" Aku lelah menjalin hubungan dengan siapapun, jika kamu serius, langsung ke orang tuaku saja dan lamar aku " Ucapan seorang gadis yang begitu lantang saat menolak didekati oleh seoarang pria.
Annisa Larasati adalah seorang Bidan muda yang cantik, ramah dan periang. Namun tidak ada yang tahu bahwa dibalik itu Laras menyimpan banyak luka didasar hatinya. Masalalu yang begitu kelam,. sebuah penghianatan dimasa silam, memaksanya untuk mengunci rapat-rapat hatinya dari siapapun.
Hingga suatu hari Laras bertemu dengan Adi Prasetyo Irawan yang sedang melakukan cek up di
Rumah Sakit. Pertemuan pertama itu rupanya membekas dihati Adi. sehingga ia berniat mendekatkan dirinya pada Bidan yang telah mencuri perhatiannya diawal bertemu.
Bagaimana perjuangan Adi dalam meluluhkan hati Laras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laras, Aku Mencintaimu!
Ditaman itu, Laras kembali mengingat kejadian beberapa tahun lalu, kejadian yang sangat menyayat hati. Ia tahu, bahwa sampai detik ini perih itu masih sangat terasa. Penghianatan yang dulu ia rasakan masih sangat membekas.
Dalam keremangan malam, Laras kembali menangis terisak dalam perihnya. Adi yang tadinya mampu membendung segala perasaannya, Namun ketika melihat Laras yang begitu rapuh saat ini, rasanya ia ikut sakit. Ia tak menyangka bahwa masalalu Laras begitu menyakitkan. Namun yang pasti Adi kembali mengagumi Laras, sebab ia mampu bertahan sampai ketitik ini.
Adi tak kuasa menahan diri untuk tidak menyentuh Laras, dalam arti ingin menenangkan. Tanpa berpikir lama, Adi membawa Laras dalam pelukannya. Ia membiarkan Laras menangis dalam pelukannya. Sungguh saat ini ia tak berniat mengambil kesempatan, saat ini ia hanya ingin Laras nyaman dan tenang berada dalam dekapnya.
" Menangislah Laras, tumpahkan segala kekecewaanmu padaku, aku akan menampungnya, asal kamu merasa lebih nyaman " lirihnya.
Laras belum bisa menetralkan emosinya. Ia tak menyangka bahwa ia akan seterbuka ini pada seorang pria yang baru saja ia kenal. Laras sadar ada yang beda sari Adi dari awal. Pria itu berbeda dari kebanyakan pria. Hingga ia sekarang mampu begitu luas bercerita tentang masalalunya yang suram pada Adi.
Tapi sayang, saat ini Laras masih samar-samar melihat ketulusan dari Adi. Mungkin karena penghiantan yang ia alami saat itu, hingga ia menjadi sulit membedakan mana yang tulus mana yang modus.
Setelah sekian menit Laras menenangkan diri dalam pelukan Adi, kali ini ia bisa lebih ringan dan merelaxkan perasaannya. Matanya begitu sembab setelah menangis.
" Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Adi, setelah Laras lepas dari pelukannya.
" A,, aku sudah lebih baik Mas, Maaf aku terbawa emosi " Jawab laras lirih
" Tidak masalah Laras, aku senang kamu mau terbuka denganku,, aku harap kamu bisa percaya sama aku "
" Maaf Mas,, bahkan sampai sekarag aku belum bisa percaya pada siapapun " Laras menunduk, ia meremas kedua tangannya.
" Meskipun aku melamarmu?" tanya Adi
"Dulu juga seperti itu Mas, tapi apa yang terjadi, ternyata aku terhiananti " jawab Laras
" Laras,, aku memang tidak bisa meyakinkanmu dengan kata-kata.. perbuatankupun mungkin masih akan membuatmu ragu, tapi aku akan berusaha meyakinkanmu bahwa aku berbeda dari masalalumu " jelas Adi, ia menjeda kalimatnya dahulu sebelum melanjtkannya.
" Beruntung kamu tidak jadi menikah dengannya, sebab rupanya Tuhan menakdirkan kamu untuk bertemu denganku, aku tidak bisa membayangkan jika saat itu kamu jadi menikah dengannya" jelasnya lagi.
" Aku,,, aku.. "
" Laras, aku tidak meminta jawabanmu sekarang, aku akan memberimu waktu untuk berpikir selama yang kamu ingin,, aku hanya berharap kami bisa melihat kesungguhan hatiku "
" Aku takut Mas " ucap Laras lirih
" Aku tau Laras,, memang sulit meyakinkan orang yang pernah patah hati, tapi bukan berarti kamu harus menutup diri untuk selamanya kan? Beri aku kesempatan untuk membuatmu bahagia. Jika kamu mau, aku bisa bicara kepada orang tuaku besok, dan aku akan melamarmu setelahnya "
Laras menatap dalam-dalam kedua bola mata Adi, ia mencoba mencari ketulusan disana, dan benar, Adi benar-benar tulus saat ini kepadanya.
Tuhan, jika aku harus terluka lagi, kumohon jauhkan dia dariku sekarang, tapi jika dia memang adalah takdirku, makan yakinkan hatiku.
" Laras,, Aku mencintaimu !"
ucapan Adi yang lembut membuat Laras berbinar, perkataan cinta itu berbeda dari biasanya, Laras merasa ada getaran dalam ucapan itu.
Dan sekali lagi, air matanya menetes jatuh membasahi pipi mulusnya, Adi mengusap lembut air mata itu dengan jari jemarinya. Ia tahu, saat ini gadis itu terharu mendengar perkataan cintanya.
" Mas.. "
" Laras,, Aku sungguh Mencintaimu ! "
Tuhan,,, Bantu aku untuk meyakinkan gadis ini,, setidaknya buat dia percaya pada ketulusan cintaku padanya.
-
Bersambunggg....
Aku Up dua Bab yah... kemarin aku off dan nggak bisa nulis, ada masalah yang harus aku selesaikan... Harap maklum yah readers...
Baca 👉 like 👉 komen..
vote seminggu sekali yah..