NovelToon NovelToon
Sisi Yang Tak Ingin Ku Tunjukkan

Sisi Yang Tak Ingin Ku Tunjukkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Teen
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: See You Soon

Warning! Reverse Harem!!


Ratu Ahimsa Yunanda hanya ingin menjadi siswi SMA biasa. Di tahun ajaran barunya, Yuna sudah membuat satu keputusan sederhana:

Jangan mencolok.

Jangan sampai orang lain menyadari bahwa cara berpikirnya tidak seperti kebanyakan orang.

Bagi Yuna, menjadi terlalu berbeda hanya akan membuatnya sulit diterima. Maka ia belajar menahan diri.

Menahan analisis yang terlalu dalam.

Bahkan menahan komentar-komentar yang sebenarnya sudah berdesakan di kepalanya.

Ia hanya ingin menjalani masa SMA seperti remaja lainnya.

Namun ternyata, menyembunyikan dirinya sendiri jauh lebih sulit daripada yang ia bayangkan.

Sebab tanpa disadari Yuna, justru sisi dirinya yang paling berusaha ia tutupi mulai menarik perhatian tiga orang pemuda. Dan terpaksa menghadapi satu masalah yang tidak pernah masuk dalam perhitungannya.

Bagaimana jika orang-orang yang selama ini ingin ia jauhi justru menjadi orang-orang yang paling memahami dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon See You Soon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan balik

"Sembilan lawan tujuh..."

Andito yang kini sudah sepenuhnya lepas dari kepungan dua pengejar, berkacak pinggang sambil menyeringai.

"Nggak seimbang banget pertukarannya?"

Provokasi itu langsung membuat beberapa siswa 10 Bahasa 2 menoleh. Raut wajah mereka jelas terlihat jengkel.

Di sisi lain, Michel, Jevan, dan Ega sudah kembali ke base 10 IPS 1. Ketiganya berdiri di sekitar tiga tawanan yang kini saling merentangkan tangan, menunggu salah satu dari mereka disentuh agar terbebaskan.

Ridho, kapten 10 Bahasa 2, mengertakkan rahang. Pandangannya bergerak cepat ke tiga titik ancaman yang masih tersebar di sekitar base mereka.

Dari Andito.

Ke Angga.

Lalu Rendy.

Dan Melody...

Tawanan yang tidak terlalu menguntungkan bagi mereka.

Ridho menarik napas pendek. Kemudian merendahkan suaranya.

"Langsung maju aja, ya?"

Beberapa rekannya menoleh.

"Kelompok yang tugasnya jadi striker cadangan."

Ia memberi isyarat kecil dengan lambaian jarinya.

"Kita tekan mereka sebelum mereka sempat menyusun ulang formasi."

Beberapa siswa mengangguk.

Angga yang mulai menyadari ada perubahan ekspresi dari musuh-musuhnya, ikut merasakan ketegangan yang tiba-tiba hadir menyelimuti atmosfer.

Kemudian—

Drap!

Drap!

Drap!

Enam orang berlari serentak—keluar dari pertahanan 10 Bahasa 2 menuju ke tiga titik segitiga itu.

"Gawat?!"

Angga yang berada di tengah lapangan langsung berbalik ke base.

Andito mencoba mengelak—sekaligus umpan agar Angga bisa melarikan diri dan berlari menjauh.

Rendy juga segera mengubah posisi—berlari lebih jauh lagi dari base kelas bahasa dua.

Sementara itu, Melody yang kini berdiri hanya sekitar dua meter dari base 10 Bahasa 2, menangkupkan kedua telapak tangannya di sisi pipi dan meneriakkan dukungannya sekeras mungkin.

"Semangat, Guys!"

"Jangan lupa selametin aku!!"

Angga hampir menoleh.

Namun suara langkah pengejar yang semakin mendekat membuatnya spontan mempercepat langkah. Mencoba mundur terlebih dahulu untuk mencari celah. Atau mencari titik aman untuk melakukan serangan balik.

Jevan yang melihat Angga sedikit kewalahan, hendak menyusul untuk membantu. Posisi kakinya merendah. Lututnya menekuk.

Melihat posisi itu, Angga buru-buru mengibaskan tangannya memberi isyarat "tidak perlu" di sela larinya.

Jevan berkedip sekali. Kemudian kembali tegap—mengubah posisi kakinya ke posisi siaga sembari menunggu instruksi selanjutnya jika diperlukan.

Angga kembali menoleh sekilas untuk memperkirakan jarak dengan pengejarnya, namun yang terjadi adalah dua pengejar itu telah berlari tepat dibelakangnya.

Salah seorang pengejar tanpa ragu melompat—hendak menubruk tubuh Angga.

Wushhh!

Jari lawan menyentuh seragamnya yang berkibar.

"Kena tuh woi"

Rahang Angga mengeras. Namun kakinya masih mencoba berlari selagi wasit belum memberi keputusan.

Meskipun—

PRIIIT!

"Angga tawanan!"

Suara Pak Firman menggema.

Langkahnya mendadak memendek. Ia masih berlari dua atau tiga langkah kecil sebelum akhirnya berhenti, tubuhnya sedikit terdorong ke depan akibat sisa momentum. Kepalanya mendongak, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuh.

“AARRRGH! SIAL!” teriaknya frustasi.

Kemudian menoleh ke arah Pak Firman yang berdiri di sisi lapangan.

"Padahal kena seragam loh, Pak?" protesnya.

Namun gestur yang diberikan Pak Firman hanyalah melambai singkat. Benar-benar tak memberikan segala jenis protes apapun.

Angga yang melihat itu, hanya bisa membuka kedua lengannya tak percaya. Kemudian memukul udara dengan frustrasi. Ia akhirnya menyerah dan berjalan menuju garis tawanan dengan langkah lunglai.

Meskipun begitu, sudut matanya sempat melirik ke arah base.

Memperhatikan Kadek dan Rachel yang masih berjaga sembari mengawasi tawanan.

Ega berdiri di dekat menara base. Salah satu tangannya masih mencengkeram tongkat tersebut, sementara bahunya naik turun karena napas yang mulai berat.

Sedangkan di depan, kedua sayapnya—Andito dan Rendy—masih cukup aman untuk sekadar mengecoh, atau membagi ancaman dari kedua sisi pertahanan base kelas bahasa.

Masih aman.

Setidaknya untuk sekarang.

....

Setelah pengejaran itu membuahkan hasil, dua pengejar Angga sebelumnya—dengan langkah cepat—berbalik menuju base bahasa dua untuk mengatur napas, atau mengatur ulang strategi.

Di sisi lain...

Rendy yang semakin terdesak karena dikejar-kejar oleh dua pemain, tanpa sadar posisi kakinya hampir menginjak keluar garis batas lapangan.

"Sial!"

Dua penyerang datang dari kiri dan kanan.

Ia pun mencoba menerobos celah yang tak sengaja terbuka diantara dua penyerang itu.

Namun entah bagaimana, dua pengejar menutup kedua jalurnya secara bersamaan. Menjepit tubuh Rendy hingga tubuhnya tersentuh dari kedua sisi.

Grep!

"Arghh!"

"Rendy tawanan!"

Peluit berbunyi.

Kedua pengejar berlari kecil untuk kembali menuju base Bahasa 2 sembari tersenyum puas.

Di sisi lain, dua pengejar Angga yang sebelumnya telah menyentuh base, kembali berlari untuk menuju pertahanan IPS 1.

"Mereka datang," ucap Kadek memperingatkan.

Ketiga tembok IPS 1 langsung memasang kuda-kuda siaga.

Michel memfokuskan pada salah satu pengejar.

Rio langsung merendahkan tubuh sembari memperhatikan tawanan yang bersiap untuk kabur.

Sedangkan Jevan, kaki jenjangnya menghentak-hentak rumput. Seolah siap berlari kapan saja.

"Rachel!"

Namun sebelum instruksi selesai—

SRET!

Sekelebat bayangan hitam melesat. Langkahnya begitu cepat sampai nyaris terdengar seperti gesekan angin.

Plak!

Satu pengejar Angga berhasil tersentuh sebelum sempat ia memutar arah.

"Gila! Nih orang!"

Pandangan sang finisher begitu tajam. Sorot matanya mengunci satu target ke target lain tanpa memperdulikan sekeliling.

Plak!

"Anjir, Ega?!" seru Rio tak percaya.

"Ayo maju kalian!" pekik Rachel menginstruksikan.

Jevan, Rio, dan Michel maju serentak untuk memberi bantuan serangan kepada Ega yang lebih dulu melesat sendirian.

PRIIIT!

"Gilang dan Dimas tawanan!"

Angga yang baru saja sampai di samping Melody dan hendak merentangkan tangan, refleks menoleh mendengar pemberitahuan itu.

Namun desiran angin yang menyebabkan rambutnya berkibar membuatnya kembali menoleh. Lalu mendapati seseorang dari penjaga kelas bahasa 2 bergerak mencoba menghadang siapa sosok yang akan datang setelahnya.

"Awas, Ga!" teriak Melody dengan suara bergetar.

"Ega?"

Angga menoleh cepat.

Di sana nampak Rizki yang langsung berlari mencoba menghalau pergerakan Ega.

Namun dengan gesit, Ega menyelip menghindari sentuhan itu dan berhasil meloloskan diri. Membiarkan tubuh Rizki terhuyung tanpa pegangan.

Plak! Plak!

"Nice!"

"Melody! Angga! bebas!"

Angga langsung berlari kencang kembali ke base. Sedangkan Melody malah membelalak dengan kedua tangannya terangkat.

"Yahahaha!"

Ia melompat kecil.

"Aku lolos!"

Angga yang menyadari itu, spontan langsung balik lagi untuk meraih lengannya.

"Ayo cepet balik, Mel!"

Melody yang belum siap merespon, tubuhnya sampai tertarik ke depan. Namun ia berhasil menjaga keseimbangannya dan berlari bersama-sama.

Salah seorang penjaga base Bahasa 2 membelalak.

"Gila! Cepet banget tuh bocil?!"

Melody yang mendengar itu, refleks menoleh sambil berlari.

"Wlee!"

Ia menjulurkan lidah. Meski tangannya terus ditarik oleh Angga.

"Makanya fokus!"

Penjaga yang barusan digocek Angga langsung menggeram.

"Kurang ajar!"

Ia kembali mengejar gadis itu akibat tersulut oleh provokasinya.

Melody pun panik.

Tangannya langsung menepuk-nepuk lengan Angga.

"Awas, Ga!"

Angga menoleh.

"Kenapa?!"

Matanya membelalak. Ia pun melepaskan genggamannya.

Plak!

Dan Melody kembali tersentuh.

"Sini lu!"

Tangan Rizki mengayun liar demi menyentuh tubuh Angga.

Angga langsung melompat mundur. Tubuhnya merunduk.

WUSSH!

Tangan Rizki menyambar tepat di atas kepalanya. Namun masih berhasil ia hindari.

Di sisi lain,

"Melody tawanan!"

"Ya ampun!"

Melody menghentakkan kaki.

"Aku loh baru bebas!"

Angga sudah berlari menjauh.

Melody menatap punggungnya.

"Main tinggalin aja!"

Di sisi lain, Andito melihat Ega berlari sendirian menuju base lawan. Lalu ke arah tiga tembok yang mencoba menyusul.

Tetapi jarak itu, terlampau jauh dari posisi Ega.

Kalau gue buka jalannya, mungkin dia bisa masuk.

Tanpa menunggu instruksi dari Angga. Tanpa menunggu Rio, Michel, dan Jevan. Andito langsung berlari.

"Mundur, Dit!" teriak Angga.

Namun terlambat.

Dua pemain lawan sudah bergerak dan mengepung jalannya.

Satu dari kiri.

Satu dari kanan.

Tidak ada ruang.

"Anjir..."

Andito mencoba mengelak sebisanya.

Serong ke kiri.

Sayangnya—

Kedua tangan lawan menyentuhnya hampir bersamaan.

"Kena lu, Brengsek!"

Andito kehilangan keseimbangan.

Tubuhnya terpelanting dan berguling dua kali di atas rumput hingga menerbangkan debu tipis yang terangkat dari permukaan lapangan.

PRIIIT!

"Andito tawanan!"

Andito yang masih terbaring di rumput, refleks mendecakkan lidah. Kemudian mengerang ketika mencoba bangkit. Lalu berjalan lemas menuju garis tawanan dengan langkah tertatih.

....

Di sisi lain—

Plak!

"Melody bebas!"

Melody membelalak. Tangannya kembali disentuh oleh orang-orang yang berlalu-lalang begitu cepat.

"Hah?"

Ia menatap lengannya. Kemudian menatap Ega yang sudah melewatinya untuk menuju base kelas bahasa.

"Aku ngapain sih sebenarnya?"

Ega bahkan tidak berhenti. Tatapannya fokus. Bahkan gerakan kakinya semakin cepat.

Dua pengejar Rendy yang ada di luar lingkup base sebelah selatan langsung menyadari itu. Kemudian mencoba bergegas untuk menghadang pergerakan Ega.

Sedangkan dua pengejar Andito di sisi utara juga sudah mulai terengah menghampiri base. Meskipun tetap mencoba menghampiri Ega.

Situasi kembali berubah.

Dan kini...

Hanya satu orang yang masih menjaga base 10 Bahasa 2.

Ridho.

Di depannya berdiri Ega.

Anak dengan tubuh paling kecil di antara para siswa laki-laki 10 IPS 1.

Tidak besar.

Tidak mengintimidasi.

Tidak punya postur seperti pemain yang mampu menerobos pertahanan.

Namun justru karena itulah...

Ridho menggeser satu kakinya ke belakang.

Ega merendahkan tubuh.

Belum ada yang bergerak.

Sorakan tribun perlahan menghilang.

Untuk sesaat, suara angin menjadi satu-satunya hal yang terdengar.

Ridho menyipitkan mata.

Ega mengencangkan ujung sepatunya di atas rumput.

Satu lawan satu.

Kapten melawan finisher.

Dan kali ini...

tidak ada strategi.

Tidak ada formasi.

Tidak ada pemain lain yang bisa menyelamatkan mereka.

Hanya siapa yang lebih cepat membaca gerakan lawannya.

1
xuer jinghao
lanjut semangat kak ☺️
Europa.
yuna mulai jatuh cinta
Europa.
yuna jdi cantik bett😭
Europa.
loh ada bikini bottom
Europa.
makanan mulu wehh
Europa.
wahh, my kalimantan
Mingyu gf😘
hayo nama tokoh kita smaa🤭
Mingyu gf😘
anak anak jeniuss
Mingyu gf😘
salahkan aja ketos kalian yang ajaib itu😭
Mingyu gf😘
Andai mereka tahu lomba apa yang akan mereka lakukan nanti😆😆😆
Europa.
masterpiece, yuna=ayanokoji+author
Europa.: muji loh aku kak
total 2 replies
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Pas classmeet nanti, gak ada yang nangkring di atas pohon kan thor🤣 bahaya kalau iya. Yang ada, yang sembunyi malah nyemil santai di atas sana🤭🤭
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
aku rindu sekolah 😭
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
paling kesel yang kayak gini apalagi gak ada konfirmasi sebelumnya
Europa.
finally yuna senyum sepenuhnya
Moon.: /Awkward//Awkward//Awkward//Awkward/
total 1 replies
Europa.
yunaku emg simbong, tpi sesuai kemampuan kok/Proud/
Europa.
diakalin yuna loh ya
Europa.
ada rizky pula😭
Moon.: Rizky perdana/Doge/
total 1 replies
Europa.
nazril😭 nama temenku
🦋Little Butterfly🦋
uuh jujur suka praktek, cuma males klo materi doang🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!