NovelToon NovelToon
The Last Lotus

The Last Lotus

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:37.5k
Nilai: 5
Nama Author: sri devi

Demi rasa cinta yang besar, seorang perempuan menyembunyikan kebenaran. Baginya kebenaran tidak ada gunanya tanpa kepercayaan.

Rasa cinta yang memudar seiring dengan kepercayaannya kepada perempuan itu, ia berusaha mencari kebenaran untuk ibundanya, tetapi ia justru terjebak dalam cinta yang lain.

Sedangkan dia memegang kunci kebenaran yang di sembunyikan perempuan tersebut, dan juga kepercayaan yang di berikan tapi ia juga terjebak dalam cinta yang salah.

Akankah mereka berhasil mencari kebenaran?
Apakah perempuan itu mendapat kepercayaan?
Apakah dia dapat terbebas dari cinta yang salah?

Penasaran? langsung baca yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Tak Dikenal

Pengakuan Jira tentang gelangnya membuat Arsa gelisah. Kebohongan Jira kali ini bukan halusinasi tapi sebuah fakta. Sekelumit kecurigaan mulai merasuki diri Arsa lagi. 

"Sa, nanti jadi makan malam di luar?" tanya Jira sambil memeriksa isi tasnya. "Aku mau bilang sama Crystal biar dia nggak nunggu kita. Aku pulang ke rumah lama aja."

Tak ada jawaban karena Arsa sedang melamun. Wajah berbinar Jira tak mampu mengalihkan pikirannya yang penuh. 

"Sa?!" Jira memekik kesal karena tak ditanggapi. 

"Egh ya, kenapa?" Arsa tergagap lalu segera mengenyahkan bayangan buruk di benaknya. 

"Nanti malam jadi nggak? Kalau jadi nanti sore aku pulang ke rumah lama."

"Jadi. Nanti aku juga pulang ke sana."

Masih ada keanehan yang dirasakan Jira atas sikap Arsa tapi dia memilih segera pergi ke kantor setelah mengecup bibir suaminya. Di perjalanan, pikiran Jira juga mengelana pada pertanyaan Arsa yang tiba-tiba tentang gelangnya. 

"Rey, apa mungkin gelangku ditemukan Om Mandala?" tanya Jira gelisah. 

Reyna tak berani berkomentar karena merasa bersalah tak bisa menemukan gelang itu padahal dia bergegas mencari begitu Jira menyadari gelangnya terlepas pada saat kejadian. 

"Bu, apa kita buat duplikatnya?" tanya Bas. 

Jira menggeleng. "Kalau dia punya gelangku, tetap aja percuma."

"Kami cari tahu lagi, Bu. Kenapa Pak Mandala kukuh menganggu Ibu, padahal Ibu nggak mengusiknya." 

"Orang serakah dan orang gila itu sama, Bas. Mereka menganggu meski nggak ada yang mengusik."

Reyna dan Bas tak bicara lagi, mereka sibuk memikirkan cara menemukan bukti akurat kejahatan Andini. 

"Bas, apa sudah kamu temukan hubungan papaku sama keluarga Arsa di masa lalu?"

"Belum jelas, Bu. Mereka teman baik, itu saja. Bapak juga nggak punya hubungan bisnis sama Pak Prama, kan?"

"Setahuku nggak ada." Jira menerawang, memikirkan ucapan Mandala yang seolah menyiratkan bahwa Andini memiliki dendam pada Alvano. 

**

Arsa menemui Mandala dan Anggara yang memanggilnya ke kantor. Dengan raut gelisah, Arsa menunggu Mandala yang sedang membuka laptop. 

"Tentang apalagi ini?" tanya Anggara heran. 

"Jira." Mandala menjawab singkat. 

"Tunggu dulu, kenapa istriku?" tanya Arsa curiga. 

Mandala berhenti menyalakan laptop lalu menatap Arsa dengan tajam. "Om sudah bilang berulang kali, kecelakaan mamamu dan Crystal mencurigakan."

"Tapi bukan berarti kita harus mencurigai Jira." Arsa balas memelotot dengan tajam. Sudut hatinya tak mau menerima bila Mandala membeberkan bukti yang memberatkan Jira. 

"Jira nggak punya alasan menyebabkan kecelakaan. Kalau pun dia kebetulan berada di sana, bisa jadi ketidaksengajaan." Anggara menimpali. 

Mandala menghela napas, dia tahu Arsa dan Anggara tidak akan percaya begitu saja pada tuduhannya. Dengan santai dia tetap membuka folder berisi rekaman cctv saat Jira dan Andini bertemu. 

"Mas, ini nggak menjelaskan apa pun." Anggara menutup laptop sebelum Arsa melihatnya. 

"Anggara, apa kamu nggak penasaran tentang kematian kakakmu?" tanya Mandala kesal. 

"Itu kecelakaan. Nggak pantas kita terus mengungkit apalagi mencurigai orang lain. Jira sendiri sekarang kesulitan mengurus Crystal ...."

"Sulit? Jira memenjarakan Crystal. Dia mengurung adiknya dari dunia luar. Jira bahkan menghapus semua berita yang menghubungkan nama Crystal sebagai atlit dansa. Menutup akses Crystal menemui orang lain. Apa tujuannya? Kenapa dia seolah menghalangi masa lalu Crystal?"

Anggara terdiam, begitupun Arsa. Dia dilema karena melihat Jira saat ini berbeda. Meski yang dikatakan Mandala semuanya benar tapi Jira yang sekarang peduli pada Crystal. Jira punya alasan mengapa menutupi masa lalu Crystal. 

"Coba aku lihat." Arsa menarik laptop tapi Anggara menahan tangannya. 

"Jangan lihat kalau hatimu nggak siap. Rekaman ini tanpa suara, kita nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Anggara mencoba melarang Arsa tapi semakin dilarang, dia semakin penasaran. Mengabaikan kecemasan Anggara, Arsa memutar ulang rekaman cctv pertemuan Andini dengan Jira, sehari sebelum kecelakaan. 

**

Bas meninggalkan Crystal di JiSa tanpa pengawasan karena dia harus menyelidiki hubungan Alvano dengan Andini di masa lalu. Crystal yang tak menyadari Bas menghilang ke mobil untuk menelpon beberapa orang, tampak riang menyambut para tamu. 

Pandangan Crystal terhenti pada sebuah meja yang ditempati seorang wanita paruh baya. Wanita sama yang sebelumnya berpakaian serba hitam, kali ini wanita itu tampak lebih ceria dengan dress tosca menutup lutut. Wanita itu perlahan tersenyum pada Crystal. 

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Crystal dengan ramah. Wanita itu membuka kacamatanya, menampilkan mata yang ramah menyapa Crystal. 

"Apa kamu baik-baik aja?" tanya wanita itu membuat Crystal mengernyit. 

"Maaf, apa saya mengenal Ibu?" 

"Nggak. Kamu nggak mengenal saya."

"Oh ..." Crystal tampak bingung apalagi saat wanita itu mengulurkan tangan dan menyentuh pergelangan Crystal. "Kamu nggak mengenal saya karena mereka menghalangi saya bertemu kamu."

"Maaf, mereka siapa? Ibu siapa?" Crystal perlahan menarik tangannya karena ketakutan. 

"Saya Briana."

"Briana? Maaf, saya hilang ingatan jadi nggak bisa mengingat banyak nama ..."

"Kamu hilang ingatan?!" Wanita yang mengaku bernama Briana itu memekik. 

"Crystal, jadi kamu nggak ingat apa pun?"

Crystal menggeleng. 

"Termasuk tentang ibu kandungmu?"

"Mama sudah meninggal, dan ya saya nggak mengingatnya. Maaf, apa Ibu teman mama saya?"

"Mamamu yang mana yang kamu maksud? Mama kandungmu atau mama tirimu?"

Kali ini Crystal luar biasa terkejut. "Mama tiri? Apa maksudnya?"

"Apa kamu nggak tahu kalau kamu bukan anak kandung? Kamu anak dari wanita lain. Kamu bukan saudara seibu dengan kakakmu."

"Maaf, sepertinya Ibu salah orang!" Crystal merinding tapi wanita itu kembali menarik tangannya. "Dengar Crystal, aku adik kandung Giana, ibu kandungmu. Mereka nggak pernah mengizinkan kita bertemu jadi, tolong jangan beritahu Jira kalau aku menemui kamu."

***

Jira mendesah kecewa, dia sudah berdandan untuk makan malam tapi Arsa mengatakan ada urusan mendadak. Mencoba bersabar, Jira menunggu di dalam kamar rumah lamanya. Tetapi sampai dia ketiduran, Arsa tak kunjung menjemputnya. 

Lewat tengah malam Arsa baru mengunjungi Jira tapi dalam keadaan mabuk. Ditatapnya wajah lelap Jira yang masih bermake-up. Lipstik merah di bibir Jira membuatnya teringat pada rekaman cctv. 

Arsa tahu Jira punya masalah dengan emosi. Wanita itu gemar melampiaskan kemarahan secara langsung. Melihat orang lain ditampar Jira bukan hal yang aneh, bahkan Arsa pernah melihatnya menampar Crystal. Tapi Arsa tak mengerti mengapa Jira berbuat kasar pada Andini, calon mertuanya. 

"Siapa kamu sebenarnya, Ji? Apa selama ini aku mengenal orang yang berbeda? Mengapa aku mencintai perempuan yang kasar pada mamaku?"

Arsa terduduk di lantai sembari menjambak rambutnya dengan frustrasi. Menatap Jira yang pulas tertidur, pikirannya makin mengelana jauh. Tentang gelang Jira, tentang kekasaran Jira pada Andini dan Crystal. Tentang ambisi Jira pada perusahaan. Arsa merasa tak mengenali Jira yang sesungguhnya.

"Ji, apa kamu perempuan yang sama yang pernah membuatku bahagia?"

1
sksksk
kece
??????@!2😍😄6h9
Nemu Lg karya yg the best
Ilfra Ilivasa
dari prolog udah bagus kak! mantap!
Ilfra Ilivasa
mantap kata-katanya! dan akan saya jawab, "ia tidak marah, melainkan sang awan lah yang menghilangkan bulan dan itu artinya bulan itu tidaklah marah. Dirinya hanya membutuhkan waktu untuk keluar dari awan itu"
Eva Sri Wahyuni
ini novel yang paling sad sih 😭
sksksk: sengaja buat yang sad" bund biar keluar air matanya 🤭
total 1 replies
sksksk
bagus banget
🐤
yaa aampuun thor berasa banget beban yg di tanggung jira semasa hidupnya
ga nyangka dia bakal pergi padahal yg berjuang sekuat tenaga adalah jira
kirain endingnga jira bakal bahagia padahal bahagianya hanya sementara
keren sih authornya memang ku akui ceritanya berat banget full masalah tapi itu yg jadi keseruan tersendiri gimana dia bisa menjalani semuanya dan bisa melindungi orang orang yg di sayangi
sksksk: makasi kakak sudah mampir
total 1 replies
Arasa Cimamahmuda
nyimak
nura julian
tulisan rapi 👍
sksksk: terimakasih 🥰
total 1 replies
Quora_youtixs🖋️
semangat terus sukses selalu buat karyamu 👍
Yeni Eka
Aku hadir nih thor kasih boom like
Nona Bucin 18294
💜💜💜
Nona Bucin 18294
like like like 💜
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir,,,
circle
aku mampir Thor, 😘😘
Sweet chicie💞
wah aku up jejak sampai disini dlu ya kak,, nyicil baca ya ni bakal jadi pr,,, mangattt
Sweet chicie💞
rindu mampir kak, baru mulai baca udah tertarik kak, semangat ya berkarya terus,...
Sweet chicie💞
like
Sweet chicie💞
up
SoVay
hadiiiirrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!