Super Rich Man!
Kisah cinta yang sudah biasa malang melintang di dunia pernovelan, mula dari CEO hingga datangnya orang ketiga.
Selamat membaca kisah Ariana dan Reykhel, 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La_Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gerry Yang Cemburu
Ariana mencoba mendorong Gerry kesamping agar tak menutupi jarak pandangnya, namun tak bisa karena berat badan pria itu.
Menyerah, Ariana pun menendang pelan tengkuk lututnya, "Menyebalkan!" pekik Ariana yang langsung pergi meninggalkan dua pria itu.
Mereka masih saling beradu tatap, Namun Sebastian malas menanggapinya dan segera pergi ke arah yang berlawanan dengan Ariana.
Sekarang, Gerry sendirian di tempat itu, dia menggerutu kesal segera diraihnya hp di dalam saku celana jeans-nya.
Dia menghubungi seseorang, "Halo, cepat belikan aku cemilan pedas level gunung Merapi, dan antarkan ke kampus VN, sekarang!" Tut Tut Tut, begitulah jika Gerry sedang marah atau pun kesal, pasti akan meminta cemilan yang pedasnya tak terkira.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam ruangan sekretaris, Jackson sedang menyidang dua asisten yang membuatnya kesal.
"Kalian sadar apa yang telah kalian bicarakan, hah?" tegur Jackson dengan suara lantang.
Rebecca dan Jessica, pun, terdiam.
"Kenapa kalian diam? Sekarang cepat tunjukan padaku sehebat apa mulut kalian dalam bergosip!" tantang Jackson kepada keduanya, namun mereka masih diam.
"Cepat bicara!" bentak Jackson sembari menggebrak meja, membuat kedua asistennya terperanjat kaget.
"Maafkan kami Tuan, kami sadar kami salah, kami tak akan mengulanginya lagi..." seru Jessica.
"Benar Tuan, tolong maafkan kami... kami memang salah, kami tak akan berani melakukannya lagi." imbuh Rebecca menimpali penyataan Jessica.
"Sudah ketahuan baru seperti ini, jika aku membiarkan kalian maka kalian akan terus mengumpat Nona Ariana di belakang ku ataupun di belakang Tuan muda." Jackson bahkan sampai menunjuk wajah keduanya, "Berlutut sekarang!"
Selama bekerja menjadi asisten sekretaris di Brilian Group, seumur hidup mereka baru kali ini di hukum.
Apa lagi di suruh berlutut, manik mereka berdua bahkan berkaca-kaca menahan air mata.
Dengan berat hati mereka pun berlutut, karena mereka juga tak ingin di pecat. Karena jika di pecat, otomatis mereka akan masuk ke blacklist Brilian Group.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang menjelang, Gerry kembali masuk ke ruangan cctv untuk mengontrol Ariana dari tempat itu.
Dia berjaga dengan begitu siaga, khawatir jika pria yang bernama Sebastian itu akan muncul.
Dan, ternyata benar saja kekhawatirannya itu pun terjadi. Sebastian, adalah mahasiswa pindahan dari luar kota. Dulu, saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas pernah menjadi teman sekelasnya Ariana.
"Selamat siang semuanya, siang ini kita kedatangan mahasiswa baru..." tutur Miss Karol sembari memberi kode kepadanya untuk segera memperkenalkan diri.
Sebastian, pun, langsung memperkenalkan dirinya dengan singkat.
"Sebastian, Dua puluh tahun, salam kenal semuanya."
Wah, gaya yang cuek itu sangat di sukai oleh para gadis yang ada di dalam ruangan ini.
Mereka saling berbisik antara satu sama lainnya, tetapi tidak berlaku untuk Ariana. Dia sibuk dengan buku bacaannya sendiri.
"Sebastian, kau boleh duduk dan kursi mu ada di belakang Ariana. Silakan."
Sebastian mengangguk, "Terimakasih, Miss..." dia pun beranjak dari tempatnya dan segera duduk di kursi belakang Ariana.
Gerry sangat geram, tak ada yang boleh mendekati Ariana selain Tuan muda dan lagi, tidak semua orang-orang Tuan muda yang bisa mendekati Ariana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam pulang kuliah pun akhirnya tiba juga, Gerry sudah menunggu Ariana keluar di pinggir pintu.
Dan saat yang di tunggu pun tiba, lagi-lagi Gerry di buat kesal. Dia melihat Ariana yang berjalan di belakang Sebastian.
Ayolah Gerry, Nona muda mu itu hanya berjalan di belakangnya saja tanpa berbincang.