NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: TUNDUKNYA ALAM DEWA

Cahaya matahari ungu Alam Dewa Abadi pagi ini terasa lebih terang dan hangat dari biasanya.

Di Aula Utama Istana Dewa Abadi yang telah direnovasi total, atmosfer ketegangan yang pekat perlahan berganti menjadi aura kewibawaan yang menindas.

Aula yang dulunya gelap dan dipenuhi dekorasi tulang iblis, kini berkilau mewah dengan marmer putih spiritual dan ornamen emas murni bermotif naga.

Di ujung aula, di atas singgasana naga emas yang megah, Reno Wijaya duduk dengan santai.

Dia mengenakan setelan jas hitam *custom* yang baru, dipadukan dengan jubah kebesaran beludru hitam bersulam benang emas membentuk naga terbang di punggungnya.

Tato naga di lengan kanannya memancarkan pendaran keemasan redup, namun denyut energinya terasa sangat masif.

'Waduh... jas baru, singgasana baru, suasana baru. Niatnya liburan kultivasi, malah jadi CEO Alam Dewa,' batin Reno sambil menghela napas pelan.

Di samping singgasana, Ki Sanjaya berdiri dengan tegap, mengenakan jubah Penasihat Agung yang rapi.

Sementara itu, di sepanjang aula, ratusan pemimpin klan, suku, dan organisasi praktisi dari seluruh penjuru Alam Dewa Abadi berlutut dengan khidmat.

Termasuk para pemimpin Suku Tembaga dan klan-klan yang dulu menjadi sekutu Mo Tian, kini tertunduk lesu penuh ketakutan.

Berita tentang hancurnya empat Jenderal utusan Dewa Sejati hanya dengan satu dehaman Reno telah menyebar bagaikan api di padang rumput kering.

Niat untuk memberontak lenyap seketika dari hati mereka, digantikan oleh rasa takut dan hormat yang mendalam kepada penguasa baru yang level kekuatannya sudah tidak masuk akal.

Ki Sanjaya melangkah maju, membuka gulungan perkamen emas dan membacakannya dengan suara lantang yang bergema di seluruh aula.

"Hari ini, di bawah saksi langit dan bumi Alam Dewa Abadi, kita berkumpul untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada pewaris sejati Kaisar Naga Langit!" seru Ki Sanjaya berapi-api.

"Tuan Besar Reno Wijaya adalah penguasa tunggal dan sah atas Istana Dewa Abadi dan seluruh wilayah Alam Dewa Abadi!" tambahnya penuh nada bangga.

"Siapapun yang menolak, bakal berakhir sama kayak samsak-samsak level dewa kemarin!" ancam Ki Sanjaya dengan nada bercanda namun mematikan.

Setelah pembacaan dekrit, satu per satu pemimpin klan melangkah maju ke depan singgasana, mempersembahkan upeti terbaik mereka dan mengucapkan sumpah setia tiada akhir.

"Suku Tembaga bersumpah setia kepada Tuan Besar Reno! Kami siap menjadi garda terdepan!" seru kepala suku Tembaga sambil membenturkan kepalanya ke lantai.

'Hadeuhhh... kemarin sombongnya selangit, sekarang nunduknya sampai nyium lantai. Manusia eh... praktisi di sini beneran bunglon,' batin Reno menggelengkan kepala pelan.

Reno menatap ribuan praktisi yang berlutut di hadapannya dengan pandangan datar, tidak ada sedikit pun ekspresi angkuh di wajah tampannya.

Dia perlahan mengangkat tangan kanannya, mengisyaratkan Ki Sanjaya untuk berhenti membacakan daftar upeti.

Suasana aula mendadak hening seketika, ribuan pasang mata menatap Reno dengan napas tertahan.

"Gue nggak butuh upeti kalian," pukas Reno dengan suara berat yang menindas namun terdengar santai di telinga.

"Batu spiritual, tanaman obat langka, senjata pusaka... semua itu sampah di mata gue," tambah Reno tertawa mengejek keras dalam hatinya.

Kata-kata Reno membuat ribuan pemimpin klan tersentak kaget dan saling berpandangan bingung.

"T-Tapi, Tuan Besar... ini adalah tradisi penghormatan kepada penguasa..." cicit kepala suku Tembaga gemetaran.

"Tradisi lama... gue hapus mulai hari ini," potong Reno tegas.

"Hadeuhhh... tradisi kok isinya cuma meras suku kecil. Pantesan Alam Dewa ini isinya samsak semua," cibir Reno menggelengkan kepala.

Reno bangkit berdiri dari singgasana, aura keemasan Sutra Naga Kuno tingkat puncak meledak dahsyat dari tubuhnya.

Aura naga emas raksasa sepanjang seribu meter kembali menampakkan wujudnya di atas istana, mengaum keras membelah langit ungu Alam Dewa!

*Roarrrr!*

Tekanan aura dewa Reno membuat ribuan praktisi di aula langsung jatuh tersungkur keras ke lantai, tubuh mereka gemetaran hebat setengah mati.

"Mulai hari ini, Alam Dewa Abadi berdiri di bawah panji Istana Naga Langit!" seru Reno dengan suara menggema keras bagaikan petir.

"Gue deklarasikan reformasi total!" tambahnya penuh kewibawaan yang menindas.

"Pertama! Hapus sistem klan dan suku berdasarkan kekuatan batin! Semua praktisi memiliki hak yang sama untuk kultivasi!" perintah Reno tegas.

"Kedua! Buka seluruh perpustakaan teknik kultivasi Istana Dewa Abadi untuk umum! Siapapun boleh mempelajari teknik Sutra Naga Kuno tingkat awal!" tambah Reno penuh misteri.

"Ketiga! Bangun akademi kultivasi nasional di setiap kota besar! Gue mau Alam Dewa ini isinya naga, bukan samsak!" pungkas Reno dengan senyum tipis puas.

Deklarasi reformasi Reno membuat ribuan praktisi lokal terbelalak kaget tak percaya.

Membuka teknik kultivasi Sutra Naga Kuno untuk umum?! Ini adalah hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya!

Teknik itu adalah kunci untuk mencapai ranah kultivasi tertinggi di Alam Dewa!

"T-Tuan Besar... Anda beneran gila atau terlalu baik..." gumam seorang praktisi tua dengan air mata haru menetes.

"Reformasi ini... bakal guncang Alam Dewa Sejati!" tambah Ki Sanjaya gemetaran, merasa beruntung bisa melayani penguasa sehebat Reno.

Reno menarik kembali kepalan tangannya, memadamkan aura keemasan Sutra Naga Kuno di tubuhnya.

Dia menatap ribuan praktisi yang kini menatapnya dengan tatapan penuh rasa kagum dan hormat yang mendalam.

Bukan lagi karena rasa takut, tapi karena harapan akan masa depan yang lebih baik.

"Bagas, lu tetap di bumi dan jaga Alya serta seluruh aset bisnis kita," perintah Reno tegas, mengirimkan pesan suara mental ke Bagas di Bumi.

"Jika ada klan asing atau organisasi bumi yang berani ganggu Alya, ratakan mereka sampai akar-akarnya," tambah Reno penuh penekanan.

"Hadeuhhh... ngurus Alam Dewa ini beneran bikin pusing. Gue kangen Alya," gumam Reno lembut mengingat istrinya di Bumi.

Reno kembali duduk santai di singgasana, menyunggingkan senyum tipis penuh percaya diri menatap cakrawala Alam Dewa Abadi.

Tantangan dan misteri alam kultivasi yang jauh lebih tinggi kini menunggunya di balik segel dimensi tersebut.

"Alam Dewa Sejati... Dewa Langit Utara... bersiaplah," gumam Reno dingin.

"Naga Emas sejati... sudah kembali buat nuntut balas."

Di saat yang sama, di Alam Dewa Sejati.

Di dalam sebuah kuil kuno yang megah di atas puncak gunung tertinggi, sesosok pria berambut putih dengan zirah emas yang memancarkan aura Dewa Sejati yang sangat pekat sedang duduk bermeditasi.

Dia adalah Dewa Langit Utara—salah satu dari Empat Dewa Sejati yang menguasai Alam Dewa Sejati.

Dewa Langit Utara mendadak membuka matanya, pancaran aura Dewa Sejati di tubuhnya meledak dahsyat, menghancurkan pilar-pilar batu di sekitarnya.

"Aura Jenderal utusan... sudah padam..." bentak Dewa Langit Utara murka.

"Pewaris Sutra Naga Kuno... sudah mencapai Alam Dewa Sejati..." racau Dewa Langit Utara gila.

"Reno Wijaya! Lu benar-benar cari mati!" teriak Dewa Langit Utara histeris.

"Aliansi Dewa Sejati... Bangunlah! Naga emas sejati sudah tiba di gerbang istana kita!" komando Dewa Langit Utara gila penuh amarah yang membara.

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!