Indigo Liar Anak Kyai.Bercerita gadis bar-bar dan terkesan liar yang tidak suka dengan peraturan.Yang suka berkelana dan berpetualang di dunia supranatural yang dimilikinya Lewat mata batinnya.
Hingga dijuluki detektif Indigo Liar.Yang terkadang membuat kewalahan penyewanya/kliennya. Seperti apa? sepak terjangnya didunia gaib yang membuat para dukun sakti pada takut.Karena ulahnya.
Simak cerita lengkapnya.Subcribe, like,komen.Pembacaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurma Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34 Cahaya Biru Sang Pemilik Aura Mutiara Milik Ratu Duyung.
Semua terkejut melihat fakta bunda Ratu Abdul makubumi seorang Ratu Duyung.Kini ratu pesisir Selatan menunjukkan jadi dirinya sebagai ratu duyung pesisir Selatan.
Ekor sisik emas kehijauan yang menyilaukan mata seperti permata yang pasti menyilaukan para pemburu harta Karun dilautan.Bagian tubuh atasnya terlihat anggun memakai pakaian seorang ratu yang terlihat makin berwibawa dengan mahkota yang indah meski tak mencolok kesan sang ratu seorang yang sederhana namun anggun .
"Minumlah putriku Nisa.Jadilah putri angkatku sayang ", Hiba seorang ratu duyung.
Sang ratu pesisir Selatan yang ternyata ratu duyung itu memberi Nis sebuah minuman dari cangkir emas untuk menelan mutiara yang diberikannya.Ada rasa sedih tanpa airmata.
"Bunda ratu", Ucap Nisa memeluk ratu duyung dengan rasa haru merasakan bahagia dan kesedihan sang ratu .
"Sayangku", Jawab sang bunda ratu mengelus rambut Nisa yang tak panjang itu.Seketika ekor ratu duyung itu berubah kembali menjadi kaki.
Nisa pun meminum air dan menelan mutiara putih pekat pemberian bunda ratu Abdul makubumi.
Seketika terlihat aura Nisa semakin terlihat bercahaya biru . Semakin menambah pedar kekuatan dan wajahnya yang terlihat tenang dan tegas.
"Cahaya biru sang pemilik aura mutiara milikku kini berada selalu didirimu putriku Nisa.kembalilah kedarat dan penuhi takdirmu sayang.Terimakasih Nisa,Datuk maung perak,Bram,Hanum", Ucap Sang Ratu Pesisir Selatan.
"Terimakasih bunda ratu ",Ujar Nisa memeluk bundanya untuk berterima kasih dengan kasih sayang sang ratu yang menjadikan Nisa putri angkatnya.
"Terimakasih Ratu", Seru Datuk maung perak.
Lalu mereka pun berpamitan pada ratu duyung.Dan kembali kedarat.
"Alkamdulilah kita sudah sampai Datuk , teman-teman", Seru Nisa dengan perasaan lega dan senang.
"Iya Nis aku merasa sangat senang dengan petualangan baru ini bersama kamu dan Datuk", Celetuk Bram dan Hanum bersamaan.
"Hemmm....kita kian kompak aja.Hem kita kan sudah sampai rumah nih berkat ilmu kidang kilat boleh kan kami diajarkan ilmu itu Datuk", Celetuk Bram dan Hanum bersamaan.
"Ihhhh... kalian nih banyak maunya .Kita berada dialam gaib udah beberapa hari pasti dialam manusia sudah lebih dari tiga bulan ", Timpal Nisa menyela.
"Hanum, Bram sangatlah berat untuk manusia menguasai ilmu kidang kilat butuh mental dan fisik kuat . Perkiraan saya perjalanan kita hingga pulang kurang dua bulan lebih cepat dari perkiraan .Semua berkat energi positif dari kalian semua ", Ucap Datuk dengan bias rasa puas dan senang meski tetap dengan ekspresi wajah tegas .
"Hem ....kita dah libur selama dua bulan nih kita masuk sekolah atau mengikuti program belajar dirumah aja . Kayaknya banyak petualangan baru dan aku ingin sekali mengetahui jati diriku Datuk . Apa? Kau lupa Datuk tentang siapa? Aku", Seloroh Nisa dengan muka datar.
"Ampun kanjeng putri.Saya benar-benar lupa kejadian itu.Seingatku putri nyai Busro dan kyai Busro sudah meninggal setelah dilahirkan ", Jawab Datuk maung perak dengan rasa bersalah karena ingatan itu menghilang tanpa jejak meskipun sejak saat itu Datuk maung perak mendapat wangsit dari hutan larangan untuk menjaga bayi istimewa itu meski merasa janggal karena Nisa memiliki kekuatan mata batin indigo spesial.Dan bisa mengakat serta menggunakan busur panah kalimasada.
"Baiklah kita cari tahu semua dari awal.Sanggalangit tidak mungkin berbohong apakah? Memang ingattan kamu dan kyai Busro dihapus untuk menyembunyikan aku", Ujar Nisa tegas .
"Saya setuju kanjeng putri.Ada sebuah tempat dimana kita bisa melihat masa lalu tapi tempat itu tersembunyi dibalik tabir pegunungan gaib Ranjau Paku Alam Anjani yang hutannya dihuni bangsa lelembut Angso Pati yang suka membuat tipu muslihat lewat jebakan dan teka-teki yang susah dipecahkan.Banyak dari bangsa jin maupun orang sakti yang ingin kesana tapi terjebak dialam hampa dan kesepian itu kabar yang saya dengar dari leluhur saya kanjeng.Karena di pegunungan gaib juga tersimpan keris dan tombak sakti klinting Maha Eru yang merupakan perwujudan dari Naga sakti Gajah Raga yang menyepi dan akhirnya alih rupa menjadi keris dan tombak sakti klinting Maha Eru yang menjadi rebutan para tokoh sakti dari bangsa jin maupun manusia", Tutur Datuk maung perak menjelaskan.
Subscribe, like, komen Tinggalkan jejakmu ya.
tulisannya aq bingung karna ada kata 'apa' pasti ada '? '
padahal dak perlu...
so untuk lain kali tolong dicermati lagi ya tor dalam penulisannya karna maknanya udah gk sampai ke pembaca ok thor
semangat.... /Angry//Angry/
"Apa dikunci tuan Sastro...?", tanya Nisa.