NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

"Raiden! Bener, kan, apa kata aku?!"

Alexa tak berhenti tersenyum lebar. Wajahnya berseri-seri, matanya berbinar penuh rasa bangga yang meletup-letup. Ia mengangkat bongkahan The Heart of Sapphire tinggi-tinggi di udara, memamerkan pendar biru kemilau berlian itu tepat di depan dada Raiden.

"Aku bilang juga apa! Tebakanku nggak pernah salah! Kamu harusnya puji aku dong, jarang-jarang kan ada mainanmu yang bisa bawa pulang harta karun bernilai triliunan begini?" cerocos Alexa penuh euforia, masih memeluk erat permata raksasa tersebut bagaikan memeluk anak sendiri.

Namun, Raiden hanya menyapu pemandangan itu dengan tatapan mata hitam yang teramat datar, dingin, dan kaku. Tidak ada riak terkejut, kagum, atau terpukau di wajah tampannya. Pria itu dengan tenang memasukkan flashdisk logam rahasia yang tadi disembunyikannya ke dalam saku celana, lalu merapikan ujung lengan kemeja putihnya.

"Bawa sampah itu keluar," pangkas Raiden dingin, suaranya mengalun tanpa beban seolah benda di tangan Alexa hanyalah seonggok kerikil di pinggir jalan.

Mendengar kata 'sampah', senyum lebar Alexa seketika pudar. Matanya membelalak kaget, tak percaya dengan indra pendengarannya sendiri.

"Hah?! Sampah?!" pekik Alexa cempreng, menepuk dada berlian birunya dengan protektif. "Ini berlian, Raiden! The Heart of Sapphire! Permata paling langka di dunia! Kamu nggak kaget sama sekali gitu aku bisa nemuin harta karun se-fantastis ini di dalam patung kusam?!"

Raiden melangkah perlahan menuju meja kerjanya, menyandarkan pinggulnya di tepi meja sembari bersedekap dada. Ia menatap Alexa dari ketinggian posturnya yang tegap, menyunggingkan sebuah senyuman miring yang teramat tipis dan sarat akan kesombongan mutlak.

"Kaget?" desis Raiden rendah, satu alisnya terangkat remeh. "Untuk apa aku kaget pada sebongkah batu?"

Pria itu menatap lurus ke mata Alexa, melontarkan kalimat menohok dengan nada santai yang mematikan.

"Kekayaanku jauh lebih banyak dari itu, Alexa. Nilai berlian di tanganmu itu bahkan tidak sampai satu persen dari total aset klan Alteir."

DEG.

Kata-kata itu meluncur mulus tanpa keraguan, menegaskan betapa jurang kekayaan di antara mereka berada di tingkat yang tak terbayangkan.

Alexa mengatupkan bibirnya kencang-kencang. Muka cantiknya mendadak bersungut-sungut sebal, matanya mendelik tajam menatap pria iblis di hadapannya.

"Cih... dasar pamer!" cibir Alexa pelan namun penuh kejengkelan, memutar bola matanya malas. "Iya deh, yang punya tambang emas sama benua sendiri mah bebas! Sombong banget jadi orang!"

Meski kesal setengah mati dengan kesombongan Raiden, rasa realistis Alexa tetap menang. Mau secantik dan semahal apa pun berlian ini, kalau cuma jadi pajangan di kamar kan tidak bisa dimakan atau dipakai belanja online. Ia butuh uang tunai!

Dengan raut wajah yang mendadak berubah manis dan memelas, Alexa melangkah mendekati Raiden. Ia memeluk berliannya dengan satu tangan, sementara tangan satunya mengibas-ngibas pelan ujung kemeja Raiden.

"Tapi... Raiden..." panggil Alexa dengan nada menyorot lembut, mencoba membujuk sang tuan tanah. "Bagaimana caranya biar berlian ini bisa dijual? Aku kan nggak punya akses ke pasar gelap atau pelelangan internasional. Mau dijual di toko perhiasan pasar biasa juga mana ada yang sanggup bayar triliunan?"

Alexa mendongak, menatap mata hitam Raiden dengan binar memohon yang sangat jelas.

"Bantu aku jualin, ya? Tolonglah... kamu kan penguasa underground, pasti gampang banget cairin barang begini. Nanti persentase komisi buat kamu deh!"

Raiden menatap jemari Alexa yang menyentuh kemejanya, lalu bergulir menatap wajah memelas wanita itu. Tak ada niat sedikit pun di wajah tegas Raiden untuk menanggapi negosiasi konyol tersebut.

"Keluar," pangkas Raiden singkat, datar, dan tak menerima bantahan.

"Ih, Raiden! Seriusan, bantu—"

"Aku bilang keluar, Alexa. Sebelum aku berubah pikiran dan menyita batu itu menjadi milikku sepenuhnya."

Mendengar ancaman 'disita', saraf kewaspadaan Alexa langsung menyala merah! Nyalinya menciut seketika. Tanpa membuang waktu satu detik pun, Alexa buru-buru memeluk erat-erat bongkahan berlian birunya yang teramat berat itu ke dada.

"E-eh! Jangan! Iya-iya, aku keluar!" seru Alexa panik.

Dengan langkah tergesa-gesa dan setengah membungkuk menahan bobot berlian yang hampir membuat tangannya pegal linu, Alexa berbalik dan berlari pontang-panting keluar dari ruang kerja Raiden. Pintu kayu jati raksasa itu dibantingnya rapat-rapat dari luar, meninggalkan Raiden seorang diri di dalam ruangan yang kini kembali hening dengan rahasia besar di dalam sakunya.

Suara pintu kayu jati raksasa yang tertutup rapat menandai kepergian Alexa dari ruang kerja. Keheningan yang dingin dan berat seketika kembali menguasai ruangan serba hitam tersebut.

Raiden berdiri tenang di balik meja kerja mahoninya. Pria itu merogoh saku celananya, mengeluarkan tabung logam hitam berukuran sangat kecil berukir lambang klan kuno yang tadi disembunyikannya dari tumpukan pecahan patung naga.

Ia memutar-mutar benda itu di antara jemari tangannya yang panjang, menatapnya dengan iris mata hitam legam yang meredup pekat dan amat berbahaya.

BEEP.

Raiden menekan satu tombol tersembunyi di bawah permukaan meja kerjanya. Hanya dalam hitungan detik, pintu ruang kerja terdorong terbuka tanpa suara.

Sosok pria bertubuh tegap dalam balutan setelan jas hitam rapi melangkah masuk. Ia adalah Zavier, asisten pribadi sekaligus tangan kanan paling setia yang telah mendampingi Raiden melewati berbagai pertumpahan darah di dunia underground. Zavier menundukkan kepalanya sembilan puluh derajat di hadapan sang penguasa klan Alteir.

"Anda memanggil saya, Tuan Muda?" suara Zavier mengalun datar, tegas, dan penuh penghormatan mutlak.

Raiden tidak langsung menjawab. Pria itu melemparkan tabung logam hitam berteknologi tinggi itu ke arah meja. Benda kecil itu meluncur mulus dan berhenti tepat di depan Zavier.

"Periksa isi flashdisk ini," perintah Raiden dingin, suaranya rendah namun dipenuhi tekanan yang mematikan. "Gunakan enkripsi tingkat tertinggi klan kita. Jangan biarkan ada satu pun data yang bocor atau terdeksripsi oleh jaringan luar."

Zavier melangkah maju, meraih benda logam itu dengan kedua tangannya yang terbungkus sarung tangan kulit hitam. Matanya yang tajam menyapu ukiran lambang klan kuno di permukaan logam tersebut, seketika menyadari betapa krusial dan berbagayanya informasi yang tersimpan di dalamnya.

"Ini adalah benda yang tersembunyi di dalam patung naga yang Anda menangkan di acara lelang tadi malam, Tuan Muda?" tanya Zavier memastikan.

"Ya," sahut Raiden pendek, menyandarkan punggungnya ke kursi kebesaran sembari menopang dagu. "Nyonya mudamu yang menemukan benda ini di dalam sana. Cari tahu file apa yang terenkripsi di dalamnya, siapa pembuatnya, dan klan mana yang berusaha menyembunyikannya selama ini."

Zavier menganggukkan kepalanya dengan sangat patuh, menyimpannya ke dalam saku jas bagian dalam.

"Baik, Tuan Muda. Saya akan segera meretas proteksinya bersama tim siber terbaik dan melaporkan hasilnya kepada Anda sebelum fajar," ucap Zavier mantap tanpa ragu sedikit pun, lalu mundur satu langkah dan berbalik keluar dari ruangan untuk menjalankan tugasnya.

Sementara di sudut lain mansion Alteir, atmosfer yang sangat bertolak belakang sedang terjadi di dalam kamar utama VIP.

Suasana kamar begitu hangat dan sunyi. Lampu tidur temaram memancarkan pendar keemasan yang lembut. Di atas ranjang king size yang empuk dan berseprai sutra murni, Alexa sedang tertidur dengan sangat lelap.

Tidur malamnya kali ini benar-benar nyenyak seolah semua rasa lelah akibat latihan lari marathon, trauma melihat penyiksaan brutal, dan kelelahan mental memutar otak di acara lelang menguap begitu saja tanpa bekas.

Alasannya sangat sederhana: di dalam pelukan kedua tangannya, terbaring bongkahan The Heart of Sapphire yang dingin dan berkilau memukau.

Alexa tidur meringkuk miring, memeluk erat berlian biru raksasa bernilai triliunan rupiah itu ke dadanya persis seperti anak kecil yang tidak mau berpisah dari guling kesayangannya. Bahkan dalam lelapnya, sebuah senyuman tipis yang puas dan penuh kebahagiaan khas Orang Kaya Baru (OKB) terukir menggemaskan di wajah cantiknya.

Huuu... fhh...

Napas halus Alexa berembus teratur. Di dalam mimpinya malam ini, ia sudah membayangkan dirinya memegang tumpukan uang tunai tak terbatas, bebas belanja apa saja, dan hidup bergelimang harta tanpa perlu takut lagi pada gertakan iblis berniat membunuh seperti Raiden.

1
merry
akhirnya ingt juga kmu lex 🤣🤣🤣🤣untung gk jdi lompat🤣🤣🤣🤣 si Rey bisa ajj nakutin kmu lex
Diah Al Khalifi
Alexa malu sendiri JD nya🤣🤣🤣🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
double up
merry
jlsin Rey kll klo kmu yg tdr in kec bukn tiga cwo sewaan jasmine itu biar gk lompat klo kmu diam ajj ap lex bukn dr dunia in mngkin dgn bgni dia bisa balik ke dunia asli ya
Shela Pereira
lanjuut
mimief
lagi Thor...
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
Pa Muhsid
udah kejam oon lagi anak perawan orang yang sudah gak perawan lagi sama kamu kok ditinggal trauma dan ketakutan lagi kalau udah ilang baru tau rasa, Mampoos
mimief
lagian Raiden kemana si yaa
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
Shela Pereira
lanjut.
Pa Muhsid
dari kejam otw bucin setengah hidup
ketagihan kan kan 🙊🙄🙄
Diah Al Khalifi
lanjut Thor
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Raiden bikin Alexa hamil
Septi Wijaya
awwww manisnya 🥰🥰🥰
merry
untung Rey dtg cb ngk gmn ya,, lgian kn msk ke dunia novel dh bc semua nya hrs bs menghindari jebknn jasmine donk knp mlh terjebak lex,, ap permainan takdir 🤔🤔🤔🤔Xavier sikat tu jasmin dan teman teman nya
mimief
wah ..apakah terjadi yg iya iya itu?
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
Septi Wijaya
awwww....
tunjukkan kehebatan mu Raiden
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
mimief
Dahlan
siap siap besok kita liat perkedel human😱
Pelangi Jingga
iya tor perbanyak up please 💪🙏🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!