Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.
Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siluet Asing
Kini Eliza sudah sampai di mansion Betrino disana sudah ada kakek dan neneknya serta kedua orang tua nya
"Dimana barangmu yang untuk dibawa Za? " Tanya sang kakek saat ingin bertanya pada
maid mereka menjawab bahwa tidak ada barang-barang yang dikemas oleh Eliza
"Sudah ku siapkan " Ucap Eliza datar
Eliza berjalan kelantai atas untuk mengambil barang-barang nya, ia hanya membawa barang yang ia perlukan saja untuk masalah baju serta perlengkapan yang lainnya ia bisa cari disana nanti. Sultan mah bebas wkwk
Eliza turun dengan membawa tas kecil yang hanya muat Laptop dan barang kecil lainnya
Sedangkan keempat orang yang berbeda usia disana hanya tercengang melihat barang bawaan Eliza
"Hanya itu yang kau bawa El? " Tanya Jordan tak percaya apa yang putrinya bawa
Eliza hanya mengangguk saja mereka yang ada disana hanya bisa menghela napasnya masing-masing memang agak lain gadis yang satu ini batin mereka
"Baiklah jika tidak ada lagi maka kita akan berangkat sekarang" Ucap Faris menatap cucunya sedangkan Eliza hanya mengangguk saja
<><><><>><>><><><<>><
Mungkin sekarang kita akan berfokus ke Eliza ya guys soalnya sekarang ia harus ikut dengan kakek dan nenek tersayangnya wkwk
Beberapa menit lalu setelah selesai pamit akhirnya mereka berangkat dan saat ini Eliza duduk di kursi belakang ia memilih untuk menutup matanya untuk beristirahat sedangkan kakek dan neneknya sedang membahas sesuatu yang pastinya Eliza tak ingin ikut campur
Beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai di kediaman utama Betrino, Eliza membuka kedua matanya dan sekarang hari mulai sore dan mereka baru sampai
"Jika kau merasa sangat lelah kau bisa langsung kekamar sepupu mu dulu " Ucap Faris menatap kebelakang
"Hm" Dehem Eliza
Kini ketiganya masuk kedalam mansion disana sudah ada Dirga Fransisco Betrino adik Jordan, Faris hanya memiliki dua putra. Dan disana juga ada Malina istri dari Dirga
"Selamat datang di kediaman utama Betrino El" Ucap Dirga ia sedikit meneliti wajah Eliza
"Wajahku tidak terlihat seperti buronan paman jadi anda tidak perlu meneliti wajah saya begitu seksama" Ucap Eliza datar nan dingin seperti biasanya
Sedangkan Dirga sedikit terkejut karena keponakannya ini tau bahwa ia sedang menelisik wajahnya.
"Kau bisa beristirahat El kau bisa istirahat dikamar Zoyya untuk sementara" Ucap Malina lembut menatap kearah Eliza
Lagi-lagi Eliza hanya berdehem saja kemudian seorang maid muda menghampiri nya untuk mengantar Eliza ke kamar sepupu perempuan nya
Dirga dan Malina memiliki tiga anak dua laki-laki dan satu perempuan
Kevan alexio B merupakan anak pertama dan memiliki kembaran bernama Kevin Elixo B anak kedua keduanya sama-sama memiliki sifat cuek tapi tidak dengan para sahabat nya
Zoyya Restika Olivia merupakan anak bungsu ia memiliki sifat yang ceplas-ceplos dan manja
Ketiganya masih berada di luar belum menyadari bahwa kakek dan neneknya sudah pulang si kembar sedang berkumpul dengan para sahabatnya begitu juga dengan Zoyya sedang berkumpul dengan dua sahabatnya juga hubungan Zoyya dan sikembar terbilang cukup buruk
Malam pun tiba Eliza masih berada di kamar Zoyya untuk istirahat Eliza benar-benar nyenyak tidur sehingga tidak menyadari seorang gadis masuk siapa lagi kalo bukan Zoyya
"Anj hampir aja gue berteriak, ni orang siapa sih tiba-tiba banget di kamar gue? " Gumam gadis itu sambil melihat ke arah Eliza yang tertidur pulas
"Kayaknya gue harus nanya sama kakek dan nenek tentang gadis ini " Gumamnya lagi kemudian dengan langkah pelan ia berjalan keluar dan pergi menuju ruang kakek dan neneknya
Tok.. Tok... Tok...
"Masuk"
Ceklek
"Ada apa Zoyya? " Tanya sang kakek melihat cucu perempuan yang datang
"Zoyya mau tanya kek, itu gadis yang dikamar Zoyya siapa? " Tanya Zoyya dengan wajah penasaran
Faris dan maya saling tatap kemudian melihat kearah Zoyya
"Itu Eliza sepupu mu Zoyya " Ucap maya menatap kearah Zoyya
"Tapi kenapa harus tidur di kamar Zoyya nek kan banyak kamar yang lain" Ucap Zoyya kesal karena orang lain menggunakan kamarnya
"Kembalilah Zoyya,Dia hanya sebentar dikamar mu Zoyya sementara kamar untuk nya dibersihkan tidak perlu terlalu berlebihan " Ucap Faris menatap datar kearah Zoyya
Sedangkan Zoyya keluar dengan muka kesalnya
"Huh lagian buat apa coba harus dikamar gue kan yang lain masih ada, gimana kalo dia malingin barang-barang gue " Gumam Zoyya kesal
Setelah sampai didepan kamarnya ia dengan kasar membuka pintu kamarnya saat melihat kearah ranjang ternyata Eliza sudah tak ada disana
Zoyya dengan cepat-cepat memeriksa barang-barangnya siapa tau ada yang hilangkan meskipun sepupu tapi kalo dia nyuri bukan sepupu namanya
"Huff aman semua gak ada yang hilang" Gumam Zoyya bernapas lega
Sedangkan disisi Eliza gadis itu sudah berada di dalam kamarnya, Eliza berjalan keluar menuju dapur karena merasa haus dan sekarang sudah pukul 20:22 mungkin orang-orang istirahat dikamarnya masing-masing
Eliza mengerutkan keningnya ketika mendengar suara canda tawa di ruang tamu namu ia tidak peduli bukan urusannya untuk kepo siapa itu
Ketika hendak menuju dapur tiba-tiba suara seorang gadis menghentikan nya
"Zoyya kamu mau kemana? " Tanya gadis itu yang berada di perkumpulan para pemuda disana
Mereka yang ada disana juga menoleh menatap seorang gadis yang membelakangi mereka
"Lo gak denger ya kalo Zara manggil lo" Ucap Kevin menatap kearah gadis itu yang masih membelakangi mereka
"Udah kak gak pp lagian aku cuma manggil kok mungkin Zoyya nya lagi gak mood buat ngomong sama aku" Ucap Zara gadis satu-satunya yang berada ditengah perkumpulan laki-laki disana
Sedangkan Eliza melanjutkan lagi jalannya menuju dapur tanpa menoleh kebelakang
Mereka yang ada disana merasa heran biasanya Zoyya akan koar-koar kalo Zara memanggilnya
"Tumben banget adik lo van biasanya adu mulut dulu kalo ada kita disini" Ucap Rafka yang masih melihat kepergian Eliza
Sedangkan dua pemuda lagi hanya diam
"Gue mau kedapur bentar mau minum" Ucap Tristan datar tapi tidak se datar Leonel mereka perkumpulan geng motor yang bernama Rion's
Sedangkan Leonel ketua geng motor Rion's hanya berdiam saja tanpa minat untuk berbicara
Di dapur Eliza mengambil air es di kulkas gadis itu baru tau kalo kakek, neneknya dan paman bibinya sedang pergi keluar kota ia baru tau dari maid
Sudah biasa bagi mereka jika tuan besar serta anaknya akan keluar kota entah itu ada kerjaan mendadak atau yang lainnya, mereka memberi tahukan kepada Eliza karena mereka takut jika Eliza mencari keberadaan Tuan besar yang tiba-tiba pergi tanpa memberitahu kan ke Eliza
Eliza ingin membuat nasi goreng ia tau jika ada seseorang yang memperhatikan nya namun ia tidak peduli selagi tidak menganggu maka ia santai saja, tapi lama-kelamaan ia jadi kesal karena diperhatikan
"Apakah anda tidak punya kerjaan lain selain melihat saya Tuan? " Ucap Eliza datar nan dingin tanpa menoleh ke arah pemuda yang melihat nya tadi
Sedangkan Tristan cukup terkejut mendengar suara perempuan yang sibuk dengan sesuatu
'Ia tahu keberadaan ku? ' batin Tristan kemudian ia menggeleng kan kepalanya
Setelah itu ia berjalan mendekati perempuan itu yang ia kira Zoyya namun tinggal beberapa langkah lagi Tristan mengerutkan keningnya
' ada yang aneh ' batin Tristan saat hendak memegang bahu Eliza tiba-tiba saja Eliza memutarkan badannya dalam sekejab membuat Tristan terkejut setengah mati belum lagi gadis itu menodongkan pisau kecil dilehernya
"K-kau siapa? " Tanya Tristan setelah sadar dari keterkejutan nya
"Aku bukan siapa-siapa dan aku paling benci manusia yang tidak bisa diingatkan" Ucap Eliza datar dan menatap tajam ke arah Tristan
"K-kalian " Ucap seseorang terkejut