NovelToon NovelToon
Terpikat Mas Preman

Terpikat Mas Preman

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Akira Fan

Kamila Larasati, seorang gadis cantik yang pintar, kritis, keras kepala dan punya pendirian kuat persis seperti ayahnya yang seorang Jendral TNI. Kamila menentang perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan bawahannya. Dia tidak ingin mengikuti jejak kakaknya yang kehidupan pernikahannya terlalu banyak aturan.

Kamila masih sangatlah muda. Dia masih ingin bebas menikmati masa mudanya dengan berbagai pengalaman yang bermakna.

Sampai pada suatu hari, dia bertemu dengan Mahardika Pratama yang seorang preman kampung. Kejadian yang tak terduga menjadi awal pertemuan mereka hingga seiring berjalannya waktu tumbuhlah rasa cinta diantara mereka. Tapi ada sebuah rahasia yang sempat menggoyahkan perasaan Kamila. Apakah akhirnya cinta mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akira Fan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Tidak Ada Kabar

Dika dan anak buahnya terlihat sangat sibuk sekali di kantor kodim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka harus mengumpulkan bukti-bukti lain yang mendukung penangkapan tersebut. Selain itu mereka juga harus memastikan mendapat informasi penting terkait hubungan organisasi terlarang tersebut dengan pihak asing.

"Bagaimana? Ada informasi terbaru?," tanya Dika pada anak buahnya.

"Belum ndan, kami usahakan secepatnya," jawab salah satu anak buahnya.

"Baiklah, saya beri waktu sampai besok. Kalian juga butuh waktu untuk istirahat," ucap Dika lagi penuh kewibawaan.

Walau informasi itu sangat penting, tapi dia tetap harus memperhatikan kondisi anak buahnya. Dia tidak mau terlalu memforsir tenaga anak buahnya untuk bekerja terus menerus. Karena kasus yang mereka hadapi tidak akan cepat terselesaikan kalau kondisi mereka kurang fit.

Sudah dua hari dua malam Dika berada dikantor Kodim. Dia belum sempat mengecek handphone nya karena terlalu fokus dengan kasus yang sedang dihadapinya. Kalau sudah urusan pekerjaan dia memang seperti itu, mengedepankan profesionalitasnya. Pekerjaan adalah prioritas utamanya. Itulah sebabnya dia menjadi salah satu komandan yang berdedikasi tinggi hingga sang jendral pun tertarik untuk memintanya menjadi menantu.

"Apakah kamu mengkhawatirkanku?," gumam Dika tersenyum menatap layar HP nya.

Ada puluhan chat yang menumpuk dan juga panggilan tak terjawab dari seorang gadis yang akhir-akhir ini dekat dengannya. Siapa lagi kalau bukan Kamila. Ada juga dari Amel dan Aldo tapi Dika lebih memilih untuk segera menghubungi Kamila.

Beberapa saat Dika menekan tombol panggil, tapi yang terdengar hanya bunyi tuuut, tuuut, tuuut. Tidak ada jawaban diseberang sana.

"Apa mungkin dia marah ya?," gumam Dika menebak-nebak.

Kemudian Dika memutuskan untuk menelepon Aldo. Mungkin saja dia tahu saat ini Kamila ada dimana.

"Hallo Do, kau dimana sekarang?," tanya Dika to the point saat panggilannya tersambung.

"Hallo Dik, aku dimarkas. Suntuk dirumah nggak ada kau. Sebenarnya kau dimana sih, pergi nggak bilang-bilang?," omel Aldo karena dari kemaren sahabatnya itu menghilang dan nggak bisa dihubungi.

"Emm, itu. Aku lagi ada urusan penting," jawab Dika santai.

"Urusan penting apa sampai nggak kasih kabar, alesan aja kau. Jangan-jangan kamu tergoda janda ya?," goda Aldo asal.

"Enak aja, asal aja ngomong. Gini-gini aku masih waras ya, mungkin saja kau sendiri," balas Dika mengejek.

"Ya kalau cantik sih aku mau lah," ucap Aldo terkekeh.

"Dasar, kambing dibedakin juga kau mau," timpal Dika semakin mengejek.

"Aseemm..," umpat Aldo nggak terima.

"Tunggu disitu, aku nyusul," ucap Dika lagi. Dia berencana untuk kembali ke kampung yang hampir satu tahun ini dia tempati.

"Oke, siap," balas Aldo lalu mematikan teleponnya.

Aldo dan teman-temannya biasa nongkrong di Pos Kamling. Sebelum ada Dika mereka dulu suka mencegat orang yang lewat disana, untuk minta uang atau hanya sekedar menggoda cewek-cewek.

Tapi setelah ada Dika mereka tidak berani melakukannya lagi. Karena Dika yang terkuat diantara mereka. Aldo yang merupakan ketua mereka saja tidak mampu mengalahkan Dika.

"Tuh, ada yang butuh pertolongan. Sana kalian," perintah Aldo pada anak buahnya saar melihat seorang wanita paruh baya yang terlihat kesulitan membawa barang belanjaannya.

"Baik Bos," dua orang anak buah Aldo mendekati ibu itu untuk membantu membawakan barang-barangnya.

Semenjak ada Dika mereka hidup menjadi lebih baik. Mencari makan dengan cara yang halal. Dan ketika melihat warga membutuhkan pertolongan mereka selalu siap siaga. Makanya orang-orang pun dengan suka rela memberikan sesuatu kepada mereka sebagai tanda terima kasih. Tidak selalu berupa uang. Terkadang makanan atau apa saja semampunya mereka.

Selain itu mereka juga bekerja apa saja yang mereka bisa. Bahkan sekarang mereka sudah mulai membuka usaha bengkel motor sederhana yang dijalankan bersama-sama. Karena keahlian mereka selain berantem ya mengutak atik motor. Dika membantu mereka untuk memanfaatkan keahlian mereka itu pada hal yang positif.

"Habis ini kau ke bengkel gantiin Vino, aku terap disini menunggu Dika," kata Aldo lagi memerintah anak buahnya. Vino hanya menganggukkan kepala patuh.

"Mas Aldo," panggil seseorang pada Aldo. Seketika dia pun merapikan baju dan rambutnya karena ada cewek cantik yang menemuinya.

"Iya, ada yang bisa aku bantu?," tanya Aldo bersemangat pada Kamila dan Veni yang tumben menemuinya ke markas.

"Mas Aldo tahu nggak Mas Dika sekarang dimana?," tanya Kamila to the point. Seketika ekspresi Aldo berubah datar.

"Dika lagi ada urusan, paling sebentar lagi balik. Kirain kalian kesini mencari aku, tahunya Dika," jawab Aldo sambil terkekeh.

"Ya emang cari kamu tapi buat nanyain Mas Dika," timpal Veni nyengir membuat Aldo mencebikkan bibirnya.

"Ada apa ini? Kelihatannya kamu khawatir banget sama Dika, kangen ya?," goda Aldo pada Kamila membuat pipi Kamila merona.

"Eng-enggak. Siapa bilang. Cuma aneh aja dari kemaren Mas Dika nggak bisa dihubungi. Dia juga nggak ada kabar pergi kemana. Biasanya kan kalau ada Mas Aldo pasti ada Mas Dika juga," jawab Kamila sedikit kikuk.

"Iya ih, kampung ini jadi terasa suram nggak orang ganteng lagi selama dua hari ini," timpal Veni asal ceplos.

"Ehemm, kamu pikir yang didepan kamu ini nggak ganteng gitu?," Aldo dengan percaya diri berlagak sok ganteng. Walau emang ganteng tapi masih kalah dari Dika.

"Ya ganteng sih, tapi masih kalah jauh dibanding Mas Dika. Bisa dibilang dia itu cowok terganteng dikampung ini. Walau penampilannya kayak preman gitu tapi auranya tetep nggak bisa bohong," ucap Veni membuat Aldo seketika cemberut.

Memang sih tampang Dika paling ganteng di kampungnya. Bisa dibilang nggak pantes kalau jadi preman, pantesnya jadi model atau bintang film gitu. Tapi diantara mereka tidak ada yang tau latar belakang Dika yang sebenarnya. Mereka hanya tau kalau Dika tidak punya siapa-siapa lagi disana. Hidup pun numpang dirumah Aldo.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Orang yang mereka bicarakan akhirnya nongol juga. Hati Kamila berdetak tak karuan, padahal baru melihat kedatangan Dika dari kejauhan.

"Panjang umur tuh orang, baru aja diomongin udah datang," ucap Aldo melambaikan tangannya pada Dika.

"Iya tuh, kayaknya Mas Dika tahu kita nungguin disini," timpal Veni.

"Ya tau lah, wong kita janjian tadi mau ketemu disini. Kebetulan aja pas ada kalian juga," ucap Aldo terkekeh sambil menaik turunkan alisnya.

"Oh, pantesan," jawab Kamila pelan. Jantungnya semakin nggak karu-karuan karena Dika semakin mendekat.

"Loh, ada Kamila sama Veni juga ternyata," ucap Dika tersenyum kikuk kemudian memarkirkan motornya.

"Iya, mereka cari kau tuh," ucap Aldo santai.

"Emm, nggak. Kami kebetulan aja tadi lewat sini terus ketemu Mas Aldo jadi kami mampir sebentar," ucap Kamila beralasan sambil nyengir kuda. Veni hanya melongo karena Kamila lebih dulu mencubitnya untuk nggak ikut ngomong.

"Kayaknya nggak gitu deh tadi," timpal Aldo menaikkan alisnya sebelah.

"Jadii??," tanya Dika bingung dengan sikap mereka bertiga.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Akira Fan: Siap kak, terima kasih supportnya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!