NovelToon NovelToon
Cinta Jas Putih (COMPLETED)

Cinta Jas Putih (COMPLETED)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Kehidupan di Kantor / Dokter Genius / Wanita Karir / Chicklit / Tamat
Popularitas:5.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elza Veronika

Dibalik gagahnya sneli yang para dokter gunakan ketika bertugas, tak banyak yang tahu bahwa untuk bisa mengenakan jas putih itu dibutuhkan perjuangan yang luar biasa.

"Everyone can easily wear a black coat, but not the white one."
dr. Meita Trunajaya

Cerita ini tidak hanya menceritakan bagaimana kerasnya perjuangan para dokter, melainkan juga menceritakan kisah-kisah rumit percintaan yang mungkin tidak banyak orang awam mengerti.

Konflik yang terjadi hanyalah imajinasi author semata, begitu pula dengan nama-nama tokoh yang disebutkan dalam cerita, apabila ada kesamaan, maka itu murni unsur ketidaksengajaan.

Happy Reading ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elza Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Wajah Lili makin tegang ketika sosok itu masuk ke dalam kamarnya bersama Yudha. Entah apa yang terjadi kemudian, ia hanya pasrah.

Lili menunduk, tak berani membalas tatapan Ratna, ia tahu pasti Ratna sangat kecewa padanya, pada Yudha.

Ratna tak kuasa menahan air mata, ia langsung meraih Lili dalam pelukannya.

"Kenapa bisa seperti ini?" tanyanya sambil menyeka air mata.

Lili tak mampu menjawab, ia ikut menitikkan air mata. Semua kesal, sakit, kecewa, dan sesal menyeruak memporak-porandakan hatinya.

Danisa memberi kode pada Yudha untuk pamit, ia tak enak jika tetap di dalam, dengan kondisi seperti ini. Ia ingin memberi privasi keluarga itu untuk berbicara dari hati ke hati.

Yudha hanya mengangguk dan tersenyum mendapat kode Danisa. Gadis itu langsung melangkah keluar dan menutup pintu.

"Maafkan Lili, Bu!" Lili terisak, rasanya dadanya begitu sesak.

"Kamu baik-baik saja?" Ratna melepaskan pelukannya, menghapus bulir-bulir air mata Lili.

"Seperti yang ibu lihat," Lili mencoba tersenyum, ia sendiri bingung menggambarkan kondisinya saat ini, apakah ia baik-baik saja atau tidak.

"Li, Ibu tak mau dengar alasan apapun lagi, kalian sudah melewati batas, bahkan sampai hamil. Ibu mau kalian segera menikah!"

"Lili paham, Bu. Maaf sudah mengecewakan."

"Jadi kapan orangtua mu bisa ibu dan bapak temui?" Ratna meraih tangan Lili.

"Mungkin akhir bulan, Bu. Papi sedang sibuk baksos dengan yayasan rumah sakit tempatnya bekerja, sedangkan mami ada simposium di Kalimantan sampai akhir bulan ini."

Ratna mengangguk pelan, "Kalau mereka masih sibuk, tak apa. Tapi ibu tak ingin lama-lama, mengingat kalian sudah sejauh itu!"

***

Yudha tak menyangka, gadis itu sangat berani bahkan sampai mencium bibirnya dan lebih dulu menyatakan cinta padanya!

Kini ia gelisah di kasurnya. Apa yang harus ia lakukan? Ia sendiri belum memberikan jawaban. Tapi siapa bisa menolak gadis secantik Intan?

Ahh ... tapi siapa dia? Hanya anak seorang guru SMP sederhana. Berbeda dengan Intan yang perkebunan teh orangtuanya sangat luas di Jawa Barat sana.

'Aku tak peduli siapa orangtua mu, Yud! Yang aku tau aku mencintaimu! Tolong pikirkan lagi!'

***

Intan tersenyum puas! Ia yakin laki-laki itu tidak akan menolak! Jangankan bibir, kalau perlu tubuh pun akan ia berikan demi lancarnya kuliah nya!

Ia bergegas masuk ke kost eksklusif yang bahkan sudah dilunasi ibunya untuk satu tahun. Intan melepas blazer nya dan melemparkan nya dengan asal, kemudian ia meraih remote AC dan menghidupkannya.

"Kita lihat, kau tak akan mampu menolak ku!" ujarnya pada diri sendiri lalu merebahkan tubuhnya ke kasur.

Rasanya ia begitu tenang mengingat ia tak harus pusing-pusing jika ada tugas kuliah. Ahh ... beruntung dia punya wajah cantik, banyak uang ... apapun bisa ia lakukan, apapun itu!

***

Yeni mengetuk pintu kamar tamu, Intan masih saja betah mengurung diri di sana. Rasanya ia makin khawatir dengan sahabatnya itu.

"Tan ... mumpung aku libur yuk ikut aku sama anak-anak liburan."

Pintu kamar itu terbuka, Intan muncul masih dengan kondisi yang sama. Mata sembab, dan penampilan yang berantakan.

"Kau mau kemana?" tanyanya membiarkan Yeni masuk kedalam.

"Anak-anak ngajak ke Tawangmangu, ayo ikut!" ajaknya sambil tersenyum.

"Suami mu tak keberatan? Aku sudah cukup merepotkan."

"Dia sudah terbang lagi, hanya kita dan anak-anak yang akan pergi."

Ya ... suami Yeni seorang pilot. Mereka bertemu ketika Oki kecelakaan terlibat tabrakan dengan sesama pengendara motor dan saat itu dokter jaga IGD nya Yeni. Di sana lah benih-benih cinta mereka tumbuh. Ruang IGD rumah sakit.

"Oke kalau gitu, aku siap-siap!" senyum Intan mengembangkan. Memang dari dulu Yeni paling bisa mengerti saat dia terpuruk.

"Oke aku tunggu di depan ya!"

***

"Cuma segini?" Aulia membanting uang itu ke lantai. Buat apa? Ia biasanya bisa dapat lebih!

"Harusnya kau bersyukur kita masih bisa dapat uang buat makan!" Reno membanting gelas hingga pecah berkeping-keping.

"Kalau cuma segitu buat apa? Dulu aku kerja bisa dapat lebih, tiga kali lipat lebih dari itu!"

"Trus aku harus gimana? Kalau memang aku cuma dapat segitu aku harus gimana?" Reno makin emosi.

"Semua salahmu! Jika uang hasil penjualan rumah istri mu tidak kau gunakan untuk judi, pasti kita tidak sesusah ini!"

"Kenapa hanya aku yang salah? Bagiamana dengan kamu yang foya-foya beli barang-barang tak bermutu itu? Bagaimana?" Reno sudah habis kesabaran.

"Susah emang hidup sama orang nggak ada masa depan!" gerutu Aulia lalu membanting pintu kamar dan menguncinya.

Reno meninju meja, ia sudah sangat kewalahan menghadapi Aulia yang sangat boros dan terlalu banyak menuntut. Pekerjaan masa lalu Intan tentu menghasilkan banyak uang, ia pel*cur!

Aulia sudah berkali-kali mengancam akan kembali melacur jika Reno tidak bisa memberi banyak uang untuknya. Tapi sampai kapanpun Reno tidak akan rela ada laki-laki lain yang menjamah tubuh Aulia lagi, tidak akan!

Ya karena untuk sekarang bisa hidup dengan Aulia, Reno telah merelakan semua kemudahan dan kemewahan yang dulu ia punya.

Ahh ... Reno membanting asbak ke lantai, ia bangkit lalu pergi keluar. Hendak menghibur diri, berbaur dengan hawa dingin pegunungan Lawu ini.

Ia tengah menyalakan rokok ketika melihat sosok itu turun dari mobil. Reno menyipitkan matanya, memastikan bahwa ia tidak salah lihat.

Dan memang benar, sosok itu ....

***

"Bu, Yudha antar pulang ya, biar Ibu istirahat." Yudha mengelus pundak Ratna yang masih setia di samping ranjang Lili.

"Ibu tidak mau pulang, mau di sini nemenin Lili, Yud!"

"Tapi ibu habis dari perjalanan jauh, sebaiknya ibu istirahat dulu, paling besok Lili sudah boleh pulang."

"Mas Yudha benar, Bu. Ibu nanti sakit kalau kurang istirahat." Lili mencoba meyakinkan.

"Lalu siapa yang akan nemenin kamu, Li?"

"Kan ada aku, Bu." Yudha yang menjawab, ia kini duduk di tepi ranjang Lili.

Ratna tersenyum, "Baiklah Ibu pulang."

"Kamu sendiri dulu tidak apa-apa kan?" Yudha menggenggam lembut tangan Lili.

Lili hanya mengangguk dan tersenyum. Ratna bangkit dari kursinya, ia mengecup dahi Lili lalu melangkah ke luar. Yudha menutup pintu kamar Lili, setelah sebelumnya ikut mengecup dahi Lili.

Lili mengembuskan nafas lega. Ternyata tak seburuk pikirannya. Tinggal menyelesaikan satu masalah lagi, yaitu menghadapi orangtua nya sendiri.

Lili tersentak ketika gagang pintu itu ditekan seseorang, dan pintu kamarnya terbuka. Lili sedikit parno setelah kejadian percobaan pemerkosa*n yang dilakukan Ramon, ia takut kalau ...

Dan benar saja, Ramon muncul! Mau apa lagi dia?

"Tolong izinkan aku bicara, Li! Aku tidak punya maksud jahat padamu, percayalah!"

Wajah Lili menengang, ia membiarkan sosok itu masuk ke dalam.

"Aku benar-benar merasa bersalah dan menyesal tentang apa yang hari ini terjadi padamu!" ujarnya lalu duduk di kursi tepat di samping ranjang Lili.

"Mau apa kamu? Bukankah kita sudah membuat perjanjian?"

"Iya aku ingat itu, aku cuma mau minta maaf sekali lagi dan memberi mu ini." ujarnya menyodorkan kotak perhiasan berbentuk hati itu.

"Kau tahu? Aku menabung cukup lama sejak pertama kali kau menolak ku. Dengan harapan ketika kita lulus, kau bisa menerima ku. Nyatanya itu sama sekali tidak terwujud."

Lili menerima kotak itu dan membukanya. Sebuah kalung dengan liontin kupu-kupu berhiaskan permata.

"Aku menghormati keputusanmu, karena aku ingin kamu bahagia, Li. Aku akan pergi dan tak akan pernah mengusik hidupmu lagi. Tapi sebagai permintaan terakhir ku, tolong terima pemberian kecil ku ini. Karena sejak awal itu memang aku beli untuk mu, bukan untuk gadis lain."

Lili masih terdiam, tak tahu harus berkata apa.

"Jika kau tak mau memakainya tak masalah, yang penting tolong simpan itu, Li! Semoga kamu selalu bahagia. Dan jika kemungkinan buruk terjadi, dia menyakiti mu, melukai mu, atau menyia-nyiakan mu, kumohon bawa kalung itu kepadaku, apapun dan bagaimanapun kondisimu aku akan menerimamu!"

Lili tersentak, ia masih tak paham dengan apa yang Ramon katakan.

"Aku melepas mu, membiarkan kamu pergi agar kamu bahagia. Kalau ternyata dia menyia-nyiakan pengorbanan ku terluka demi kalian bisa bersama dengan menyakiti mu, maka maaf aku tak bisa tinggal diam, Li."

"Ingat, apapun dan bagaimanapun kondisimu, kembali lah pada ku dan bawa kalung itu!"

1
🌠ning🌠
👍🏼👍🏼👍🏼
🌠ning🌠
Elza aku baca ulang kangen ceritanya /Pray//Pray/
Nur Koni
curcol author ini mah... to d selipin dlm alur cerita... keren
Nur Koni
ada deg degan nya ka
Nur Koni
dokter yudha emang the best partner
zeus
Yg satu ngambekan...satunya g peka an.. Klop Dah..
zeus
G biasanya bingung mo komen apa... Meski sdh berbab2 terbaca
zeus
Model org spt Ramon ini sangat berbahaya dlm hubungan.. Krn cenderung egois dan pemaksa..
G percaya?
Sy punya sample nyata :ipar
zeus
Rumit+complicated
zeus
Luar biasa
zeus
Betul.. Itu bkn cinta tp obsesi
Krn ego yg tinggi tdk terima penolakan jadi maksa..
zeus
Knp g di block no nya Ramon? Cari penyakit
zeus
Harusnya kasih notice flash back on/off
Sulistyawati
di ujung senja mana
ENDAH_SULIS
dan akhirnya yg berjodoh malah anaknya dokter Adnan wkwkwk
🍁 ¢ᖱ'D⃤ ̐༄⃞⃟⚡Nuyy ☕
kalau Lili dah ribut sama Bastian bikin ngakak dengan kelakuan nya
ary rachmawati
baru nemu 😍😍😍😍😍
Dewi Pramesti
dan membaca lagi di Juni 2023 masih tetap keren...
dementor
authornya lagi halu tingkat dewa kayaknya..
dementor
kalo lihat arra jadi keinget manda anak nya intan.. sayang gadis kecil itu tewas dibunuh intan.. Tragis.. 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!