Kevin O'Leary adalah seorang CEO dingin dan berwibawa yang sangat disukai oleh wanita manapun. Tapi sayangnya ia belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun
Kimberly Kane adalah seorang ballerina profesional yang sangat terkenal didunia. Ia pernah jatuh cinta kepada satu pria tetapi hubungan itu kandas hingga akhirnya ia tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan pria manapun.
Apa jadinya jika mereka bertemu secara tidak sengaja? Dan bagaimana nasib mereka ketika ada yang ingin menghancurkan hubungan mereka?
No plagiat❕❕
Instagram : xylv.ia_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XylviA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Karena Kevin akan pergi meeting, maka Kevin harus meninggalkan Kim sendirian di kantornya. Lalu Ia memberitahu bahwa ada ruangan khusus untuk tiduran dan bersantai.
"Aku tinggal meeting dulu ya... Di situ ada kamar buat santai kalau kau bosen." Ucap Kevin sambil menunjuk sebuah pintu. Kim pun mengangguk tanda mengerti. Kevin pun langsung mencium kening Kim dan langsung pergi keluar ruangan untuk meeting.
Setelah ditinggal, Kim hanya berkeliling ruangannya. Ruangan yang didominasi dengan warna putih itu sangat luas. Kim pun melihat beberapa pigura foto yang terletak di rak. Ada foto Kevin,ibunya dan ayahnya. Bahkan ada beberapa foto Molly disana. Ia pun terkekeh melihat foto Molly. Ada beberapa yang dipotret oleh Kevin disaat yang tidak tepat dan lucu.
Saat Ia sedang melihat-lihat, pintu ruangan pun diketuk lalu terbuka. Jessica pun masuk lalu berjalan ke arah Kim. Kim pun langsung tersenyum lalu menanyakan ada masalah apa.
"Ada apa? Apa Kevin ketinggian sesuatu?" Tanya Kim kepada Jessie. Jessica hanya berdecih. Ia pun menatap sinis ke arah Kim.
"Kenapa Kevin mau bersama mu?" Ucap Jessica dengan nada sinis dan mata yang tajam.
"Apa maksudmu?" Ucap Kim yang bingung. Ia tidak mengerti kenapa Jessica tiba-tiba mengatakan hal seperti itu.
"Bukankah itu jelas. Kevin tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Kenapa Ia tiba-tiba mau dengan mu?"
Kim yang mendengar ucapan Jessica hanya terdiam. Jessica pun hanya tertawa sinis. "Apakah kau hamil diluar nikah dan memanfaatkan Kevin? Dasar wanita murahan." Sebelum Kim melawan, Kevin sudah terlebih dahulu berdiri di ambang pintu dan mendengar semua perkataan yang dilontarkan oleh Jessica. Ia pun berdeham untuk menghentikan Jessica. Dan kedua wanita itu berhenti. Jessica yang melihat Kevin ada di situ langsung membeku. Kulitnya pucat seketika.
"Apa maksudmu memanggil Kim dengan sebutan murahan dan kata-kata tidak pantas lainnya?" Ucap Kevin dengan nada dingin dan tatapan tajamnya. Jessica pun tidak bisa menjawabnya dan hanya terdiam. Bahkan tangannya saja gemetaran.
"JAWAB JESSICA!" Teriak Kevin karena tidak mendengar sepatah kata pun dari sekretarisnya itu. Mungkin sebentar lagi akan menjadi mantan sekretaris.
"A-aku tidak b-bermaksud." Ucap Jessica terputus-putus. Ia benar-benar takut dengan Kevin bahkan sampai tidak berani menatap ke arah Kevin. Kevin yang mendengar itu semakin murka. Alasan yang benar-benar tidak masuk akal.
"Tidak bermaksud? Kata-kata yang kau keluarkan itu sudah kelewatan kau tau? Sekarang berikan aku alasan yang lebih Masuk akal atau aku tidak akan segan-segan untuk memecatmu." Ucap Kevin sambil menahan amarahnya.
"Aku suka padamu." Ucap Jessica setelah mengumpulkan keberaniannya. Kevin hanya menaikkan 1 alisnya dan Kim hanya terdiam membiarkan Kevin yang menyelesaikan masalahnya.
"Aku suka padamu. Aku tidak mau kamu dimiliki oleh orang lain. AKU SUKA PADAMU KEV. KAU YANG TIDAK MENYADARINYA." Ucap Jessica yang menaikkan nada bicaranya di 2 kalimat akhir. Kim yang mendengar itu tidak bisa tinggal diam. Ia mengangkat tangannya dan langsung menampar Jessica. Kevin pun terkejut karena tidak menyangka Kim akan seberani itu. Tapi Ia senang kalau Kim berani berbuat seperti itu.
"Kau melakukan semua ini demi cintamu? Kau tau banyak lelaki di dunia ini selain Kevin. Kau yang murahan kau tau. Aku harap tamparan tadi menyadarkan mu." Ucap Kim sambil menatap ke arah Jessica. Benar apa kata orang, orang baik kalau marah akan menyeramkan. Kevin pun hanya bisa terdiam. Ia benar-benar takut akan kemarahan Kim.
Jessica yang mendengar hal itu hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia pun berjalan keluar ruangan. Tetapi sebelum Ia keluar Ia membicarakan sebuah kalimat yang akan mengubah segalanya nanti.
"Tunggu saja Kim." Ucap Jessica langsung keluar dari ruangan. Kevin masih sedikit takut dengan Kim.
"Kim... Jangan dipikirkan. Kalau dia tidak resign maka aku yang akan memecatnya oke." Ucap Kevin sambil menutup pintu ruangannya. Ia pun berjalan ke arah Kim lalu memeluk Kim. Kim pun langsung membalas pelukan Kevin. Ia tidak ingin kejadian yang lalu terulang kembali. Ia tidak ingin menjadi dirinya yang bodoh seperti dulu.
Kevin pun membawa Kim ke sofa lalu duduk bersama. Kevin pun memandang wajah Kim. Tiba-tiba Ia memegang wajah Kim lalu mencium bibirnya. Kim pun kaget karena Kevin tiba-tiba menciumnya. Setelah mulai kehabisan nafas, Kevin pun melepaskan ciumannya.
"Vin... Jangan lakukan itu." Ucap Kim. Kevin yang mendengar itu hanya tertawa.
"Salahkan wajahmu yang menggoda." Ucap Kevin. Lalu Ia mencium kembali bibir Kim. Kim hanya mendengus kesal dan Kevin hanya tertawa lagi. Kevin pun melanjutkan pekerjaannya dan terkadang sesekali menjahili Kim. Kim hanya bisa pasrah dengan tingkah jahil Kevin.