Hilda gadis 17 tahun, bersahabat dengan Imel dan Jasmine. Mereka kuliah di kampus dan jurusan yang sama. Papa Hilda yang bernama Brata pernah berhutang budi dengan sahabatnya namanya Randi. Papa Hilda dan temannya pernah berjanji menjodohkan anak mereka. Saat ini, sahabat papa Hilda sedang sekarat. Dia menagih janji papa Hilda untuk menikahkan anak mereka sebelum Pak Randy meninggal. Nama anaknya Ricko umur 25 tahun. Akhirnya papa Hilda menikahkan mereka walau usia mereka masih terbilang muda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. OSPEK HARI PERTAMA (Part 1)
Pagi ini Hilda bangun sangat pagi. Hari ini adalah hari Ospek kampus mereka. Hilda, Imel dan Jasmine harus sampai ke kampus pukul delapan pagi. Hilda bangun cepat. Hal itu dikarenakan dia harus mengikat rambutnya kepang tujuh belas sesuai umurnya. Seperti yang dituliskan di kertas yang di bagikan saat mendaftar ulang kemaren.
Setelah mengepang rambutnya. Hilda mengambil topi yang mereka buat dari karton berwarna biru. Lalu dia memakai sepatu pancus dan baju putih rok hitam. Tak lupa dia membawa tas yang berisi makanan ringan merk yang sudah ditentukan oleh panitia yang akan dikumpulkan nanti pada saat ospek.
Setelah semua persiapannya selesai, Hilda keluar dari kamarnya dengan membawa semua barang yang sudah dia persiapkan. Sebelum turun ke bawah, Jasmine dan Imel mengabari Hilda kalo mereka hampir sampai di rumah Hilda. Hilda pun bergegas turun ke bawah dan langsung ke meja makan.
" Pagi pa.. !! Pagi ma..!!" Sapa Hilda.
" Pagi Hilda..!!" Kata mama dan papanya serentak.
" Pagi banget Hilda. Masih juga jam setengah tujuh..!" Kata papa Hilda.
" Iya pa. Hari ini Hilda ada OSPEK di kampus. Masuk jam delapan pagi. Hilda nggak mau telat ntar dihukum sama kakak senior..!!" Kata Hilda.
" Ya sudah makan dulu biar kamu ada tenaga..!!" Kata mama Hilda.
" Nggak sempat deh ma..!! Hilda bungkusin roti aja ya biar makan di mobil saja." Kata Hilda.
" Ya udah. Mama ambil tempat makanannya dulu ya. Kamu olesin selainya. Biar cepat." Kata mama Hilda.
" Iya ma..!! Tolong sekalian ambilin tempat minum ya ma buat bawa susunya..!!" Kata Hilda.
" Iya Hilda tunggu sebentar..!!" Sahut mamanya yang sudah berjalan ke arah dapur.
Hilda dan mamanya berbagi tugas supaya Hilda bisa cepat berangkat ke kampus agar dia tidak dihukum pada masa OSPEK ini.
" Jasmine dan Imel jemput kamu Hilda?" Tanya papa Hilda.
" Iya pa..!! Tadi mereka bilang sudah mau sampai ke rumah kita pa..!!" Jelas Hilda.
" O baguslah..!!" Kata papa singkat.
" Ini Hilda tempat makanan dan ini tempat minumannya." Kata mama Hilda menyerahkan kedua benda itu kepada Hilda.
" Makasih ma..!!" Kata Hilda.
Sesegera mungkin Hilda memasukkan rotinya tadi ke tempat makanan yang sudah diberikan mamanya tadi dan memasukkan minumannya ke tempat minuman yang dikasi juga oleh mamanya. Setelah beres Hilda meminta izin menunggu kedua temannya di ruang tamu.
" Papa..!! Mama..!! Hilda nunggu Jasmine dan Imel di depan ya..!! Sekalian Hilda pamit. Supaya saat mereka sampai nggak perlu turun dari mobil lagi dan bisa langsung berangkat ke kampus." Kata Hilda.
" Ya sudah..!! Kamu hati-hati ya Hilda..!!" Kata Papa Hilda.
" Iya pa..!!" Kata Hilda.
" Kalo ada yang suruh kamu hal yang terlalu berat dan tidak manusiawi, kamu harus langsung lapor ke pihak kampus. Jangan didiamkan saja. " Pesan papa lagi.
" Iya pa. Papa tenang saja. Hilda bisa jaga diri kok. Ya sudah sekarang Hilda langsung ke depan ya papa dan mama. Sepertinya mereka sudah datang. Hilda seperti mendengar suara mobil Jasmine di depan. Sampai nanti malam ya papa..!! Bye..!!" Kata Hilda lalu menyalam papa dan mamanya dan langsung pergi dari situ.
Di depan pintu, mobil Jasmine sudah bertengger cantik. Hilda langsung masuk ke mobil dengan membawa semua barangnya.
" Hai semua..!! Yuk langsung berangkat aja..!!" Kata Hilda.
" Iya Hilda..!! Pak, yuk langsung jalan aja..!!" Suruh Jasmine.
Supir Jasmine pun langsung menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Hilda dan langsung menuju kampus mereka.
Diperjalanan Hilda membuka bekal makanan nya tadi dan memakannya.
" Kalian sudah makan?" Tanya Hilda.
" Sudah Hilda. Tadi kami makan di rumah." Jawab Jasmine.
" Kalo begitu aku makan dulu ya..!! Tadi nggak sempat makan di meja makan soalnya ribet nih ngikat rambut kucir 17 gini. Untungnya umur aku cuma 17. Sempat umurku 31 bisa brabe deh ngucirnya gimana. Hahahaha.." Kata Hilda.
" Loh kamu nggak dibantuin sama tante?" Tanya Jasmine.
" Nggak. Tadi mama kan sibuk urusin keperluan kerja papa." Kata Hilda sambil mengunyah makanan.
" Ooo.. Tadi aku minta tolong bibi yang ngikat rambut aku. Jadi, bibi yang ikat rambutnya. Aku sambil makan deh. Jadi dua pekerjaan selesai bersamaan. Hahahaha..!!" Kata Jasmine.
" Sama Jasmine. Tadi subuh-subuh sebelum mama pergi kerja, aku minta tolong mama buat ngikatin rambut aku. Supaya cepat. Awalnya sih mama merepet karena dia takut telat bekerja tapi karena aku pasang muka dikasihani , akhirnya mama mau deh. Hahaha.." Kata Imel.
" Wah.. Kalian enak ya..!! Ada yang bantuin..!!" Kata Hilda.
" Iya dong Hilda. Kita minta bantuan kalo ada yang di bisa dimintain bantuan. Biar cepat dan kita juga bisa sempat sarapan." Kata Jasmine.
" Oke lah kalo begitu. Kali ini aku belajar dari kalian pelajaran berharga. Hahahaha..!!" Kata Hilda.
" Ya udah habisin makanan kamu supaya nanti kamu nggak lemas saat kita panas-panasan di sinar matahari seharian ini." Kata Imel.
" Iya mel.. Ini kan lagi di makan. Sabar dong..!! Kamu mau?" Kata Hilda.
" Nggak ah Hilda. Aku kenyang banget..!!" Kata Imel.
" Weiss..!! Hari ini hari apa Hilda? Tumben banget seorang Imel menolak tawaran makanan dari kita?" Tanya Jasmine meledek Imel.
" Oh iya ya.. Suatu kejadian yang langkah nih..!! Hahaha.. Perlu dicatat dalam kalender..!!" Kata Hilda menimpali.
" Tuh kan..!! Serba salah deh sama kalian berdua. Aku kuat makan kalian ledek. Aku nggak mau makan juga kalian ledek. Pusing deh kepala barbie kalo gini..!!" Kata Imel.
" Teman kita namanya berubah jadi Barbie loh Hilda..!!" Ledek Jasmine lagi.
" Udah ahh Jasmine..!! Kasian Imel kita ledekin terus. Nanti dia nangis loh.. Susah ngebujuknya. Hahahaha..!!" Kata Hilda sok membela Imel.
" Hilda..!! Aku kan nggak secengeng itu. Lagian kamu nih, belain aku apa ledek aku juga sih..??" Kata Imel dengan pura-pura marah.
" Hahahhaa.. Maaf Mel.. Aku cuma bercanda kok.. Sumpah..!!" Kata Hilda sambil memakankan potongan terakhir rotinya selesai bicara.
" Iya nih Imel, kita kan cuma bercanda.. Jangan marah dong nanti cantiknya hilang..!!" Kata Jasmine.
" Hahahhaa.. Just kidding..!! Siapa juga yang marah..!!" Kata Imel memeletkan lidahnya keluar mengerjain mereka.
" Isshh Imel..!! Kita pikir kamu beneran marah loh..!!" Kata Hilda.
" Ya nggaklah..!! Kita kan sahabat. Cuma diledekin gitu masà aku marah. Aku bukan anak kecil Hilda..!! Lagian kan aku sudah bilang, apapun yang kalian omongin cuma masuk kiri keluar kanan nggak kan masuk ke hati. Nggak muat." Kata Imel.
" HAHAHAHAHA..!!" Tawa Hilda dan Jasmine.
Setelah menghabiskan rotinya Hilda menegukkan susu yang dia bawa lalu dibungkuskan kembali tempat bekal makanannya tadi dan di masukkan ke kantong kursi yang ada di depannya. Supaya ntar sepulang OSPEK bisa langsung di bawanya turun saat sampai di rumah.
Sesaat kemudian mereka pun sampai di kampus itu. Mereka melihat sudah banyak mahasiswa berkumpul di sana memakai baju dan dandanan yang sama dengan mereka bertiga. Hilda, Imel dan Jasmine pun turun membawa barang bawaan mereka dan langsung berbaur dengan mahasiswa lain yang ada di situ.
Waktu masih menunjukkan jam delapan kurang. Mereka pun menunggu di halaman kampus bersamaan dengan mahasiswa lainnya. Sementara supir, Jasmine menyuruhnya pulang dan memintanya menjemput mereka sekitar jam empat sore karena mereka bertiga akan di sini sampai sore menjalankan OSPEK hari pertama.
jangan lupa mampir di karya ku ya kk..
My Little Prince dan VCPD 🥰
jangan lupa mampir yah ke crita gw👉Golden Bride👌makasih🙇♀️
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas