NovelToon NovelToon
Become An Antagonist Character

Become An Antagonist Character

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Crazy Rich/Konglomerat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa
Popularitas:433.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Rani_putri

Gracia Eliza wanita karir berusia 27 tahun yang mengalami kecelakaan mobil, hingga mengakibatkan dirinya meninggal di tempat.

Sebelum meninggal ia sempat membaca sebuah novel berjudul 'My Cool Boy'. Siapa sangka bahwa jiwanya akan bertransmigrasi ke dalam novel tersebut.

Lebih parahnya lagi ia menjadi tokoh antagonis yang mengharapkan cinta kepada tokoh utama Pria. Angelicia Marseilious, nama gadis itu.

Tapi dikarena sekarang jiwanya lah yang menggantikan. Ia akan memilih jalannya sendiri. Ingatlah, bahwa dia adalah Gracia Eliza. Wanita cerdas yang tak mudah ditundukkan.

"Tak ada lagi Angelicia si gadis bodoh dan kekanakan yang mengemis cinta. Sekarang hanyalah Angelicia si gadis pintar dan tak mudah ditaklukkan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani_putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obsesi

Elicia dibuat kesal oleh sikap Zavierro. Dengan wajah serta suasana hati yang gelap, Elicia menghancurkan kamera kecil di tanaman hias miliknya. Laki-laki gila itu berniat untuk mengintainya! Itulah mengapa dia sangat benci apabila Zavierro terobsesi padanya. Obsesi Zavierro itu sangat gila, dia sudah membacanya sendiri bagaimana watak pria tersebut saat terobsesi pada Ovy.

Gadis itu memijat pangkal hidungnya, untungnya saja dia segera sadar. Jika tidak, mungkin Zavierro akan mengetahui semuanya sampai dia tak memiliki privasi lagi. Ke depannya dia akan lebih berhati-hati terhadap Zavierro. Tingkah pemuda itu sudah tidak waras, sebaiknya Elicia menjauh darinya.

"Ku rasa kerjasama ini membawa dampak buruk untukku," monolog Elicia menghela napas panjang.

Setelah dipikir-pikir lagi, Elicia memutuskan untuk berhenti bekerjasama dengan Zavierro sebelum pemuda itu semakin gila terhadapnya. Jika tahu akan seperti ini, sebaiknya dia biarkan saja Zavierro terobsesi kepada Ovy. Meski akan menjadi penghalang besar baginya dalam mencapai tujuan hidupnya. Namun, itu bukanlah masalah. Elicia berbeda dengan Angel yang bersifat impulsif.

"Jika ini terus berlanjut, obsesinya akan semakin besar. Semakin besar obsesinya, akan semakin sulit bagiku untuk lepas. Mau tidak mau aku harus segera menjauhi Zavierro!" gumamnya bertekad.

Sayangnya dia melewatkan satu hal, yang terpasang di kamarnya bukan hanya sebuah kamera pengintai. Tetapi juga benda yang dapat merekam suaranya sehingga Zavierro mendengar seluruh perkataannya. Walaupun tidak bisa melihat kegiatan apa yang dilakukan oleh Elicia saat ini. Setidaknya dia masih mengetahui apa yang gadis itu rencanakan.

"Kau pikir semudah itu lepas dariku? Elicia, kau terlalu meremehkanku."

Zavierro tersenyum miring dengan earphone yang terpasang di kedua telinganya. Sejak awal dia sudah mengetahui bahwa jiwa yang ada di tubuh itu telah berubah. Dari pandangan mata, nada suara, auranya serta tingkah lakunya sangat berbeda dengan Angel yang dulu.

Meskipun Zavierro tidak mengenal langsung bagaimana Angel yang sebenarnya. Namun, semua orang di sekolahnya suka bergosip tentang gadis itu dan tunangannya. Dari sanalah dia mengetahui bagaimana watak Angel. Akan tetapi saat pertama kali mereka bertemu, dia rasa rumor itu salah.

Ternyata dugaannya yang salah. Rumor itu benar, hanya saja ada yang berubah. Hal ini baru dia sadari setelah mengamati gerak-gerik Elicia. Dugaannya semakin kuat setelah Elicia sadar dari pingsannya sewaktu di rumah sakit. Tatapannya berubah, Zavierro tidak mengenali gadis itu.

Orang lain mungkin tidak menyadarinya, tetapi instingnya kuat. Gadis itu memiliki dua jiwa di dalam raganya. Entah siapa jiwa asli yang sebenarnya, tetapi jika boleh memilih, dia akan berharap bahwa itu Elicia. Walaupun kenyataan sangat berbeda jauh dari harapannya.

"Siapapun dia aku tidak pernah peduli. Jiwa Elicia harus tetap menempati raga itu," gumam Zavierro dengan pandangan dingin.

Dia tidak akan membiarkan Angel kembali mengambil alih raga tersebut. Dengan cara apapun, Zavierro akan menjaga jiwa Elicia agar terus menempatinya. Katakanlah dia gila, karena itu benar adanya. Segala hal yang Elicia lakukan nyaris membuatnya gila.

Padahal mereka tidaklah sedekat itu, hanya karena kerjasama ini keduanya berinteraksi. Tetapi sudah membuat Zavierro menggilai gadis itu? Awalnya dia hanya sekedar tertarik, siapa sangka rasa tertarik ini semakin besar hingga Zavierro berpikir untuk bisa memiliki Elicia.

Elicia harus menjadi milikku.

...****************...

Beberapa hari telah terlewati. Masa hukuman yang sempat Elicia dapatkan kini telah berakhir. Dia sudah memasuki sekolah seperti biasanya. Namun, ada yang berubah. Zavierro selalu mengikutinya bak seekor anak itik kepada induknya. Kemanapun dia pergi, pemuda itu akan selalu mengikutinya tanpa lelah.

"Bisakah kau berhenti mengikutiku?" geram Elicia yang sudah hilang kesabaran.

"Tidak bisa." Gelengan dia dapat dari Zavierro.

Elicia menghela napas berat. Zavierro benar-benar keras kepala. Dia memikirkan kembali rencananya yang ingin menjauhi Zavierro. Jika seperti ini terus, rencananya akan gagal total. Haruskah dia terima saja? Dirinya takut jika semuanya akan hancur.

Pemuda itu mengamati raut Elicia yang mendadak berubah. Sepertinya gadis itu tengah melamun. Zavierro berniat untuk menyadarkan Elicia sebelum sebuah suara dari belakang membuat keduanya menoleh.

"Apa yang kalian lakukan di sini?"

Itu adalah suara Ovy. Elicia langsung menatap datar padanya. Sedangkan Zavierro hanya melirik sekilas sebelum kembali menatap wajah Elicia.

"Apa aku menganggu? Maaf ya, aku hanya ingin lewat saja. Ini adalah lorong, tetapi kalian menghalangi jalan," jelas Ovy dengan nada lembut dan sopan.

Elicia baru sadar jika berada di lorong yang menuju ke arah kelas. Namun, jalan di sini masih luas untuk dilewati, kenapa gadis itu mengatakan seolah-olah mereka berdiri hingga menempati seluruh jalan? Karena dia sedang malas mencari masalah dengan Ovy. Jadi dia memutuskan untuk berbalik melanjutkan langkahnya, begitupun Zavierro yang kembali mengikutinya. Tetapi niat itu pupus kala Ovy menahan tangannya.

"Kau Zavierro, bukan?" tanya Ovy dengan senyum khas miliknya.

Zavierro mengernyit risih, dengan kasar dia menarik tangannya. Menatap tajam gadis itu hingga Ovy tersentak.

"Jangan menyentuhku," desis Zavierro dingin.

Setelah itu dia berbalik pergi, tetapi sayang sekali Ovy kembali menahannya.

"Tunggu!"

Gadis itu tanpa takut menghadang langkahnya. Zavierro yang memang tidak menyukai keberadaan Ovy menggeram marah.

"Apalagi! Aku tidak memiliki urusan denganmu! Jadi sebaiknya kau pergi sebelum aku--"

Ucapannya terpotong oleh suara Ovy. "Apa hubunganmu dengan Angel? Ku lihat kalian sangat dekat."

Zavierro menyatukan kedua alis tebalnya. "Apa urusannya denganmu?" sahutnya dingin.

"Aku hanya bertanya saja. Dia dan Erland sudah bertunangan, jadi tidak baik jika kau mendekati tunangan orang."

Tawa Zavierro pecah mendengar perkataan gadis ini. Bukankah seharusnya kalimat itu lebih cocok untuk dirinya sendiri dibandingkan dia? Setelah meredakan tawanya, Zavierro mendengus dingin sambil memandang Ovy dengan remeh. Belum sempat dia membalas, sebuah suara yang berasal dari balik tubuh Ovy terdengar.

"Bukankah kalimat itu lebih cocok untukmu? Lagipula, Erland dan diriku sudah berpisah. Jadi tak ada salahnya jika aku dekat dengan Zavierro. Selain itu, Zavierro bukan sepertimu yang mendekati tunangan orang lain tanpa tahu malu! Terlebih lagi, dengan tidak malunya kau memberi nasihat seperti itu padanya? Tidak salah?"

Elicia datang secara tiba-tiba dan berjalan mendekati keduanya. Dia bukanlah orang yang banyak bicara. Tetapi sekalinya berbicara panjang, kalimat itu jelas berupa sindiran tajam. Gadis itu sangat membenci gadis seperti Ovy. Seolah-olah dialah makhluk tersuci di sini. Orang bermuka dua yang berlindung dibalik sifat polosnya. Sangat munafik!

Kini dia berhadapan langsung dengan Ovy yang wajahnya sudah memerah. Awalnya dia berniat untuk pergi, tetapi saat suaranya menangkap pembicaraan mereka. Elicia memutuskan untuk menundanya dan memilih untuk mendengar mereka lebih jelas.

Dirinya tak bisa menahan diri saat Ovy dengan tidak malunya mengatakan kalimat itu kepada Zavierro. Tanpa bisa dicegah, dia menghampiri mereka seraya membalas ucapan Ovy dengan kalimat menusuk.

Elicia maju selangkah, menatap tajam mata Ovy. "Karena aku sudah tidak berhubungan lagi dengan Erland, kau bisa mengambilnya! Jadi kita tidak ada urusan lagi setelah ini!"

Mata Elicia turun ke bawah, tepatnya ke arah kepalan tangan Ovy yang tersembunyi di balik rok sekolahnya. Dia tersenyum miring, lantas berbalik dan menggandeng lengan Zavierro.

"Aku tidak butuh laki-laki seperti Erland lagi, karena aku sudah memiliki yang lebih sempurna dari dia!"

Elicia dengan senyum kemenangan menyenderkan kepalanya di lengan Zavierro. Pemuda itu mengulum senyum melihat tingkah Elicia. Dia menahan diri agar tidak bertindak agresif akibat tingkah Elicia yang tampak lucu di matanya.

Ovy semakin terbakar jenggot. Namun sekuat tenaga dia menahannya. Dengan senyum paksa dia berujar, "Benarkah? Kalau begitu selamat. Aku permisi dulu."

Usai mengatakan hal itu, Ovy melenggang pergi dengan amarah memuncak. Elicia menatap kepergian gadis itu dengan wajah datar, tetapi tatapannya tampak puas melihat wajah dengki Ovy. Dia bahkan tak sadar jika tangannya masih melingkar di lengan Zavierro.

"Ku rasa kau sangat menikmati otot-otot lenganku."

Perkataan Zavierro membawa kewarasan dalam diri Elicia. Dia melotot, dan spontan melepaskan pelukannya di lengan itu. Saat akan melangkah pergi, Elicia terkejut kala tubuhnya didorong hingga punggungnya membentur tembok. Tubuh kecilnya terperangkap di antara kedua lengan Zavierro. Elicia mendongak untuk menatap wajah Zavierro. Mata elang pemuda itu menatapnya dengan sangat dalam.

"Kau melakukan kesalahan besar, Elicia. Jika seperti itu, aku semakin tidak bisa melepaskanmu," gumam Zavierro tanpa mengalihkan pandangannya dari netra indah itu.

Tatapan keduanya saling terkunci. Bibir Elicia juga terkatup rapat tanpa mengeluarkan suara apapun. Pandangannya turun ke arah bibir Elicia, lalu kembali menatap matanya.

"Bibirmu pandai sekali dalam berbicara. Haruskah aku mencicipinya?"

To be continued...

1
Sera
/Smile/
Susi Nugroho
sudah lama belum ada lanjutannya
Dianra Malakut
lanjut...
Nada dwi Yuandira
Luar biasa
Murni Murniati
napa tak cerita soal ada yg menargetkan dia waktu itu, biar dia cari tau
Murni Murniati
jgn jgn ibu tirinya yg mau melenyapkan zavir, tp ayahnya bodoh tak cari tau asal usul ibunya
Murni Murniati
ini pasti pura pura polos,
Azlina85
Lanjut
Azlina85
Sandal mama tiri..
Azlina85
Ini sudah kenapa... Aduiiiii
**Maulina**
thor lanjut dong udah lama banget gk up
Amriati Plg
Klo jiwa nya angel balik ke tubuh nya lagi trus jiwa asli itu ke mana apa balik ke tubuh nya juga, cerita kan thor
Qaisaa Nazarudin
NAH KAN KU BILANG JUGA APA..MAAF THOR AKU BACA SAMPAI DISINI AJA...
Qaisaa Nazarudin
OMG KENAPA GINI ALURNYA THOR?? JANGAN BILANG SETELAH INI ANGEL NGEJAR2 ERLAND LAGI..UDAH MALAS AKU BACANYA..😌😌🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Biasanya ORTU AKAN TUTUP MATA AJA APA YG DI ALAMI OLEH PUTERI NYA, ASALKAN BISA BERBESAN DENGAN SAMA SULTAN..Tapi Gerald aku suka dgn dia yg gak bego kayak gitu...👍👍
Qaisaa Nazarudin
Yeeezzzzx Akhirnya 👏👏👏💪💪💪
Qaisaa Nazarudin
Waaahh semakin menarik,gak sabaran aku..Awas ya thor jgn sampai Angel dan Erland bersatu,aku Gak SETUJU...
Qaisaa Nazarudin
Nah ini baru lawan seimbang..👏👏👏
Qaisaa Nazarudin
SAAT UDAH PUNYA BUKTI,TETAP AJA MASIH JADI ORIA PALING BODOH SEDUNIA..KASIHAN DEH LOE..
Qaisaa Nazarudin
💃💃💃💃💃💃💃
Gimana gimana jantung kau masih aman kan??!!!,🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!