NovelToon NovelToon
The Flats

The Flats

Status: tamat
Genre:Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Teen School/College / TKP / Misteri / Tamat
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: swynby

Pembangunan ulang sebuah rumah susun membawa petaka bagi Elderlake. Sudah lima orang yang meninggal di bangunan tersebut setelah diresmikan. Seorang gadis merasakan suatu kejanggalan, ia pun meminta bantuan kepada klub detektif disekolahnya. Bisakah mereka mengungkap misteri dibalik rumah susun itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swynby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 34

Sudah pertengahan bulan, kemungkinan pembunuh itu akan bergerak sangat besar jika sesuai dengan perkiraan waktu kematian korban-korban sebelumnya. Anggota klub detektif itu semakin gencar memata-matai rumah susun tempat  Hana tinggal. Mereka terus melakukan hal itu selama tiga hari, mengintai di kegelapan malam di antara banyangan gelap dirumah susun itu. Namun tidak ada tanda-tanda bahwa pembunuh

itu akan melancarkan aksinya.

Mereka memantau di posisi mereka, ditempat tempat kosong dirumah susun itu, namun tidak ada pergerakan sama sekali. Keesokan harinya mereka pulang tanpa mendapatkan apa pun. Dua hari berturut-turut namun

tak ada tanda-tanda pergerakan.

Malam datang lagi, dan klub detektif memantau rumah susun itu dengan harapan bahwa malam ini akan membawa perubahan. Mereka duduk di posisi mereka yang sudah akrab, tetapi kegelapan semakin membuat suasana menjadi tegang. Beberapa di antara mereka menguap, kelelahan mulai menyerang.

Rolan merenung sejenak. Tiga hari sejak mereka mulai mengintai, dan belum ada tanda-tanda pergerakan dari Smith. Dia mulai merasa tidak enak. Ini bukan seperti kriminal yang akan bersembunyi selamanya. Apakah

Smith mengetahui bahwa mereka memantau tempat ini? Apakah mereka sedang dijebak?

Dia memutuskan untuk berkumpul dengan anggota klub detektif yang lain. "Kita harus berbicara," katanya dengan serius.

Mereka berkumpul dalam sebuah lingkaran kecil di tempat mereka bersembunyi, berbicara dengan suara yang rendah agar tidak terdengar oleh siapa pun yang mungkin memantau.

"Kita sudah tiga hari di sini tanpa hasil," ujar David.

"Aku khawatir bahwa kita mungkin sudah terlalu mencolok. Mungkin Smith tahu bahwa kita ada di sini."

Riri menambahkan, "Aku juga merasa bahwa ini tidak berjalan dengan baik. Besok adalah hari Senin, kita semua harus ke sekolah. Kita akan lebih lelah dan kurang fokus jika terus seperti ini."

Anton mengangguk setuju. "Saya setuju, kita butuh istirahat. Tapi kita juga tidak bisa meninggalkan Hana dalam bahaya."

Rolan memahami kekhawatiran mereka. "Baiklah, inilah yang akan kita lakukan. Kita akan kembali ke rumah masing-masing untuk tidur malam ini. Tetapi kita akan tetap berkomunikasi melalui grup ini. Jika ada tanda-tanda pergerakan atau sesuatu yang mencurigakan, kita akan langsung menuju ke sana. Tapi kita perlu tidur dan tetap siap."

Mereka semua setuju dengan rencana tersebut. Meskipun masih ada kekhawatiran, mereka menyadari bahwa mereka juga perlu menjaga kesehatan dan stamina mereka. Mereka berpisah untuk malam itu, berharap bahwa besok akan membawa jawaban atas misteri ini, dan bahwa Hana akan selamat.

Rolan berbaring di tempat tidurnya, ia mencoba untuk tidur, namun pikirannya terus menerus berputar. Dia merasa gelisah. Pikiran tentang Hana dan misteri yang belum terpecahkan terus menghantuinya. Meskipun tubuhnya merindukan istirahat, pikirannya tetap terjaga.

"Aku harus tidur," gumamnya pada dirinya sendiri. Namun, meskipun dia tahu bahwa tidur adalah yang terbaik untuknya saat ini, matanya tetap tidak mau terpejam.

Dia melangkah ke dapur, berpikir bahwa secangkir susu hangat mungkin akan membantunya merasa lebih rileks. Saat dia mendekati dapur, dia mengingat momen kebodohannya tadi siang bersama David. Mereka berdua tertawa saat saling menantang untuk minum kopi sebanyak mungkin.

Saat masih mencoba tidur, ia mendengar suar rintik-rintik hujan yang kian lama semakin deras. Mendengaar suaraa hujan Rolan jadi teringat tenntang para korban yang diperkrakan meninggal pada hari hujan. Rolan jadi

berpikir apaakah hari hujan itu juga petunjuk? Karena  hari itu tidak hujan pembunuh itu membatalkan aksinya. Ia  segera menghubungi teman-temannya, sebagian sudah terlelap, hanya dia, David, dan Arsen yang masih

bangun. Ia akan berangkat Bersama David menggunakn mobil David, selagi David bersiap-siap ia mengubungi Arsen.

Suaranya lirih di sisi telepon, Rolan memanggil teman-temannya. Suara deras hujan di luar menjadi latar belakang yang suram. Dia merasa ada sesuatu yang tak terpecahkan dalam misteri ini, dan rintik hujan

yang penuh makna tersebut menjadi pemicunya.

David merespons dengan cepat, suaranya terdengar lelah,

"Ada apa, Rolan?"

"Kau ingat kisah pembunuh ini, bukan? Tentang hari hujan," kata Rolan dengan nada yang lebih serius. "Entah mengapa, aku merasa ada sesuatu di sini. Jika hujan menjadi petunjuk, maka pembunuh itu mungkin akan bergerak lagi."

Saat itu, David yang sudah berdiri di samping mobilnya dan bersiap-siap mendengarkan. "Aku mengerti. Aku akan segera ke sana."

Sementara itu, Rolan juga mencoba menghubungi Arsen, yang merespons dengan nada yang sama seriusnya, "Apa yang terjadi, Rolan?"

"Datanglah ke rumah susun. Aku punya firasat ini terkait hujan."

Arsen langsung setuju. Tiga dari mereka akan segera berkumpul untuk mencoba

memecahkan misteri ini, yang tampaknya semakin rumit.

“Kakakmu, ada dirumah?” tanya rolan

“ya,” balas suara di ujung telepon

“aku rasa ada baiknya, kamu mengajak dia.”

Arsen yang mendengarnya hanya menurut dan segera membangunkan kakaknya. Setelah menncoba menangkap orang itu sendiri, saat ia mencoba mengambil uang dari pemimin geng redmoon, tidak mudah bagi mereka, bahkan sekaraang hanya mereka  bertiga, mungkin mereka tidak bisa menandingi orang itu jika hanya bertiga. Kakaknya cukup kesal karena di bangunkan dan dsuruh menyetir menuju daerah dekat sekolah adiknya. Ia cukup heranmengapa mereka harus memarkir mobilnya sejauh itu.

Saat mobil mereka bergerak melalui jalan yang hujan-hujanan, Arsen menjelaskan segalanya pada kakaknya. Tentang klub detektif, tentang pembunuh yang selama ini mereka kejar, tentang rencana untuk menangkapnya.

Hujan semakin deras di luar, dan Rolan merasa getir di dadanya. Ia tahu bahwa waktu berjalan, dan mereka tidak boleh kehilangan satu petunjuk pun dalam upaya mereka untuk menangkap pembunuh itu.

Kakak Arsen tampak skeptis. "Jadi kamu berpikir, apa, kita akan menangkap pembunuh ini sendiri?"

Arsen mengangguk, meski ia tahu kakaknya tidak bisa melihatnya. "Kita memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa dia akan melakukan sesuatu lagi, dan kami tidak punya waktu untuk menunggu polisi. Mungkin kamu bisa membantu kami."

Mereka akhirnya tiba di lokasi pertemuan dengan klub detektif lainnya. David dan Rolan sudah ada di sana, berdiri di bawah hujan dengan wajah serius.

Kakak Arsen menatap mereka dengan pandangan tajam.

"Aku harap kalian serius dengan apa yang kalian lakukan, ini bukan cuman hal main-main yang kalian lakukan, tidak lucu membangun orang yanng besok bekerja tengah malam seperti ini."

Rolan menjelaskannya secara singkat bahwa mereka seirus dan pembunh itu benar ada. Namunn Rolan hanya berkata Sean akan percay setelah orang itu tertangkap, sekarng nyawa teman kami dalambahaya. Mereka pun masuk mendendap-endap. Karena seringnya kesana mereka tahu dimana saja titik-titik buta yang  tidak diperhatikan oleh orang-orang.

1
Riezki Arifinsyah
Gaskeun Thor
Riezki Arifinsyah
penuh misteri
Riezki Arifinsyah
lanjutken Thor
Riezki Arifinsyah
Buruk
Riezki Arifinsyah
Kecewa
Riezki Arifinsyah
kaya baca TRIO DETEKTIF
Riezki Arifinsyah
keren Thor
Riezki Arifinsyah
mudah2an ceritanya ga berbelit2 ya Thor
Slime
/Hey/
Ana Al Sapri
kayanya dibalik dinding rusun itu ada sebuah ruangan rahasia TMP Smith tinggal ..dgn akses dr rumput2 yg sengaja di biarkan liar....smoga para detektif segera menemukannya.......ayo othor lanjutkan LG ...cemungut
swynby: makasih
total 1 replies
Ana Al Sapri
makin seru nih ceritanya...lanjut thorr
swynby: makasih
total 1 replies
Ana Al Sapri
lanjut thor..swmngat walau blom byk yg membaca novel mu....tapi nanti pasti ada yg melipir kesini.....,.
.
swynby: makasih
total 1 replies
Ana Al Sapri
semakin penasaran dgn alur ceritanya...lanjut thor
swynby: Makasih
total 1 replies
Rifca Farih Azizah
B banget...alias bwagooosss bangettt
swynby: makasih
total 1 replies
Lazy Nightmare
Alurnya lumayan menarik, beda dari cerita lain yang ada di toon, rekomendasi buat yang suka detektif
swynby: makasih kak
total 1 replies
Lazy Nightmare
semangat
swynby: terima kasih kak
total 1 replies
Lazy Nightmare
wah
Leova
semangat Thor!
Leova: sama sama Thor😊
total 2 replies
Tuan
semangat up
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥: hai kak swin.... kryanya bagus... klub detektif yakk.... tpi menurutku bnyk Narasi nya ya kak🙏 dialognya dikit hampir tak ada, semangat kak ... aku izin bca lgi yakk
total 2 replies
Silvi Aulia
hallo kak aku mampir nih ,like dan comen mendarat di Novel Kaka 🤗
swynby: iya makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!