NovelToon NovelToon
Zuraida & Si Kembar

Zuraida & Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Hanya karena menolong seorang pria Zuraida difitnah sampai diusir dari desa dan dinikahkan dengan pria itu. Pria yang menjadikannya seorang ibu bagi kedua anak laki-laki.

Bagaimana Zuraida yang dari desa menjalani hidup di kota di tengah rasa tidak suka anak-anak tiri dan pihak keluarga suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Di dalam mobil sangat berisik dengan suara Sean dan Sena yang berebut cerita para Zuraida. Untuk menenangkan Zuraida meminta yang bercerita lebih dulu yang lahirnya duluan. Alhasil Sena yang bercerita. Zuraida dan Sean menjadi pendengar.

Tawa mewarnai setiap cerita dari Sena dan Sean.

Di tengah perjalanan menuju rumah tiba-tiba mobil Zuraida di hadang mobil yang tidak dikenal. Zuraida turun dan menghampiri mobil yang berhenti di depan mobilnya.

"Ada, Pak? Kenapa berhenti di depan mobil saya?."

"Pak Arfan mau bertemu, Ibu Zuraida."

"Mas Arfan?."

"Iya."

"Ibu Zuraida ikut dengan saya dan anak-anak akan di antar supir pulang ke rumah."

"Saya tidak bisa percaya kalau bapak suruhan Mas Arfan."

Kemudian pria itu menghubungi Arfan.

"Tolong ikut saja dengan orang suruhanku, Zuraida."

Benar, itu suara suaminya.

"Baik, saya bicara dulu pada anak-anak."

"Nggak usah, Zuraida. Anak-anak biar diantar supir."

"Setidaknya saya pamit pada mereka."

"Iya."

Zuraida kembali ke mobil, supir sudah berdiri di belakang mobilnya.

"Ada apa, Zuraida?." Tanya Sena.

"Nggak apa-apa. Kalian pulang bareng supir. Saya ada urusan. Nanti saya telepon."

"Kamu nggak pergi kan Zuraida?."

"Nggak," sambil tersenyum.

"Kalian pulang sama supir dulu ya."

"Nanti aku telepon kalau sampai rumah."

"Iya."

Mobil dan anak-anak dibawa pulang oleh supir dan Zuraida memasuki mobil lain untuk sampai pada Arfan. Zuraida memasuki kawasan apartemen bersama seorang pria yang ditugaskan Arfan. Sebelum pintu diketuk sudah terbuka.

"Sayang..." Arfan segera menarik tangan Zuraida lalu memeluknya sangat erat. Pun dengan Zuraida membalas pelukan suaminya.

Pintu apartemen tertutup sendiri.

"Aku sangat merindukanmu sayang." Arfan menciumi wajah Zuraida setelah melerai pelukannya namun dengan jarak masih sangat dekat. Perempuan itu tidak menolaknya.

"Mas..." Zuraida begitu rindu juga pada suaminya. Zuraida menerima setiap sentuhan Arfan pada tubuhnya. Mereka melewati beberapa jam dengan beradegan panas di kamar apartemen tersebut. Seolah tidak ada masalah pelik yang sedang mereka hadapi.

Arfan tidak bisa melepaskan istrinya.

"Aku tadi

"Pantas saja di rumah saya tidak menemukan mas."

"Aku butuh tenang sayang. Tanpamu di rumah itu tidak tenang lagi sayang. Aku semakin lelah berada di sana." Semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh istrinya.

"Tapi harus kita hadapi Mas." Zuraida mengelus dada bidang suaminya.

"Aku tahu sayang tapi kita hadapi bersama-sama. Mau kan sayang?." Arfan menatap dalam-dalam manik istrinya.

"Iya Mas."

Hening beberapa saat hanya suara detak jantung keduanya yang terdengar.

"Mas mau menikahi Wilona?."

"Nggak sayang, Mas nggak bisa. Mas nggak mau."

Kring Kring

Zuraida ingin mengambil ponselnya tetapi Arfan melarang.

"Saya sudah janji akan menjawab panggilan mereka."

"Sena sama Sean?."

"Iya."

Arfan membiarkan istrinya bicara pada anak-anaknya.

"Zuraida di mana? Aku baru menelepon sekarang. Dari tadi mommy di kamar kita terus." Bisik Sena.

"Iya, mommy seperti memata-matai kami Zuraida." Sean juga bicaranya sangat pelan.

"Iya nggak apa-apa. Saya masih ada urusan jadi nggak pulang dulu. Kalian harus jara diri. Makan yang banyak, terus belajar. Tidur jangan malam-malam."

"Iya Zuraida. Tapi besok kamu antar kami sekolah nggak?."

Lalu Zuraida menatap Arfan. Pria itu mengangguk memberi izin pada Zuraida menemui anak-anak.

"Iya, bisa. Saya usahakan datang pagi ke rumah."

"Oke Zuraida."

"Iya, kalau ada apa-apa telepon saya."

"Sip Zuraida."

Lalu Arfan menarik tubuh Zuraida lagi masuk dalam pelukannya.

"Anak-anak sangat merindukanmu.

"Saya juga rindu sama Sena, Sean. Sebenarnya karena mereka saya kembali."

"Bukan karena aku?." Arfan merajuk.

Zuraida menggeleng.

"Aku sudah siap kalau harus kehilanganmu mas. Tapi harus dengan cara baik. Aku nggak mau ada dendam atau permusuhan setelah kita berpisah nanti."

"Nggak sayang, aku nggak bakal menceraikan kamu. Selamanya kita akan bersama. Tolong tetap berada di sisi ku sayang."

Zuraida mengangguk lalu mereka mengulang lagi kegiatan panas seperti tadi.

*

Pagi-pagi sekali Zuraida ke rumah. Sean dan Sena sudah menunggu. Bersamaan dengan orang tua Arfan mau pergi meninggalkan rumah.

"Oma opa mau ke mana?."

"Kami mau pulang sayang. Kamu baik-baik ya sama mommy." Mama menatap sinis Zuraida.

"Nanti liburan kalian yang ke rumah oma opa." Kata opa.

"Baik, opa."

Lalu orang tua Arfan meninggalkan rumah.

"Karena saya kalian harus berpisah dengan opa oma." Zuraida memasang wajah sendu.

"Nggak apa-apa Zuraida, aku justru senang mereka pergi dari rumah ini." Jujur Sean.

"Aku juga, habis oma opa bela mommy. Mommy benar dibela salah masih dibela juga." Sena juga berkata jujur.

"Daddy itu sangat kasihan. Terus disalahin sama opa, opa sama mommy juga." Sean menambahkan.

"Kamu mau kan Zuraida kembali ke rumah ini?."

"Tunggu masalah saya selesai dulu ya, Sena."

"Iya Zuraida."

"Sekarang kita berangkat ya."

Kedua anak itu langsung ke mobil. Zuraida sendiri yang mengendarai. Setibanya di sekolah Sena dan Sean langsung salaman sama Zuraida. Mereka turun dari mobil dan langsung ke kelas. Zuraida kembali ke rumah mengantar mobil.

"Pasti kau tahu di mana Arfan." Kata Wilona sambil duduk di kursi teras.

"Nggak, aku nggak tahu."

"Jujur saja Zuraida. Kamu nggak kasihan sama aku yang lagi hamil ini."

"Tapi saya benar tidak tahu Wilona. Kamu udah telepon?."

"Nggak aktif nomornya."

Wilona menatap Zuraida yang hendak pergi.

"Kamu mau ke mana Zuraida?."

"Saya ada urusan."

"Mending kamu antar aku ke rumah sakit. Kamu yang nyetir."

"Iya."

Zuraida tidak tega dan bersedia mengantar Wilona. Di salah satu ruangan rumah sakit Zuraida melihat pemeriksaan Wilona secara langsung. Mendengar bagaimana dokter menjelaskan perkembangan calon bayinya. Zuraida sangat terharu, ia meraba perutnya yang masih belum ada isi.

"Kamu lihat sendiri aku benar-benar hamil kan?." Ucapnya ketika mereka keluar dari ruangan dokter.

"Iya."

"Kamu dengar apa kata dokter tadi kan, calon bayiku sehat. Aku sendiri nggak boleh capek, nggak boleh stres. Ini Arfan daddy bayiku membuatku stres Zuraida." Wilona menangis lalu duduk di salah satu bangku yang ada di sana.

Zuraida pun ikut duduk. Zuraida sangat iba. Apa sebaiknya ia beritahu keberadaan Arfan pada Wilona. Ia pun sebagai seorang perempuan.

"Aku takut aku gila Zuraida." Tangisnya semakin kencang.

"Makanya Kamu harus tenang. Mas Arfan nggak akan ke mana-mana. Mas Arfan pasti mau bertanggung jawab."

Kemudian Wilona menghapus air matanya. Bangkit lalu mereka berjalan ke arah parkiran.

Di sana mereka bertemu dengan Edwin dan Susan. Tiba-tiba saja emosi Wilona meledak. Bagaimanapun rasanya tidak terima melihat Edwin dan Susan selalu bersama.

"Apa-apaan kalian selalu bersama?. Katanya nggak ada hubungan."

"Terus kalau iya kami pacaran kamu mau apa?. Kamu aja mau balik sama mantan suami kamu kan?."

"Tentu saja, ini buktinya aku sedang hamil anak Arfan."

Tatapan Susan dan Edwin justru pada Zuraida.

Bersambung

1
Elina thea
fix~~~ Zuraida wanita paling bodoh kalo sampai kembali sama suami yg suka celap celup kayak Arfan,harusnya si Arfan merasa beruntung nikah sama Zuraida... statusnya aja duda anak dua,eh masih aja suka celap celup sama mantan yg dah membuang dia lagi,ih amit-amit...
Mai_mai
cepat lah ketahuan tentang sena kalo bisa pindah sekolah saja
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor cerita bagus bgt .
𝐈𝐬𝐭𝐲
sena udah salah jalan semoga orang tuanya segera menyadarinya... dan Sena masih bisa di selamatkan kalo bisa pindah dari sekolahan itu...
Soraya
q mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!