NovelToon NovelToon
SATRIO PAMUNGKAS

SATRIO PAMUNGKAS

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Al Orchida

Pandji dilahirkan pada hari yang orang Jawa kuno sebut sebagai hari kejayaan setan, yaitu pada tengah malam saat cuaca sangat tidak bersahabat dan badai angin melanda wilayahnya. Dengan demikian dia memiliki sifat 'lakuning geni' atau berperilaku layaknya api.

Pandji dikaruniai bakat bawaan dari kedua orang tuanya berupa kekuatan supranatural. Bakat istimewa yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta untuk menjalani takdirnya sebagai ksatria.

Pandji yang konon adalah 'anak dalam ramalan' hanyalah pemuda biasa. Pemuda berambut hitam bermata tajam dan berkulit putih halus layaknya wanita. Tampan adalah ciri utama yang melekat pada dirinya.

Bagaimana Pandji menjadi seorang pelindung keluarga dan perjalanannya sebagai Ksatria Terakhir yang penuh darah dan cinta?

Bisa dibaca kisahnya dalam SATRIO PAMUNGKAS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 34

Bayangan besar di depan Pandji melenyapkan tubuh Biantara dari pandangan mata normal, tapi tetap auranya terdeteksi di depan, tidak jauh dari Pandji berdiri.

Bian sedang merapal mantra untuk mengendalikan iblis yang sudah menyatu dengan tubuhnya.

Suhu mulai turun, kabut yang melingkupi arena mengubah kondisi dari normal menjadi jauh lebih dingin membekukan tulang. Menciptakan dunia baru yang hanya terjadi di dalam arena pertandingan.

Pandji bersuara datar, "Baiklah, tadi gelap … sekarang gelap dan dingin. Apa aku sudah boleh menyerang? Kau lama sekali membaca mantranya, Bian!"

Tak menunggu jawaban, Pandji mengalirkan mana sihir dalam jumlah besar ke dalam pedang kembar dan melompat ke depan, ke arah makhluk besar yang menyeringai padanya.

Sabetan pedang pandji ditangkis oleh cakar besar serupa belati yang sedikit melengkung ke dalam.

KLANG!!!

Pandji berguling untuk mencari celah, tapi tebasan di kaki makhluk hitam hanya mengenai tempat kosong. Makhluk itu menghilang, dan seketika muncul di belakang Pandji dengan cakar yang hendak merobek punggung.

Merasakan aura jahat ada di belakangnya, Pandji berbalik dengan cepat dan membuat tangkisan dengan pedangnya yang memijar merah.

Makhluk itu meraung karena kehilangan beberapa jarinya, tapi tak diberi kesempatan untuk menghilangkan diri. Pandji merangsak maju dengan liukan dua pedangnya yang mengarah ke perut dan dada.

Dalam waktu singkat, tubuh makhluk hitam sudah dipenuhi luka sabetan pedang. Cairan hitam keluar dan membanjiri lantai arena.

"Giliranmu, Damar!" teriak Pandji seraya melesat cepat mendekati makhluk itu lagi.

Pandji melompat dan memenggal kepala makhluk yang sedang memamerkan taring dan siap mencabiknya, pedang dengan pendar biru memapras tepat dibawah dagu si monster.

Kepala dengan taring mencuat terlepas dan jatuh dramatis di dekat kaki Pandji, meledak menjadi serpihan debu halus dan menghilang bersama tubuhnya. Diikuti juga dengan menipisnya semua kabut hitam yang menutupi arena.

Pandji menyeringai jenaka pada Biantara yang sedang memegang dadanya, "Habis gelap terbitlah terang. Habis perewangan habis juga Si Bian …."

UHUK!!!

Suara batuk Biantara yang sedang muntah darah menghentikan serangan Pandji, sekali lagi dia ingat bahwa turnamen ini adalah pertandingan persahabatan antar kesatrian. Dia tidak mungkin menghilangkan nyawa peserta dan mencemarkan nama baik keluarga dan kesatrian miliknya.

"Apa kau menyerah?" Pandji masih menunggu Biantara yang sibuk dengan darah yang masih keluar dari hidung dan menetes jatuh membasahi bajunya.

Pakde Noto hampir menghentikan pertandingan tapi Biantara mengangkat kedua pedang pendeknya dan berteriak lantang, "Aku belum kalah!"

Pandji menyeringai dingin, "Baiklah, jangan menyesal jika wajah tampanmu itu terkoyak lagi oleh pedangku!"

Biantara terbakar amarah, dua pedang pendeknya menyabet tanpa aturan ke arah Pandji. Aura membunuh yang sangat besar keluar dari tubuhnya.

"Apa maksudmu Bian, kau berniat membunuhku?" tanya Pandji di sela-sela menghindari tebasan dan tusukan pedang Bian.

Bian mendapatkan momen menendang perut Pandji, "Matilah kau, Bocah!"

KRAK!!!

Tendangan ganas Bian disambut dan ditangkis dengan gagang pedang dengan keras, suara tulang berderak retak dan lolongan Bian memenuhi seluruh area.

Bian menahan tubuhnya dengan pedang agar tidak jatuh terguling, dengan sisa tenaganya dia kembali berdiri dan melesat cepat menyerang Pandji.

TRANG!!! TRANG!!! TRANG!!!

Pandji menangkis semua serangan Bian dengan gesit, meski pakaiannya terkoyak di beberapa tempat tapi tidak ada luka gores sedikitpun pada tubuhnya. Pedang Bian sama sekali tidak menyentuh kulit putih yang diwarisi dari Ibundanya.

Sebenarnya aku masih ingin bermain, tapi aku masih punya hati untuk tidak menyiksanya lebih lama! Kita selesaikan sekarang saja Damar! Asih!

Dari bertahan, Pandji merubah gerakannya menjadi menyerang dari berbagai sudut. Bian yang sudah kehilangan perewangan dan tenaga dalam tak mampu lagi membendung serangan dengan baik.

Celah yang banyak terbuka membuat pedang Pandji banyak menggoreskan luka di tubuh Biantara, tapi sikap tidak menyerah Bian membuat Pandji kesal dan terus menghajarnya hingga kedua pedang pendeknya akhirnya jatuh ke lantai.

Bian kehilangan kesadaran karena mengeluarkan banyak darah, tapi hebatnya sama sekali tidak menyerah hingga tidak mampu lagi melawan Pandji.

Pakde Noto melambaikan tangan pada para medis untuk menurunkan Bian dan membawanya ke rumah sakit, tak lama nama Pandji dikumandangkan sebagai pemenang sekaligus juara turnamen tahunan.

Pandji menerima penghargaan dengan wajah datar dan senyum dipaksakan, dia turun dan menemui kedua orang tuanya untuk menyerahkan semua yang baru saja diterimanya dari atas arena.

"Pakde Noto sebentar lagi pasti akan sangat sibuk, kemenanganmu akan membuat Putra Ganendra dibanjiri murid baru," ujar Ayah Pandji bangga.

“Apa Pandji boleh libur latihan, Ayah?”

Wajah Pandji stagnan merasakan sesuatu sangat tidak nyaman tiba-tiba menghampiri dirinya. Hatinya berdebar hanya karena aura aneh tidak kentara yang merayap di udara sekitarnya.

"Ehm … baiklah." Ayah Pandji menjawab dengan gumaman lirih. Ekor matanya mengikuti kemana arah putra sulungnya menatap.

"Bukankah itu Paman Candi, Ayah? Siapa wanita bercadar yang sedang bersamanya? Itu … bukan Tante Risa!"

Ayah pandji menghela nafas berat dan menghembuskannya perlahan saat melihat orang yang disebutkan Pandji menghilang keluar kesatrian. "Mungkin wanita itu … gurunya yang sekarang!"

***

...Suka tidak suka, hari Senin tetap sama dengan hari lainnya....

...Tetap 24 jam....

...Thanks untuk like, komentar, hadiah dan vote untuk Pandji....

...Selamat beraktifitas teman-teman. Jangan lupa puasa Senin Kamis! 🤭...

...Cium jauh ~ Al...

1
Ririt Rustya Ningsih
satriyo pamungkas...selkur lanjaran....santet 40 hari nyimak terus👍👍👍
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terimakasih🙏
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
hadinata yg dl mau dijodohin SM bund selia y Thor?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya kak
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
maung ny gia keren banget. kata alpha: gini susah ny perang sambil momong bocil🤣🤣
Yuu Puttichai Kasetsin
calistung nya kan beda level mas pandji
Kustri
☝solo hadir
Kustri
hla lak tenan to, al meneh
Kustri
ujung"e al meneh ngko
Kustri
buah tibo ora adoh ko uwite😄
Kustri
kisah berulang turun temurun soko bapa'e trus anak'e😄
Sahbana Sahbana
overall ceritanya seru, walaupun banyak fans service nya 🗿
Kusumawardani
silahkan tanya saja lur,,,krna diriku jg tak tahu,,,,semua itu.....🙏🙏
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Suris
Good. Karya ini cukup memikat untuk dibaca sampai akhir. Dengan background lokal (jawa) dan dikombinasika dgn turnamen bela diri ala wuxi (cina). membuat penasaran. Apalagi deskripsi tokoh2nya cukup simple dan mudah dicerna (baca : dibayangkan).
Kekurangannya adalah tidak ada unsur2 islami dlm tokoh2mya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: Terima kasih🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
thorrr, hiks.. gantung gini... kecewahh aq..
𝖓𝕯o🕷
plakk😉😉
Mamake Nayla
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
tiaraaaaaa
Diana Dwiari
baru tau kalo nyleneh ya...wkwkkw
Diana Dwiari
woah....pandji suka sama mika ya....
Rafly Rafly
bagus ceritanya THOR... ilmu leluhur yg perlu di lestarikan
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks 🙏
total 1 replies
Sibungas
ouekehhh mas ta kirim yo kupi nya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk makasih 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!