NovelToon NovelToon
Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Status: tamat
Genre:Hiburan / Balas dendam. / Tak berguna / Fantasi Urban-Mendadak kaya / Fantasi Urban-Mengubah takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:920k
Nilai: 4.8
Nama Author: tompealla kriweall

Jamal, pemuda desa yang tidak diperbolehkan ibunya untuk pergi bekerja ke kota. Mengikuti jejak teman-temannya yang lain.

Alasan ibunya sangat klise. Dia tidak mau jauh-jauh dengan anaknya itu. Padahal Jamal juga tidak bisa melakukan apa-apa di desanya. Karena sedari kecil, Jamal memang anak yang bodoh.

Tapi karena suatu kejadian, Jamal mendapatkan sistem bertani secara tidak sengaja.

Mampukah Jamal yang bodoh mengikuti aturan sistem bertani yang dia miliki?

Atau, dia akan menjadi pongah? hanya karena merasa lebih hebat dari temannya yang lain.

Yuk ikuti perjalanan Jamal. Pemuda desa yang ditolak para gadis-gadis, karena hanya berkubang dalam lumpur sawah saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua Butuh Proses

"Ayo Ndah, Aku bantu." Jamal berkata pada Indah dengan lembut.

Memposisikan ranjang pasien sedemikian rupa, agar Indah bisa lebih nyaman saat tidur, tapi dalam keadaan seperti duduk. Kemudian Jamal pun mendekatkan gelas berisi susu yang dia bawa, agar Indah bisa segera meminumnya.

Dalam keadaan seperti ini, jarak antara Jamal dengan Indah tentu sangat dekat. Sehingga Jamal bisa merasakan hawa panas pada kulit tubuhnya Indah.

"Sakit banget ya?" tanya Jamal khawatir, masih dengan memegang gelas yang sedang di minum Indah.

Indah pun hanya mengangguk saja. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Sebab dia juga masih dalam posisi minum.

"Minum semua su_sunya ya! Biar panasnya mereda. Ini Aku ambil masih baru tadi."

Indah kembali mengangguk mengiyakan perkataan Jamal. Sambil tersenyum samar.

Di sisi lain, ada Lina yang merasa sedih, kecewa dan juga kesal. Tapi tak mampu melakukan apa-apa. Melihat perlakuan Jamal, yang begitu lembut pada adiknya sendiri.

Berbeda dengan Umi. Dia tersenyum senang, melihat Jamal yang begitu telaten membantu Indah untuk meminum su_sunya.

"Su_sudah Mas."

Jamal menarik tangannya, dari depan wajahnya Indah. Kemudian memutar tubuhnya untuk meletakkan gelas yang tadi dia pegang ke atas meja yang ada di sampingnya.

"Sekarang tidurlah. Kamu tidak perlu memikirkan apa-apa."

Indah kembali mengangguk, sambil memejamkan mata. Meskipun itu hanya sebuah jawaban yang bisa dia berikan.

"Oh ya, sebenarnya Kamu kenapa tiba-tiba sakit? Apa datu kemarin memang sudah merasakan rasa sakit?" tanya Jamal, masih ada di tempatnya yang tadi. Duduk di pinggir tempat tidur, yang digunakan oleh Indah.

"Iya Ndah. Sebenarnya apa yang Kamu rasakan?" Umi ikut-ikutan bertanya. Karena dia juga merasa penasaran, dengan sakit Indah yang tiba-tiba.

"Indah juga tidak tahu Ami. Tiba-tiba saja semalam pusing dan suhu tubuh jadi panas. Padahal habis makan apa-apa. Yang Indah makan, sama seperti yang dimakan ibu, bapak dan mbak Lina juga." Indah menjawab, apa yang dia rasakan dan ketahui.

"Mungkin karena ada virus yang masuk ke dalam tubuhnya Ami. Dan pada saat itu, kondisi imun tubuh Indah sedang turun."

Lina ganti menerangkan, tentang keadaan yang dialami oleh adiknya itu.

Jamal dan Umi hanya mengangguk saja, tanpa menyahuti perkataan yang diucapkan oleh Lina tadi.

"Semoga saja, setelah minum susu sapi segar yang murni barusan, bisa meningkatkan imun tubuh Indah. Sehingga virusnya gak menyebar dan membuat tubuhmu kembali sakit."

Umi berkata demikian, dengan memegangi kaki Indah. Karena posisinya memang ada di ujung tempat tidurnya Indah.

"Iya Ami. Terima kasih."

Setelah berbincang-bincang sejenak, Jamal dan Umi pamit pulang. Karena masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

"Hati-hati ya mas Jamal, Ami."

"Terima kasih atas kunjungannya. Indah jadi ijin kerja dulu, sampai Indah sembuh."

Indah mengucapkan terima kasih, dan meminta ijin pada Jamal serta Umi. Untuk tidak masuk kerja, sampai dia kembali sehat.

"Iya, tidak usah dipikirkan. Yang penting Kamu sehat lagi," sahut Umi dengan tersenyum.

"Aku balik dulu ya Ndah," pamit Jamal dengan meninggalkan satu amplop coklat besar, di atas meja. Dekat dengan jeruk yang tadi dia bawa juga.

"Mas..." Indah tidak melanjutkan kalimatnya, karena melihat Jamal yang mengelengkan kepalanya beberapa kali.

"Gak apa-apa. Kamu istirahat saja."

Setelah bersalaman dengan Indah, Jamal dan Umi mengucapkan salam, kemudian keluar di antar Lina sampai depan pintu. Tapi baik Jamal maupun Umi, tidak menyalami Lina. Bahkan mengucapkan kata pamit pun tidak.

Lina terlihat jelas jika bersedih hati. Matanya berkaca-kaca, menahan rasa kecewa dengan sikap Jamal dan Umi padanya.

Tapi dia juga menyadari bahwa, semua ini adalah salahnya sendiri.

'Maafkan Aku mas Jamal, Ami.'

Kalimat yang sangat ingin diucapkan oleh Lina, tapi selalu gagal. Karena meskipun dia ucapkan, hanya tanggapan diam yang dia dapatkan. Meskipun Jamal tidak pernah bicara kasar padanya. Tapi sikap acuhnya itu, sudah menunjukkan jika, Jamal belum bisa menerima kehadirannya. Meskipun hanya sebatas teman saja.

"Mbak. Mbak Lina!"

"Eh, emhhh... ya! Apa Kamu perlu sesuatu?"

Panggilan Indah membuat Lina tersadar. Jika saat ini dia masih berada di depan pintu. Kemudian dia berbalik untuk mendekat ke tempat tidur adiknya.

"Mbak. Maafkan sikapnya mas Jamal dan Ami ya! Mereka berdua bukan orang jahat. Mungkin, mereka hanya belum bisa menerima kenyataan saja."

"Gak apa-apa Ndah. Mbak justru yang bersalah di sini. Hiks... andai saja waktu bisa diputar ulang. Mbak tidak akan mempermainkan perasaannya mas Jamal. hiks... hiks..."

Indah menarik tangan kakaknya itu, kemudian menepuk-nepuk punggung tangan tersebut.

"Yang sabar ya Mbak..."

"Tapi Ndah, Aku... Aku lihat mas Jamal perhatian sama Kamu. A_apa Mas Jamal suka sama Kamu?" Linda justru bertanya dengan curiga, jika adiknya itu ada hubungan dengan Jamal.

"Mbak apa sih! Mas Jamal kan atasan Indah. Gak mungkin juga Indah macam-macam sama Mas Jamal. Indah juga gak punya niatan untuk mencari perhatian mas Jamal."

'Aku gak mungkin menyakiti hati Kamu mbak Lina. Aku tahu, Kamu masih menyimpan harapan dengan mas Jamal.'

'Semoga saja, kalian berdua ada jalan keluar yang lebih baik daripada diam-diam selamanya, seperti tadi.'

Indah berdoa dalam hati, agar keadaan hubungan kakaknya bersama dengan Jamal kembali membaik.

*****

Di rumahnya Jamal.

Semua perkejaan yang biasa di kerjakan oleh Indah, kini dikerjakan sendiri oleh Jamal.

Dari mulai memilih buah jeruk yang terbaik, hingga menghubungi agen-agen yang akan mengambil hasil panen jeruknya. Kemudian menulis laporan, menjumlahkan hasil dan membukukan semua penjualan serta laba pada buku laporan.

Jamal memperhatikan bagaimana cara Indah melakukan pekerjaannya, dan dia mengikutinya.

'Apa indah kelelahan ya? ternyata pekerjaan dia banyak dan cukup menguras tenaga dan pikiran juga.' Jamal membatin dalam hati, setelah mengetahui sendiri. Bagaimana dengan pekerjaan yang selama ini dikerjakan oleh Indah.

Setelah selesai melakukan beberapa pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh Indah, Jamal pergi ke peternakan sapi perah miliknya. Karena ada agen susu yang datang, untuk mengambil pesanan mereka.

Agen ini biasa mengambil susu segar untuk proses pembuatan kosmetik. Bukan untuk dikonsumsi secara langsung.

Jadi, susu-susu sapi tersebut diolah sedemikian rupa, dicampur dengan beberapa bahan lain. Agar bisa digunakan sebagai lulur atau krim pencerah wajah.

Begitulah manfaat susu sapi yang dihasilkan di peternakan Jamal. Karena selain bisa dikonsumsi oleh manusia secara langsung, susu tersebut juga diolah sedemikian rupa. Agar bisa digunakan untuk keperluan lain.

Dan rencana Jamal untuk membuat minuman kemasan ekstrak buah jeruk maupun susu, baru tahap awal. Yaitu persiapan modal usaha, konsep dasar yang akan dilakukan nanti pada usaha barunya itu. Dan juga tenaga ahli, yang pastinya bukan sembarang orang yang bisa melakukannya.

1
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝖺𝗐𝖺𝗅 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈. 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝗂𝖻𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗆𝗂, 𝗄𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗎𝗆𝗂? 𝖪𝖤𝖯𝖱𝖨𝖡𝖤𝖭
Hidayat 92a
woy, udah g gadis kalee
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Jamal
Fano Jawakonora
dari awal bgs pada dekat"akhir cerita author bikin jengkel dasar kentut, nyesal sdh ikuti dari awal lain kli jgn lg bikin novel ya karwna jelek skl dn amburadul cerita mu
Fano Jawakonora
mls baca cerita jadi awal kmbali dasar author tdk profisional dlm membuat cerita author kentut bau
Fano Jawakonora
ujung lina pura" baik jg ank biar kawin sma jamal dasar murahan
Fano Jawakonora
ternyatanya koq jd jelek diahir ya
Fano Jawakonora
cerita kabualan masa sistim apaan sdh sukses tba"mulai ulg dari awal ceooooooo thor kentut bau, bgt juga dgn kina knp tdk mati sj orgjht bgt
Fano Jawakonora
knp lina tdk ikut meninggal juga
Fano Jawakonora
diundang je planey sistim hny ngeyel gk tau ngapain disitu
Fano Jawakonora
knp dibiarkan lina apem bau mencret dn hendra babi itu bebas, krn mereka jamal kehilangn sitim jamal juga kekewat baik smbagaikn sapi ditusuk hidung
Fano Jawakonora
si lina bau punya perbuatan itu, knp tdk ada yg bisa nebak sih
Fano Jawakonora
ohh hendra biadap, memang
Fano Jawakonora
si hendra juga goblok apa ya atau juga punya rencana hancurkn jamal
Fano Jawakonora
hufff goblok trllu berkebihan hny salamatan empat bulan hamil sj bikin sampai jatuh takabir pada hl dibaluk itu asa yg berencna lick dgn usulan acara tersebut yg tntunya silina bau apem busuk sebusuk"nya
Fano Jawakonora
percuma punya sistim tpi mendekteksi ada bhy datang utk jamal dn indah
Fano Jawakonora
gk kapok" si lina dasar apem bau kentut busuk
Fano Jawakonora
alaaah si lina kentut masih bereaksi
Fano Jawakonora
cerita hanya kawin dan dalam celana aja nih🤣
Fano Jawakonora
si jamal gara"minum susu campur madu kudapannya semakin kuat kaya rudal aja kekuatannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!