NovelToon NovelToon
Lelah Berharap

Lelah Berharap

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: vita no

tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.

"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".

Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah ke Apartemen

Hari yang ditentukan oleh Aksa untuk pindah ke apartemennya tiba pula. Aku dan kak Aksa bersiap siap mengepak apa yang harus dibawa ke apartemennya.

"Mom, ded, seperti yang sudah Aksa ucapkan. Aksa mau ajak Bintang untuk tinggal di apartemen Aksa. Aksa harap mommy dan deddy mengikhlaskan Aksa membawa istri Aksa, biar kami bisa mandiri."

"Deddy sih setuju aja dengan apa pun keputusan kamu. Tapi ingat jangan pernah sakiti hati istri mu. Berikan dia nafkah sebagai seorang istri. Ingat pesan deddy ini."

"Mommy juga izin kan kamu untuk mandiri. Tapi ingat, jangan sekali kali kamu nyakitin Bintang ya. Bintang sudah mommy anggap seperti anak mommy sendiri. Jika kamu sakiti dia, kami berurusan dengan mommy. Ingat itu Aksa."

"Iya mom, ded, Aksa akan ingat kata kata mommy dan deddy."

Setelah aku selesai berkemas, aku turun ke ruangan keluarga. Aku lihat kak Aksa dan orang tuanya berbicara sesuatu yang penting. Tapi aku nggak tahu apa yang mereka bicarakan.

"Kak, Bintang sudah selesai mengepak barang yang mau Bintang bawa."

"Ya udah, yuk kita pergi."

"Mom, ded, Bintang pergi dulu ya. Doakan Bintang bisa jadi istri yang baik dan bahagia ya mom, ded."

"Mommy dan deddy selalu mendoakan yang terbaik buat kamu sayang." Mommy mengucapkan kata kata nya dengan tulus sambil mengusap rambut ku.

Aku tahu, mommy dan deddy sayang kali sama aku. Tapi anaknya aku nggak tahu, kenapa anak mereka nggak menyukai aku. Padahal aku nggak pernah buat salah sama dia. Tapi kenapa dia segitu kali dia nggak suka sama aku.

Perjalanan ke apartemen kak Aksa dari rumahnya, menempuh perjalanan selama tiga puluh menit. Sesampainya aku di apartemennya, aku diarahkan ke kamar ku dan dia menuju kamarnya.

"Dibawah ini kamar mu Bin. Dan diatas kamar aku. Disebelah kanan itu dapurnya. Disana sudah ada alat masak. Jika kamu lapar, kamu bisa bikin sendiri. Bahan bahan makanan nya juga sudah ada di kulkas. Kamu bisa masakkan ?"

"Bintang bisa masak kak. Kalau gitu Bintang ke kamar dulu ya kak."aku pamit ke kak Aksa dan menuju kamar yang sudah ditunjuk kak Aksa. Tapi sebelum aku masuk kamar kak Aksa mengucapkan sesuat. Makanya aku berhenti tepat di depan pintu kamar ku.

"Dan satu lagi Bin. Aku nggak ingin kamu masuk ke kamar aku. Walaupun hanya membersihkan kamar. Karena aku nggak suka orang lain memasuki kamar aku. Kamu ingat itu ya."

"Baik kak. Bintang akan ingat kata kata kak Aksa."

"Uh. Siapa juga yang mau masuk ke kamarnya. Nggak banget kali. Anggap aja kamu disini latihan ngekos Bin."ucap ku dalam hati.

"Kenapa Bintang nggak protes sama sekali apa yang aku ucapkan. Apa benar dia nggak tertarik sama aku. Apa coba kekurangan ku hingga dia nggak tertarik sama aku." Uh apa sih yang aku fikirkan.

Aksa nggak menyadari, jika dia sudah jatuh sejatuhnya pada pesona Bintang. Tapi karena egonya, dia tidak menyadari jika nanti dia akan menyesal yang teramat sakit.

Aku lapar, dan saat malam aku pergi ke dapur melihat bahan masakan yang bisa di olah. Dan ternyata benar kata kak Aksa jika bahan makanan sudah tersedia di dapur. Dengan cekatan aku membuat makanan yang mudah ku masak. Karena jam sudah menunjukkan jam sudah lewat untuk makan malam. Selagi aku masak, kak Aksa menuju kedapur mengambil air minum. Tak sengaja aku menoleh ke belakang dan kutatap kak Aksa yang hanya memakai celana pendek atas lutut, tidak memakai baju. Aku jadi malu sendiri melihatnya. Hingga aku menunduk saja dan fokus lagi kemasakan ku tanpa menoleh lagi ke kak Aksa.

"Kamu masak apa Bin?"

"Hanya ayam krispi dan sayur asam kak. Kak Aksa suka kan?"

"Boleh, aku nggak memilih makanan kok." Ternyata selain cantik, Bintang juga bisa masak.ahhhh."Aksa berteriak dalam hatinya. Dia dilema antara egonya dan perasaannya.

"Sudah masak kak, yuk kita makan. Kakak mau Bintang ambilkan."

"Boleh, ni piringnya."

Aku ambil makanan untuk kak Aksa. Dan juga makanan untuk ku. Kami makan dengan diam.

"Oh ya Bin. Ini buat kamu."

Kak Aksa kasih aku kartu atm card hitam. Tentu aku kaget, soalnya kak Aksa kan hanya siswa biasa.

"Buat apa ini kak. Nggak usah kak. Bintang masih ada uang kok. Apa lagi mama dan papa masih kasih kirim uang ke Bintang kok."

"Ni anak kenapa nggak mau terima kartu black card dari ku. Biasanya jika wanita wanita lain, pasti dengan senang hati menerima kartu ini. Emang wanita aneh."gumam Aksa dalam hati." Ni kartu untuk membeli keperluan kita sehari-hari. Dan juga ini kewajiban ku memberi nafkah lahir sebagai seorang suami."

"Tapi kak, pernikahan kita ini kan hanya sementara. Jadi menurut ku nggak perlu kakak memberi nafkah kepada ku."

"Aku nggak mau penolakan. Kamu harus terima ini. Gunakan untuk kebutuhan rumah ini dan juga kebutuhan mu. Nanti tiap bulan akan aku isi. Dan aku nggak mau kamu memakai uang orang tua mu Bin. Nanti aku di anggap jadi laki laki nggak bertanggung jawab. Apa kamu ngerti."

"Iya kak. Bintang ngerti. Tapi kan kak Aksa masih sekolah. Emang dari mana kak Aksa bisa nafkahi aku."

"Aku juga kerja. Jangan itu kamu fikirkan. Tugas mu hanya menggunakan kartu itu untuk kebutuhan rumah ini dan juga kebutuhan mu."tegas Aksa sama Bintang.

Tiba tiba hp kak Aksa berbunyi. Dan aku mendengar kak Aksa menyebut nama Tiara. Mungkin itu Tiara yang menelponnya.

"Ya ada apa Tiara. Kenapa kamu telpon malam-malam gini?"

"Kak Aksa, Tiara minta bantu kak Aksa jemput Tia di mall. Tia sudah pesan taksi tapi belum datang datang. Mungkin karna hujan deras kak. Kak Aksa bisa jemput Tia. Tia mohon kak." Ucap Tia ke kak Aksa sambil menangis.

Kak Aksa dengan cepat menuju ke atas menuju kamarnya mengambil kunci mobilnya. Dan mambantu menjemput Tia." Tapi kenapa aku kecewa ya dengan sikap kak Aksa. Kak Aksa begitu cepat membantu Tia jika dalam kesulitan atau masalah. Tapi jika aku, apa kak Aksa juga akan seperti itu?"

"Kak Aksa mau kemana?"

"Aku mau jemput Tia dulu. Dia ada di mall dan nggak ada taksi."

"Tapi kak, Bintang takut sendirian di apartemen ini. Ditambah lagi hujan deras dan petir kilat kak. Bintang takut petir kilat kak."ucap ku sambil menatap ny.

"Kamu kan ada di rumah buat apa takut. Mending kamu masuk kamar dan tutup jendela, langsung aja tidur. Ingat Bin, aku ingin kamu itu mandiri. Jangan pernah ketergantungan dengan aku. Ingat itu Bin.

"Baik lah kak." dengan nada kecewa dan sedih aku menuju ke dalam kamar ku. Ku kunci pintu kamar ku dan tirai semuanya juga ku tutup. Aku berbaring di atas kasur. Dan kututup tubuh ku dengan selimut, agar aku nggak mendengar suara petir dan nggak melihat kilat.

"Kenapa kak Aksa begitu baik sama Tia. Sedangkan aku istrinya sebagai prioritas utamanya kenapa selalu diabaikan. Tuhan kenapa nasib ku seperti ini. Tak ada tempat ku untuk mengadu dan bergantung. Aku harus dipaksa mandiri di usia ku saat ini. Kak Aksa maaf kan Bintang. Bintang sudah lelah kak untuk berharap pada kakak lagi. Baiklah, mulai saat ini, Bintang nggak akan mengutarakan lagi apa isi hati Bintang. Jika takut sedih dan luka, Bintang nggak akan lagi ngomong sama kak Aksa."ungkapan dalam hati ku. Tak terasa air mata pun jatuh di pipi ku.

1
partini
ortu egois,,tuh si Aska yg ga serius masa kaya gitu ga ngehh kalian par ortu busettt dah bego bngt
partini
para ortu happy tapi anknya nyesek ortu buta ga bisa lihat apa pura" lihat
partini
ngmng ke ke mertua diem"Bae aihhh nanti ada yg deketin jalan barang setatus kamu masih istri Aska ya kamu selingkuh
partini
ajukan perceraian aja kan bisa dari pihak wanita,iya kalau dia pulang masih sendiri kalau udah berdua kamunya macam mana be smart don't be stupid Bin ,ngmng ke mertua toh mertua kamu tau apa yg terjadi di jangn buta karena cinta
partini
seandainya bintang ada temen cowok yg care Banggt bisa buat pelipur lara nantinya pas Aska di sana udah ada cem ceman
partini
enak bener si Aska ini ya udah bin kan dia ngmng kaya gitu moga aja pas dia diluar negri ada cowok ganteng paripurna cinta kamu ga salah dong kan itu yg Aska mau kalian juga ortu Bege
partini
kapan bintang minta pisah Thor ,secara Aska udah mau ke luar negeri
Dewi Puspitasari
k yg banyak up episode 🤭
Bunda Ning
cerita menarik tidak bertele tele
Dewi Puspitasari
k cepetan abdet episode yg banyak
May Maya
mampir Thor semoga karya nya bgus n GK berhenti d tengah jln 🤭 harus sampai tamat ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!