepadanya?" ucap Luna dalam hati sambil terus menatap manik mata Sagara yang begitu jernih.

"Kamu percaya kepada ku kan Lun?" ucap Sagara kembali karena tak mendengar jawaban apapun dari mulut Luna.

Disaat rasa itu kembali datang dan menghampiri Luna, sebuah pesan singkat yang ia dapat lantas membuat semuanya hancur begitu saja.

Luna terdiam menatap ponselnya sejenak kemudian menarik napasnya dan menatap Sagara dalam-dalam.

"Ah jadi semuanya karena ini?" ucap Luna pada akhirnya, sambil menunjukkan sebuah berita yang baru saja naik, dimana di sana tertulis dengan jelas bahwa pewaris Aditama group akan menikahi putri konglomerat keluarga Valerian.

Sebuah topik berita panas yang langsung meraih rating tinggi di pencarian. Namun berhasil membuat manik mata Sagara membulat karenanya. Entah siapa yang sudah membuat berita itu, tapi yang jelas itu bukanlah dia.

"Lun aku benar-benar tidak tahu masalah ini... aku hanya..." ucap Sagara namun langsung dipotong oleh Luna.

"Jadi kamu benar-benar memilih Elika? Lalu apa yang tadi itu? Apa kamu mau bersikap seperti hero dan pura-pura membantu ku? Jangan bercanda Sagara." ucap Luna dengan tatapan yang tak percaya.

"Lun dengarkan aku dulu, aku bisa jelaskan segalanya..." ucap Sagara berusaha mencari kesempatan untuk menjelaskan.

"Penjelasan apa lagi kali ini? Apa kamu akan mengatakan jika aku hanya ban serep untuk mu? Yang benar saja Sagara!" ucap Luna tak percaya.

"Bukan itu, aku hanya..." ucap Sagara terpotong ketika mendapati panggilan di ponselnya.

"Angkat saja mungkin penting..." ucap Luna kemudian ketika ponsel milik Sagara terus saja berbunyi.

Mendapati hal tersebut pada akhirnya membuat Sagara mau tidak mau mulai mengambil ponselnya dan menunda menjelaskan segalanya pada Luna.

"Halo.." ucap Sagara begitu panggilan tersebut ia angkat.

"Sagara pulang sekarang juga dan jelaskan semuanya kepada Papa!" ucap Aditama dengan nada penuh penekanan.

"Tapi aku..." ucap Sagara hendak menjelaskan situasinya, tapi sayangnya panggilan tersebut sudah di tutup begitu saja.

Tut tut tut....

"Ah sial!" pekik Sagara dengan kesal.

"Kenapa? Penting bukan?" ucap Luna dengan nada yang dingin.

"Maaf harus mengatakan hal ini Lun, ada sesuatu yang harus aku urus, jadi aku akan menjelaskan semuanya nanti. Sekarang aku antar kamu pulang..." ucap Sagara pada akhirnya.

"Tak perlu aku bisa pulang sendiri! Urus saja urusan mu yang penting itu!" ucap Luna kemudian sebelum pada akhirnya berlalu pergi meninggalkan Sagara begitu saja.

Sagara yang mendapati hal tersebut pada akhirnya hanya bisa terdiam tanpa bisa mencegah Luna pergi.

"Maaf Lun ..." ucap Sagara lirih sambil masih menatapi kepergian Luna.

***

Kediaman Aditama

Dengan langkah kaki yang tegap, Sagara menyusuri area kediaman Aditama dan mencari keberadaannya.

"Ada apa Pa?" tanya Sagara kemudian begitu melihat Aditama tengah menantinya di ruang keluarga.

"Duduk!" jawab Aditama singkat, membuat Sagara mau tidak mau mengikuti perintah Aditama.

Setelah Sagara duduk Aditama terlihat menggeser sebuah i-pad berisi berita yang sama dengan yang ditunjukkan oleh Luna sebelumnya kepada Sagara.

"Jelaskan apa maksud dari berita ini?" tanya Aditama dengan tatapan menelisik.

"Maaf Pa... Sagara membuat keputusan dan tak melibatkan Papa perihal hal ini. Apa yang dikatakan berita itu benar, Sagara memutuskan untuk menikahi Elika." ucap Sagara yang tentu saja membuat Aditama menatap tak percaya ke arahnya.

"Apa kau sudah gila ha? Bukankah sudah Papa katakan untuk jangan bertindak gegabah! Kau tentu tahu bagaimana sifat Kakek mu itu? Mengapa kau masih saja menuruti permintaannya?" ucap Aditama dengan nada yang meninggi membuat hembusan napas kasar terdengar dari mulut Sagara kala itu.

"Sagara terpojok Pa, Saga tentu tidak tega melihat Papa terus-terusan sedih seperti kemaren. Hanya ini yang bisa Saga lakukan untuk Papa, jadi ku mohon Papa untuk mengerti dan jangan tanyakan apapun saat ini, Saga sudah cukup pusing menghadapinya." ucap Sagara meminta pengertian.

"Papa tidak lagi bisa berkata-kata terhadap mu Saga, keputusan ini terlalu terburu-buru, bagaimana Papa akan menjelaskannya kepada om Lukman? Dia pasti sangat kecewa kepada mu saat ini." ucap Aditama yang tak tahu lagi harus berkata apa.

"Saga tahu dan paham betul dengan konsekuensinya, tapi untuk kali ini saja Papa harus percaya kepada Saga. Setelah Saga menemukan keberadaan Mama dan mencari tahu kebenarannya, Saga akan mengambil keputusan." ucap Sagara mencoba membuat Aditama mengerti.

"Jadi kau pertaruhkan ikatan pernikahan hanya karena Papa, Papa sudah tidak tahu lagi harus berpendapat apa tentang mu. Sekarang terserah... terserah apa yang mau kamu lakukan Papa tidak akan ikut campur." ucap Aditama yang tak sependapat dengan keputusan Sagara yang bermain dengan pernikahan.

Aditama pergi meninggalkan Sagara begitu saja, baginya keputusan yang dibuat oleh Sagara terlalu terburu-buru. Aditama tahu betul bagaimana sifat Razan selama ini. Jika Aditama saja tidak bisa menemukan keberadaan Rania selama ini, sungguh mustahil jika Razan mengetahuinya hanya dengan jarak beberapa hari saja.

"Pa ku mohon dengarkan aku kali ini... Pa... Papa..." teriak Sagara berulang kali namun sama sekali tak di dengar oleh Aditama saat itu. "Mengapa semuanya jadi seperti ini? Apakah aku sudah mengambil keputusan yang salah?" ucap Sagara pada diri sendiri setelah kepergian Aditama dari hadapannya.

***

Sementara itu di sebuah resto bintang lima, terlihat Arkan tengah menanti kedatangan Luna saat itu. Sementara tak jauh dari tempatnya berada Rachel tengah diam-diam mengawasi kursi yang di duduki oleh Arkan. Sepertinya keduanya berencana melakukan sesuatu jika Luna tak datang atau bahkan membohongi Arkan.

Tak tak tak

Sebuah suara langkah kaki yang beradu dengan lantai keramik mulai terdengar menggema memasuki area ruangan resto tersebut. Luna mengambil langkah kaki besar mendekat ke arah meja di mana Arkan menunggu saat ini.

Seulas senyuman terpancar jelas di wajah Luna begitu mendapati Rachel tak jauh dari meja yang di pesan oleh Arkan. Luna tahu akan ada jebakan yang akan keduanya lakukan hari ini kepadanya.

Meskipun Luna tahu apa yang akan terjadi kepadanya, nyatanya Luna sama sekali tak gentar dan terus membawa langkah kakinya mendekat ke arah meja Arkan.

"Hanya orang bodoh yang tak melihat niat kalian bedua, dasar tikus-tikus kotor menjijikkan!" ucap Luna dalam hati sambil terus membawa langkah kakinya mendekat ke arah Arkan.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!