NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:70.3k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34. PUTRI LIANA

​Udara malam musim gugur yang dingin menyambut Kael dan Virelia begitu mereka melangkah keluar dari pintu samping Aula Utama Istana Agung Valdoria, menjauh dari kerumunan para bangsawan yang masih berbisik-bisik di dalam.

​Begitu mereka tiba di area koridor taman luar yang agak tersembunyi dari pandangan umum, pertahanan dingin dan tegang yang sempat mereka pasang di dalam aula seketika runtuh.

​"Hahaha ... Ya ampun, Virelia. Sandiwara tangisanmu tadi benar-benar layak mendapatkan penghargaan tertinggi teater kerajaan. Kau membuat seluruh menteri istana percaya bahwa kau adalah korban kejamnya dunia." Kael tidak lagi bisa menahan diri. Tawa berat panglima perang itu meledak pelan, menggema di antara pilar-pilar batu istana. Ia menyeka sudut matanya yang sedikit berair.

​Virelia, yang tadinya memasang wajah melas dan ketakutan, langsung menegakkan tubuhnya. Ia mendengus geli, menyeka sisa air mata palsu di pipinya, lalu menyeringai lebar.

​"Hei, jangan remehkan kemampuan sandiwara seorang Virelia. Tapi jujur saja, ekspresi wajah Raja Lucien saat aku menyebut soal racun bunga lili hitam tadi sangat pucat. Wajahnya mirip seperti kue tart basi yang ditinggal di bawah terik matahari," balas Virelia bangga, merapikan gaun beludru hitamnya.

​Kael tersenyum hangat, merangkul pinggang ramping istrinya dengan penuh kelembutan.

"Kau berhasil membalikkan keadaan dalam waktu kurang dari lima menit. Para bangsawan sekarang meragukan kewarasan raja, bukan kewarasanmu," ujar Kael.

​Tepat saat keduanya sedang menikmati detik-detik kemenangan kecil tersebut, suara derap langkah kaki berlari tergesa-gesa terdengar dari arah tikungan lorong taman.

​"Kakak?!" sebuah suara gadis yang lembut dan sedikit terengah-engah memecah kesunyian malam.

​Kael dan Virelia menoleh secara serempak.

​Di bawah temaram cahaya lampion taman, sesosok gadis bergaun sutra putih mutiara berlari mendekat. Rambut pirang keemasannya tergerai indah, dan wajahnya tampak memancarkan kecantikan yang lembut serta rapuh.

​Virelia membelalakkan matanya karena terkejut. Sosok yang berdiri di hadapan mereka saat ini adalah Putri Liana; adik tiri Virelia, putri kesayangan Raja Lucien, dan gadis yang dulunya dijanjikan akan dinikahkan dengan Kael.

​Melihat Liana mendekat dengan napas terengah-engah, insting protektif Kael langsung bangkit. Tanpa aba-aba, Kael melangkah maju satu langkah, menempatkan tubuh tegapnya untuk menamengi Virelia di belakangnya. Sepasang mata biru Kael menatap Liana dengan sorot dingin dan waspada.

​"Putri Liana, ada perlu apa Anda mendatangi kami di tempat tersembunyi ini? Apakah Raja mengutus Anda untuk menyampaikan ancaman baru?" tanya Kael dengan nada berat dan datar.

​Liana menghentikan langkahnya beberapa meter dari mereka. Gadis itu tampak sedikit ciut melihat aura mengintimidasi yang dipancarkan oleh sang panglima perang, namun kekhawatiran di wajahnya jauh lebih besar daripada rasa takutnya.

​Liana mengabaikan Kael sejenak. Ia menjulurkan lehernya, berusaha melihat sosok di balik punggung lebar sang Duke.

​"Kakak?" panggil Liana lirih, suaranya bergetar penuh kecemasan. Ia menatap Virelia yang berdiri di belakang Kael. "Kakak apa Anda baik-baik saja? Kaki Anda tidak terbentur saat terduduk di aula tadi, kan? Saya sangat khawatir melihat Anda menangis histeris di hadapan semua orang ..."

​Virelia, yang masih bersembunyi di balik punggung Kael, mengerjap kebingungan. Selama bertahun-tahun hidup di istana yang sama, ia dan Liana hampir tidak pernah bertegur sapa, bahkan Liana selalu menjaga jarak karena takut pada rumor 'kegilaan' Virelia.

Namun malam ini, tatapan yang diberikan Liana bukanlah tatapan jijik atau takut, melainkan tatapan tulus penuh kasih sayang seorang adik.

​Kael mengerutkan keningnya, merasa janggal dengan sikap sang putri. Ia merentangkan sebelah tangannya, menahan Liana agar tidak mendekat lagi.

"Jaga jarak, Yang Mulia. Katakan apa maksud kedatangan Anda," tukas Kael.

​Liana menelan ludah gugup, lalu mendongak menatap Kael dengan sungguh-sungguh.

​"Yang Mulia Duke, saya tahu Anda sekarang adalah suami Kakak Virelia. Tapi kumohon, dengarkan saya. Merawat Kakak Virelia tidak bisa disamakan dengan merawat orang normal. Anda harus sangat berhati-hati dengan apa yang Kakak makan," ujar Liana cepat dengan napas masih sedikit memburu.

​Kael mengangkat sebelah alisnya. "Maksudmu?"

​"Jangan pernah berikan makanan yang terlalu manis atau beraroma buah beri pekat, karena itu bisa memicu migrain dan membuat halusinasinya kambuh. Dan jika Kakak sedang melamun di dekat jendela saat malam berangin, segera tutup tirainya dan jauhkan benda-benda tajam dari jangkauannya, bukan karena Kakak ingin mencelakai orang lain, tapi karena Kakak sering merasa terkejut oleh bayangannya sendiri!" tutur Liana tanpa henti, berbicara seperti seorang perawat berpengalaman.

Virelia terkejut mendengar hal itu.

​Liana melanjutkan instruksinya dengan gestur tangan yang begitu panik, "Satu lagi! Jangan pernah membentak Kakak dengan suara tinggi seperti yang dilakukan Ayah di aula tadi! Kakak memiliki trauma masa kecil terhadap suara bentakan keras di ruangan tertutup! Kalau Kakak menangis seperti tadi, berikan air hangat dengan sedikit madu murni dan dekap beliau erat-erat sampai tenang!"

​Suasana di koridor taman itu mendadak sunyi senyap.

​Kael tertegun, menatap Liana dengan mulut sedikit terbuka karena terkejut.

​Sementara itu, di belakang Kael, Virelia mengintip dari balik punggung suaminya. Matanya membelalak lebar, menatap Liana dengan rasa tidak percaya yang amat sangat.

​"Kau ... bagaimana bisa kau tahu semua hal itu?" tanya Kael curiga.

​Liana menoleh cepat ke arah Virelia. Air mata tiba-tiba menggenang di pelupuk mata biru sang putri. Gadis itu menatap kakaknya dengan senyuman tipis yang sangat sedih sekaligus lega.

​"Bagaimana mungkin saya tidak tahu. Meskipun Ayah melarang saya menemui Kakak di sayap timur, dan meskipun saya harus berpura-pura tidak peduli di depan Ratu ... saya selalu memperhatikan Kakak secara diam-diam selama bertahun-tahun. Bagaimana para pelayan berlaku jahat pada Kakak dan membuat Kakak semakin kehilangan kewarasannya," jawab Liana dengan air muka sedih yang tulus.

​Virelia tersentak hebat. Kalimat itu menghantam bagian terdalam di hatinya. Selama ini, ia mengira ia berjuang sepenuhnya seorang diri di dalam istana yang keji, mengira adiknya adalah bagian dari keluarga kerajaan yang acuh tak acuh.

Ternyata, di balik tembok istana yang dingin, ada seorang adik yang diam-diam memerhatikan dan melindunginya dengan cara tersendiri.

​Liana melangkah maju selangkah, menatap Virelia dan Kael bergantian dengan pandangan memohon yang amat dalam.

​"Kakak ... berjanjilah pada saya, jaga diri Anda baik-baik di Kediaman Duke," ucap Liana dengan suara bergetar menahan tangis. Ia beralih menatap Kael. "Dan untuk Anda, Yang Mulia Duke, saya mohon, lindungi Kakak. Dan hati-hati dengan Raja, dia tidak sebaik yang terlihat di mata rakyat, terutama kepada Kakak," ujar Liana serius.

​Kael terdiam seribu bahasa. Sumpah kemarahan yang tadinya ia simpan untuk seluruh anggota keluarga kerajaan mendadak sedikit melunak di dalam dadanya. Ia melihat ketulusan yang murni dari mata Putri Liana, gadis yang dulunya hanya ia anggap sebagai alat politik, ternyata menyimpan kepedulian sebesar itu kepada istrinya.

​Sebelum Kael sempat membuka mulut untuk memberikan jawaban atau meyakinkan Liana, suara bising dan langkah kaki berderap terdengar dari arah pintu samping istana.

​"Putri Liana! Di mana Anda?! Baginda Raja mencari Anda untuk menemui para menteri!" suara teriakan seorang pelayan senior istana menggema dari ujung koridor taman.

​Wajah Liana mendadak memucat. Ia menoleh ke sumber suara dengan panik.

​"Ah, mereka mencari saya!" geris Liana cemas. Ia menatap Virelia sekali lagi dengan cepat. "Kakak, saya harus pergi sebelum Ratu mencurigai saya! Jaga diri baik-baik!" lanjutnya.

​Tanpa menunggu balasan, Liana berbalik badan dan langsung berlari kencang menyusuri koridor gelap, menghilang di balik bayangan pilar istana.

​Keheningan kembali menyelimuti area taman luar.

​Kael perlahan menghela napas panjang. Ia menoleh ke arah Virelia, merangkul pinggang ramping istrinya dengan erat dan menarik gadis itu merapat ke dalam dekapannya.

​"Sepertinya, keluarga istana tidak sepenuhnya busuk. Adik tirimu itu ... dia memiliki hati yang luar biasa," bisik Kael lembut, menatap wajah Virelia yang masih diselimuti rasa terkejut.

​Virelia menunduk, menatap lantai batu taman. Tak menyangka kalau selama ini ada orang yang selalu memerhatikannya sedetail itu.

​"Aku tidak menyangka kalau Liana selama ini memperhatikanku sampai seperti itu. Mungkin karena dia kadang makanan yang datang hangat dan enak," ucap Virelia parau.

​Kael mengecup puncak kepala Virelia penuh kasih sayang, menyalurkan seluruh kehangatan dan kekuatan ke dalam tubuh istrinya.

​"Semuanya sudah berlalu, Virelia. Sekarang, mari kita pulang ke rumah kita. Kita akan meruntuhkan Raja bersama-sama dan menyelamatkan adikmu dari cengkeraman mereka," bisik Kael menenangkan, mengelus punggung istrinya dengan lembut.

​Virelia mengangguk perlahan di dalam dekapan suaminya. Ia memejamkan mata, merasakan kedamaian yang akhirnya bisa ia miliki setelah sekian tahun hidup dalam badai.

Di bawah langit malam ibu kota, kereta kuda berbalut emas murni itu akhirnya melaju membawa mereka pulang, meninggalkan istana singa yang kini perlahan-lahan sedang menunggu saat kehancurannya.

1
Dbz Mar
anak haram apanya... orang anak ratu yg pertama, lah.. situ yg jadi PELKAOR yg baru punya anak haram...!!!
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kan pura pura gila nya udah di ambil sama virelia, coba pura pura kesurupan deh liana wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata pura2 gila emang jalan ninja terbaik buat ngasih pelajaran orang ya 🤣
ayu cantik
suka
Dbz Mar
lha... jadi maunya gimana elain.. apkah maksudmu majikan mu seharusnya gila aja kali ya🤭🤭🤭
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo di liat sama odgj nya beneran kayaknya dia pun insecure sm pura2 gila nya si ratu awan 🤣
Dbz Mar
ini baru laki2 sejati.. bukan yg tak bisa move on dari masa lalu👍👍👍😘😘😘😍😍😍
Dbz Mar
🤭🤭🤭🤭🤭 kehabisan ide vileria👍👍👍😘😘😘
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bener2 villain2 fitnahan ni di ceritain nya sejelek ini 🤣
sweet escape
😂😂😂ayah sebelum bertemu ibu, lebih dingin lagi lhooo 😂
Nisa Via
suguhkan hal gila dari yg tergila-gila yaa kalian 😂😂
Nisa Via
gambaran nyata pemerintah kita bukan sih ini 😂😂😂
Archiemorarty: Ehhh 🫵🤣
total 1 replies
Jelita S
Ah terimakasih thor atas ceritamu yg sangat seru ini,,,aku tunggu karya terbarunya lagi
Archiemorarty: asip akak
total 1 replies
Nisa Via
jadi gila semua termasuk readers nya 😂😂😂😂
Archiemorarty: Benarr 🤣
total 1 replies
Nisa Via
ku yakin kalian bakal bisa kerjasama 😂untuk sesuatu yg besar
Tiara Bella
the end and happy ending.....semua bahagia....
Tiara Bella: sama² ka author..... hehehhe
total 2 replies
Septi Wijaya
tengkiyuuu banyak banyakk akak oThor...
love sekebon jagung udah kasih cerita seruuuuu 🥰🥰🥰🥰🥰

like always, ditunggu selalu kisah selanjutnya ♥️♥️♥️♥️♥️
Archiemorarty: Siap akak
total 3 replies
Hary Nengsih
yah dh tamat masi suka m ceritanya
Archiemorarty: Sambung cerita baru nanti yg lebih seru 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
ehhh..beneran tamat nih..😌😌😌
Archiemorarty: asiap akak
total 3 replies
mimief
wah....wah
beneran kah?
tamat beneran?
ga ada lagi ini ekstra part nya?
wahhhhh Thor

kacau ini
mesti kudu ottoke ini🥹🥹🥹
Archiemorarty: Othor Pengan buat cerita yang ada bocilnya, butuh asupan gemashhh 🤭
tapi masih bingunh apahh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!