"Mutiara Ayunda. Maukah kamu menikah denganku, Menjadi istriku pendamping hidupku sampai kita menua bersama, Menjadi ibu untuk anak-anak ku, " Begitu manis setiap kata yang keluar dari mulut pria itu, Sehingga Aku terbuai akan pesonanya, Melupakan sejenak perbedaan kami yang bagaikan langit dan bumi, Pesona yang sangat luar biasa membuatku lupa siapa diriku,
"Mutiara Ayunda. Aku Regan Darmawan Mengatakan jika MULAI SAAT INI KAMU BUKAN LAGI ISTRIKU!!, " Kata-kata itu menyadarkan aku akan perbedaan kami, Kata-kata itu menyeretku dengan paksa untuk kembali ke alam nyata, Dimana perbedaan kasta sangat terlihat jelas,
Hallo bestie kuy kepoin karya baru akohh, semoga tidak mengecewakan ya bestie🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 34
"Jadi.kapan Ara mau ikut Ayah pulang ke kota J? " Bagas menanyakan keputusan putri nya. Akan kesiapan nya untuk ikut pulang bersamanya.
Tiara terdiam sejenak untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan sang Ayah. " Ara belum bisa memutuskan sekarang Yah. Ara harus berbicara dulu dengan Nenek dan juga Milla. Karena biar bagaimanapun mereka adalah keluarga bagi Ara, selama ini. mereka lah yang membantu dan menolong Ara. " Ucap Ara memandang Ayah nya.
"Jika Ayah ingin, Ayah bisa ikut pulang ke rumah Ara. Untuk bertemu dengan Nenek dan juga Cucu Ayah. " Lanjut Tiara lagi. Menawarkan sang Ayah untuk ikut pulang ke rumah tempat tinggal nya.
"Ya. Ayah memang akan mengunjungi Beliau yang sudah bermurah hati merawatmu dan Cucu Ayah. Tetapi sebaiknya kita makan siang dulu. Ayah sudah sangat lapar. "
"Mill, gimana. Mau nggak kalau kita makan siang dulu baru pulang?. Tiara tak langsung menyanggupi permintaan Ayahnya. Ia bertanya dulu kepada Milla.
" Aku ngikut aja Ra. Aku juga sudah lapar ini setelah cosplay menjadi batu selama berjam-jam. " Ucap milla sembari melirik Bintang dengan ekor matanya. Sementara yang dilirik langsung melotot kan matanya. Namun Milla acuh tak perduli dengan tatapan horor Bintang kepadanya.
Sedang Ayah Bagas hanya menahan senyum geli nya saat mendengar perkataan Milla. Dia sudah paham dengan karakter dan pembawaan Asisten nya yang kaku itu.
Berbeda dengan Tiara yang terlihat bingung tak mengerti dengan perkataan Milla
"Ya sudah yuk. Kita makan siang sekarang. Ara mau nya makan dimana? " Tanya Bagas sembari berjalan dengan tangan merangkul hangat penuh sayang bahu Putri nya.
"Ara terserah Ayah saja. Ara akan ikut. "Ucap nya senyum bahagia terpancar di wajah cantik nya. Sudah cukup menderita selama ini. Kini saat nya menikmati hari-hari bahagia bersama Ayah tercinta yang selama ini hanya ada dalam bayangan mimpi saja.
Semuanya yang ada di dalam ruangan itu beriringan keluar, Milla dan Bintang mengekor di belakang Bagas dan Tiara yang duluan keluar. Baru saja Bintang hendak melangkah kan kakinya keluar pintu. Tiba-tiba Milla menerobos jalan nya sembari memeletkan lidah. Mengejek. Karena telah berhasil merebut jalan Bintang.
"Astaga gadis ini...! " Bintang hanya bisa mengeram kesal. Dengan tingkah Milla. Hampir saja dirinya terjungkal kebelakang akibat dorongan tubuh mungil gadis yang sangat usil itu.
Milla menahan senyum puas. Setelah berhasil menjahili Bintang yang ia juluki sebagai manusia batu. Karena sikap Kaku Bintang.
" Mill kamu senyum-senyum sama siapa? " Tegur Tiara saat mendapati wajah Milla yang masih berhiaskan senyum.
"Nggak sama siapa-siapa aku hanya ngetawain semut yang aku senggol tadi hampir aja dia salto guling-guling. Lucu deh, " Jelas Milla sembari menahan Senyum.
"Hah. Semut? Hotel sebagus ini ada semut? " Heran Tiara. Dan semakin membuat Milla terkekeh-kekeh. Menahan geli.
Sementara seseorang yang berada di belakang mereka kini sudah mengepalkan tangan nya. Ingin sekali memelintir bibir gadis kurang aja di depan nya itu.
Rumah makan seafood menjadi pilihan Bagas untuk mengajak putri makan siang. Dengan menu ikan bakar cumi saos padang dan menu lainnya yang menggugah selera.
Makan siang penuh kehangatan itu berjalan dengan lancar. Setelah Bintang melakukan pembayaran di kasir. Semuanya kini menuju rumah dimana Tiara tinggal.
.. setelah melakukan perjalanan kurang dari 30 menit. Kini mobil yang di kendarai Bintang sudah berhenti di depan Toko kecil bertuliskan "ARA CELL" Di belakang toko kecil itu terdapat Rumah Yang di tempati Tiara. Yang tiada lain adalah rumah milik Nek Diah. Wanita setengah abad yang amat baik hati.
"Ini tempat tinggal Ara Yah. Ayo kita masuk. Ara sudah kangen berat sama Shanum. " Ucap Tiara mengajak Ayah nya untuk memasuki rumah sederhana milik Nek Diah. Yang telah ia anggap seperti nenek nya.
Bagas mengangguk mengikuti langkah Putri nya menyusuri halaman rumah sederhana namun begitu terawat. Terlihat dari tanaman bunga-bunga yang menghiasi halaman kecil sederhana itu
Jika Tiara dan Ayah nya masuk melalui pintu depan. Berbeda dengan Milla yang begitu keluar dari dalam mobil yang di kemudikan oleh pria yang ia juluki manusia batu itu. Langsung ngacir menuju pintu samping yang terhubung dengan dapur.
Milla sengaja melarikan diri sebelum Bintang mengintimidasi nya. Saat Tiara dan Ayah Bagas sudah masuk lebih dulu ke dalam rumah.
NEXT....🏃🏃🏃
rindu tiara