NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Perisai Bintang

Puncak Gunung Pilar Langit menembus awan-awan Benua Selatan, memancarkan keagungan abadi yang membuat ratusan juta makhluk fana di bawahnya berlutut dalam pemujaan. Di sinilah markas utama Kuil Dewa Perak berdiri, sebuah sekte tiran yang mengklaim diri mereka sebagai perpanjangan tangan dari kehendak langit.

Namun malam ini, di dalam Balai Takdir Bintang yang suci, keagungan itu ternoda oleh kepanikan yang membekukan jiwa.

Praaang! Praaang! Praaang!

Deretan plakat giok putih yang melayang di atas altar pecah secara beruntun, berubah menjadi debu yang berjatuhan ke lantai pualam. Yang paling mengerikan, sebuah plakat giok berwarna perak dengan ukiran nama 'Xue Ming' retak di bagian tengahnya, sebelum akhirnya meledak dengan suara jeritan arwah yang menyayat hati.

Pelindung Bintang Dua, seorang pria dengan rambut keperakan panjang dan mata yang memancarkan badai petir, berdiri di depan altar dengan wajah yang sangat gelap. Hawa murni dari Ranah Pemisahan Duniawi Tahap Menengah bergejolak di sekujur tubuhnya, menekan Penatua penjaga aula hingga pria tua itu memuntahkan darah dan tak mampu mengangkat kepalanya.

"Xue Ming... mati?" Pelindung Bintang Dua bergumam dengan suara yang menggetarkan pilar-pilar batu. "Dia memimpin tiga regu Anjing Perak. Tiga puluh ahli Peleburan Jiwa Tahap Menengah, dan mereka semua musnah dalam satu malam di wilayah kumuh itu?!"

Tiba-tiba, dari debu plakat giok Xue Ming yang hancur, sisa-sisa esensi darah yang terikat pada jiwa sang panglima melayang ke udara. Darah itu tidak memudar, melainkan memadat dan membentuk sederet aksara merah menyala di tengah-tengah Balai Takdir Bintang.

"PELINDUNG BINTANG DUA, ANJING-ANJINGMU TERLALU LEMAH UNTUK MENGGIGIT. TUNGGU AKU DI PUNCAK GUNUNG PILAR LANGIT."

Membaca pesan berdarah yang dipancarkan langsung melintasi jutaan li itu, urat nadi di pelipis Pelindung Bintang Dua menonjol keras. Kemurkaan mutlak membakar kewarasannya. Seumur hidupnya, belum pernah ada yang berani menghina Kuil Dewa Perak sedemikian rupa, apalagi menantang salah satu Pelindung Bintang secara langsung!

"Sombong! Bocah iblis ini benar-benar tidak tahu tingginya langit dan tebalnya bumi!" raung Pelindung Bintang Dua, menghantamkan tinjunya ke udara. Gelombang kejut dari tinjunya menghancurkan atap Balai Takdir Bintang seketika.

"Kirimkan perintah ke Kota Perisai Bintang di kaki gunung! Tutup Gerbang Surgawi! Aktifkan Susunan Matahari Perak! Jika iblis kecil itu benar-benar berani datang kemari, aku ingin dia digiling menjadi debu bahkan sebelum dia bisa menyentuh anak tangga pertama gunung ini!"

"S-Sesuai perintah, Tuan Pelindung!" Penatua penjaga balai itu merangkak mundur dengan panik, bergegas menyampaikan titah kemarahan sang dewa.

Tiga hari kemudian, di bawah langit kelabu Benua Selatan.

Kota Perisai Bintang adalah kota benteng raksasa yang dibangun tepat mengelilingi kaki Gunung Pilar Langit. Kota ini bukanlah tempat untuk perniagaan fana; ini adalah benteng pertahanan militer pertama dan terkuat milik Kuil Dewa Perak. Tembok kotanya terbuat dari paduan Besi Bintang dan Batu Karang Putih setinggi lima puluh tombak, dijaga oleh puluhan ribu murid pilihan dan ratusan Penatua Peleburan Jiwa.

Hari itu, gerbang raksasa Kota Perisai Bintang tertutup rapat. Susunan pelindung memancarkan cahaya perak redup, bersiaga penuh menanti kedatangan musuh yang telah membantai Pasukan Anjing Perak.

Di tengah kesunyian yang tegang tersebut, dari arah padang tandus di selatan, sesosok bayangan perlahan muncul menembus tirai badai debu.

Shen Yuan berjalan dengan langkah santai, seolah ia sedang menyusuri taman bunganya sendiri. Jubah hitamnya yang baru berkibar anggun dihembus angin. Rambut panjangnya dibiarkan terurai, membingkai wajahnya yang sedingin es purbakala. Di punggungnya, Pecahan Gigi Naga berdengung pelan, Roh Pedang di dalamnya meronta kegirangan karena mencium pekatnya hawa murni dari puluhan ribu nyawa di balik tembok tersebut.

Shen Yuan menghentikan langkahnya tepat dua ratus tombak dari Gerbang Selatan Kota Perisai Bintang. Matanya yang segelap malam menatap tembok raksasa yang dipenuhi oleh ribuan pemanah hawa murni.

"Penyusup! Berhenti di sana!" teriak seorang Panglima Penjaga dari atas tembok, suaranya diperkuat oleh hawa murni Peleburan Jiwa Tahap Awal. "Ini adalah wilayah suci Kuil Dewa Perak! Selangkah lagi kau maju, susunan aksara kami akan mengubahmu menjadi abu!"

Shen Yuan memiringkan kepalanya sedikit. "Wilayah suci? Kulihat ini hanyalah kandang tempat babi-babi perak bersembunyi ketakutan."

"Kurang ajar! Panah dia!"

Atas perintah sang panglima, ribuan anak panah yang ujungnya dilapisi hawa murni perak melesat dari atas tembok, membentuk awan kematian yang menutupi langit, turun menghujani posisi Shen Yuan.

Di masa lalu, menghadapi hujan serangan ragawi yang dilapisi hawa murni seperti ini, Shen Yuan harus mengandalkan ketangguhan jasmaninya. Namun kini, ia telah berdiri di Ranah Peleburan Jiwa Tahap Menengah. Ia telah melampaui kebutuhan untuk menggunakan dagingnya sebagai tameng.

"Sutra Penelan Surga."

Shen Yuan bahkan tidak mengangkat tangannya. Ia hanya membiarkan Inti Emas Iblis di dalam Dantian-nya berputar satu kali.

Wussshhh!

Hawa murni merah kehitaman meledak dari tubuhnya, membentuk sebuah pusaran raksasa yang melengkung di atas kepalanya laksana payung kematian. Saat ribuan anak panah perak itu menyentuh pusaran tersebut, mereka tidak terpental atau hancur. Mereka murni ditelan tanpa sisa! Hawa murni yang melapisi anak-anak panah itu disedot habis, mengubah batang-batang logam itu menjadi debu karat yang tersapu angin sebelum bisa menyentuh rambut Shen Yuan.

"A-Apa yang terjadi?! Serangan kita dihisap!" jerit para penjaga di atas tembok dengan mata membelalak ngeri.

"Sekarang, giliranku mengetuk pintu kalian."

Shen Yuan merentangkan tangan kanannya ke belakang, mencabut Pecahan Gigi Naga. Roh Pedang di dalamnya mengeluarkan auman naga yang memekakkan telinga. Shen Yuan mengalirkan hawa murni Tahap Menengahnya, memadukan ketajaman mutlak dari pusaka purbakala dengan kekuatan jasmani Penyempurnaan Tanpa Celah.

"Gulungan Pedang Penelan Langit: Belah Cakrawala!"

Ia mengayunkan pedangnya secara mendatar. Bukan sekadar gelombang sabit yang keluar, melainkan sebuah gelombang ruang hampa berwarna hitam pekat yang ukurannya membesar hingga membelah cakrawala!

Bummmmm!

Gelombang hitam itu menghantam gerbang raksasa Kota Perisai Bintang. Susunan aksara perak yang diklaim mampu menahan serangan Pemisahan Duniawi berderit hebat, sebelum akhirnya retak dan pecah berkeping-keping layaknya kaca rapuh.

Gerbang yang terbuat dari Besi Bintang setebal lima tombak hancur lebur! Potongan logam dan batu raksasa terlempar ke dalam kota, meremukkan ratusan penjaga yang berada di baliknya. Jeritan penderitaan dan kepanikan meledak, menghancurkan ketenangan sekte raksasa itu dalam sekejap.

Di tengah debu reruntuhan, Shen Yuan melangkah masuk ke dalam kota.

"IBLIS! JANGAN BIARKAN DIA MAJU!"

Puluhan Penatua di Ranah Peleburan Jiwa Tahap Awal dan Menengah melesat dari berbagai sudut kota, mengepung Shen Yuan di jalanan utama. Pedang, tombak, dan jaring hawa murni dilontarkan, berusaha mengunci pergerakannya.

Shen Yuan menyeringai. Matanya menyala dengan kilatan merah darah.

"Kalian yang mengantarkan nyawa."

Langkah Bayangan Hantu!

Kecepatan Shen Yuan di Tahap Menengah Peleburan Jiwa tidak lagi bisa ditangkap oleh mata ahli di ranah yang sama. Ia lenyap dari pandangan, meninggalkan sembilan bayangan hitam.

Sraaaassshhh! Craaaaak!

Setiap kali sosoknya berkedip muncul, pedang Pecahan Gigi Naga di tangannya memotong daging, tulang, dan jiwa. Roh Pedang itu berpesta pora, menyedot esensi darah dan wujud jiwa para Penatua tersebut tepat saat mata pedang melewati tubuh mereka. Mayat-mayat kering berguguran di jalanan pualam, tak satu pun dari mereka sempat mengeluarkan jeritan kedua.

Hanya dalam waktu dua puluh tarikan napas, tiga puluh Penatua Peleburan Jiwa musnah tanpa sisa!

"CUKUP!"

Sebuah raungan yang sanggup merobek gendang telinga meletus dari atas menara utama kota. Sesosok pria paruh baya dengan zirah emas pekat melesat turun, mendarat di depan Shen Yuan dengan daya hancur yang membuat jalanan amblas.

Pria itu adalah Tuan Kota Perisai Bintang, Jialuo. Hawa murni yang memancar dari tubuhnya jauh melampaui Peleburan Jiwa. Riaknya telah menyentuh kaidah pengasingan mutlak... Setengah Langkah Pemisahan Duniawi!

"Hanya seorang bocah di Tahap Menengah Peleburan Jiwa, beraninya kau membantai di kotaku?!" Jialuo memelototi Shen Yuan, tangannya memegang sebuah tombak emas yang memancarkan hawa murni pembakaran. "Bahkan jika kau memiliki ilmu iblis yang aneh, perbedaan pemahaman ranah kita adalah jurang yang tidak bisa kau lompati!"

"Jurang pemahaman?" Shen Yuan membuang sisa darah dari mata pedangnya, menatap Jialuo dengan rasa bosan. "Kalian anjing-anjing dari alam menengah selalu mengucapkan kalimat yang sama persis sebelum kepala kalian menggelinding di tanah."

"Mencari mati! Alam Pengasingan: Tungku Matahari!"

Jialuo tidak meremehkan musuhnya. Ia langsung melepaskan pemusatan kekuatan mutlaknya. Udara di sekitar Shen Yuan seketika membeku menjadi dinding ruang yang menyala dengan api emas. Tekanan berat bumi meningkat ribuan kali lipat, berusaha meremukkan tulang Shen Yuan dari segala arah.

Jika Shen Yuan masih berada di Tahap Awal, ia mungkin harus menggunakan kelicikan untuk keluar dari kurungan ini. Namun sekarang, ia telah menembus Tahap Menengah dengan fondasi Inti Emas Iblis yang memakan puluhan ahli!

"Alam pengasingan yang tidak sempurna. Cih," cibir Shen Yuan.

Ia tidak menggunakan Alam Jiwanya. Ia hanya memutar Sutra Penelan Surga ke tangan kirinya, memadatkan hawa murni iblis hingga ke batas mutlak.

Tapak Penghancur Nadi!

Shen Yuan meninju dinding ruang yang menyala keemasan itu.

Klaaaaanggg!

Bukan telapak tangannya yang hancur, melainkan Alam Pengasingan milik Jialuo yang retak parah! Pusaran penelanan di ujung kepalan tangan Shen Yuan menyedot hawa murni emas dari dinding ruang itu, membuatnya rapuh dalam sedetik, lalu Shen Yuan menerobos keluar dengan kecepatan kilat!

"M-Mustahil! Kau menghancurkan Alam Pengasinganku dengan tangan kosong?!" Jialuo terbelalak ngeri. Ia buru-buru menusukkan tombak emasnya ke arah Shen Yuan yang merangsek maju.

Namun, Pecahan Gigi Naga melesat lebih cepat. Roh Pedang itu mengaum, membelah udara dengan pusaran hitam yang melahap cahaya tombak Jialuo.

Traanggg! Tombak emas tingkat tinggi itu terlempar dari tangan Jialuo.

Sebelum Jialuo bisa berkedip, tangan kiri Shen Yuan telah mencengkeram tenggorokannya dengan kekuatan Jasmani Penyempurnaan Tanpa Celah, mengangkat Tuan Kota yang bertubuh besar itu ke udara.

"K-Kau... tidak bisa membunuhku... Pelindung Bintang Dua sedang melihatmu dari atas puncak...!" rintih Jialuo, wajahnya membiru karena kehabisan napas dan ketakutan mutlak.

"Bagus. Aku memang ingin dia melihatnya," bisik Shen Yuan di telinga Jialuo.

Sutra Penelan Surga, Putaran Pelahap Jiwa Mutlak!

"Tidaaaaaak—!"

Pusaran iblis meledak ke dalam Dantian Jialuo. Esensi dari Setengah Langkah Pemisahan Duniawi—energi yang sangat murni dan padat—disedot secara brutal. Jialuo mengejang hebat, wujud jiwanya ditarik paksa dan ditelan oleh sang Iblis Penelan Surga. Tubuhnya mengering menjadi kerangka layu dalam hitungan tarikan napas.

Shen Yuan melempar mayat kering Jialuo ke tanah, menatap ke arah Puncak Gunung Pilar Langit yang menjulang tertutup awan di depannya. Hawa murni dari Jialuo mengalir deras di dalam Dantian-nya, menstabilkan dan semakin memadatkan Lautan Qi iblisnya.

Di bawah tatapan puluhan ribu murid fana yang kini bersujud gemetar di sepanjang jalanan Kota Perisai Bintang, Shen Yuan berjalan perlahan melintasi kota yang hancur. Di ujung jalan tersebut, terhampar ribuan anak tangga pualam putih yang mengarah lurus ke atas awan—menuju kuil utama.

"Pelindung Bintang Dua," Shen Yuan mengangkat kepalanya, suaranya menggema menembus langit, "gerbang depanmu sudah kuhancurkan. Sekarang, turunlah ke mari, atau aku yang akan naik dan menyeretmu turun!"

Sang Iblis telah menjejakkan kakinya di gunung para dewa. Pembantaian yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!