Brisa tiba-tiba terbangun di tempat asing, ia di culik dan kini sudah mengenakan pakaian pengantin. ia tak tau kenapa dan siapa yang sudah melakukan semua ini. Sampai ia tau jika ia sudah menjadi seorang istri dari pria misterius yang tak pernah ia temui bernama Tuan Adam.
Hidup Brisa berubah, menjadi istri seorang tuan Adam menjadikan seorang Cinderella. Ia membalas semua perbuatan keluarga yang pernah menyia-nyiakan dirinya. Sampai suatu ketika, pria bernama Tuan Adam berdiri didepan mansion tempat tinggal Brisa.
"siapa wanita ini?" tuan Adam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34
Tepat tengah malam, Brisa Alen duduk termenung di atas ranjang kamar mansion tanpa melakukan apa pun. Wanita itu nampak murung. Sampai larut malam, Brisa Alen masih tetap mendapatkan penolakan dari Tuan Adam.
Brisa Alen hanya ingin menghabiskan waktu lebih intim bersama dengan kekasihnya. Brisa Alen hanya ingin bermesraan dengan kekasihnya. Tapi anehnya Tuan Adam terus menolak sentuhannya. Tentu saja hal ini membuat Brisa Alen merasa sedih dan merasa Tuan Adam sudah tidak menginginkannya lagi.
"Apa yang salah padaku? Sepertinya aku tidak membuat kesalahan," batin Brisa Alen sibuk memikirkan alasan perubahan sikap kekasihnya itu.
"Tidak biasanya dia menolakku seperti ini. Apa dia benar-benar tidak mau menyentuhku lagi?" batin Brisa Alen tidak terima, Tuan Adam tak mau bercinta dengannya, bahkan menolak untuk sekedar bercumbu.
"Kamu belum tidur?" tanya Tuan Adam saat melihat Brisa Alen yang masih terjaga ketika malam sudah larut.
Brisa Alen menoleh ke arah sang kekasih dengan wajah murungnya. Brisa Alen menunjukkan dengan jelas ekspresi sedihnya di depan Tuan Adam.
"Tidur? Kamu pikir aku bisa tidur di saat-saat seperti ini?" tanya Brisa Alen dengan wajah memelas. Wanita itu menunjukkan dirinya yang rapuh, hingga membuat Tuan Adam merasa bersalah, meskipun pria itu belum mengatakan sesuatu.
"Ada apa? Kamu memikirkan sesuatu?"
"Ada apa kamu bilang? Apa kamu merasa tidak ada yang aneh hari ini?" sindir Brisa Alen. "Hari ini kamu bersikap aneh. Aku merindukanmu, dan aku sudah menunggumu. Saat kamu mengunjungiku kemari, wajar saja jika aku ingin menghabiskan waktu bersamamu dengan intim, kan? Tapi kenapa kamu menghindar dariku?" tanya Brisa Alen pada Tuan Adam.
Brisa Alen benar-benar kesal dan kecewa pada Tuan Adam. Selama bersama, wanita itu hanya mendapatkan beberapa ciuman. Dan ciuman mereka tidak berlanjut ke adegan ranjang.
"Apa aku terlihat seperti sedang menghindarimu?" tanya Tuan Adam berpura-pura bodoh. Melihat Brisa Alen yang seperti ini, membuat Tuan Adam semakin tidak tega untuk melukai hati Brisa Alen.
"Apa aku membuat kesalahan? Apa aku sudah membuatmu kesal?" tanya Brisa Alen dengan menikmata berkaca-kaca. "Bahkan duduk di dekatku saja sekarang ini kamu tidak mau, kan? Kamu lebih memilih berbicara denganku dengan jarak sejauh ini?"
Saat ini Brisa Alen duduk di ranjang kamar, sementara Tuan Adam berdiri di ambang pintu kamar. Sudah sangat jelas jika pria itu memang menjaga jarak pada Brisa Alen, karena Tuan Adam tidak mau menyakiti hati Brisa Fidden.
Tuan Adam sengaja menjaga jarak aman, untuk menghindari Brisa Alen yang sengaja mengajak dirinya bercumbu sejak tadi. Tuan Adam yang sudah berusaha keras menolak Brisa Alen dengan lembut, tapi sepertinya jenis penolakan apa pun tetap akan membuat hati wanita itu terluka.
"Bagaimana aku bisa mengatakannya pada Brisa kalau dia bersikap seperti ini?" batin Tuan Adam makin bingung bagaimana ia harus mengakhiri hubungannya dengan Brisa Alen.
Belum apa-apa, Brisa Alen sudah berhasil menarik simpati Tuan Adam. Belum apa-apa, Brisa Alen sudah berhasil membuat Tuan Adam menjadi pria jahat sebelum pria itu menyampaikan sesuatu pada Brisa Alen.
"Aku tidak mencoba menjauh darimu. Aku hanya ... ingin berbicara dengan nyaman saja denganmu, tanpa bersentuhan."
"Kenapa kamu tidak mau bersentuhan denganku?" tanya Brisa Alen. "Kamu sedang menghukumku, atau kamu memang sudah bosan padaku?"
Brisa Alen menangis di depan Tuan Adam. Wanita itu menggunakan air matanya untuk mengungkapkan kesedihannya pada Tuan Adam yang saat ini bersikap berbeda dari sebelumnya.
"Kenapa kamu menangis?" Terpaksa Tuan Adam pun mendekat ke arah Brisa Alen.
"Aku tidak akan menangis kalau kamu tidak bersikap seperti ini. Kamu menolakku setiap kali aku menyentuhmu. Kamu bahkan sengaja menghindar saat aku hanya ingin menyenangkanmu. Sebenarnya di antara kita, aku yang berubah atau kamu yang berubah?"
"Bagaimana sekarang? Belum apa-apa, tapi aku sudah membuat Brisa Alen kecewa," batin Tuan Adam bimbang.
****
Sementara di mansion utama, Brisa Fidden nampaknya tengah gelisah menanti kembalinya Tuan Adam. Padahal Tuan Adam berjanji akan segera menyelesaikan urusannya dengan Brisa Alen. Tuan Adam juga berjanji akan segera kembali dan memintanya untuk menunggu. Tapi sampai larut malam, Tuan Adam masih membuat Brisa Fidden menunggu tanpa kepastian.
"Kenapa dia tidak pulang juga?" gerutu Brisa Fidden dibuat kesal karena Tuan Adam yang tak juga muncul di mansion utama.
"Kenapa dia juga tidak menghubungiku?" omel Brisa Fidden makin dibuat geram.
Menunggu Tuan Adam semakin membuat wanita itu jengkel. Apalagi, Brisa Fidden tahu saat ini Tuan Adam tengah menemui kekasih pria itu di mansion kedua. Saat ini pria idamannya itu tengah bersama dengan wanita lain. Wajar saja jika hal ini membuat Brisa Fidden kesal dan juga gelisah.
"Dia tidak akan membohongiku, kan? Bukankah dia bilang akan kembali? Sudah selarut ini, apa dia berencana akan menginap? Dia lebih memilih untuk tidur bersama dengan wanita itu setelah dia membuat janji padaku?" oceh Brisa Fidden mulai berpikir yang tidak-tidak tentang Tuan Adam.
Wanita itu terus melirik ke arah jam dinding tanpa henti. Menyadari waktu yang sudah larut, Brisa Fidden sangat yakin jika Tuan Adam tidak akan pulang.
"Sepertinya dia masih memilih kekasihnya," gumam Brisa Fidden kecewa pada Tuan Adam.
Karena Tuan Adam yang tak kunjung kembali, akhirnya Brisa memilih untuk pergi. "Apa ini artinya dia lebih memilih kekasihnya itu? Kalau begitu, tidak ada gunanya lagi aku berada di sini, kan?"
Kesabaran Brisa Fidden sudah habis. Setidaknya wanita itu ingin memperoleh kepastian terlebih dahulu. Tapi nyatanya Tuan Adam tak juga kembali, dan tidak memberikan kabar padanya.
Brisa sudah membulatkan tekad untuk meninggalkan mansion dan juga Tuan Adam. "Aku sudah memberinya peringatan! Lebih baik aku pergi saja daripada menunggu tidak jelas seperti ini!"
"Sudah larut, Nona. Lebih baik Nona beristirahat!" ujar para pengawal yang mencoba menghalangi Brisa yang hendak keluar dari mansion utama.
"Menyingkir dari jalanku! Aku tidak ingin lagi tinggal di neraka ini!" ucap Brisa Fidden dengan sorot mata penuh amarah.
Namun, para pengawal Tuan Adam pun justru muncul semakin banyak dan berusaha menghalangi Brisa Fidden yang hendak pergi meninggalkan mansion. "Maaf, Nona. Kami tidak bisa membiarkan orang pergi."
"Baiklah kalau begitu! Kalian pikir aku akan diam saja saat kalian menghalangi jalanku seperti ini?" sentak Brisa pada pengawal di mansion. Wanita itu pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamuk dan melampiaskan kekesalannya pada Tuan Adam.
Wanita itu menyerang para pengawal secara membabi buta. Brisa Fidden memukul semua pengawal yang berusaha menahan kepergiannya.
"Pergi dari sini! Jangan halangi jalanku!" seru Brisa sembari memukuli semua orang dengan brutal.
Para pengawal tentunya tidak berani membalas serangan dari Brisa. Mereka tidak berani melukai Brisa sedikitpun. Mereka hanya membiarkan Brisa menghajar mereka dengan bebas, tanpa memberikan pembalasan.
Hal ini pun justru hanya membuat amarah berisa semakin memuncak. "Kenapa kalian tidak membalasku? Balas pukul aku sekarang!" teriak Brisa jengkel.
"Nona tidak boleh pergi dari sini!"
"Aku tidak peduli! Aku tidak ingin lagi menunggu di sini! Aku tidak ingin lagi menunggu pria brengsek itu!" oceh Brisa sembari memukul-mukul pengawal dengan air mata berlinang.
Wanita itu pun dibuat lelah dengan sendirinya. Tepat di depan pintu keluar, Brisa Fidden pun menyerah. Wanita itu tak bisa meninggalkan mansion, meskipun ia mau.
"Pria brengsek, aku tidak mau menunggumu lagi!"
****
kk ku nantikan karya2 mu lagi yaa 😘😘😘
setlah drama sekian lama akhirnya adam memilih brisa yg gila
apa kabr smoyn
jangan sampai dipikirnya ia menikahi kekasihnya