Seharusnya siapapun menginginkan suatu pernikahan yang diawali dengan cinta, dan berakhir dengan kebahagiaan. Kadang pasang surut kehidupan pernikahan begitu rumit, terlebih ada orang ketiga yang hadir. Saat hati mencoba untuk menolak, namun seolah derasnya air menghanyutkan segalanya.
Suatu penyesalan diakhir, akan menjadi bencana yang menghancurkan segalanya. Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, mana yang jauh lebih besar, rasa cinta atau sakitnya dikhianati?
“Tidak, seharusnya aku yang minta maaf. Aku yang terlalu egois, seharusnya aku mengerti, aku tak akan bisa memilikimu sepenuhnya.”
“Siapa yang membuat tanda ini? Tanda dilehermu, siapa yang membuatnya?”
"Jika kau memang ingin selingkuh, tidak bisakah kau mencari yang lain dan bukan sahabatku sendiri? Ini begitu menyakitkan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2. Prolog
07.00
Rumah Keluarga Boltom
“Ibu pasti ingat bukan besok aku akan masuk sekolah?”
“Iya sayangku Lyn, kau sudah berpuluh puluh kali bicara seperti itu.”
Jessica dapat melihat gadis kecilnya itu merenggut dengan memajukan bibirnya. Matt yang melihatnya tertawa geli dan mencium pipi bulat buah hatinya itu. Iyaa, walaupun bukan buah hati kandungnya, ia begitu menyayangi Lyn seperti anak kandungnya sendiri.
Jessica tertawa kecil melihat kelakuan anak dan ayah itu. Sudah tujuh tahun terlewat sejak kejadian menyedihkan itu, dan ia sekarang menjadi wanita yang paling beruntung di dunia. Memiliki pria yang begitu baik, gadis mungil yang sangat cantik dan keluarga yang begitu harmonis.
“Ibu kenapa diam? Ibu tidak membelaku?!”
Jessica tersentak karena teriakan kecil gadis mungilnya itu. Jessica hanya tersenyum dan menggeleng sebagai jawaban. Sebenarnya ia tidak tahu apa maksud pertanyaan Lyn, karena ia melamun tadi. Tapi melihat gadis kecilnya semakin merenggut membuatnya semakin terlihat imut.
“Ayah bilang padaku kalau aku terlalu kecil untuk masuk sekolah. Aku sudah besar kan Ibu?”
“Tentu saja, anak kecil ibu sudah besar sekarang.”
“Aku bukan anak kecil!” Jessica dan Matt tertawa melihat tingkah laku menggemaskan gadis kecil mereka itu.
“Ayah, Ayah akan mengantarku ke sekolah untuk pertama kalinya bukan?” Matt melihat Lyn menatapnya dengan tatapan memohon. Matt tersenyum dan mengacak rambut anak gadisnya itu.
“Iya sayang, Ayah dan Ibu akan mengantarmu ke sekolah besok.” Matt melihat Lyn tersenyum dengan manis.
“Janji?” Lyn mengacungkan jari kelingkingnya dan disambut dengan Matt. “Janji.”
“Sekarang habiskan sarapanmu itu adalah tugas pertama dari Ibu guru.” Jessica bersuara.
“Siap Ibu Guru!”
Dengan tanpa bicara lagi Lyn melahap rotinya itu dengan cepat, Jessica dan Matt kembali tertawa melihat tingkah gadis mereka. Gadis merekalah yang selalu menceriakan keluarga kecilnya. Terkadang pertengkaran Matt dan Jessica bisa mereda karena tingkah menggemaskan Lyn.
Jessica berdiri dan menyiapkan kunci mobil, kaus kaki dan dasi untuk Matt. Tiga hal itu yang paling sering Matt lupakan dan terkadang membuatnya kesal karena kelalaian suaminya itu yang suka menaruh barang apapun dimanapun.
“Sayang, kurasa aku akan lembur malam ini. Jika kau ingin makan malam duluan, makanlah. Kemungkinan aku makan malam diluar lagi.”
“Hmm.. Oke.”
Matt tersenyum melihat reaksi istrinya itu. Sudah hampir sebulan ini ia lembur dan tidak pernah makan malam dirumah karena mengejar suatu proyek di luar kota. Padahal ini semua sudah ia usahakan untuk tidak berpisah dari keluarganya. Sebenarnya ia sendiri yang harus pergi ke kota M untuk mengerjakan proyek tersebut, namun ia memilih orang lain untuk mengerjakannya karena ia tahu Lyn akan masuk sekolah dalam bulan ini dan ia sangat tidak ingin melewatkannya.
Terlebih juga, proyeknya masih dalam masa pembangunan. Puncak proyeknya akan dimulai sekitar sebulan atau dua bulan lagi. Dan ia tidak mungkin meninggalkan keluarganya selama itu.
“Ayolah sayang, kau tahu aku sedang mengerjakan proyek besar. Setelah proyek ini selesai aku akan libur panjang untuk kita bertiga. Bagaimana?”
Matt merayu istrinya itu dengan melingkarkan tangannya pada pinggang rampingnya. Jessica mengambil napas dalam, memang apa yang dapat ia lakukan selain menyetujuinya?
“Baiklah Matt, tapi kuharap kau bisa datang saat pertama kalinya Lyn masuk sekolah.”
“Tentu saja sayang.”
......................
07.15
Paris, Perancis
“Kau besok harus berangkat.”
Seorang gadis cantik itu menghiraukan omongan seorang pria paruh baya yang sedang duduk dihadapan televisi. Gadis cantik itu masih menatap potret seorang pria dan dirinya yang sedang tersenyum menatap kearah kamera. Tidak lama kemudian, matanya berkaca-kaca.
“Kapan kau akan melupakan pria itu? Jangan gila seperti Adam! Mengerti?”
“Lebih baik aku gila seperti kakak dari pada hidup dengan keluarga Edmond! Bahkan sekarang aku lebih buruk dari pada mayat berjalan!”
Gadis cantik itu berteriak, pria paruh baya itu tersentak. Wajahnya yang tadinya dingin kini menunjukkan amarah. Sedangkan gadis itu tetap tak bergeming, seolah berusaha untuk tidak menunjukkan ketakutan. Sedangkan didalam hatinya, rasa takut mulai menyelimuti. Bahkan gadis cantik itu heran, mengapa ia sangat berani dengan ayahnya itu.
“Jaga ucapanmu Corrine! Mau tidak mau kau harus berangkat besok!”
“Heh.. Menangnya apa yang dapat kulakukan selain mengikuti perintahmu.”
Masalah rumah tangga Matt & Jessie di S2 ini kan cm salah paham. Sangat disayangkan kalau rumahtangga mereka bubar karna salah paham..
Yg menang banyak malah si Mark, dpt Boltom's Company, dapetin pula si Jessie
Enak betul si Corrine, Dia udah bunuh anaknya Matt & Jessie, ambisinya buat miliki Matt seutuhnya tercapai.
Malah hidup bahagia lg.
Sumpah kagak rela Corrine dpt bahagia !!!
Kenapa sih ga ada kesempatan kedua buat Matt & Jessie bersatu ?
Mereka udah sama2 berdarah2 lho..
Padahal Aku msh berharap Matt bersatu lg sm Jessie
Dulu Jessie selingkuh Matt yg terluka, skr Jessie yg nuai karma tp Matt juga ikut ngerasain lukanya.
Sangat disayangkan kalo mereka sampai cerai, padahal kan masalah diantara mereka cuma salah paham.
makin seru.. 👍👍
mskpn Jessie prnh berkhianat, tp dia sdh bertobat,, 😓
semangat thor, ku slalu tunggu upmu.
knp harus meninggal Thor ?
kasian Jessie.. hiks
emg sih kepedihan Jessie skr mjd karma kelakuan jalaangnya di masa lalu.
Udah ga ada lg perekat antara Jessie & Matt dong ? kedua anak mereka meninggal semua.
Kayaknya bakal bubar ini Matt & Jessie
smoga happy ending...
semangat thor...
Matt ga bertindak apa2 gitu buat kasih pelajaran si Iblis betina???
Jangan dipulangin dulu ke Perancis sebelum dia hancur sehancur2nya.
Masa udah bunuh calon bayinya Matt + nusuk Jessie, dia masih bebas berkeliaran, harusnya dia membusuk di Penjara. Enak banget udah ngelakuin tindakan kriminal, tapi hukumannya, cuma diasingin ke Luar Negeri, itupun hukuman dari keluarga, hidupnya masih bisa bernapas lega, masih makan mewah, masih tidur nyenyak dikasur empuk.
Corrine harusnya di penjara Thor.
ternyata Lyn anak kandung Matt...
Aku ikut bahagiaaaa....
aku suka dgn alur cerita novel ini, bagus ...tp knapa yg mampir sedikit?
antara Matt dan Jess itu bener2 krisis komunikasi, parah. Masing2 bertindak sendiri2 dan berujung salah paham.
Nikmati aja karma mu Jess
mksh thor upnya..
ayo jess lbh baik minta cerai, drpd terus disakiti...
mksh thor upnya, smoga up tiap hari
semoga kali ini Matt buka mata lebar2 kelicikan Corrine.