NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Sang Mayor

Takdir Cinta Sang Mayor

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Pengawal / Tamat
Popularitas:76.3k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Novel ini terinspirasi dari kisah Mayor yang saat ini sedang viral di mana-mana. Ini hanya kisah fiktif belaka tidak ada sangkut pautnya dengan kisah nyata ataupun yang saat ini sedang viral. Nama tokoh dan nama negara Author samarkan ya🙏

*
*
*

Bagaimana jika seorang Presiden di sebuah Negara mempunyai ajudan para pria-pria tampan? Para Ajudan itu harus bekerja selama 24 jam tanpa henti untuk menjaga keamanan Sang Presiden.

Terlebih Mayor Rendi, Ajudan pribadi itu harus mengikuti sang Presiden ke mana pun tanpa ada waktu sedikit pun. Lalu, bagaimanakah takdir cinta sang Mayor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 Wanita Hebat

Saking bahagianya, mereka sampai lupa waktu. "Mayor, aku mau kenalkan kamu sama orang tuaku, mau gak?" tanya Sasa.

"Orang tua?" Mayor Rendi mengerutkan keningnya tapi sedetik kemudian dia pun menganggukkan kepalanya.

"Ya sudah, ayo pergi sekarang mumpung belum terlalu sore," ucap Sasa sabari menarik lengan Mayor Rendi.

Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Mayor Rendi pun berganti di sebuah pemakaman umum. Mayor Rendi sudah tidak kaget lagi karena waktu pertemuan pertama, Sasa sudah mengatakan jika orang tuanya sudah meninggal.

"Sore Pak," sapa Sasa.

"Astaga, Mbak Sasa. Mau ke makam?" tanya penjaga makam itu.

"Iya, Pak," sahut Sasa.

"Tumben sore, biasanya juga pagi," ucap penjaga makam.

"Iya nih, Pak. Baru sempatnya sore ini, kalau begitu aku ke makam Papa Mama dulu."

"Silakan, Mbak."

Sasa berjalan di depan dan Mayor Rendi mengikutinya dari belakang. Setelah berjalan lumayan jauh melewati banyak sekali makam, sampailah mereka di depan makam kedua orang tua Sasa. Sasa jongkok dan Mayor Rendi pun ikut berjongkok juga.

"Assalamualaikum, Ma, Pa. Maaf, Sasa baru sempat ke sini sore hari. Sasa ke sini hanya ingin memperkenalkan Mayor kepada kalian, apa kalian ingat dulu Sasa sering sekali curhat mengenai Mayor dan sekarang, Mayor sudah nembak Sasa, rasanya Sasa bahagia sekali," ucap Sasa dengan senyumannya.

Sasa menoleh ke arah Mayor dan Sasa memberi kode supaya Mayor ikut bicara juga. "Tante, Om, perkenalkan, nama saya Rendi dan sekarang status saya sudah menjadi kekasihnya Sasa, putri kalian. Terima kasih, karena Tante sudah melahirkan putri secantik dan sebaik Sasa, istirahatlah yang tenang jangan mengkhawatirkan Sasa karena saya akan menjaga dan melindungi Sasa," ucap Mayor Rendi.

Sasa tersenyum bahkan matanya sudah berkaca-kaca. Karena hari sudah mulai gelap, Mayor Rendi pun mengajak Sasa untuk pulang. Selama dalam perjalanan, Sasa terlihat diam.

"Sebenarnya kamu itu wanita hebat loh, sudah lama ditinggal kedua orang tua dan mampu menjadi wanita yang sukses dan mandiri. Jarang sekali ada wanita sehebat kamu, dibalik sikap kamu yang ceria dan konyol, ternyata kamu menyimpan kesedihan yang sangat luar biasa," ucap Mayor Rendi.

"Kalau aku terus-terusan sedih, bagaimana aku bisa menjalani hidup. Meski aku nangis darah sekali pun, kedua orang tuaku tidak akan pernah kembali jadi jalan satu-satunya ya, aku harus kuat dan harus melanjutkan hidup aku sebaik-baiknya supaya kedua orang tuaku bangga melihat aku," sahut Sasa dengan senyumannya.

"Ini yang aku suka dari kamu, lagipula menjadi istri tentara itu harus kuat, mandiri, dan tidak boleh cengeng," ucap Mayor Rendi.

"Asyik, berarti Mayor bakalan nikahin aku dong," goda Sasa dengan mengedip-ngedipkan matanya.

"Apaan sih, centil banget. Memangnya kamu sudah siap jadi istri tentara? persyaratannya banyak dan kamu harus melakukannya," sahut Mayor Rendi.

"Tenang saja, apa pun persyaratannya akan aku lakukan dengan sebaik-baiknya." Sasa tersenyum sembari mengedipkan sebelah matanya.

Mayor Rendi terkekeh, Sasa memang mood boosternya. Kelakuan randomnya yang selama ini membuat dia rindu kepada Sasa. Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Sasa.

"Sudah malam, sana masuk dan tidur," ucap Mayor Rendi.

"Mayor gak mau apa, cium aku dulu gitu?" goda Sasa.

Mayor Rendi mengusap wajah Sasa. "Istighfar Sasa, baru saja pacaran sudah minta cium-cium saja, sudah sana masuk rumah," tegas Mayor Rendi.

"Aku cuma bercanda, Mayor. Tes Mayor saja, tapi nyatanya Mayor memang pria gentle gak mau cium-cium wanita sembarangan. Ya sudah, kalau begitu aku masuk dulu."

Sasa pun keluar dari dalam mobil Mayor Rendi dan melambaikan tangannya ke arah Mayor Rendi. "Hati-hati di jalan!" teriak Sasa.

"Oke."

Mayor Rendi pun meninggalkan rumah Sasa. Tapi, pada saat Sasa membalikan tubuhnya, betapa terkejutnya Sasa saat melihat Chika dan Agam sudah berada di kursi duduk dengan tatapan tajamnya mengarahkan kepada Sasa.

"Astagfirullah, kok kalian ada di situ? sejak kapan?" tanya Sasa kaget.

"Sejak 1 jam yang lalu," ketus Chika.

"Mobil kalian kok gak ada?" tanya Sasa.

"Sasa, itu mobil aku segede gaban gitu gak kelihatan? padahal dari tadi, mobil aku nongkrong di sana," ucap Agam dengan menunjuk mobilnya.

Sasa menoleh dan nyengir ke arah Agam dan Chika. "Maaf, gak kelihatan," ucap Sasa.

"Namanya juga lagi jatuh cinta Mas, dunia serasa milik berdua. Bahkan mobil dan orangnya pun gak kelihatan karena matanya sudah tertutup sama kata-kata manis abang," ledek Chika.

"Memangnya abang bisa mengeluarkan kata-kata manis ya? serius aku nanya?" ucap Agam melihat ke arah Sasa.

"Enggak sama sekali. Dia lempeng banget, bahkan ngajak kencan saja kaya yang ngajak sparing, kaku banget," sahut Sasa.

"Ya sudahlah, gak usah ngomongin si kulkas seribu pintu nanti dia kepedean lagi. Kak, apa kakak gak mau ngajak kita masuk?" seru Chika.

"Astaga, aku lupa. Maaf-maaf, ayo kita masuk!" ajak Sasa.

Mereka pun masuk ke dalam rumah Sasa. "Kamu sendirian tinggal di sini?" tanya Agam.

"Sendirian lah Mas, memangnya mau sama siapa?" sahut Sasa.

Sasa membuatkan minuman untuk kakak beradik itu. "Padahal rumah kakak masih di kota yang sama, tapi kok bisa ya, sampai bertahun-tahun aku tidak bisa menemukan kakak," ucap Chika.

"Heem, kamu pintar sekali bersembunyi," sambung Agam.

"Aku tidak bersembunyi Mas, tapi aku sengaja tidak mau bertemu kalian supaya aku tidak tergantung terus sama kalian. Aku ingin hidup mandiri," sahut Sasa.

"Kak Sasa hebat loh, bisa mempunyai toko bunga," puji Sasa.

"Kamu lebih hebat jadi Owner skincare yang saat ini sedang viral. Aku sampai gak nyangka loh, anak yang dulu manja banget sekarang sudah menjadi pengusaha muda." Sasa balik memuji Chika.

"Jangankan kamu Sa, aku saja kakaknya sampai kaget," timpal Agam.

"Oh iya, bagaimana kabar Bapak? beliau baik-baik saja, kan?" tanya Sasa.

"Alhamdulillah sehat Sa, sekarang Bapak sedang menikmati masa tuanya," sahut Agam.

"Syukurlah kalau begitu karena aku selalu mendo'akan yang terbaik untuk Bapak. Bagaimana pun, aku hutang budi kepada Bapak dan kalian. Kalau waktu itu aku tidak bertemu Bapak, mungkin sampai saat ini aku masih menjadi budaknya Mr.Chen," ucap Sasa dengan wajah sedihnya.

"Sudahlah Kak, jangan ingat-ingat masa lalu. Lebih baik kita tatap saja masa depan. Kakak benar-benar wanita hebat, dan kakak juga sudah menjadi inspirasi buat aku sehingga aku bisa menjadi seperti ini," ucap Chika dengan memeluk Sasa.

Malam itu ketiganya berbincang-bincang sampai larut malam, sampai-sampai Mayor Rendi beberapa kali menghubungi Sasa supaya menyuruh adik-adiknya untuk pulang.

1
UUN UNAYAH
pa Wibowo nya Sunil Shetty 😍😍😍
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Daliffa
menarik&TDK membosankan,good luck 🙏
Arsita Sari Niluhputu
Luar biasa
KaylaKesya
terbaek Thor💪
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
sasa kamu kabangetan banget masak ya di kamar mandi molor apalgi di malam pertama lagi
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
mayor salah sendiri sibuk kerja dan sama adex" nya gk di kirimin fotonya kan
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
bengek lah sasa nangis nya bukan karena kangen tapi karena melihat mayor naek heli
wah bapak wibowo bapak yg tidak kolot ini walaupun dia orang kaya tapi tidak mengharuskan anaknya menikah dengan orang yg sederajat
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
seorang militer ngucapin ultah ke ayangnya aja naek heli ya
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
mayor udah ketar-ketir takut nanti di putus sama sasa
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
itu baru telat angkat telfon ya sa hukuman nya Pus-up belum melakukan kesalahan yg lain
tapi emang benar sih apa yg di katakan mayor karena bagi tentara waktu sedikit sangat berharga
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
tepatin janjimu ya mayor jangan sampai mengingkari karena sasa setelah hidup dengan mu nanti dia hanya punya dirimu saja
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
jangan lama" ren nanti ada yang naksir sasa
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
langsung ya rendi gercep ke rumah sasa
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
sasa masih suka sekali ya godain mayor
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
apakah sasa dan mayor nanti akan bertemu lagi dan jika nanti mereka bertemu akan kah saling mengungkapkan cinta
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
apakah mayor akan langsung mencari sasa atau dia mau melanjutkan tugasnya dulu
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
sasa tidak mau di antar sama lino sampai tujuan mungkin dia gak mau siapa pun mengetahui dia pergi kemana
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
ternyata bukan hanya sasa yg menyimpan perasaan nya tapi mayor juga
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
astaga sasa bisa" nya kamu ngerengek seperti itu sama anak presiden
status apa yg di liat sasa kenapa dia sampai kaget
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
kejahatan apa yg di lakukan Mr. chen di negara nya sampai" dia menjadi buronan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!