SCANDAL Part II: To Catch a Star
Sinopsis:
Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.
Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.
Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.
"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
....
....
Keesokan paginya...
Sinar matahari yang menerobos gorden abu-abu kamar terasa sangat menyengat, membangunkan Gala dari tidurnya yang sangat nyenyak namun melelahkan. Begitu matanya terbuka, hal pertama yang dia lihat adalah kekacauan di atas kasurnya. Pakaian beralaskan sutra hitam semalam tergeletak mengenaskan di lantai.
Gala langsung duduk tegak, meraup wajahnya kasar dengan kedua tangan. Begitu otaknya mulai konek dan mengingat kebrutalan apa saja yang dia lakukan semalam bersama anak sahabat karibnya, Gala langsung dapet serangan jantung mendadak sendirian!
"Gila... gua beneran udah jadi kriminal sekarang," rutuk Gala frustrasi sambil memukul kepalanya sendiri, mukanya pucat pasi ketakutan kalau Elang tiba-tiba dateng menguap sudah
Gala menoleh ke samping, melihat Aira masih meringkuk di balik selimut tebal. Dengan gerakan linglung, Gala langsung melompat dari kasur, buru-buru memungut kemeja linen hitamnya untuk dipakai menutupi tubuh atletisnya, lalu buru-buru kabur ke kamar mandi dapur untuk mendinginkan kepalanya yang mau pecah
Sementara itu di atas kasur, kelopak mata Aira perlahan terbuka Namun, begitu dia mencoba menggerakkan tubuhnya untuk bangun, Aira langsung meringis kesakitan
"Awwh... s-sakit..." rintih Aira, suaranya parau banget sampai nyaris hilang
Seluruh tubuhnya bener-bener terasa remuk redam seolah habis ditabrak truk. Yang paling parah, bagian pangkal pahanya terasa sangat perih dan sakit luar biasa saking brutalnya permainan Om Gala semalam. Jangankan buat jalan ke kamar mandi, buat sekadar menggeser kakinya aja Aira sampai harus menahan napas menahan linu.
Seketika, ingatan tentang kejadian semalam langsung menghantam otak Aira. Wajahnya yang tadinya pucat karena lemas langsung berubah menjadi merah padam, sepanas kepiting rebus saking malunya
Aira menarik selimut tebal milik Gala sampai menutupi seluruh wajahnya, menyembunyikan senyum campur malu yang membuat dadanya jedag-jedug gak karuan. Dia bener-bener gak menyangka, Om Gala yang biasanya sok jual mahal, pasang muka semen cor-coran, dan dibilang "jomblo karatan gak punya nafsu" sama Ayahnya... ternyata kalau di atas kasur bisa berubah jadi singa lapar yang seagresif dan sebrutal itu sampai bikin badannya remuk gak bisa bangun begini wkwk.
"Sialan... Om Gala bener-bener curang... mainnya gak pake rem," gerutu Aira dari balik selimut, merutuki dirinya sendiri yang kemarin sok-sokan nantangin dibakar api Ternyata bener, pas apinya menyala, Yaya sendiri yang gosong kena mental jalur encok
Cklek.
Pintu kamar utama terbuka pelan. Gala masuk kembali ke dalam kamar dengan nampan berisi segelas air hangat, teh manis, dan semangkuk bubur ayam yang dia pesan lewat aplikasi online. Wajah Gala sudah kembali dipasang mode "dingin tanpa cela" spek aktor terbaik, walau aslinya jemarinya yang memegang nampan masih gemeteran menahan canggung tingkat kabupaten
Gala meletakkan nampan itu di atas nakas, lalu berdiri tegak membelakangi kasur sambil berdeham pelan.
"Yaya... kamu... kamu sudah bangun?" tanya Gala dengan suara baritonnya yang dibuat sedatar mungkin, mencoba menyelamatkan harga dirinya yang tersisa remahan rengginang. "Makan sarapan kamu. Terus bersihin badan kamu... jangan manja tidur terus."
Mendengar suara berat Gala yang sok cool itu, Airaya perlahan menurunkan selimutnya sebatas hidung. Matanya yang sayu menatap punggung tegap Gala dengan pandangan judes bercampur malu.
"Gak bisa bangun, Om... perih... badan Yaya remuk semua gara-gara Om semalam!" adu Aira frontal, suaranya yang parau terdengar seperti rengekan anak kecil yang habis dikerjai
Kalimat blak-blakan Aira langsung bikin pertahanan muka tembok Gala runtuh seketika. Telinga Gala auto-memerah padam mendengar kata "remuk" dan "perih" yang diucapkan langsung oleh Aira.Gala bener-bener mati kutu, gak tahu harus menaruh mukanya di mana sekarang saking malunya
Gala membalikkan badannya perlahan, menatap Aira dengan pandangan yang sulit diartikan—campur rasa bersalah yang menusuk dada, tapi di satu sisi ada desiran hangat yang bikin dia pengen senyum tengil. Dia melangkah mendekati pinggir kasur, lalu duduk pelan di samping tubuh Aira . Tangan besarnya terulur mengusap rambut terurai berantakan milik Aira dengan sangat lembut—gerakan refleks protektif seorang pria dewasa pada wanitanya
"Makanya... Om udah bilang kan jangan main-main sama api kalau kamu sendiri masih amatir takut kena panas, Yaya," ucap Gala pelan, suaranya melembut, tidak ada lagi nada dingin atau ketus seperti biasanya
Aira mencebikkan bibirnya, menatap mata Gala dari jarak dekat, menahan kedutan bibirnya agar tidak tersenyum. "Tapi Om sendiri semalam juga kelepasan berkali-kali kan? Nggak usah bawa-bawa teori biologi atau daster Tanah Abang lagi deh... Yaya tahu Om sebenernya doyan wkwk."
Gala bener-bener speechless, cuma bisa geleng-geleng kepala melihat kebebalan genetik "pantang menyerah" milik darah Adytama yang mengalir deras di darah Aira. Dia mendekatkan wajahnya sedikit, mengecup dahi Aira lama banget dengan penuh perasaan, membuat pipi Aira semakin merah merona di balik selimut
"Iya, Tuan Putri... Om kalah. Sekarang minum air hangatnya dulu, biar Om bantu pijit pelan-pelan pinggul kamu yang sakit," bisik Gala pasrah, resmi mengakui kekalahannya total di tangan Aira.
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘