{vrmmorpg story}
Genre tambah : Sistem, Aksi, Distopia, Yuri, Moderen day, Fantasi, Sci-fi, MC wanita.
Vina Artamia atau yang lebih dikenal sebagai Dewi perburuan Artemis, mendapati dirinya telah kembali ke masa lalu. Masa sebelum dunia mendapat invasi oleh makhluk misterius. Berharap merubah takdirnya dan semua orang yang dia sayangi, mampukah sang 'Artemis' menjadi yang terkuat di game reastrem online?.
[Arc 1 Reastrem online 1-64 tamat]
[Arc 2 First World Event 65-153 tamat]
[Arc 3 Ancient Forest 154-226 tamat]
*peringatan tersedapat adegan kekerasan yang berlebih dan tipo bertebaran yang siap membuat pembaca menggila.
>gambar bukan milik author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orpmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
arc 1.34 Raja gua 2
Aku teru duduk diam bersandar di dinding gua, aku menekan bagian tubuhku yang terkenal cakar dari raja gua. Beruntung aku tidak terkenal pendarahan. Sementara itu luka yang diderita oleh raja gua terus mengeluarkan darah akibat abnormal status [bleeding]. Hingga 10 detik kemudian luka yang diderita oleh raja gua mulai menutup.
__________________________________________
[Cave king]
Ras : mamalia
Tipe : guardian
Hp : 58.152
MP : 54.360
__________________________________________
Kesehatan monster ini benar-benar sesuatu di kelasnya. walaupun seranganku kuat tapi sangat sulit menghadapi monster dengan kecerdasan Seperti dia.
“Aku rasa tidak punya pilihan lain”
Sambil terus mencari celah aku memikirkan sebuah rencana. Namun seakan tidak ingin memberikan waktu untuk berpikir, raja rawa segera mulai berlari ke arahku. Melihat tikus besar itu mendekat aku tidak panik dan tetap duduk sambil memejamkan mata.
“[Shadow calon]” Gumamku pelan.
Dengan cepat bayangan di belakangku bergerak dengan bentuk mirip sepertiku dan segera berlari kesamping. Raja gua yang merasakan langkah kaki dari bayangan yang aku buat segera berbelok dan mengejar bayangan tersebut. Sementara aku memusatkan konsentrasi pada pengaktifan skill berikutnya.
“[fotosintesis]” aku mengaktifkan salah satu skill yang berasal dari job descend of world tree.
__________________________________________
[Fotosintesis]
Rank : Legendaris
Tipe : aktif/pasif
Keterangan : Kemampuan untuk menyerap energi dari alam dan mengubahnya menjadi mana dan mempercepat proses penyembuhan.
Efek :
(1) setiap naik level mana+20
(2) pemulihan MP dan HP +15%.
(3) absorber : memilih mana dengan teknik pernafasan. Semakin sering skill digunakan teknik penyerapan pun akan semakin baik.
__________________________________________
Aku mencoba mengatur pernafasan dan saat aku perlahan menarik nafas, tiba-tiba kepalaku terasa agak sakit seakan sesuatu terus mengisi kepalaku, sementara dadaku menjadi semakin panas.
+15
+15
+15
+15
……
….
..
Efek dari skill [fotosintesis] mulai terasa setelah 1 menit aku melakukan pernafasan, mana yang aku miliki sudah kembali penuh sementara kesehatan masih dibawah 40%. Tapi itu cukup untukku.
Bertepatan dengan kalahnya clone bayangan yang aku buat. Aku kembali melakukan perlawanan.
“[thorny red rose]”
Kembali cakar-cakar menyerang raja gua, serangan dari tanganku terus membuat kesehatanku pulih sementara tangan kanan yang dipenuhi oleh pisau berduri melukai dengan begitu kuat hingga kesehatan dari raja gua mulai terkuras.
[Skill pasif (Chain critical attack) telah aktif, cooldown (thorny red rose) telah di reset dan pengaktifan skill berikutnya tidak akan menggunakan mana]
Kembali terdengar saat efek dari [chain critical attack] aktif, tapi kali ini aku tidak langsung menyerang namun justru menghindari.
Wusssss
Serangan dari raja gua berhasil aku hindari dengan setipis kertas, lalu aku kembali mengaktifkan [thorny red rose], serangan pun dimulai lagi. Hingga kesehatan raja rawa berkurang dan tersisa 20% membuat monster tikus itu mulai marah dan memasuki mode [rage]. Aku pun mulai merubah rencana.
“Hemp, walaupun kau memiliki kecepatan dan kerusakan yang lebih baik dari sebelumnya, tapi kekuranganmu masih membuat aku unggul”
Gumamku saat melihat tikus itu dengan cepat berlari merahku, dengan tenang aku menggunakan skill [shadow clone] lalu segera berpindah menggunakan [shadow warp]. Disepanjang pertarungan aku terus berusaha untuk tetap tenang dan terus mengatur pernafasan dengan skill [fotosintesis]. Seperti sebuah lelucon mana miliki tidak pernah habis walaupun terus menggunakan skill tanpa henti.
“Ini benar-benar sebuah cheat”
Aku kembali teringat betapa kuatnya si nomor 1 dalam game maupun dunia nyata. Manusia yang mampu menggunakan kekuatan sihir dengan bebas walaupun biaya mana di dunia nyata 5× lebih besar daripada di game. Ternyata itu disebabkan oleh skill ini.
Pertarungan berlangsung sama seperti sebelumnya hingga aku sangat percaya diri akan memenangkan pertarungan sebentar lagi, hingga.
“?????”
Ekor tikus itu tiba tiba menyerang ku yang baru saja muncul di belakang tikus raksasa dengan [shadow warp].
-167
“Gahak……”
Jeritan ku tidak dapat aku tahan saat ekor itu memukul perutku bagai cambuk. Tapi belum cukup sampai disitu, raja gua yang mengetahui posisiku segera meninggalkan calon bayangan dan dengan cepat melakukan serangannya padaku.
Wusssss
Braaaaak
-1098
Teriakkan dari mulutku tidak dapat terdengar saat seluruh mulutku dipenuhi oleh darah. Rasa sakit yang tidak tertahankan seakan seluruh tulang dan organ dalam telah hancur. Aku hanya bisa diam terbaring di tanah gua sambil mengeluh sakit, tidak mampu menggunakan skill untuk mengecoh Raja gua yang mulai berlari mendekati.
“Ah, padahal hanya tersisa 4%.” Gumamku saat melihat sisa kesehatan dari raja rawa.
“Ini menyebalkan jika aku kehilangan beberapa level karena kematian, tapi ini karena aku yakin terlalu ceroboh.”
Aku hanya bisa menyesali kesalahan fatal yang aku lakukan karena terlalu percaya diri. selama pertempuran yang sudah berlangsung hampir 30 menit aku terus waspada dengan serangan rahasia dari raja rawa, entah itu nafas beracun, sinar laser dari mata maupun k*ntut api, termasuk ekornya juga tidak luput aku awasi. Tapi disebabkan oleh hari yang telah berganti menjadi pagi, beberapa keuntungan dari equipment milikku telah hilang dan itu menyebabkan aku agak terburu-buru.
Lalu disinilah aku sekarang, menanti kematian pertamaku di game ini.
[Author : oh tidak semudah itu Ferguson]
***
Tiba-tiba sebuah cairan yang berasal dari telapak tanganku melompat ke arah raja rawa yang masih berlari. Dia kemudian mengeluarkan sebuah kartu yang berasal entah darimana, kartu berwarna tembaga dengan gambar seekor goblin dan ketika kartu itu dilempar seketika kartu itu hancur dan sesosok goblin muncul dihadapan cairan hitam. Aku yang berada di belakang cairan hitam hanya bisa terkejut.
“Oooohh, jadi begitu fungsi dari [monster card].” aku berdecak kagum saat mengetahui fungsi dari skill yang belum sekalipun aku coba Setelah mendapatkannya.
“Tapi jika hanya goblin bukankah tidak akan membantu?.” ucapku yang tidak terlalu yakin dengan kekuatan monster Legendaris di dunia fantasi itu.
Tapi tidak ada jawaban dari cairan hitam yang sekarang telah berubah menjadi bola dengan sebuah mulut dengan gigi-gigi mengerikan. Lalu saat mendengar pertanyaan dariku, bola itu hanya menoleh dan menunjukkan senyuman yang penuh percaya diri.
Seketika aku sangat ingin tertawa melihat senyuman itu, tapi rasa sakit di perutku mulai terasa lebih menyakitkan saat aku bergerak. Melihat raja rawa yang mulai mendekat, bola hitam itu segera melompat kearah goblin yang tetap diam menatap tikus raksasa yang menuju kearahnya, lalu dengan cepat bola itu kembali ke bentuk cairan dan melapisi seluruh tubuh goblin itu, hingga kulit yang semula hijau Sekarang berubah menjadi hitam pekat.
Lalu-
Braaaaak
Benturan yang sangat keras terjadi, goblin yang sekarang telah dilapisi cairan hitam tetap berdiri kokoh sementara raja gua berhasil dihentikan.
Aku hanya bisa membuka mulutku melihat sesuatu yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.
“Sebenarnya kau ini apa?.” Gumamku melihat goblin hitam itu berusaha untuk melindungi ku.
...BERSAMBUNG...