Fani nggak menyangka sebagai anak petani merantau ke Jakarta bisa merubah hidupnya dan juga hidup keluarganya walaupun harus merasakan sakit hati terlebih dulu.
Menjalani hidup dilandasi tanpa rasa cinta siapa sangka dia kini bisa menerima seseorang yang dulu sangat membencinya.
Ikuti kisah mereka hanya ada di noveltoon
jangan lupa, vote, coment, like dan tambah favorit kalian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Osiye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
"Lihat saja kalau kamu beneran menikahi perempuan itu, mamah nggak bakal maafin kamu sampai kapanpun," Bu Rina menatap tajam anaknya.
"Mah, mamah jangan memikirkan perasaan mamah saja, Abimana juga mau membahagiakan Dikta mah, hanya bersama Fani dia mau kenal sama orang yang baru dia kenal." Abimana melihat mamahnya yang sedang menatapnya tajam.
"Tapi tidak dengan kamu menikahinya Abi, kamu masih bisa memperkerjakan dia di rumah kamu untuk mengurus Dikta." Bu Rina bener-bener nggak setuju kalau anaknya menikah dengan Fani.
"Tapi Fani sudah bekerja dengan orang lain, nggak mungkin dia bisa kembali lagi kerja sama Abi, terkecuali dengan Abi menikahinya."
Pricilia yang sedari tadi mendengar perdebatan antara mamah dan juga kakanya melangkah mendekati mereka berdua, Abimana masih melihat mamah dengan pandangan memohon, sedangkan bu Rina nggak mau melihat anaknya.
"Yang di katakan kaka benar mah, Dikta terlihat bahagia saat bersama mba Fani. Apa mamah nggak kasian melihat Dikta yang sejak kecil nggak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, hanya dengan mba Fani Dikta terlihat bahagia mah, jadi tolong izinkan kaka menikah dengan mba Fani." Pricilia berdiri di depan mamahnya.
Bu Rina menatap nyalang anak perempuannya, beliau menatap tajam Pricilia yang sudah berani kurang ajar padanya. Pricilia sama sekali nggak takut dengan tatapan mamahnya yang begitu tajam, dia cuma mau Dikta bahagia merasakan kasih sayang seorang ibu.
Plak!
Bu Rina menapar anaknya, Abimana terkejut melihat adik kesayangannya di tampar sama mamahnya di depan wajahnya, dia mendekati ibu dan adiknya yang lagi memegangi pipinya yang merah akibat tamparan mamahnya yang begitu keras.
"Apa yang mamah lakukan? Mamah menampar anak mamah, Abi bener-bener nggak menyangka mamahnya sekasar itu sama adiknya.
" Dia sudah kurang ajar berbicara sama mamah Abi, jadi dia pantas mendapat tamparan dari mamah." Jawabannya.
"Kurang ajar seperti apa mah, dia hanya mengatakan yang sebenarnya nggak ada yang salah, keputusan Abi sudah bulet mamah setuju atau nggak Abi akan tetep menikahi Fani.
Seseorang yang sedari tadi mendengar perdebatan mereka mengepalkan tangannya, dia nggak rela kalau Abimana mau menikahi perempuan kampung yang ngga sepada dengan keluarga Abimana mantan suaminya, ya seseorang yang sedari tadi mendengarkan perdebatan antara ibu dan anak adalah Voke mantan istri Abimana Silky Hartawan.
Dia meninggalkan rumah sakit dengan begitu marah, karena sangat buru-buru dia menabrak perempuan yang mau keruangan Dikta, Voke melihat perempuan yang dia tabrak dan terkejut siapa yang sudah dia tabrak dia tersenyum sinis.
Perempuan yang di tabrak Voke mendongakkan wajahnya, dia sama seperti Voke yang terkejut.
"Voke." Panggilannya.
"Jenna, Jenna ngapain kamu ada disini? Ooh, iya aku tau pasti kamu mau menjenguk Dikta anakku bersama mas Abi, ternyata sampai sekarang kamu masih mengejar mas Abi? Kasian banget si kamu dari dulu sampai sekarang belum juga mendapatkan mas Abi." Voke berkata dengan sinis.
"Tutup mulut kamu Voke, apa kamu nggak sadar kalau sekarang kamu juga bukan siapa-siapanya mas Abi? Jadi jangan terlalu berbangga pernah mendapatkan mas Abi, buat apa kamu bangga sedangkan sekarang kamu sudah di tendang sama dia." Jenna membalikkan ucapan Voke barusan.
"Kamu!" teriaknya.
Husttt... Jenna menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri. "Ini rumah sakit jadi nggak usah berteriak nanti semua pasien banyak yang terganggu, mau kamu di seret sama security," Ucapnya.
"Jenna meninggalkan Voke sendirian.
"Lihat saja Jenna, aku balas kamu." Voke mninggalkan rumah sakit dimana anaknya lagi di rawat.
Bersambung..
maaf terlalu lebay ini